<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727</id><updated>2012-03-15T02:39:13.447-07:00</updated><category term='Densus 88'/><category term='Puspenerbal'/><category term='Helikopter'/><category term='TNTNI-AU'/><category term='China'/><category term='Pesawat Amfibi'/><category term='Denbravo'/><category term='Rusia'/><category term='Mabes TNI'/><category term='Meriam'/><category term='Kendaraan Tempur'/><category term='Israel'/><category term='Kemenristek'/><category term='Nuklir'/><category term='Menristek'/><category term='Pesawat Latih'/><category term='kapal Latih'/><category term='Latihan Bersama'/><category term='AAU'/><category term='Wapres'/><category term='Menhub'/><category term='Pesawat Tanpa Awak (UAV)'/><category term='Kontingen India'/><category term='TNI-AD'/><category term='Australia'/><category term='Kapal Selam'/><category term='Ekuador'/><category term='Kapal Perang (LST)'/><category term='Helikopter Serbu'/><category term='kem'/><category term='Slovakia'/><category term='Alutsista'/><category term='Kemhan'/><category term='Kopaska'/><category term='Pasukan Khusus'/><category term='Perbatasan'/><category term='Denjaka'/><category term='Marinir'/><category term='Paspampres'/><category term='AKPOL'/><category term='Presiden'/><category term='Polri'/><category term='Amerika'/><category term='Bolivia'/><category term='Pesawat Pengebom'/><category term='Singapura'/><category term='Kapal Perang (Patroli)'/><category term='Kendaraan Tempur (Panser)'/><category term='Den Gultor-81'/><category term='Pasukan Garuda'/><category term='Turki'/><category term='Umum'/><category term='Malaysia'/><category term='Pameran Militer'/><category term='Radar'/><category term='AKMIL'/><category term='Mesir'/><category term='Lembaga Ristek'/><category term='Kemen BUMN'/><category term='Argentina'/><category term='Yon Taifib'/><category term='Belgia'/><category term='AAL'/><category term='Anggaran'/><category term='Pesawat Tempur'/><category term='Kapal Induk'/><category term='Paskhasau'/><category term='Russia'/><category term='Kamboja'/><category term='Intelijen'/><category term='Mexico'/><category term='Filipina'/><category term='Iraq'/><category term='Pesawat Angkut'/><category term='Uni Emirat Arab'/><category term='Missil'/><category term='Vietnam'/><category term='Pakistan'/><category term='Pesawat Taktis'/><category term='Kapal Patroli'/><category term='Brasil'/><category term='SAR'/><category term='Helikopter Angkut'/><category term='New Zealand'/><category term='ASEAN'/><category term='Perancis'/><category term='Akademi TNI'/><category term='beBelanda'/><category term='Arab Saudi'/><category term='Korea Selatan'/><category term='Jerman'/><category term='Serbia'/><category term='Pesawat Mata-mata'/><category term='KPK'/><category term='Cina'/><category term='Kapal Pemantau Satelit'/><category term='Kapal Perang (Frigate)'/><category term='Polandia'/><category term='Lebanon'/><category term='Satelit'/><category term='Ukraina'/><category term='Aljazair'/><category term='Pengamat'/><category term='TNI-AL'/><category term='Pesawat Patroli'/><category term='NATO'/><category term='Korea Utara'/><category term='Inggris'/><category term='Jepang'/><category term='Qatar'/><category term='Puspenerbad'/><category term='Spanyol'/><category term='Kopassus'/><category term='India'/><category term='DEPHAN'/><category term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category term='Lemhanas'/><category term='Kapal Perang (LHD)'/><category term='Yonif Linud'/><category term='Mentri BUMN'/><category term='Kapal Cepat Rudal (KCR)'/><category term='Teknologi'/><category term='Deplu'/><category term='Brunai Darussalam'/><category term='Terroris'/><category term='Pemda'/><category term='Timor Leste'/><category term='Menkeu'/><category term='Kapal Perang (Destroyer)'/><category term='Raiders'/><category term='BIN'/><category term='Dewan'/><category term='Industri Pertahanan'/><category term='Swedia'/><category term='Pulau Terluar'/><category term='TNI-AU'/><category term='Iran'/><category term='Kapal Perang (Hovercraft)'/><category term='Taiwan'/><category term='Kapal Perang (LPD)'/><category term='Kapal Perang (Korvet)'/><category term='Belanda'/><category term='Thailand'/><category term='Italia'/><title type='text'>Arsip Ardava.com</title><subtitle type='html'>Blog Mengenai Arsip ardava.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2651</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-9018852358200499134</id><published>2012-02-01T11:22:00.001-08:00</published><updated>2012-03-15T02:39:13.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pasukan Khusus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Latihan Bersama'/><title type='text'>Pasukan Khusus TNI Gelar Latihan Gultor Tri Matra VI Di Lanud Halim Perdanakusuma</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Gabungan-Anti-Teror-TNI-Gelar-Latihan-Di-Lanud-Halim-Perdanakusuma.jpg" alt="Pasukan Khusus TNI Gelar Latihan Gultor Tri Matra VI Di Lanud Halim Perdanakusuma" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Gabungan Anti Teror TNI Gelar Latihan Di Lanud Halim Perdanakusuma.(&lt;a title="Foto Pasukan Khusus TNI Gelar Latihan Gultor Tri Matra VI Di Lanud Halim Perdanakusuma" href="http://albummasbagus.blogspot.com/2012/02/foto-pasukan-khusus-tni-gelar-latihan.html"&gt;&lt;span style="color: #0000FF;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Gambar Lengkap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA -&lt;/strong&gt; Bertempat di Pangkalan Udara (lanud), Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, personil sejumlah 91 Personil TNI dari tiga matra, yakni AU, AD dan AL menggelar latihan pendahuluan Penanggulan Teror (Gultor) TNI Tri Matra VI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam operasi tersebut, disekenariokan teroris telah menguasi tiga tempat, dan menahan sejumlah sandera, yakni dua ruang tunggu bandara dan satu pesawat yang telah dibajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tak terditeksi, pasukan khusus pun melakukan penyusupan lewat infiltrasi melalui udara dengan terjun (free Fall) serta sementara sebagian lagi dilaksanakan melalui Air Landed atau Pendaratan Menggunakan Peawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Landed yang menggunakan tiga pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, membawa pasukan khusus tiga matra, yakni Satuan-81 Kopassus sebanyak 32 personil, Denjaka sebanyak 22 personil Denbravo 90’ Paskhas sebanyak 59 personil, yang dilengkapi dengan kendaraan khusus roda dua maupun roda empat serta peralatan pendukug operasi persenjataan lengkap, Snaiper, Anjing Pelacak (satwa) dan kendaraan penjinak Bom (Jihandak) Milik Detasemen Bravo 90’ Paskhas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan Penanggulangan Teror TNI Tri Matra VI berlangsung senyap dan cepat seluruh teroris dapat dilumpuhkan dan dihancurkan dengan mudah, walaupun ada jatuhnya korban jiwa yang dialami beberapa sandera, namun pertolongan tim medis yang telah disiapkan dapat dengan mudah memberikan pertolongan dan dilarikan kerumah sakit terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan pendahuluan tersebut disaksikan langsung Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Hambali Hanafiah, Dankorpaskhas Marsekal Muda TNI Amarullah selaku direktur latihan (Dirlat), Danjen Kopasus Mayjen TNI Wisnu Bawatenaya, pejabat TNI dan seluruh Staf Komando Latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan Penanggulangan Teror TNI Tri Matra VI yang telah dibuka secara resmi tanggal 30 Januari 2012, telah diawali dengan berbagai kegiatan Penataran Pelaku, penataran Pendukung (Kolat), serta latihan pendahuluan yang digelar pada dini hari tadi di Pangkalan Udara Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Penerangan Korpaskhas TNI AU, Mayor Rifaid, dalam press releasenya mengatakan bahwa latihan tersebut difokuskan untuk melatihlangkah-langkah yang diambil, serta prosedur pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Guna melumpuhkan teroris dengan meminimalisir jatuhnya korban jiwa masyarakat sipil," katanya.(&lt;a title="Pasukan Khusus TNI Gelar Latihan Gultor Tri Matra VI Di Lanud Halim Perdanakusuma" href="http://www.tribunnews.com/2012/01/31/gabungan-antiteror-tni-latihan-di-lanud-halim"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Tribun News&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-9018852358200499134?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/9018852358200499134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/02/pasukan-khusus-tni-gelar-latihan-gultor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/9018852358200499134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/9018852358200499134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/02/pasukan-khusus-tni-gelar-latihan-gultor.html' title='Pasukan Khusus TNI Gelar Latihan Gultor Tri Matra VI Di Lanud Halim Perdanakusuma'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-302786061993921809</id><published>2012-02-01T11:16:00.000-08:00</published><updated>2012-03-15T01:38:14.596-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Satelit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>TNI Lebih Membutuhkan Satelit Militer Dari Pada Tank Atau Kapal Selam</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qR-bmFv9g8c/RvOZ1aLZv6I/AAAAAAAAAV8/UwPxiUgbDoI/s320/kh-13.jpg" alt="Satelit Militer" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Satelit Militer&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA - &lt;/strong&gt;Salah-satu instrumen penting untuk operasi intelejen adalah  adanya teknologi satelit. Dalam berbagai operasi penting di negara  maju, satelit memegang peranan yang sangat vital. Dan Indonesia masih  sangat terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan penerbang senior TNI-AL, Laksma TNI (purn) Eddy Tumengkol kepada &lt;em&gt;Waspada Online &lt;/em&gt;hari  ini. "Satelit memberikan kemampuan kepada tiap markas militer untuk  menyaksikan serta mengendalikan aktivitas pasukan di lapangan," kata  Eddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Atase Pertahanan RI di AS dan Australia itu  mencontohkan, operasi rahasia AS menangkap Osama bin Laden, hanya  mungkin dilakukan dengan penggunaan satelit. Dimana terjadi komunikasi  intens antara markas pengendali dan petugas di lokasi. Operasi itu  disaksikan langsung oleh petinggi Gedung Putih dan dikendalikan langsung  secara taktis oleh pimpinan tugas yang bersangkutan, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya  Mabes TNI, Mabes tiap angkatan; Mabes Polri, Markas Bakorkamla, Markas  BIN, Kantor Kepresidenan dan sebagainya, dilengkapi dengan ruang kendali  operasi," Eddy berpendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ruang kendali ini, lanjut Eddy,  semua operasi di lapangan (darat, laut, udara) yang berlangsung dapat  disaksikan langsung sekaligus dijalin komunikasi dengan petugas di  lapangan. Dan ruang kendali itu harus dilengkapi dengan teknologi  satelit. "Tapi sayangnya, sistem pendukung seperti satelit tidak pernah  dibahas dalam berbagai forum Hankam kita. Selalu saja alutsista yang  dibicarakan. Sementara, hal penting lain seperti dilupakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas  pendukung seperti satelit dan optimalisasi kemampuan personil pengguna  seakan luput dari perhatian. "Seakan-akan para pemikir Hankam kita  kurang tanggap akan perkembangan seni perang dan segala elemen  pendukungnya," tambah Eddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak tersedia informasi dan  bukti pasti, dalam hemat Eddy, dengan teknologi satelit, tidak  mengherankan bila Singapura dan Malaysia bisa mengikuti segala kegiatan  yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia secara bebas. Dan Indonesia  sama sekali tak dapat mencegahnya. "Sebaiknya Indonesia mengadakan kerja  sama dengan negara-negara yang sudah lebih jauh dalam penggunaan  satelit serta fasilitas canggih lainnya," usul Eddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Eddy  lagi, kerja sama itu sangat penting, karena nanti, satelit juga bisa  dimanfaatkan untuk bidang-bidang non-Hankam, seperti perhubungan dan  industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaleswari Pramodhawardani, peneliti LIPI dengan  spesialisasi bidang pertahanan dan militer, mengatakan hal yang serupa.  Berbeda dengan radar, teknologi satelit ini merupakan sistem pemantau  situasi sebuah wilayah yang menggunakan pencitraan satelit. Teknologi  ini mampu menangkap gambar secara nyata dan real time. "Sebaiknya TNI dan Kemhan memasukkan ini dalam Renstra yg diterjemahkan dalam MEF," katanya kepada &lt;em&gt;Waspada Online&lt;/em&gt;.(&lt;a title="TNI Lebih Membutuhkan Satelit Militer Dari Pada Tank Atau Kapal Selam" href="http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=232544:tni-lebih-butuh-satelit-daripada-tank-atau-kapal-selam&amp;amp;catid=59:kriminal-a-hukum&amp;amp;Itemid=91"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Waspada&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-302786061993921809?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/302786061993921809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/02/tni-lebih-membutuhkan-satelit-militer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/302786061993921809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/302786061993921809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/02/tni-lebih-membutuhkan-satelit-militer.html' title='TNI Lebih Membutuhkan Satelit Militer Dari Pada Tank Atau Kapal Selam'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qR-bmFv9g8c/RvOZ1aLZv6I/AAAAAAAAAV8/UwPxiUgbDoI/s72-c/kh-13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4899910101564250157</id><published>2012-02-01T07:27:00.000-08:00</published><updated>2012-03-15T01:23:35.