Home » , , , , , , , , » XP-55, Desain Tidak Biasa Pesawat Tempur Era Perang Dunia II

XP-55, Desain Tidak Biasa Pesawat Tempur Era Perang Dunia II

Written By http://arsipardava.blogspot.com/ on Rabu, 11 Mei 2016

XP-55, Desain Tidak Biasa Pesawat Tempur Era Perang Dunia II
Curtiss-Wright XP-55 Ascender merupakan prototipe pesawat tempur Amerika Serikat yang dibangun oleh Curtiss-Wright 1940

Tidak lama sebelum Amerika menyatakan perang terhadap Jepang pada tahun 1941, U. S. Army Air Corps mensponsori tiga desain pesawat tempur yang radikal dan tidak ortodoks. Curtiss-Wright XP-55 Ascender adalah prototipe pesawat tempur Amerika Serikat yang dibangun oleh Curtiss-Wright 1940. Dua desain pesawat lain adalah Vultee XP-54 dan Northrop XP-56.

Pesawat ini memiliki desain yang sangat tidak biasa untuk saat itu, dengan konfigurasi canard, mesin dipasang di belakang, sayap menyapu dan dua ekor vertikal. Karena desain pendorongnya tersebut pesawat kerap mendapat sebutan sinis “Ass-ender”.

Ascender yang awalnya dirancang untuk menggunakan mesin Pratt & Whitney X-1800 tetapi harus dirancang ulang ketika bahwa proyek mesin dibatalkan. Pesawat itu juga menjadi pesawat tempur curtiss pertama yang menggunakan tiga roda landing gear.

Pada tanggal 10 Juli 1942, Angkatan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat mengeluarkan kontrak untuk membangun tiga prototipe di bawah penunjukan XP-55. Nomor pesawat adlaah 42-78845 hingga 42-78847.

XP-55, Desain Tidak Biasa Pesawat Tempur Era Perang Dunia II
Vultee XP-54 merupakan dua desain prototipe pesawat tempur Amerika Serikat selain XP-55

Setelah mesin Pratt & Whitney X-1800 dibatalkan Curtiss memutuskan untuk beralih ke mesin 1.000 hp (750 kW) Allison V-1710 (F16) karena kehandalannya sudah terbukti. Persenjataan pesawat adalah dua meriam 20 mm (0,79 di) dan dua senapan mesin 0,50. Selama fase mock-up, diputuskan untuk beralih ke mesin 1.275 hp lebih kuat. Meriam 20 mm juga diganti dengan senapan mesin 0,50.

Sebuah fitur khusus dari XP-55 adalah tuas baling-baling yang terletak di dalam kokpit untuk mencegah pilot dari menembak baling-baling selama bailout.

XP-55 pertama selesai pada tanggal 13 Juli 1943. Pesawat melakukan uji terbang pertama pada 19 Juli 1943 dari Lapangan Angkatan Darat Scott di dekat pabrik Curtiss-Wright di St Louis, Missouri. Pilot uji adalah J. Harvey Gray. Pengujian awal mengungkapkan bahwa pesawat lepas landas terlalu panjang. Untuk mengatasi masalah ini, ukuran hidung lift diingkatkan dan aileron up trim saling berhubungan dengan flaps sehingga dioperasikan ketika flaps diturunkan.

XP-55, Desain Tidak Biasa Pesawat Tempur Era Perang Dunia II
Northrop XP-56 merupakan dua desain prototipe pesawat tempur Amerika Serikat selain XP-55

Pada 15 November 1943, pilot uji coba Harvey Gray menerbangkan XP-55 pertama (S / N 42-78845). Ketika menguji kinerja stall pesawat terbang di ketinggian, XP-55 tiba-tiba terbalik dengan punggung di bawah dan jatuh dalam terkendali. Pilot tidak mampu membalikkan pesawat, dan jatuh di luar kendali dari ketinggian 4.900 m. Pesawat hancur Gray juga tewas.

XP-55 kedua sama dengan yang pertama, tetapi dengan lift hidung sedikit lebih besar, dan perubahan dari tab keseimbangan menjadi semi tab pada ailerons. Terbang untuk pertama kalinya pada tanggal 9 Januari 1944. Semua penerbangan tes dibatasi sehingga area stall dihindari.

XP-55 ketiga terbang untuk pertama kalinya pada tanggal 25 April 1944. Pesawat dilengkapi dengan empat senapan mesin, dan memasukkan beberapa pelajaran yang didapat dari kegagalan XP-55 pertama. Ditemukan bahwa karakteristik stall pesawat ini dapat sangat ditingkatkan dengan penambahan ekstensi ujung sayap sepanjang empat kaki, dan dengan meningkatkan batas perjalanan lift hidung. Antara 16 September dan 2 Oktober 1944, XP-55 kedua yang telah dimodifikasi menjadi standar yang sama dengan pesawat ketiga, menjalani USAAF uji coba penerbangan resmi.

Kinerja XP-55 tidak sangat mengesankan dan sering lebih rendah dibandingkan pesawat tempur yang lebih konvensional sudah dalam pelayanan. Selain itu pada 1944 pesawat tempur tenaga jet sudah ditemukan sehingga tidak ada pengembangan lebih lanjut dari XP-55.

Prototipe ketiga XP-55 jatuh pada 27 Mei 1945 saat penutupan Air Show di Army Air Forces Fair di Wright Field di Dayton, Ohio. Setelah terbang rendah dalam formasi dengan Lockheed P-38 Lighting dan P-51 Mustang, pilot, William C. Glasgow, berusaha roll lambat, namun kehilangan ketinggian dan jatuh. Kecelakaan itu menewaskan Glasgow dan sejumlah warga sipil. XP-55 kedua tetap dipertahankan.

Sumber : Jejaktapak
Share this article :

Historia


Teknologi


Latihan


Arsip



Translate


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts


Pendidikan Pasukan Katak TNI-AL. "KOPASKA - Disegani, Dikagumi, Dihormati - Pasukan Elit Indonesia"[By CNN Indonesia]

Flag Counter
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arsip Ardava - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger