JAKARTA - Presiden menginstruksikan kepada tiga BUMN industri strategis, yakni PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia dan PT Pindad Persero, untuk memasok kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) dalam negeri yang diperkuat dan dimodernisasi.
Kepala Negara mengatakan untuk peralatan yang belum bisa diproduksi oleh perusahaan di dalam negeri, pemerintah akan menempuh kebijakan kerja sama produksi (joint production) antara industri di negara sahabat dengan di dalam negeri.
“Kemarin Minggu [10 Oktober 2010, saya] melaksanakan pertemuan informal. Saya undang pimpinan dari PT DI, PT PAL dan PT Pindad dengan para pimpinan TNI untuk menelaah secara lebih dalam kebutuhan riil alutsista yang saya sampaikan di sidang kabinet pada 4 Oktober, sekaligus pada amanat saya 5 Oktober lalu,” kata Presiden Yudhoyono di rapat terbatas yang digelar di Istana Presiden, hari ini.
Presiden mengharapkan dengan mengerahkan industri dalam negeri untuk memasok kebutuhan alutsista, akan tercipta efisiensi, menggerakkan industri nasional, menyerap tenaga kerja dan menimbulkan efek domino (multiplier effect).
Menurutnya, setelah ada pertemuan informal dengan para pimpinan PT DI, PT PAL, dan PT Pindad, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta sejumlah menteri di bidang ekonomi, diharapkan bisa dibuat program secara riil untuk pembangunan kekuatan dan modernisasisi alutsista.
“Pembangunan kekuatan dan modernisasi alutsista memang sudah saatnya kita lakukan,” tegasnya.(Sumber : Bisnis Indonesia)
KRI Pati Unus-384 Tabrak Bangkai Kapal Tenggelam
01 Jun 2016 / undefined comments
Kronologi Karamnya KRI Pati Unus-384
01 Jun 2016 / undefined comments
Menteri Luhut Belum Mau Komentari Karamnya KRI Pati Unus
01 Jun 2016 / undefined comments
KRI Pati Unus Karam
01 Jun 2016 / undefined comments
Denjaka TNI AL Banjir Pujian di Latihan Bersama ASEAN
13 May 2016 / undefined comments
Hendak ke Australia, Pembajak Kapal Tanker Singapura Dicegat TNI AL
12 May 2016 / undefined comments
Ada Laporan Drone Ganggu Penerbangan di Bandara Pekanbaru, TNI AU Siap Tembak
12 May 2016 / undefined comments
APS : Senapan Otomatis Bawah Air Andalan Kopaska TNI AL
11 May 2016 / undefined comments
Dari Van Speijk Hingga Chang Bogo
11 May 2016 / undefined comments
TNI AL Tambah Kapal Patroli Cepat Produksi Dalam Negeri
11 May 2016 / undefined comments
KRI Pati Unus-384 Tabrak Bangkai Kapal Tenggelam
Kronologi Karamnya KRI Pati Unus-384
Menteri Luhut Belum Mau Komentari Karamnya KRI Pati Unus
KRI Pati Unus Karam
Denjaka TNI AL Banjir Pujian di Latihan Bersama ASEAN
Hendak ke Australia, Pembajak Kapal Tanker Singapura Dicegat TNI AL
Ada Laporan Drone Ganggu Penerbangan di Bandara Pekanbaru, TNI AU Siap Tembak
APS : Senapan Otomatis Bawah Air Andalan Kopaska TNI AL
Dari Van Speijk Hingga Chang Bogo
TNI AL Tambah Kapal Patroli Cepat Produksi Dalam Negeri
Panglima TNI : Kita Jaga Yang Penting-Penting Dulu
Written By http://arsipardava.blogspot.com/ on Rabu, 13 Oktober 2010
Related Articles
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Historia
- “Aceh Gila” yang Paling Ditakuti Penjajah Belanda
- XP-55, Desain Tidak Biasa Pesawat Tempur Era Perang Dunia II
- Detasemen Khusus Harimau Indonesia, Pasukan Elit Paling MISTERIUS di Indonesia
- 100 Tahun Lalu Sykes-Picot Memulai Malapetaka untuk Timur Tengah
- Kisah Kecerdikan Bung Karno Manfaatkan Soviet dan Amerika
- Presiden Indonesia yang 'DILUPAKAN' dalam Sejarah
Teknologi
- Kapal Perang Iran Segera Miliki Phalanx Versi Sendiri
- Siapa yang Terkuat di Eropa ?
- 3 Desain Konyol Tank Tahap Awal
- Senapan ‘Lengkung’ Krummlauf, Cikal Bakal Senapan Cornershot
- Pindad dan Perusahaan Jerman, Bikin Sistem Peledak Roket
- Membandingkan Kehebatan Tomahawk AS Vs Nirbhay India Vs Babur Pakistan
Latihan
- Mengintip Latihan Kopassus Yang Bagai "Neraka"
- Kaskormar Tinjau Latihan RDO Yontaifib-2 Marinir
- Pesawat F16 dan Hawk 100/200 RSN Terbang Malam
- 14.000 tentara Singapura Akan Berlatih di Australia
- AS-Korea Bahas THAAD, China-Rusia akan Bergabung dalam Latihan Anti-Rudal
- Laksanakan Latihan Militer di LCS, China Turunkan Kekuatan Penuh