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Wakasal Laksda TNI Marsetio Bangga Ada Sejumlah Prajurit TNI-AL Turut Sumbang Medali Di BISAM 2012</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.lensaindonesia.com/uploads/1/2012/01/DSC_9715.jpg" alt="BISAM 2012" width="250" height="150" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Kemampuan dan keahlian tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI) ternyata  tidak kalah dengan tentara negara asing. Bahkan,TNI mampu membuktikan  sebagai prajurit yang tangguh dalam ajang lomba tembak Brunei  Internasional Skill Arms Meet (BISAM) 2012 di Brunei Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua cabang perlombaan  dimenangi prajuritprajurit TNI dengan torehan 82 medali emas,30  perak,dan 8 perunggu,serta 9 trofi.Gelar terbaik ini disabet TNI untuk  yang ketiga kalinya dalam ajang empat tahunan tersebut. TNI yang  mengirimkan kontingen 45 personel terdiri atas 28 atlet dan 17 personel  pendukung itu berlomba pada 12–29 Januari 2012.Para personel TNI ini  berada di bawah komando Kolonel Inf Raharyono. Menurut Raharyono,  kontingen TNI berhasil memperoleh 82 medali emas,30 perak,dan 8  perunggu,serta 9 trofi dari nomor perorangan maupun beregu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raihan  itu berasal dari nomor perorangan sebanyak 9 emas,7 perak,4  perunggu,dan 2 trofi, serta nomor beregu yang menyumbang 73 emas,23  perak,4 perunggu,dan 7 trofi. Atlet yang menyumbangkan medali terbanyak  adalah Praka TNI Sugiono dengan delapan medali emas.Sugiono merupakan  prajurit yang bergabung dengan TNI Angkatan Darat sejak 2003 dan kini  berdinas di Yonif Linud 328 Kostrad,Cilodong. Raharyono yang seharihari  menjabat sebagai Paban III/Latga Sops TNI ini mengungkapkan, materi  lomba terdiri atas senapan,pistol, dan SO/GPMG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dari 9 match  yang dilombakan,kontingen TNI meraih 6 matchpada posisi juara I dan 3  matchpada posisi juara II,”ungkapnya. Selain lomba resmi,penembak pistol  putri TNI juga menjadi yang terbaik dalam ekshibisi pistol putri baik  untuk nomor perorangan maupun beregu.Lomba tembak internasional ini  diselenggarakan setiap empat tahun sekali oleh Angkatan Bersenjata  Diraja Brunei.”Tahun ini diikuti kontingen dari 10 negara, yaitu  Inggris,Australia,Singapura, Kamboja,Oman,Pakistan,  Malaysia,Vietnam,Brunei Darussalam,dan Indonesia,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima  TNI Laksamana TNI Agus Suhartono berpesan agar TNI tidak sombong dan  lupa diri dengan prestasi yang sudah dicapai tiga kali berturut- turut  tersebut.Sebaliknya, prestasi yang diraih harus menjadi pemicu untuk  semakin giat berlatih,sehingga pada ajang mendatang tetap bisa tampil  terbaik.Kepada para unsur pimpinan angkatan, Agus mengharapkan agar  lebih mengoptimalkan pembinaan penembak di angkatannya masing-masing.  ”Diharapkan dapat membentuk kader atlet penembak di lingkungan TNI serta  dapat menumbuhkan keterampilan dan profesionalitas menembak pada setiap  prajurit TNI,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000A0;"&gt;Wakil Kepala Staf Angkatan Laut  Laksamana Madya TNI Marsetio turut menyampaikan rasa bangga karena ada  sejumlah prajurit TNI Angkatan Laut yang turut menyumbang medali pada  lomba itu.Mereka adalah Kapten Mar Frans Paul (3 emas dan 1 perak cabang  menembak pistol) dan Serka Mar Farhaenudin (2 emas dan 3 perak cabang  menembak senapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu,Praka Mar Budi Prasetyo (3 emas,2  perak,1 perunggu cabang menembak senapan),Praka Mar Andri Setiawan (3  emas,1 perunggu cabang menembak SO),serta Praka Mar Badrus Sudiro (3  emas,1 perunggu cabang menembak SO).&lt;/span&gt;(&lt;a title="Wakasal Laksda TNI Marsetio Bangga Ada Sejumlah Prajurit TNI-AL Turut Sumbang Medali Di BISAM 2012" href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/465479/44/"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Sindo&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4899910101564250157?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4899910101564250157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/02/wakasal-laksda-tni-marsetio-bangga-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4899910101564250157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4899910101564250157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/02/wakasal-laksda-tni-marsetio-bangga-ada.html' title='Wakasal Laksda TNI Marsetio Bangga Ada Sejumlah Prajurit TNI-AL Turut Sumbang Medali Di BISAM 2012'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-958379557519050703</id><published>2012-02-01T07:18:00.001-08:00</published><updated>2012-03-14T23:23:44.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Kontingen TNI Raih Juara Umum Lomba Tembak BISAM 2012</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://img.antaranews.com/new/2012/01/small/20120131lomba-nembak.jpg" alt="Panglima TNI Terima Tim Lomba Tembak BISAM 2012" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, menerima Kontingen TNI yang menjadi Juara Umum Lomba Tembak BISAM (Brunei International Skill Arms Meet), di Mabes TNI Cilangkap, Selasa (31/1).(FOTO ANTARA/PUSPEN)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Kontingen TNI kembali meraih juara umum dalam ajang Lomba Tembak  BISAM (Brunei International Skill Arms Meet)-10/2012 di Brunei  Darussalam, 12-29 Januari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan Kontingen Kolonel Inf Raharyono yang sehari-hari menjabat  Paban III/Latga Sops TNI di Jakarta, Selasa kepada Panglima TNI  melaporkan kontingen TNI memperoleh 82 medali emas, 30 perak dan delapan  perunggu serta sembilan trofi dari nomor perorangan maupun beregu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari nomor perorangan kontingen TNI memperoleh sembilan medali  emas, tujuh perak, empat perunggu dan dua buah trofi. Sementara untuk  nomor beregu, memperoleh 73 medali emas, 23 perak, empat perunggu dan  tujuh buah trofi," katanya, menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar juara umum yang diperoleh Kontingen TNI tersebut merupakan  yang ketiga kalinya. Sebelumnya, pada 2005 dan 2008 TNI juga meraih  gelar juara umum. Pada 2012 materi lomba yang dipertandingkan senapan,  pistol dan SO/GPMG secara perorangan maupun beregu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sembilan match yang dilombakan, kontingen TNI meraih enam match  pada posisi Juara I dan tiga match pada posisi Juara II. Untuk  kejuaraan eksebisi pistol putri, petembak pistol putri TNI menduduki  peringkat satu, baik untuk nomor perorangan maupun beregu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba tembak berskala internasional itu diselenggarakan setiap empat  tahun sekali oleh Angkatan Bersenjata Diraja Brunei pada 2012 diikuti  10 negara yaitu Inggris, Australia, Singapura, Kamboja, Oman, Pakistan,  Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam dan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima TNI saat menerima Kontingen TNI berharap agar prestasi yang  telah dicapai tidak membuat lupa diri, sombong dan takabur, tetapi  harus menjadi pemicu agar semakin giat berlatih guna mempersiapkan  kontingen TNI berikutnya pada lomba tembak BISAM yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus menekankan kepada para unsur pimpinan angkatan agar lebih  mengoptimalkan pembinaan petembak di angkatannya masing-masing dan  diharapkan dapat membentuk kader atlet petembak di lingkungan TNI, serta  dapat menumbuhkan keterampilan dan profesionalitas menembak pada setiap  prajurit TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada upacara tersebut, secara simbolis diserahkan piagam penghargaan  kepada Praka Sugiono, atlet tembak yang berhasil meraih medali  terbanyak, yaitu 8 medali emas. Prajurit yang bergabung dengan TNI AD  pada tahun 2003, kini berdinas di Yonif Linud 328 Kostrad, Cilodong.(&lt;a title="Kontingen TNI Raih Juara Umum Lomba Tembak BISAM 2012" href="http://www.antaranews.com/berita/295339/tni-juara-umum-lomba-tembak-di-brunei"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-958379557519050703?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/958379557519050703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/02/kontingen-tni-raih-juara-umum-lomba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/958379557519050703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/958379557519050703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/02/kontingen-tni-raih-juara-umum-lomba.html' title='Kontingen TNI Raih Juara Umum Lomba Tembak BISAM 2012'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-3427223979204608924</id><published>2012-01-31T17:50:00.000-08:00</published><updated>2012-03-14T21:36:09.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marinir'/><title type='text'>Russia To Sell 60 Armored Vehicles To Indonesia</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-YMIQsbTbFQc/TydmOyY89CI/AAAAAAAAAUY/9HvUCcop2OE/s1600/BMP-3F-Marinir-TNI-AL.jpg" alt="BMP-3f Korps Marinir" width="250" height="160" /&gt;MOSKOW - &lt;/strong&gt;Russia is set to sell up to 60 infantry fighting vehicles to Indonesia in a deal worth more than $100 million, the Izvestia newspaper cited an unnamed military source as saying on Tuesday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The deal will be finalized on February 10, the source said, adding that 20 BMP-3 vehicles will be delivered before the end of the year.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Russian army stopped purchasing the vehicles in 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The state-run weapons exporter Rosoboronexport declined to comment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Kurganmashzavod arms plant said it would produce modified vehicles for Indonesia.(&lt;a title="Russia To Sell 60 Armored Vehicles To Indonesia" href="http://en.ria.ru/world/20120131/171046803.html"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;information : Rian&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-3427223979204608924?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/3427223979204608924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/russia-to-sell-60-armored-vehicles-to.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3427223979204608924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3427223979204608924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/russia-to-sell-60-armored-vehicles-to.html' title='Russia To Sell 60 Armored Vehicles To Indonesia'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YMIQsbTbFQc/TydmOyY89CI/AAAAAAAAAUY/9HvUCcop2OE/s72-c/BMP-3F-Marinir-TNI-AL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-5557585867993026754</id><published>2012-01-31T17:42:00.002-08:00</published><updated>2012-03-15T01:53:44.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><title type='text'>TNI-AD Kirim Perwakilan Ke Belanda Lihat Kondisi Tank Leopard</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://i45.photobucket.com/albums/f56/Eurocopter-2008/AugustdorfIII05-2009048.jpg" alt="Tank Leopard 2a6" width="250" height="160" /&gt;JAKARTA - &lt;/strong&gt;Juru Bicara Angkatan Darat Brigjen Wiryantoro mengatakan, tim Angkatan Darat yang dipimpin oleh wakil kepala staf Angkatan Darat Letjen Budiman telah berangkat ke Belanda untuk melihat lebih dekat kondisi tank Leopard yang rencananya akan di beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tim ini bertugas membuat penilaian lebih banyak aspek, salah satunya adalah untuk melihat lebih dekat kondisi riil tangki '," kata Wiryantoro The Jakarta Post pada hari Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan hasil dari kunjungan tersebut akan dipaparkan kepada DPR dan Halayak Umum ketika tim kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkatan Darat telah mengalokasikan US $ 280 juta untuk membeli 100 tank Leopard dari Belanda tahun ini. Namun, ide itu telah menarik kontroversi, dengan beberapa orang mengkritik tank terlalu besar dan tidak sesuai geografi negara ini.(&lt;a title="TNI-AD Kirim Perwakilan Ke Belanda Lihat Kondisi Tank Leopard" href="http://www.thejakartapost.com/news/2012/01/30/army-high-officials-depart-netherlands-view-leopard-tanks.html"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : The Jakarta Post&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-5557585867993026754?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/5557585867993026754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tni-ad-kirim-perwakilan-ke-belanda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5557585867993026754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5557585867993026754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tni-ad-kirim-perwakilan-ke-belanda.html' title='TNI-AD Kirim Perwakilan Ke Belanda Lihat Kondisi Tank Leopard'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-2350790996655357251</id><published>2012-01-31T17:00:00.001-08:00</published><updated>2012-03-14T11:27:55.880-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Untung Dan Rugi Membeli Tank Tempur T-90 Buatan Rusia</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.fprado.com/armorsite/T-90S_PICS/T-90S-001.jpg" alt="Tank T-90 Rusia" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;T-90S Main Battle Tank (MBT) Buatan Rusia&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Opsi lain yang dimiliki TNI untuk membeli  alat tempur tank T 90 buatan Rusia selain opsi pembelian tank Leopard  yang masih menjadi kontroversi, dinilai sebagai opsi yang tak  menguntungkan politik ekonomi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat, Muhammad Rahmad, TNI ada untung-rugi jika membeli dari Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendekatan TNI ke Rusia baik untuk politik keamanan Indonesia," ujar Rahmad dalam pesan singkatnya, Senin (30/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ia menilai jika tank Rusia itu jadi dibeli, tidak akan  menguntungkan politik ekonomi Indonesia. Untuk itu, ia menyarankan TNI  dan tim ekonomi duduk bersama membicarakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan  pembelian tank Rusia itu merupakan satu diantara banyak opsi yang  dimiliki TNI untuk belanja alat perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus menuturkan TNI juga akan mempertimbangkan tank buatan dalam  negeri PT Pindad yang beberapa waktu lalu sudah membuat rancangan tank  menengah. Menurutnya opsi membeli tank PT Pindad cukup bagus.