Bandung - Akibat jalur darat tertutup oleh perbukitan terjal, rawa, laut sungai, dan pantai, terkadang cukup menyulitkan bagi Tim Ekspedisi Khatulistiwa untuk melakukan penjelajahan, sehingga komando dan pengendali (Kodal) harus melakukan droping logistik dengan menggunakan helikopter militer, di Kawasan Daerah Latihan Pusdik Passus, Situlembang, Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/3).
Bukan itu saja. Dua orang mahasiswapun terpaksa harus dievakuasi dengan si burung besi itu karena mereka dalam kondisi cidera dan kelelahan dalam perjalanan yang cukup panjang.
Adegan itu merupakan bagian dari skenario latihan Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Sub Sektor Nunukan pimpinan Mayor Infanteri Achirudin (Pamen Kopassus), yang berlangsung 20 Maret hingga 1 April mendatang.
Sementara itu Ekspedisi Khatulistiwa itu sendiri akan berlangsung awal April hingga 17 Juli 2012.
Kegiatan akbar yang akan dihelat di Sub Sektor 5 Nunukan antara lain terdiri dari: penjelajahan, penelitian yang dibagi menjadi 4 Unit, yakni Unit Kehutanan, Unit Flora dan Fauna, Unit Geologi dan Potensi Bencana Alam dan Unit Sosial Budaya, serta Komunikasi Sosial (Komsos), yang diikuti oleh sedikitnya 60 personel TNI dari tiga matra (TNI AD, TNI AL, dan TNI AU), serta Menwa dan Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.(Sumber : Dispen Korps Marinir)