(&lt;a title="Untung Dan Rugi Membeli Tank Tempur T-90 Buatan Rusia" href="http://www.tribunnews.com/2012/01/30/untung-dan-rugi-beli-tank-t90-rusia"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Tribun News&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-2350790996655357251?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/2350790996655357251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/untung-dan-rugi-membeli-tank-tempur-t.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2350790996655357251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2350790996655357251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/untung-dan-rugi-membeli-tank-tempur-t.html' title='Untung Dan Rugi Membeli Tank Tempur T-90 Buatan Rusia'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4623300897688567811</id><published>2012-01-31T16:18:00.001-08:00</published><updated>2012-03-14T11:12:09.568-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DEPHAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesawat Tanpa Awak (UAV)'/><title type='text'>Komisi I Minta Penjelasan Kemhan Soal UAV Dari Israel</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XKFO-7YF5m8/Tygg5F6xnnI/AAAAAAAAYeM/hjp3dx-WrgM/s400/ANKA_2011.jpg" alt="UAV Buatan Israel" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;UAV MALE (Medium Altitude Long Endurance) ANKA produksi Turkish Aerospace Industries, Inc.(TAI), dioperasikan pertama kali 16 Juli 2010. ANKA dapat terbang hingga ketinggian 30.000 kaki selama 24 jam pada kecepatan lebih 75 knot. (Foto: TAI)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Senayan - &lt;/strong&gt;Komisi I DPR pekan depan akan mendalami dan menelusuri rencana Kementerian Pertahanan untuk membeli pesawat tanpa awak dari Filipina yang disebut-sebut banyak pihak pesawat yang dimaksud produksi Israel. Padahal, selama ini DPR telah berulangkali dengan tegas menolak rencana pemerintah untuk membeli pesawat produksi dari Israel, baik dibeli secara langsung maupun lewat negara ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita pekan depan akan bahas rencana TNI membeli pesawat tanpa awak dari Filipina yang dicurigai itu pesawat buatan Israel. Pendalaman pembahasan hal ini akan di lakukan dalam rapat Panja Alutsista DPR," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (31/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahfudz mengatakan, secara kebutuhan dalam negeri saat ini memang membutihkan pesawat tanpa awak untuk mendukung kekuatan TNI, khususnya untuk keperluan patroli perbatasan dan sebagai pesawat mata-mata atau pengintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mahfudz, pesawat tanpa awak semacam itu banyak jumlah dan jenisnya di pasaran Internasioanal. Sehingga sesungguhnya Indonesia memiliki panyak pilihan untuk membeli pesawat tanpa awak tersebut tanpa harus selalu melihat pesawat buatan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"DPR sudah meminta Kemhan, sebaiknya tidak membeli pesawat tanpa awak itu dari Israel. Karena pesawat tanpa awak itu bisa di beli dari negara lain yang tidak memiliki resistensi dengan Indonesia. Seperti membeli pesawat tanpa awak buatan Eropa, Turki atau Rusia," tegas Wasekjen DPP PKS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait anggaran pembelian pesawat tanpa awak, Mahfudz membenarkan jika hal itu sudah diajukan dan masuk dalam program belanja alutsista periode 2012-2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tidak salah jumlahnya 2 unit. Namun tidak secara jelas disebutkan bahwa pesawat tanpa awak yang akan dibeli itu merupakan produksi dari Israel," pungkasnya.(&lt;a title="Komisi I Minta Penjelasan Kemhan Soal UAV Dari Israel" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/soal-pesawat-tanpa-awak-israel-komisi-i-akan-minta-penjelasan-kemhan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4623300897688567811?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4623300897688567811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-minta-penjelasan-kemhan-soal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4623300897688567811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4623300897688567811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-minta-penjelasan-kemhan-soal.html' title='Komisi I Minta Penjelasan Kemhan Soal UAV Dari Israel'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-XKFO-7YF5m8/Tygg5F6xnnI/AAAAAAAAYeM/hjp3dx-WrgM/s72-c/ANKA_2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-5549505153156070806</id><published>2012-01-31T12:58:00.000-08:00</published><updated>2012-03-14T10:57:56.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inggris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Missil'/><title type='text'>Inggris Kembangkan Rudal Supersonik Penghancur Rudal Lawan "Sea Ceptor"</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.flightglobal.com/assets/getasset.aspx?itemid=44075" alt="Sea Ceptor Missile" width="250" height="160" /&gt;Angkatan Laut Kerajaan Inggris sedang mengembangkan sistem baru  pertahanan udara. Sistem pertahanan ini diklaim mampu menghancurkan  rudal lawan dengan kecepatan supersonik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sea Ceptor, itulah nama rudal pertahanan udara terbaru Inggris. Laman &lt;em&gt;Daily Mail&lt;/em&gt; sebagaimana dilansir &lt;em&gt;Foxnews&lt;/em&gt; menuliskan rudal jenis baru ini bisa diluncurkan dari atas kapal  perang. Rudal pertahanan ini bisa melaju dengan kecepatan lebih dari  Mach 3 (3 kali kecepatan suara, kecepatan suara setara 331.6  meter per  detik). Rudal ini mampu menjaga area seluas 500 milpersegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  mengembangkan sistem ini, Inggris memberikan kontrak senilai US$760  juta atau sekitar Rp6,8 triliun kepada perusahaan pembuat rudal, MBDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem baru pertahanan ini diklaim mampu menghancurkan serangan dari luar, baik dalam bentuk rudal dan bentuk serangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengembangan  sistem rudal ini merupakan peningkatan besar bagi Inggris untuk menjadi  pemimpin dalam industri rudal utama dunia dan sekali lagi menguatkan  komitmen kami untuk memberikan teknologi perang tercanggih kepada armada  kami," kata Menteri Pertahanan, Peter Luff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sistem senjata baru  ini akan melengkapi kapal frigate kami untuk menghadapi ancaman rudal  di masa mendatang," kata Laksamana Mark Stanhope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Investasi  mengembangkan teknologi pertahanan seperti Sea Ceptor ini sangat penting  untuk menjamin Angkatan Laut meningkatkan kemampuannya dalam  mempertahankan kepentingan Inggris di manapun dibutuhkan," ujar  Stanhope.(&lt;a title="Inggris Kembangkan Rudal Supersonik Penghancur Rudal Lawan &amp;quot;Sea Ceptor&amp;quot;" href="http://teknologi.vivanews.com/news/read/284231-sea-ceptor--rudal-super-sonik-terbaru-inggris"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Viva News&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-5549505153156070806?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/5549505153156070806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/inggris-kembangkan-rudal-supersonik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5549505153156070806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5549505153156070806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/inggris-kembangkan-rudal-supersonik.html' title='Inggris Kembangkan Rudal Supersonik Penghancur Rudal Lawan &quot;Sea Ceptor&quot;'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-3378796396504596078</id><published>2012-01-31T12:52:00.000-08:00</published><updated>2012-03-14T10:39:11.027-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><title type='text'>DPR akan Percepat Pembahasan RUU Industri Pertahanan</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://jurnalparlemen.com/photos/thumb/3295/281/183/0cdb306686a1e8e86dc5c20431b416de.jpg" alt="Pimpinan Komisi I DPR (JPI/Andri Nurdriansyah)" width="250" height="160" /&gt;Senayan - &lt;/strong&gt;Guna mencapai penyerapan penggunaan alutsista produksi dalam negeri, DPR akan mempercepat pembahasan dan penyelesaian RUU Industri Pertahanan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan kehadiran UU tersebut akan mengikat  ketentuan yang berlaku terhadap penggunaan alutsista produksi dalam negeri. Sehingga diharapkan setelah UU itu diperlakukan akan mampu mempercepat produksi alutsista dari dalam negeri sendiri," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (31/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, hasrat pemerintah memodernisasi alutsista TNI untuk mencapai kekuatan pertahanan negara secara penuh dengan memenuhinya dari produksi dalam negeri, hingga kini masih jauh panggang dari api. Sebab, belanja alutsista yang berasal dari produksi dalam negeri pada 2011 baru mencapai 13 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, pada 2012 hingga 2015 pemerintah menargetkan untuk belanja alutsista dari hasil produksi dalam negeri sebesar 15 persen. Sehingga, 85 persen belanja alutsista yang ada masih dipenuhi lewat impor atau masih sangat tergantung dari alutsista asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah menargetkan untuk belanja alutsista produksi dalam negeri hingga 2015 mendatang hanya 15 persen dari anggaran belanja alutisista hingga 2015 mencapai Rp 150 triliun.&lt;br /&gt;“Bagaimana kita mau mewujudkan kemandirian dalam industri pertahanan kalau belanja alutsista dari produksi dalam negeri saja masih rendah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita mau mewujudkan kemandirian dalam industri pertahanan kalau belanja alutsista dari produksi dalam negeri saja masih rendah," ujar Mahfudz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kata Mahfudz, DPR juga akan mendorong Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk meningkatkan belanja alutsista dari produksi dalam negeri mencapai 25 persennya hingga 2014. Menurut Mahfudz, belum maksimalnya penggunaan alutsista produksi dalam negeri selama ini karena belum selesainya proses revitalisasi dan sinkronisasi seluruh industri BUMN Industri Strategis (BUMNIS) yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena itu DPR sejak tahun lalu sudah mendesak Kemhan dan instansi terkait untuk segera menyelesaikan sinkronisasi BUMNIS ini agar penyerapan alutsista produksi dalam negeri tercapai," tegas Wasekjen PKS ini.(&lt;a title="DPR akan Percepat Pembahasan RUU Industri Pertahanan" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/dpr-akan-percepat-pembahasan-ruu-industri-pertahanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-3378796396504596078?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/3378796396504596078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dpr-akan-percepat-pembahasan-ruu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3378796396504596078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3378796396504596078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dpr-akan-percepat-pembahasan-ruu.html' title='DPR akan Percepat Pembahasan RUU Industri Pertahanan'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-3778249138274337076</id><published>2012-01-31T12:15:00.001-08:00</published><updated>2012-03-14T10:19:26.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesawat Tanpa Awak (UAV)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Komisi I DPR Pertanyakan Rencana Pembelian UAV Dari Filipina</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://areamilitar.net/DIRECTORIO/im_aer/Heron_008.jpg" alt="UAV Israel" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Ilustrasi&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA -&lt;/strong&gt; Komisi I DPR mempertanyakan rencana pembelian pesawat tanpa awak dari Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra Ahmad Muzani meminta  TNI memberikan alasan logis di balik rencana ini. Ia menilai, kemampuan  industri pertahanan dalam negeri Indonesia lebih baik daripada Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setahu kami (Komisi I), Filipina itu negara yang industri  pertahanannya ada di bawah negara kita, khususnya secara dirgantara.  Lalu tiba-tiba kita akan beli pesawat dari Filipina. Tolong diyakinkan  kepada kami, apa alasannya," ujar Muzani dalam rapat kerja bersama  Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana Agus  Suhartono, Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Kepala Bappenas Armida  Alisjahbana di Gedung DPR, Jakarta, Senin (30/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, dalam paparan di depan Komisi I, Menhan Purnomo  mengatakan adanya rencana TNI untuk membeli pesawat tanpa awak (Unmanned  Aerial Vehicle/UAV) dari Filipina. UAV dianggap penting untuk dimiliki  untuk menjaga keamanan wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muzani, pengadaan UAV dari Filipina tidak perlu karena  industri pertahanan dalam negeri mampu bersaing dengan negara tetangga.  Ia mencontohkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang  saat ini masih terus mengembangkan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"TNI bisa bekerja sama dengan BPPT untuk mengadakan atau memproduksi  pesawat jenis ini. Kalau kita tidak bisa bikin, jelaskan kenapa kita  pilih pesawat dari Filipina. Lama-lama kita bisa impor dari Timor-Timur  atau Vietnam, negara yang justru kita bantu teknologi pertahanannya,"  tandasnya.(&lt;a title="Komisi I DPR Pertanyakan Rencana Pembelian UAV Dari Filipina" href="http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/30/295001/284/1/-DPR-Pertanyakan-Rencana-Pembelian-Pesawat-tanpa-Awak-dari-Filipina"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : MI&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-3778249138274337076?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/3778249138274337076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-dpr-pertanyakan-rencana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3778249138274337076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3778249138274337076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-dpr-pertanyakan-rencana.html' title='Komisi I DPR Pertanyakan Rencana Pembelian UAV Dari Filipina'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-2465449101647655240</id><published>2012-01-31T12:10:00.000-08:00</published><updated>2012-03-14T10:03:22.482-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rusia'/><title type='text'>TNI-AD Lirik Tank T-90 Russia Sebagai Alternatif Tank Lepopard Belanda</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://yalun.files.wordpress.com/2008/09/t90_2.jpg" alt="Tank T-90 Russia" width="230" height="140" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Tank T-90 Buatan Rusia&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentara Nasional Indonesia (TNI), tengah melirik Tank T-90 buatan Russia, sebagai alternatif rencana pembelian alusita tank Lepopard, milik Belanda, yang mengundang kontroversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti apakah spesifikasi yang dimiliki si bongsor T-90? Berikut hasil penelusuran Tribunnews.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tank T-90 merupakan kendaraan tempur utama angkatan bersenjata Russia, hasil pabrikasi dari Uralvagonzavod, yang terletak di Nizhny Tagil, Rusia. T-90 merupakan modifiskasi ke tiga dari tank T-72, dimana T-90 diklaim merupakan kereta meriam paling modern di angkatan darat dan marinir Russia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimiliki berat 46,5 ton, T-90 dioperasikan oleh tiga awak, dan mampu berlari dengan kecepatan maksimum 60 kilometer perjam, dengan daya jelajah 550 kilometer. T-90 memiliki pelindung yang merupakan campuran baja. dan Kontak-5 peledak-reaktif armor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T-90 dilengkapi dengan meriam berkaliber 125 milimeter 2A46M, dua senapan mesin, pengindra panas, termasuk pelindung ledak reaktif Kontakt-5, penanda tanda bahaya laser, pembangkit gelombang elektromagnetik EMT-7 untuk menghancurkan ranjau elektromagnetik dan pengacau rudal anti tank. T-90 juga dilengkapi dengan peralatan penangkal nuklir, senjata biologi dan kimia.(&lt;a rel="nofollow" href="http://military-heat.com/" target="_blank"&gt;&lt;span id="lw_1327906551_1" class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : military-heat&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;/&lt;a title="TNI-AD Lirik Tank T-90 Russia Sebagai Alternatif Tank Lepopard Belanda" href="http://www.tribunnews.com/2012/01/30/tank-t-90-mampu-tangkal-serangan-berbagai-senjata"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Tribun News&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-2465449101647655240?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/2465449101647655240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tni-ad-lirik-tank-t-90-russia-sebagai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2465449101647655240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2465449101647655240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tni-ad-lirik-tank-t-90-russia-sebagai.html' title='TNI-AD Lirik Tank T-90 Russia Sebagai Alternatif Tank Lepopard Belanda'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6354963501024490046</id><published>2012-01-31T11:58:00.002-08:00</published><updated>2012-03-14T09:35:46.684-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaysia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perbatasan'/><title type='text'>RI-Malaysia Tandatangani MoU Kesepahaman Teritorial Laut</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://img.antaranews.com/new/2012/01/small/20120127MOURI_INDONESIA.jpg" alt="RI-Malaysia Tandatangani MoU Kesepahaman Teritorial Laut" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Indonesia Lakma TNI Y. Didik Heru Purnomo (duduk kanan) dan Sekretaris Majelis Keselamatan Negara Malaysia Dato Mohamed Thajudeen Abdul Wahab (duduk kiri) menandatangani nota kesepahaman tentang pedoman umum penanganan masalah laut perbatasan RI-Malaysia disaksikan Menkopolhukam Djoko Suyanto (belakang kanan) dan Menteri di Departemen Keperdanamenterian Malaysia Dato' Seri Mohamed Nazri Bin Abdul Aziz (belakang kiri) di Nusa Dua, Bali, Jumat (27/1). (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kuala Lumpur - &lt;/strong&gt;Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur,  Malaysia memandang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh   Pemerintah Indonesia dan Malaysia tentang keamanan teritorial laut dapat  memberikan perlindungan optimal bagi para nelayan tradisional kedua  belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MoU ini bertujuan untuk memberikan perlindungan optimal bagi  nelayan tradisional kedua negara," kata Kepala Bidang Penerangan,  Sosial, Budaya KBRI untuk Malaysia, Suryana Sastradiredja saat dijumpai  di Kuala Lumpur, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, MoU ini sebagai upaya untuk menyepakati dan  memberikan perlindungan bagi para nelayan di kedua belah pihak, jika  selama ini melakukan penangkapan ikan yang belum ditentukan batas-batas  wilayah di kedua negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui para nelayan tradisional memiliki kapal  berukuran kecil yang tidak dilengkapi dengan peralatan navigasi yang  sewajarnya sehingga mereka tidak mengetahui lokasi secara jelas (apakah  di perairan Indonesia ataupun Malaysia -red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini bisa saja terjadi (penangkapan nelayan -red) mengingat masih  adanya tumpang tindih klaim wilayah perbatasan laut antar kedua negara  sehingga dikawatirkan bisa menimbulkan kesalahpahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan hal tersebut, kedua negara menyadarinya dan bila  terjadi penangkapan terhadap nelayan tradisional dikawatirkan dapat  membuat hubungan kedua negara serumpun ini menjadi memanas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, kata dia, dengan adanya pedoman umum penanganan  masalah laut perbatasan RI-Malaysia maka dalam praktiknya kedua negara  akan berkoordinasi dengan melakukan patroli bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kesepahaman ini  ditandatangani masing-masing oleh  Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Indonesia  Lakma TNI Y. Didik Heru Purnomo  dan Sekretaris Majelis Keselamatan  Negara Malaysia Dato Mohamed Thajudeen Abdul Wahab di Nusa Dua, Bali,  Jumat (27/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut menyaksikan penandatangan tersebut yaitu  Menkopolhukam  Djoko Suyanto  dan Menteri di Departemen Keperdanamenterian Malaysia  Dato` Seri Mohamed Nazri Bin Abdul Aziz.(&lt;a title="RI-Malaysia Tandatangani MoU Kesepahaman Teritorial Laut" href="http://www.antaranews.com/berita/295232/kesepahaman-teritorial-laut-ri-malaysia-lindungi-nelayan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6354963501024490046?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6354963501024490046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ri-malaysia-tandatangani-mou.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6354963501024490046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6354963501024490046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ri-malaysia-tandatangani-mou.html' title='RI-Malaysia Tandatangani MoU Kesepahaman Teritorial Laut'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-3733496457421884269</id><published>2012-01-31T11:52:00.000-08:00</published><updated>2012-03-14T04:17:58.070-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menhub'/><title type='text'>Menhub : Pemerintah Segera Percepatan Pembentukan Indonesian Sea And Cost Guard</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20110526_Kapal_Perang_Admiral_Panteyeyev_Merapat_Di_Makassar.jpg" alt="Ilustrasi" width="250" height="150" /&gt;JAKARTA - &lt;/strong&gt; Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan meminta agar  segenap jajaran Kementerian Perhubungan dan pihak-pihak yang terkait  untuk mendukung upaya percepatan pembentukan Indonesian Sea and Cost  Guard dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila Indonesian Sea and Cost Guard  terbentuk  maka masalah keamanan laut dan pantai, yang sekarang masih dikelola  secara sektoral oleh berbagai instansi, akan dapat lebih bersinergi,"  kata Mangindaan dalam rilis tertulis Kemenhub di Jakarta, Senin  (30/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dengan terbentuknya organisasi baru  Indonesian Sea and Coast Guard, akan memberikan kepastian hukum dan  kepastian usaha di bidang pelayaran sebab akan mengurangi pengeluaran  (cost) bagi para pengusaha yang selama ini masih sering terjadi.   Kondisi ini juga sesuai dengan tuntutan dunia pelayaran internasional  yang menginginkan adanya jaminan keamanan dan keselamatan pelayaran di  perairan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut menurut Menhub tentunya  akan menaikkan citra Negara Indonesia di mata internasional sebagai  Negara maritim yang mendukung terwujudnya keselamatan dan keamanan  pelayaran serta lingkungan maritime yang bersih sebagaimana slogan  International Maritime Organization (IMO) yaitu safe, secure and  efficient shipping on clean oceans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya dikabarkan,  pembentukan Indonesian Coast Guard tidak tuntas karena adanya tarik  menarik dan kepentingan-kepentingan dari pihak-pihak tertentu.(&lt;a title="Menhub : Pemerintah Segera Percepatan Pembentukan Indonesian Sea And Cost Guard" href="http://www.tribunnews.com/2012/01/30/menhub-percepat-pembentukan-indonesian-coast-guard"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Tribun News&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-3733496457421884269?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/3733496457421884269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhub-pemerintah-segera-percepatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3733496457421884269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3733496457421884269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhub-pemerintah-segera-percepatan.html' title='Menhub : Pemerintah Segera Percepatan Pembentukan Indonesian Sea And Cost Guard'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4841800532433786105</id><published>2012-01-31T11:48:00.000-08:00</published><updated>2012-03-14T03:35:56.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Missil'/><title type='text'>Iran Produksi Peluru Kendali Laser Cerdas "Basir"</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="border: 1px solid black;" src="http://gallery.military.ir/albums/userpics/i129843_rege-14-.jpg" alt="Peluru Kendali Laser Cerdas &amp;quot;Basir&amp;quot;" width="430" height="150" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Peluru Kendali Laser Cerdas Iran "Basir"&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;TEHRAN - &lt;/strong&gt;Republik Islam Iran memamerkan rudal kendali laser cerdas barunya yang diberi nama "Basir" dan merupakan hasil kerja keras para pakar militer domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikonfirmasikan oleh Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi Senin (30/1) pada acara pameran rudal tersebut di Tehran. Vahidi menambahkan bahwa ini merupakan pertama kalinya para pakar domestik di Organisasi Industri Pertahanan Iran berhasil memproduksi rudal kendali laser canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskan Vahidi bahwa Basir dirancang untuk menghancurkan tank, kendaraan militer, jembatan, dan target bergerak atau permanen lainnya dengan tingkat keakuratan tinggi. Selain itu rudal tersebut juga mampu mengidentifikasi dan melacak target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brigjen Vahidi mencatat bahwa rudal tersebut memiliki memiliki jangkauan 20 km, dan sangat berguna di daerah pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vahidi menjelaskan bahwa Republik Islam Iran kini masuk dalam jajaran lima negara terkemuka dunia yang mampu memproduksi senjata pintar dengan menggunakan teknologi pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa tahun terakhir, Republik Islam telah meraih prestasi besar di sektor pertahanan dan bahkan mencapai kemandirian dalam produksi perangkat keras militer penting dan sistem pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tehrantelah berulang kali meyakinkan negara-negara lain, terutama negara jiran bahwa kekuatan militernya bukan ancaman bagi negara-negara lain, mengingat doktrin pertahanan Iran semata-mata berdasarkan pada prinsip pencegahan.(&lt;a title="Iran Produksi Peluru Kendali Laser Cerdas &amp;quot;Basir&amp;quot;" href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQRQ1i133pucED8MM6ej6aVSHZNsiGL_NMVOeD4p2hBQU1F9MWyxA"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : t2.gstatic.com/indo-defense&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4841800532433786105?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4841800532433786105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/iran-produksi-peluru-kendali-laser.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4841800532433786105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4841800532433786105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/iran-produksi-peluru-kendali-laser.html' title='Iran Produksi Peluru Kendali Laser Cerdas &quot;Basir&quot;'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-929547160716236291</id><published>2012-01-31T11:44:00.001-08:00</published><updated>2012-03-14T02:24:38.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri Pertahanan'/><title type='text'>Kejar Laba 2012 Rp 46 M, PAL Fokus Pada Pengerjaan &amp; Modernisasi Kapal Perang</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QKMNhjoxxaA/TW0X1G878VI/AAAAAAAAUoo/BiP6B4VktzY/s1600/kri-layang-tembak-c-802.jpg" alt="KRI Layang" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;KRI Layang tembakan rudal buatan Cina C-802. Kapal Perang ini merupakan salah satu buatan PT PAL&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;PT PAL Indonesia menargetkan laba perusahaan mencapai Rp 46 miliar pada  2012 ini. Target ini setelah serangkaian restrukturisasi yang dilakukan  produsen kapal plat merah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari kalkulasi kami, tahun ini  optimistis akan meraih laba. Targetnya Rp 46 miliar," ujar Direktur  Utama PT PAL Indonesia Harsusanto, Senin (30/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harsusanto  mengatakan, proses restrukturisasi terus bergulir dan mencapai tahap  krusial pada tahun ini. Dalam proses restrukturisasi, lanjutnya, PAL  fokus pada pengerjaan dan modernisasi kapal perang. "Dengan dua bisnis  utama itu, tahun ini kami menargetkan pendapatan perusahaan hingga Rp  1,3 triliun," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, proyek pembuatan kapal perang  lebih cerah ketimbang kapal komersial. Saat ini, PAL sedang  menyelesaikan pemesanan 12 kapal perang pesanan TNI Angkatan Laut, satu  unit kapal tanker Pertamina dan satu unit kapal tanker pesanan Italia.  Pemesanan kapal itu akan selesai pada 2013 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAL akan  memakai Penambahan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 648,3 miliar untuk  modal kerja perseroan. Menurut Harsusanto, dana tersebut akan dipakai  untuk memperbaiki tempat reparasi bagi kapal-kapal yang menggunakan jasa  galangan, mesin derek berat, dan mesin-mesin lainnya (floating dock).  Dia beralasan, peralatan tersebut sudah ada yang berumur 30 tahun.(&lt;a title="Kejar Laba 2012 Rp 46 M, PAL Fokus Pada Pengerjaan &amp;amp; Modernisasi Kapal Perang" href="http://industri.kontan.co.id/news/fokus-di-kapal-perang-pal-kejar-laba-2012-rp-46-m/2012/01/30"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Kontan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-929547160716236291?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/929547160716236291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kejar-laba-2012-rp-46-m-pal-fokus-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/929547160716236291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/929547160716236291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kejar-laba-2012-rp-46-m-pal-fokus-pada.html' title='Kejar Laba 2012 Rp 46 M, PAL Fokus Pada Pengerjaan &amp; Modernisasi Kapal Perang'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QKMNhjoxxaA/TW0X1G878VI/AAAAAAAAUoo/BiP6B4VktzY/s72-c/kri-layang-tembak-c-802.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-3611521001665433205</id><published>2012-01-31T11:38:00.000-08:00</published><updated>2012-03-13T04:09:47.478-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesawat Tanpa Awak (UAV)'/><title type='text'>DPR Curiga Curiga Kemhan Beli UAV Buatan Israel</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSmmYUzZMOpwhdEjYGYvThDCIS7eoOx1Dvym3ZsgA_lRDmfag5D1MZc2R7x" alt="UAV Israel" width="250" height="160" /&gt;Senayan - &lt;/strong&gt;Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin curiga, pesawat tanpa awak yang akan di beli Kemhan dari Filipina merupakan pesawat buatan Israel. Sebab, selama ini tidak pernah terdengar akan kemampuan Filipina dalam pengembangan industri pesawat terbang, termasuk soal pengembangan pesawat tanpa awak untuk penunjang kegiatan Militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya curiga, pesawat tanpa awak yang akan dibeli Kemhan dari Filipina itu sesungguhnya pesawat tanpa awak hasil produksi Israel. Ini kita tengah mengumpulkan dari informasi di lapangan akan kebenaran hal ini," ujar TB Hasanuddin di gedung DPR Selasa (31/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TB Hasanuddin mengaku kaget, atas rencana pembelian pesawat tanpa awak dari Philipina ini. Karena hal ini selain tidak pernah diusulkan dan dibahas di Komisi I DPR. Rencana pembelian pesawat tanpa awak dari Philipina ini penuh tanya, terutama soal kemampuan yang dimiliki pesawat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena itu kami akan telusuri soal kemampuan sesungguhnya pesaawat tanpa awak yang akan dibeli dari Philipina tersebut," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TB hasanudin mengakui, dalam daftar belanja alutsista TNI, rencana pembelian pesawat itu sudah diajukan, untuk belanja 2012-2014 ini. "Namun, di situ tidak ada disebutkan pesawat tanpa awak itu akan dibeli dari Filipina. Hanya glondongan anggaran besarnya sudah masuk dan diajukan," tegas politisi PDI-P ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kata Hasanuddin, Komisi I DPR dalam raker berikutnya dengan Menhan dan Panglima TNI, akan secara khusus mendalami rencana pembelian pesawat tanpa awak dari Filipina ini, yang ditengarai merupakan pesawat tanpa awak buatan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, dalam raker dengan Menhan, Panglima TNI, dan Menkeu anggota Komisi I DPR Ahmad Muzani juga sempat mempertanyakan rencana Kemhan membeli pesawat tanpa awak dari Filipina. Muzani mempertanyakan dasar yang digunakan Kemenhan yang menjatuhkan pilihan Philipina sebagai negara tujuan membeli pesawat tanpa awak untuk kepentingan TNI ini.(&lt;a title="DPR Curiga Curiga Kemhan Beli UAV Buatan Israel" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/tb-hasanudin-curiga-kemhan-akan-beli-pesawat-tanpa-awak-buatan-israel"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-3611521001665433205?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/3611521001665433205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dpr-curiga-curiga-kemhan-beli-uav.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3611521001665433205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3611521001665433205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dpr-curiga-curiga-kemhan-beli-uav.html' title='DPR Curiga Curiga Kemhan Beli UAV Buatan Israel'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6765727403587902070</id><published>2012-01-31T07:45:00.001-08:00</published><updated>2012-03-13T03:27:17.624-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Dana Alutsista Diperbesar</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/images/stories/news/20120131b.jpg" alt="Rapat Kerja Kemhan, TNI dengan Anggota Komisi I DPR" width="230" height="200" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Menteri Keuangan Agus Martowardojo (kiri), Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (kanan), dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (tengah) sebelum mengikuti rapat kerja dengan anggota Komisi I DPR di Jakarta kemarin.&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA – &lt;/strong&gt;Pemerintah didesak untuk memperbesar persentase alokasi  anggaran dari pinjaman dalam negeri (PDN) dalam penetapan sumber  pembiayaan (PSP) pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista)  2010–2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan,dalam  alokasi anggaran yang ada sekarang, besaran pinjaman luar negeri (PLN)  mencapai USD6,5 miliar, sedang PDN hanya Rp4 triliun. Menurut dia, dari  kebutuhan anggaran Rp150 triliun untuk pembangunan kekuatan pokok  minimal (MEF) tahap pertama 2010–2014, ada USD6,5 miliar yang berasal  dari PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Komisi I mendesak Kementerian Pertahanan,Kementerian  Keuangan,dan Kementerian PPN/Bappenas agar memperbesar persentase PDN,”  ungkapnya saat rapat kerja dengan jajaran menteri terkait di Jakarta  kemarin. Mahfudz juga menuturkan, dalam penyusunan kontrak pembelian  alutsista, pemerintah harus semaksimal mungkin mengupayakan agar hal itu  memberikan dampak berganda bagi perekonomian nasional. “Peningkatan  anggaran untuk modernisasi alutsista semestinya mampu berdampak pada  kegiatan ekonomi dalam negeri, sehingga bisa bermanfaat bagi  kesejahteraan masyarakat,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data Kementerian  Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas yang dipaparkan dalam  rapat gabungan di Komisi I DPR, Senin (30/1), anggaran untuk modernisasi  alutsista 2010–2014 sebesar Rp99 triliun. Perinciannya, untuk  pemeliharaan sebesar Rp32,5 triliun (rupiah murni) dan pengadaan Rp66,6  triliun, terdiri atas Rp4 triliun pinjaman dalam negeri dan USD6,5  miliar PLN. Padahal, sesuai kebutuhan seharusnya Rp150 triliun.Karena  itu, dalam arahan sidang kabinet ditambahkan alokasi baru sebesar Rp57  triliun untuk pengadaan alutsista dan pembangunan sarana prasarana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri  PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menuturkan, pendanaan yang  berasal dari PLN disesuaikan dengan jenis alutsista yang akan  dibeli.“Kita juga sesuaikan dengan target rencana pembangunan jangka  menengah nasional (RPJMN),”ujarnya. Armida menerangkan,jumlah pembiayaan  dari PLN dalam PSP maksimal hanya 24%, bahkan dimungkinkan untuk 20–22%  saja. “USD6,5 miliar itu sudah sesuai dengan itu,” tuturnya. Khusus  untuk alokasi 2012, persentase PDN hanya mencapai 15,8%. Hal ini sesuai  dengan usulan pengadaan alutsista yang disampaikan Kementerian  Pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau dihitung-hitung 15,8% karena tidak semua  alutsista bisa dari dalam negeri.Itu minimal.Kita berharapnya bisa lebih  tinggi,” ungkap dia. Armida menuturkan, program untuk industri  strategis nasional tidak hanya untuk pengadaan alutsista, tapi juga  produk-produk komersial. Industri alutsista,kata dia,memiliki dampak  berganda yang cukup besar. “Kami mendorong untuk melakukan pengadaan  dengan kontrak multiyears,” tambahnya. Menteri Keuangan Agus  Martowardojo menuturkan, akan dipisahkan antara pengadaan dan pembiayaan  dalam kaitannya penggunaan kredit ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini keduanya  masih digabungkan sehingga tidak cukup fleksibel dan harga menjadi lebih  mahal. Dia sependapat bahwa harus dioptimalkan pembiayaan yang berasal  dari PDN. Sejauh ini hal itu juga terus diupayakan, tercermin dari  adanya kucuran anggaran penyehatan BUMN sebesar Rp2 triliun. “Kita  gunakan produksi dalam negeri, kalau tidak bisa maka BUMN kerja sama  dengan luar negeri untuk produksi bersama sehingga ada transfer  teknologi,” ungkap Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro  mengusulkan agar dilakukan pembahasan anggaran terkait pengadaan  alutsista secara umum yang melibatkan tim high level committee (HLC)  dengan panja alutsista Komisi I DPR. Rapat ini sekaligus membicarakan  mengenai penghapusan dana bertanda bintang anggaran PLN/kredit ekspor  oleh Kemenkeu. Mantan menteri ESDM itu mengungkapkan, sejauh ini masih  ada sekitar USD800 juta dari USD1 miliar kredit negara yang ditawarkan  pemerintah Rusia. Sisa yang cukup besar tersebut disebabkan pemerintah  tidak jadi membeli kapal selam dari negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  mengakui,tidak mudah untuk bisa memakai seluruh  statecredittersebutkarenaRusia mengajukan syarat-syarat khusus.“ Tapi  akan tetap kita pakai misalnya untuk avionik dan persenjataan Sukhoi.  Tapi itu masih akan diproses lagi sehingga sesuai dengan  perundangundangan,” tuturnya.(&lt;a title="Dana Alutsista Diperbesar" href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/465189/44/"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Sindo&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6765727403587902070?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6765727403587902070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dana-alutsista-diperbesar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6765727403587902070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6765727403587902070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dana-alutsista-diperbesar.html' title='Dana Alutsista Diperbesar'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6986325507313568476</id><published>2012-01-30T15:00:00.001-08:00</published><updated>2012-03-13T02:37:10.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><title type='text'>Al Muzzammil : RI Perlu Belajar Dari Turki Dalam Hal Kemandirian Alutsista</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.tender-indonesia.com/tender_home/images/NEWS_FOTO/82542_pt_dirgantara_indonesia__di__ekspor_pesawat_ke_korea_selatan_300_225.jpg" alt="PT DI" width="250" height="170" /&gt;Senayan - &lt;/strong&gt;Anggota Komisi I DPR Al Muzzammil Yusuf menilai, hingga kini upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian alat utama sistem pertahanan (alutsista) dari produksi industri strategis belum nyata. Termasuk upaya transfer teknologi alutsista asing ke dalam negeri belum jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal ini lantaran pemerintah melalui Kemhan hingga kini belum memiliki perencanaan yang matang soal sinkronisasi modernisasi alutsista yang dibutuhkan dengan industri strategis dalam negeri," kata Muzzammil dalam raker bersama dengan Menhan, Pannglima TNI, Menkeu, dan Kepala Bappenas di Komisi I DPR Senin (30/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kata politisi PKS ini, dalam soal alih teknologi dari sistem alutsista yang dibeli dari luar negeri, selama ini belum jelas, baik target dan prosentasenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi selama ini, pernyataan Kemhan yang akan bekerjasama dengan produsen alutsista dari luar negeri, itu baru sebatas di atas kertas. Karena realitasnya, seberapa besar hal itu telah dicapai, hingga kini belum jelas dan terukur," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muzzammil pun mencontohkan apa yang sudah dilakukan oleh Turki dalam rangka mewujudkan kemandirian dalam penggunaan alutsista dari produksinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada 2007 lalu, belanja alutsista Turki dari negara lain sebesar USD 3,2 miliar. Sementara pengadaan alutsista dari produksi dalam negerinya mencapai USD 4,3 miliar. Sementara pada 2008, Turki telah belanja alutsista dari pruduksi dalam negerinya sendiri meningkat mencapai USD 5,2 miliar. Dan impornya hanya USD 4,2 miliar," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, kata Al Muzzammil, jika dibandingkan dengan belanja alutsista yang dilakukan RI hingga 2011, dari belanja alutsista yang dari dalam negeri baru 13,7 persen. Dan pada tahun 2012 ini belanja alutsista TNI dari produksi dalam negeri 15 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belanja alutsista kita hingga 2012 ini 84 persen masih impor dari luar negeri. Ini menunjukkan bahwa rencana kemandirian alutsista dari produksi dalam negeri ini belum tergambar dengan jelas. Karena hingga kini, kita masih impor alutsista hingga diatas 80 persen. Begitu pula soal alih teknologi dari produsen alutsista asing, hingga kini belum tergambar dengan jelas," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu pertanyaannya, sesungguhnya kapan sebenarnya kita dapat mewujudkan kemandirian dalam penggunaan alutsista produksi dalam negeri ini, jika hingga kini saja kita banyak melakukan belanja alutsista dari asing," pungkasnya.(&lt;a title="Al Muzzammil : RI Perlu Belajar Dari Turki Dalam Hal Kemandirian Alutsista" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/al-muzzammil-kemandirian-alutsista-ri-perlu-belajar-dari-turki"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6986325507313568476?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6986325507313568476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/al-muzzammil-ri-perlu-belajar-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6986325507313568476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6986325507313568476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/al-muzzammil-ri-perlu-belajar-dari.html' title='Al Muzzammil : RI Perlu Belajar Dari Turki Dalam Hal Kemandirian Alutsista'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-2758428268979489616</id><published>2012-01-30T14:10:00.001-08:00</published><updated>2012-03-09T23:03:37.496-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kopaska'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pasukan Khusus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Russia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Latihan Bersama'/><title type='text'>Kopaska &amp; Pasukan Khusus AL Rusia Laksanakan Latma Anti Teror Di KM Multi Prima-1</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-AUe7B0_xPj4/TyZD2HQtqLI/AAAAAAAAYdU/65K4MoaaVO4/s400/IMGP3574.JPG" alt="Kopaska &amp;amp; Pasukan Khusus AL Rusia Laksanakan Latma Anti Teror Di KM Multi Prima-1" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Kopaska &amp;amp; Pasukan Khusus AL Rusia Laksanakan Latma Anti Teror Di KM Multi Prima-1(&lt;a title="Foto Latihan Bersama Kopaska Dan Pasukan Khusus AL Rusia di KM Multi Prima-1" href="http://albumkopaska.blogspot.com/2012/01/foto-latihan-bersama-kopaska-dan.html"&gt;&lt;span style="color: #0000FF;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Gambar Lengkap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Surabaya - &lt;/strong&gt;Kesibukan aktifitas pelayaran di Alur Pelayaran Barat Surabaya  (APBS) terganggu dengan adanya aksi “perompakan” di KM Multi Prima-1  yang sedang lego jangkar di sekitar pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,  belum lama ini Jum’at (20/01). Setelah mendapat kontak, aksi  “perompakan” itu direspon oleh Satuan komando Pasukan Katak (Satkopaska)  Koarmatim dengan menerjunkan satu tim Visit Boarding Search and Seizure  (VBSS), tim ini didukung oleh pasukan khusus AL Rusia dari kapal perang  Russian Navy RFS Admiral Panteleev-548 yang sedang bersandar di Dermaga  Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim VBSS Kopaska  yang dibekali dengan senjata lengkap meluncur ke arah KM Multi Prima-1  menggunakan kendaraan air cepat yang biasa disebut Sea Rider, demikian  juga tim VBSS dari pasukan Khusus AL Rusia bergerak bersama-sama menuju  kapal yang sedang dibajak tersebut. Dua tim pasukan khusus AL dua negara  tersebut bergerak mendekati kapal dari arah buritan lambung kanan dan  kiri. Penyergapan mendadak dan sangat cepat itu mengejutkan para  perompak yang ada di atas kapal. Hal itu menimbulkan konsentrasi mereka  menjadi terpecah, sehingga tim Kopaska dan pasukan khusus AL Rusia dapat  dengan mudah menaiki  kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak membutuhkan waktu yang lama  bagi tim gabungan untuk melumpuhkan 6 orang perompak yang menyandera  awak kapal KM Multi Prima-1. Sekitar 5 menit tim Kopaska dan pasukan  khusus AL Rusia dapat menguasai obyek-obyek vital yang ada dikapal  seperti Anjungan, Ruang Mesin dan Kemudi Darurat. Nahkoda kapal dan  seluruh Anak Buah Kapal (ABK) dapat dibebaskan dengan selamat dan 6  orang perompak tersebut berhasil dilumpuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  tersebut merupakan skenario latihan bersama antara Kopaska Koarmatim  dan Russian Navy dalam rangka kunjungan persahabatan selama tiga hari  kapal perang Rusia RFS Admiral Panteleev di Surabaya. Latihan bersama  itu disaksikan oleh Perwira Staf Operasi (Pasops) Satkopaska Koarmatim  Letnan Kolonel Laut (P) Sri Gunanto, Duta Besar (Dubes) Rusia untuk  Indonesia Alexander Ivanov, Atase Pertahanan (Athan) Rusia untuk  Indonesia Vladimir Avanasenkov. Selain itu, kedua pasukan khusus AL  kedua negara juga menampilkan pameran persenjataan yang mereka gunakan  di dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara AL Rusia itu  menunjukan persenjataan yang mereka gunakan dalam operasi anti  pembajakan dan terorisme di laut, seperti dalam pelaksanaan operasi  pembebasan kapal tanker Moscow University pertengahan 2010. Kapal Tanker  tersebut milik Rusia yang di bajak perompak Somalia di sekitar Teluk  Aden. Kapal Tanker ini membawa muatan minyak mentah sebanyak 86 ribu ton  bernilai USD50 juta atau sekitar Rp. 454 miliar (Rp. 9,080 per dolar).  Pasukan khusus Rusia yang berada di RFS Admiral Panteleev, berhasil  membebaskan 23 pelaut Rusia dan menangkap para pembajak.(&lt;a title="Kopaska &amp;amp; Pasukan Khusus AL Rusia Laksanakan Latma Anti Teror Di KM Multi Prima-1" href="http://koarmatim.tnial.mil.id/index.php?option=com_k2&amp;amp;view=item&amp;amp;id=1107:kopaska-dan-pasukan-khusus-al-rusia-gagalkan-%E2%80%9Cperompakan%E2%80%9D-di-km-multi-prima-1&amp;amp;Itemid=130"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Dispen Koarmatim&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-2758428268979489616?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/2758428268979489616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kopaska-pasukan-khusus-al-rusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2758428268979489616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2758428268979489616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kopaska-pasukan-khusus-al-rusia.html' title='Kopaska &amp; Pasukan Khusus AL Rusia Laksanakan Latma Anti Teror Di KM Multi Prima-1'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AUe7B0_xPj4/TyZD2HQtqLI/AAAAAAAAYdU/65K4MoaaVO4/s72-c/IMGP3574.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-936664705910676774</id><published>2012-01-30T12:48:00.001-08:00</published><updated>2012-03-09T20:30:46.214-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pasukan Khusus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Panglima TNI : Latihan Lebih Menitik Beratkan Pada Penanggulangan Teror</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://tni-au.mil.id/sites/default/files/imagecache/body/2012-01/2012-01-30-paskhas.jpg" alt="Upacara Pembukaan Latihan Penanggulangan Teror TNI Tri Matra VI 2011" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Asisten Operasi Panglima TNI Maijen TNI Hambali Hanafiah pemasangan tanda latihan pada perwakilan peserta, pada Upacara Pembukaan Latihan Penanggulangan Teror TNI Tri Matra VI Tahun 2011, yang dilaksanakan di Lapangan Merah, Mako Korpaskhas, Lanud Sulaiman, Bandung, Senin (30/01).&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Latihan lebih menitik beratkan pada penanggulangan teror, aplikasi  taktik dan teknik untuk mengimplementasikan strategi dalam mengatasi  aksi terorisme, sekaligus sebagai bentuk kesiapsiagaan operasional  satuan Gultor TNI dalam rangka menghadapi kemungkinan serangan teroris  yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono,  S.E. dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Operasi Panglima  TNI Maijen TNI Hambali Hanafiah pada saat upacara Pembukaan Latihan  Penanggulan Teror TNI Tri Matra VI Tahun 2011 yang berlangsung di  Lapangan Merah, Markas Komando Korpaskhas, Lanud Sulaiman. Senin  (30/01).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima TNI menjelaskan,  Sebagai mana kita cermati bersama,   situasi nasional bangsa Indonesia di awal tahun 2012 menghadapi sejumlah  gangguan keamanan, diberbagai daerah aksi-aksi kelompok bersenjata dan  separatis yang masih bergerilya di papua dan aceh, berbagai benturan  fisik antar masyarakat serta aksi-aksi kelompok tertentu yang  menimbulkan ancaman dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Rapin TNI tahun 2012, dimana pokok-pokok kebijakan Panglima  TNI, meskipun masalah keamanan dan ketertiban masyarakat  menjadi tugas  dan tanggung jawab Kepolisian negara, TNI harus turut serta dalam  mencegah timbulnya aksi ganguan keamanan maupun aksi terorisme yang  membahayakan keutuhan negara. Tambah Panglima TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima TNI harapan, kita perlu menentukan langkah-langkah strategis  dan upaya yang di wujudkan dengan melaksanakan berbagai bentuk latihan  penanggulangan teror yang berorientasi pada kontijensi yang dipilih  dalam rangka menggatasi anti teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu,  tema yang diambil pada latihan penanggulangan teror Tri  Matra ke VI TA 2011 kali ini,”Satuan tugas Gabungan Pasukan TNI  (Satuan-81 Kopassus, Denjaka dan Denbravo 90’ Paskhas) melaksanakan  operasi gultor terpadu dalam rangka mendukung tugas pokok TNI”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima TNI Menegaskan, latihan yang digelar selain untuk  meningkatkan kesiapsiagaan operasi TNI, latihan dimaksudkan untuk  meningkatkan integrasi dan keterpaduan antara satuan gultor Tri Matra  TNI dalam melaksanakan  fungsi peran serta tugasnya segera terpadu dalam  satu kesatuan komando.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima TNI menyampaikan beberapa penekanan sebagai pedoman dalam  pelaksanaan latihan diantaranya pertaman perhatikan selalu faktor  keamanan dan keselamatan, baik personel, materiil serta dokumen latihan  selama kegiatan. Kedua laksanakan latihan ini dengan penuh semangat dan  manfaatkan untuk merevisi serta menyempurnakan doktrin operasi khusus di  sesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta  ketiga pelihara realisme latihan dengan tetap menyesuaikan perkembangan  lingkungan strategis sehingga terwujud konsep strategis penangkalan dan  penindakan terhadap kontijensi yang mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelengaraan latihan Penanggulangan Teror TNI Tri Matra VI TA 2011  ini, merupakan latihan tertunda yang seharusnya dilaksanakan bulan juli  2011 karena latihan penanggulangan teror ini baru dapat dilaksanakan  pada bulan desember minggu ke-3 tahun 2011. Lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir pada kesempatan tersebut Pangdam III Siliwangi, Danjen Kopasus,  Dankorpaskhas serta pejabat Tinggi TNI dan Polri dan pejabat pemerintah  kabupaten Bandung, kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ini  akan dilaksanakan Lanud Halim perdanakusuma dilaksanakan sebagai latihan  pendahuluan dan pelaksanaan latihan sesungguhnya Pangkalan Udara Husein  Sastranegara, bandung.(&lt;a title="Panglima TNI : Latihan Lebih Menitik Beratkan Pada Penanggulangan Teror" href="http://tni-au.mil.id/berita/panglima-tni-latihan-menitik-beratkan-penanggulangan-teror"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Dispen TNI-AU&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-936664705910676774?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/936664705910676774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-latihan-lebih-menitik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/936664705910676774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/936664705910676774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-latihan-lebih-menitik.html' title='Panglima TNI : Latihan Lebih Menitik Beratkan Pada Penanggulangan Teror'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-8440680464634981150</id><published>2012-01-30T12:28:00.001-08:00</published><updated>2012-03-09T20:19:16.801-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amerika'/><title type='text'>AS Buat Bom Penghancur Fasilitas Bawah Tanah</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.newlaunches.com/entry_image/0809/10/Massive_Ordnance_Penetrator.jpg" alt="Massive Ordnance Penetrator" width="250" height="137" /&gt;Moskow - &lt;/strong&gt;Pentagon sedang meningkatkan upaya membuat bom yang dapat  menghancurkan fasilitas bawah tanah Iran yang sangat dilindungi,  demikian harian Wall Street Journal, Sabtu yang mengutip penjelasan  pejabat Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bom 'penghancur liang pertahanan' seberat 13.600 kilogram yang dikenal dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Massive Ordnance Penetrator&lt;/span&gt; (MOP) dirancang khusus menghancurkan perlindungan tebal Iran dan Korea  Utara untuk menyelubungi program nuklir mereka," demikian harian  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun uji coba awal mengemukakan bom dengan pengaturan saat ini  tidak akan mampu menghancurkan sejumlah fasilitas milik Iran baik karena  kedalaman tempat tersebut mau pun karena Teheran telah menambah  pelindung baru untuk melindunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, mengatakan, pengembangan akan  segera diselesaikan dan karena itu dia berharap bom tersebut siap  dijatuhkan ke dalam liang pertahanan terdalam secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami masih mencoba mengembangkannya," kata Panetta sebagaimana dirilis RIA Novosti-OANA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pejabat AS mengatakan biaya yang baru akan memastikan  senjata tersebut dapat lebih efektif untuk menyerang liang pertahanan  terdalam termasuk Fasilitas Pengayaan Uranium Fordow milik Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fordow terletak di dalam pegunungan yang sulit dijangkau di Iran.  Tempat tersebut dikelilingi senjata pertahanan anti pesawat sehingga  membuat tempat itu sulit diserang oleh gempuran udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Organisasi Tenaga Nuklir Energi Atom untuk Perdamaian atau  Persenjataan Nuklir (AEOI) Fereidoon Abbasi pada awal Januari mengatakan  Frodow aman dari segala jenis ancaman musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teheran mengatakan telah memulai proyek pembangunan tersebut pada  2007 namun IAEA memperkirakan rancangan pengerjaan dimulai pada 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan fasilitas tersebut terungkap setelah tempat itu terendus oleh Badan Intelejen Barat pada September 2009.(&lt;a title="AS Buat Bom Penghancur Fasilitas Bawah Tanah" href="http://www.antaranews.com/berita/295081/amerika-serikat-buat-bom-penggempur-fasilitas-bawah-tanah"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-8440680464634981150?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/8440680464634981150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/as-buat-bom-penghancur-fasilitas-bawah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8440680464634981150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8440680464634981150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/as-buat-bom-penghancur-fasilitas-bawah.html' title='AS Buat Bom Penghancur Fasilitas Bawah Tanah'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4117334840078687215</id><published>2012-01-30T11:32:00.000-08:00</published><updated>2012-03-09T20:08:54.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Menhan : Peningkatan Anggaran TNI untuk Belanja Alutsista Produksi Dalam Negeri</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_umR5TziNRUA/TUi_L4EE0OI/AAAAAAAACyE/FoEE4fQUg_8/s1600/1.jpg" alt="Industri Pertahanan Nasional" width="250" height="200" /&gt;Senayan - &lt;/span&gt;Peningkatan anggaran  Kementerian Pertahanan ditujukan untuk melakukan modernisasi alutsista  TNI yang ideal, baik dari sumber keuangan pinjaman dalam dan luar  negeri. Selain itu, akan diprioritaskan untuk belanja alutsista hasil  produksi industri pertahanan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian ditegaskan Menhan Purnomo Yusgiyantoro, dalam raker gabungan dengan Menkeu, Kepala Bappenas di &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-komisi"&gt;Komisi&lt;/a&gt; I &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-dpr"&gt;DPR&lt;/a&gt;, Senin (30/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini  sesungguhnya tekad yang dicanangkan pemerintah. Dengan demikian  modernisasi alutsista TNI ini juga mendorong bagi berkembangnya industri  pertahanan dalam negeri," tegas Menhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnomo mengatakan, anggaran Kemenhan dari tahun-ketahun terus ditingkatkan oleh pemerintah dan didukung oleh &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-dpr"&gt;DPR&lt;/a&gt;,  sebagai upaya nyata untuk melaksanakan atas rencana perwuju dan sistem  pertahanan negara yang ideal dalam beberapa tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada  tahun 2012 ini, Kemenhan mendapat alokasi anggaran Rp 72,5 trilun  ditambah alokasi Pinjaman Luar Negeri (PLN) sebesar US$ 6,5 miliar,"  tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Menhan, pinjaman luar negeri (PLN) sebesar US$ 6,5 miliar itu untuk belanja alutsista dari 2010 hingga 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PLN  sebesar itu, US$ 4,8 milar di antaranya akan dipergunakan belanja  alutsista TNI yang bergerak. Dan belanja alutsista bagi TNI yang tidak  bergerak sebesar USD 1,7 miliar. Alokasi ini sudah ditetapkan oleh  Menteri Bappenas pada 31 Oktober 2011 lalu, dalam daftar rencana  pinjaman luar negeri jangka menengah hingga 2014," tegasnya.(&lt;a title="Menhan : Peningkatan Anggaran TNI untuk Belanja Alutsista Produksi Dalam Negeri" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/menhan-peningkatan-anggaran-tni-untuk-belanja-alutsista-produksi-dalam-negeri"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4117334840078687215?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4117334840078687215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-peningkatan-anggaran-tni-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4117334840078687215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4117334840078687215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-peningkatan-anggaran-tni-untuk.html' title='Menhan : Peningkatan Anggaran TNI untuk Belanja Alutsista Produksi Dalam Negeri'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_umR5TziNRUA/TUi_L4EE0OI/AAAAAAAACyE/FoEE4fQUg_8/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6377434461093438755</id><published>2012-01-30T10:12:00.000-08:00</published><updated>2012-03-09T21:30:48.239-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Panglima TNI : Kalau Peralatan Militer Itu Tidak Bisa Digunakan, Kita Tidak Akan Membeli</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.itoday.co.id/plugins/content/imagesresizecache/f9d7127840d2fd350545f645dfe6b053.jpeg" alt="Panglima TNI Laksamana (TNI) Agus Suhartono" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Panglima TNI Laksamana (TNI) Agus Suhartono(Foto: IST)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta – &lt;/strong&gt;Pinjaman luar negeri untuk belanja peralatan militer  masih tersisa 80 persen. Dubes Rusia mewakili negaranya yang  meminjamkan US$ 1 miliar kepada Indonesia sempat mempertanyakan  pinjamannya yang tidak terserap dengan baik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima TNI, Laksamana (TNI) Agus Suhartono mengatakan peralatan  militer dengan pinjaman luar negeri disesuaikan dengan kebutuhan yang  ada. “Kalau kita beli senjata dari pinjaman luar negeri, kita hitung  secara benar, bisa digunakan apa tidak,” kata Agus Suhartono kepada &lt;em&gt;itoday&lt;/em&gt;, sebelum rapat dengan Komisi I DPR, Jakarta, Senin (30/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agus, pembelian peralatan militer dari pinjaman luar negeri  tidak seharusnya dibelanjakan semua. “Kalau peralatan militer itu tidak  bisa digunakan, kita tidak membeli,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengatakan, selama ini, pemerintah tidak menyalahi perjanjian dengan Rusia dalam pinjaman pembelian peralatan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Komisi I DPR kedatangan Dubes  Rusia yang mempertanyakan pinjaman US$1 miliar ke pemerintah Indonesia  untuk pembelian peralatan militer, tapi baru digunakan US$200, sisanya  RpUS$800 masih belum dibelanjakan.(&lt;a title="Panglima TNI : Kalau Peralatan Militer Itu Tidak Bisa Digunakan, Kita Tidak Akan Membeli" href="http://www.itoday.co.id/politik/4506--panglima-tni-kalau-peralatan-militer-tidak-berguna-kita-tidak-beli"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Itoday&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6377434461093438755?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6377434461093438755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-kalau-peralatan-militer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6377434461093438755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6377434461093438755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-kalau-peralatan-militer.html' title='Panglima TNI : Kalau Peralatan Militer Itu Tidak Bisa Digunakan, Kita Tidak Akan Membeli'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4820543412080523692</id><published>2012-01-28T15:08:00.000-08:00</published><updated>2012-03-09T19:24:50.904-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri Pertahanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Timor Leste'/><title type='text'>Xanana Ingin Tingkatkan Kerja Sama Dengan PT Sritex</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://zonadamai.files.wordpress.com/2012/01/xanana-gusmao.jpg?w=750" alt="Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Sukoharjo - Dengan  dikawal sejumlah personel dari Staf Angkatan Darat Timor Leste, Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao, Berkunjung Ke PT Sritex di Sukoharjo, Sabtu (28/1/2012). Xanana beserta rombongan disambut oleh pimpinan perusahaan dan pimpinan TNI/Polri setempat.&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;SUKOHARJO - &lt;/strong&gt;Perdana Menteri Timor Leste, meminta PT  Sritex untuk menanamkan investasi di negaranya. Hal ini dilontarkan  Xanana saat melakukan kunjungan ke PT Sritex di Sukoharjo, Sabtu  (28/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Xanana datang ke PT Sritex sekitar pukul 11. 45 WIB dengan  dikawal sejumlah personel dari Staf Angkatan Darat Timor Leste.  Sementara dari pihak tuan rumah menyiapkan sejumlah personel dari  sejumlah anggota TNI dan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Xanana berkeinginan melakukan kerja sama dengan  PT Sritex lebih jauh lagi. Dia berkeinganan agar PT Sritex mau  melakukan investasi di negaranya. Tidak hanya itu, dia ingin PT Sritex  melakukan training atau pelatihan kerja kepada warga Timor Leste di  bidang tekstil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Sritex, Iwan Setyawan  Lukminto mengatakan salama 2 tahun terakhir ini pihaknya telah menjalin  kerja sama dengan Timor Leste dalam bentuk suplai pakaian seragam  terutama seragam tentara. Sementara menanggapi ajakan Perdana Menteri  Timor Leste itu, Iwan mengatakan pihaknya akan melakukan penjajakan  terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, selain ke Sritex, Xanana Gusmao dikabarkan juga  mengunjungi PT Pindad di Bandung. Di sana Xanana mengaku mendapat  penawaran untuk membeli senjata dan perlengkapan perang. Namun Xanana  mengaku lebih tertarik untuk membeli kendaraan angkut personel.(&lt;a title="Xanana Ingin Tingkatkan Kerja Sama Dengan PT Sritex" href="http://www.solopos.com/2012/sukoharjo/xanana-gusmao-inginkan-pt-sritex-berinvestasi-ke-timor-leste-158452"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Solo Pos&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4820543412080523692?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4820543412080523692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/xanana-ingin-tingkatkan-kerja-sama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4820543412080523692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4820543412080523692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/xanana-ingin-tingkatkan-kerja-sama.html' title='Xanana Ingin Tingkatkan Kerja Sama Dengan PT Sritex'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-8081276450682904692</id><published>2012-01-28T07:25:00.000-08:00</published><updated>2012-03-09T18:15:42.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AU'/><title type='text'>Supremasi Pertahanan Udara vis-a-vis Hibah F16</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://i76.photobucket.com/albums/j2/Takura4/Jets/f-16-eglin1.jpg" alt="F-16 Fighting Falcon" width="250" height="160" /&gt;Untuk memahami strategi pertahanan negara, selain persepsi dan skala  ancaman, perlu juga dijabarkan apa saja konsep mendasar yang menjadi  landasan dalam merancang sistem pertahanan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep utama  dan paling penting adalah pemahaman akan perang. Untuk perang udara yang  menjadi salah satu ikon kekuatan utama perang masa depan, kekuatan  pertahanan udara akan terletak juga pada kemampuan pengendalian udara  yang mencakup: Supremasi udara (air supremacy) yaitu keadaan yang  didefinisikan sebagai tingkat superioritas suatu angkatan udara di mana  lawan tidak mampu mengintervensi secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan udara  (air superiority) yaitu keadaan yang didefinisikan sebagai tingkat  dominasi oleh suatu angkatan udara untuk dapat melakukan operasi  darat,laut,dan udara tanpa dapat dicegah. Terakhir, keadaan udara yang  menguntungkan (favorable air situation) di mana situasi pertahanan udara  masih sangat terbatas oleh ruang dan waktu sehingga dimungkinkan  terjadi intervensi udara oleh musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi pertahanan udara  (hanud) terbagi atas hanud aktif dan pasif. Hanud aktif mencakup  langkah-langkah seperti penggunaan pesawat, senjata langsung, dan tidak  langsung pertahanan udara dan peperangan elektronik. Kegiatan dalam  operasi ini meliputi deteksi (elektronis dan visual), identifikasi  (elektronis, korelasi,dan visual),dan penindakan (pesawat tempur  sergap,rudal jarak sedang,dan rudal taktis) terhadap ancaman kekuatan  musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanud pasif mencakup semua tindakan selain pertahanan  udara aktif, yang diambil untuk meminimalkan efektivitas tindakan musuh  dan ancaman rudal.Termasuk antara lain kamuflase, persembunyian,  penipuan, pemulihan, deteksi, sistem peringatan, serta penggunaan  konstruksi pelindung. Dalam konteks ini, skala ancaman menjadi logika  utama bagi pembangunan postur pertahanan udara yang sesuai dengan  kondisi terkini untuk mengidentifikasi strategi penangkalan yang efektif  dimana di dalamnya organisasi TNI, personel, dan kapabilitas alutsista  berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga komponen mendasar dalam postur pertahanan inilah  yang akan menentukan sejauh mana negara siap melindungi segenap  wilayahnya. Komponen alutsista dalam konteks ini menjadi faktor utama  bagi kedua komponen lainnya. Karena itu,persoalan alutsista bukanlah  persoalan yang mudah. Isu seputar transparansi anggaran hanyalah porsi  kecil dari kompleksitas pengadaan alutsista. Ketika anggaran selalu  menjadi fokus utama, masalah perencanaan kebutuhan alutsista yang  sebetulnya menjadi sumber dari permasalahan sering menjadi terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rencana Hibah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img class="alignright" style="float: right; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://i746.photobucket.com/albums/xx101/lgrayman/Aircraft/3d36daca.jpg" alt="F-16 Fighting Falcon" width="250" height="160" /&gt;Mencermati  rencana beli hibah F16 C/D yang diriuhkan, kita harus mengaitkan pada  perimbangan kekuatan udara kawasan. Dengan skenario hibah nanti akan ada  beberapa jenis pesawat di kawasan di antaranya:&lt;br /&gt;(1) F-16 C/D hibah yang dibekali radar APG-68(v) dengan kemampuan mencari 80 mil laut;&lt;br /&gt;(2) F-16 D+ Block 52 yang dibekali APG-68(v)9 dengan kemampuan mencari 160 mil laut;&lt;br /&gt;(3) JAS-39 Gripen yang dibekali radar PS-05/A dengan kemampuan mencari 160 mil laut;&lt;br /&gt;(4) SU-30 MKI yang dibekali NIIP N011M Bars dengan kemampuan mencari 173 mil laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak  jangkau radar pesawat hibah kelak, jika dihadapkan terhadap pesawat  negara kawasan, hanya akan mampu menangkap target di jarak 80 mil laut.  Padahal, pesawat negara kawasan seperti F-16 D+ Block 52, JAS-39  Gripen,dan SU-30 MKI sudah mampu menangkap target sejak di jarak 160 Nm –  173Nm. Ditambah dengan teknologi IFF (Identification Friend or Foe)  yang dimilikinya barisan pesawat kawasan telah memiliki interrogator  sehingga apa yang tertampil di radar akan langsung terbaca sebagai lawan  atau kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini menjadi lebih rumit di masa perang jika  suatu hari tanpa terduga negara kita dihadapkan pada seranganudara. Jika  kita asumsikan pesawatpesawat musuh adalah F-16 D+ Block 52, JAS-39  Gripen,dan SU-30 MKI, selain sudah menangkap target sejak di 160-173 mil  laut, mereka dapat mengaktifkan kemampuan ECCM/ anti jamming,  melaksanakan mekanisme notching. Hal ini akan dilakukan pesawat musuh  untuk mencegah radar pesawat hibah menangkap posisi mereka hingga bisa  lepas dari jarak tembak efektif misil Amraam atau R27RI di 40-45 mil  laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan lain, 24 pesawat hibah kita yang terdiri atas  double seater dan single seater rata-rata sudah mencapai usia 6.500 jam  terbang sehingga yang akan tersisa hanya +1500 jam terbang. Mengingat  time line delivery pesawat hibah kita pada 2014,ini akan menjadikan  pesawat hibah hanya dapat digunakan +10 jam/bulan agar bisa digunakan  hingga 2024, saat pesawat tersebut siap digantikan oleh pesawat tempur  KFX kerja sama kita dengan Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penggunaan jam tersebut  sulit diwujudkan karena fungsi pesawat tempur kita memiliki tugas  rangkap, baik sebagai pesawat latih, pesawat pengamanan, maupun sebagai  pesawat pertahanan udara. Artinya, usia pesawat hibah akan lebih pendek  dari 10 tahun dan akan terdapat jeda kekosongan kekuatan pertahanan  udara kita antara usainya waktu penggunaan pesawat hibah dan datangnya  pesawat KFX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan untuk mengidentifikasi sisi kelemahan  pertahanan udara kita terhadap ancaman merupakan langkah awal yang  strategis dalam membangun kekuatan sistempertahanan dan postur.  Mengingat persoalan kepentingan nasional tidak mengenal istilah KNM  (Kepentingan Nasional Minimum), penetapan Minimum Essential Force (MEF)  haruslah turun dari logika pembangunan pertahanan negara yang didasarkan  pada identifikasi ancaman terhadap kepentingan nasional yang harus  tetap terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ukuran akan perubahan geopolitik  kawasan, spektrum ancaman, kuantitas alutsista yang berkualitas, dan  perimbangan kekuatan relatif menjadi hal terpenting yang harus digaris  bawahi.Bukankah lebih baik kita memiliki lebih sedikit pesawat tempur  yang memiliki kualitas perimbangan daya tempur relatif terhadap kekuatan  udara kawasan dibandingkan mengedepankan kuantitas dengan segala  keterbatasannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polemik pembelian alutsista TNI dapat dihindari  dengan berpedoman pada grand strategy pertahanan, program pembangunan  jangka pendek, menengah, dan panjang bagi kebutuhan satuan skuadron,  kebijakan serta politik anggaran yang tepat dan tidak selalu memutuskan  pembelian alutsista dengan orientasi keterbatasan, serta fluktuasi dan  alokasi anggaran. Dalam mewujudkan kepentingan nasional, supremasi udara  dan citacita TNI AU akan The First Class Air Force,pepatah telah  mengatakan: Nervi Belli Pecunia Infinita, anggaran tak terbatas  merupakan kekuatan perang itu sendiri.(&lt;a title="Supremasi Pertahanan Udara vis-a-vis Hibah F16" href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/464359/44/"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Sindo&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-8081276450682904692?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/8081276450682904692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/supremasi-pertahanan-udara-vis-vis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8081276450682904692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8081276450682904692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/supremasi-pertahanan-udara-vis-vis.html' title='Supremasi Pertahanan Udara vis-a-vis Hibah F16'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i76.photobucket.com/albums/j2/Takura4/Jets/th_f-16-eglin1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4360389398516943603</id><published>2012-01-28T07:18:00.000-08:00</published><updated>2012-03-09T04:27:21.495-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri Pertahanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>RI Siap Mengekspor Mobil Lapis Baja (Panser)</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jn0xxWMS3Dg/TyOz-e4QePI/AAAAAAAAYaQ/uFdqqfVpfKk/s400/3784938p.jpg" alt="Siap Pamerkan Anoa" width="250" height="160" /&gt;Banjarmasin - &lt;/strong&gt;Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Marzan A  Iskandar mengatakan, pihaknya siap mengekspor mobil lapis baja (panser)  yang berhasil di produksi oleh lembaganya ke Malaysia dan Brunai  Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"BPPT bersama Pindad saat ini sedang memproduksi  panser atau mobil lapis baja untuk memenuhi pesanan Malaysia dan  Brunei," kata Marzan di Banjarmasin, Jumat (27/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu,  kata dia, kini pihaknya sedang konsentrasi untuk melakukan modernisasi  peralatan tempur TNI-AD seperti panser dan peralatan lainnya untuk  mengganti peralatan yang sudah tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kata dia, pihaknya  hampir menyelesaikan pembuatan sekitar 150 panser untuk mengganti dan  menambah peralatan tempur TNI-AD. Bukan hanya panser, untuk melengkapi  peralatan tempur TNI, BPPT juga sudah mampu mengembangkan sebagian bahan  peledak yang saat ini diimpor dari luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beberapa jenis  bahan peledak seperti amunisi sudah berhasil kita kembangkan, sehingga  tidak perlu lagi mengimpor dari negara lain," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan  dengan semakin banyaknya putra-putri Indonesia memproduksi berbagai  terknologi dan peralatan pertahanan keamanan akan membuat Indonesia  semakin disegani negara-negara dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperkuat ketahanan  keamanan negara ke depan, kata dia, BPPT dan Pindad bekerjasama dengan  Kementerian Pertahanan juga sedang merancang pembangunan jaringan sistem  informasi keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem informasi yang canggih dan kuat  tersebut, tambah Marzan diharapkan akan mampu menjadi basis untuk  perencanaan pertahanan keamanan negara ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk  memperkuat keamanan udara, saat ini Indonesia juga sedang merancang  membuat pesawat tempur bekerjasama dengan Korea Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat  tempur yang dirancang lebih canggih dari F 16 dan Sukhoi tersebut untuk  melengkapi pertahanan dan keamanan angkatan udara Indonesia.(&lt;a title="RI Siap Mengekspor Mobil Lapis Baja (Panser)" href="http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/01/27/lygoeo-hebat-indonesia-siap-ekspor-mobil-lapis-baja"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Republika&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4360389398516943603?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4360389398516943603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ri-siap-mengekspor-mobil-lapis-baja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4360389398516943603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4360389398516943603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ri-siap-mengekspor-mobil-lapis-baja.html' title='RI Siap Mengekspor Mobil Lapis Baja (Panser)'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jn0xxWMS3Dg/TyOz-e4QePI/AAAAAAAAYaQ/uFdqqfVpfKk/s72-c/3784938p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-5173773192078611784</id><published>2012-01-27T14:52:00.000-08:00</published><updated>2012-03-09T04:08:49.405-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNTNI-AU'/><title type='text'>TNI-AU Fokus Pada Tercapainya Kemampuan Operasional Secara Terpadu</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-gxaS3TdmxUA/TyIKgMC_uPI/AAAAAAAAYZg/PcVKc6MkNDQ/s400/keterangan-pers-Kasau.jpg" alt="Rapim TNI-AU 2012" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., memberikan keterangan pers kepada wartawan usai pembukaan Rapim TNI AU dan Apel Komandan Satuan Tahun 2012 di AAU, Yogyakarta, Kamis. (26/1).&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Yogyakarta - &lt;/strong&gt;Kesiapan operasional TNI Angkatan Udara difokuskan pada  tercapainya kemampuan operasional secara terpadu dari satuan-satuan TNI  Angkatan Udara, dengan demikian kesiapan operasional dan tuntutan  kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM) TNI Angkatan Udara dapat tercapai  dan diandalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Imam  Sufaat, S.IP., pada pembukaan Rapim TNI AU dan Apel Komandan Satuan  Tahun 2012 di AAU, Yogyakarta, Kamis. (26/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapim TNI AU  merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI yang baru saja dilaksanakan dan  sebagai upaya untuk memantapkan konsolidasi dalam jajaran Angkatan  Udara, sehingga lebih memantapkan peran pengabdian sesuai bidangnya  serta kepadulian Angkatan Udara terhadap agenda nasional beserta  dinamikanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sasaran kebijakan TNI AU tahun 2012 adalah:&lt;br /&gt;- Tercapainya right sizing organisasi;&lt;br /&gt;- Terbentuknya Satrad 246 Timika;&lt;br /&gt;- Skadron UAV di Lanud Supadio;&lt;br /&gt;- Peningkatan dari Lanud tipe B ke tipe A (Supadio dan Pekanbaru);&lt;br /&gt;- Peningkatan Lanud tipe C ke tipe B (El Tari Kupang, Patimura Ambon, Manuhua Biak, Ngurah Rai Bali);&lt;br /&gt;- Peningkatan Lanud tipe D ke tipe C (Lanud Morotai);&lt;br /&gt;- Pembentukan Sathar 14, Depohar 10;&lt;br /&gt;- Perubahan nama lanud;&lt;br /&gt;- Terwujudnya implementasi kerjasama dengan Negara sahabat di bidang pendidikan dan latihan operasi;&lt;br /&gt;- Sinkronisasi kerjasama industri dalam negeri;&lt;br /&gt;- Percepatan pengadaan alutsista dan peningkatan kesiapan pesawat;&lt;br /&gt;- Inovasi teknologi litbang;&lt;br /&gt;- Tertib perencanaan dan pengelolaan anggaran serta mewujudkan clean and good governance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  untuk melanjutkan program peningkatan kemampuan alutsista TNI Angkatan  Udara, sudah dicanangkan dalam renstra pembangunan TNI AU tahun  2010-2014. Dari rencana tersebut tahun anggaran 2012 kebutuhan jam  terbang sebanyak 60.061 jam digunakan untuk mendukung kesiagaan  penanggulangan bencana, latihan awak pesawat, operasi, pendidikan dan  kegiatan lainnya. Sedangkan radar membutuhkan jam operasional sebanyak  18 jam perhari.(&lt;a title="TNI-AU Fokus Pada Tercapainya Kemampuan Operasional Secara Terpadu" href="http://tni-au.mil.id/berita/tni-au-prioritaskan-kesiapan-opersional"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Dispen TNI-AU&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-5173773192078611784?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/5173773192078611784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tni-au-fokus-pada-tercapainya-kemampuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5173773192078611784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5173773192078611784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tni-au-fokus-pada-tercapainya-kemampuan.html' title='TNI-AU Fokus Pada Tercapainya Kemampuan Operasional Secara Terpadu'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gxaS3TdmxUA/TyIKgMC_uPI/AAAAAAAAYZg/PcVKc6MkNDQ/s72-c/keterangan-pers-Kasau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6989313845170585882</id><published>2012-01-27T14:36:00.000-08:00</published><updated>2012-03-09T03:50:12.576-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Komisi I DPR : TNI Perlu Cermati Produk Alutsista Turki</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-eQ8shYhHX1s/TyJaKwpGt3I/AAAAAAAAYZs/JZ5JcU-MBlQ/s1600/savunmavestrateji_gzpt_ACVS.jpg" alt="Armored Combat Vehicle (ACV) produksi FNSS Turki. (Foto: FNSS)" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Armored Combat Vehicle (ACV) produksi FNSS Turki. (Foto: FNSS)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Senayan - &lt;/strong&gt;Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berpendapat, alutsista TNI, khususnya untuk kebutuhan tank, jangan hanya berkiblat pada Belanda. Masih ada negara lain yang bisa dijadikan pilihan. Turki adalah salah satunya, mengingat sistem persenjataan Turki  berstandar NATO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dimana Turki pun telah menawarkan skema kerja sama dengan industri pertahanan nasional. Sayangnya, Kemhan belum serius menindaklanjutinya, meski sudah ada MoU di level Presiden dan Menhan," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mahfudz, prioritas modernisasi alutsista harus diberikan ke penguatan kemampuan pengamanan wilayah maritim dengan  prinsip matra terpadu. Selain untuk memperkuat keamanan nasional, modernisasi alutsista juga mesti memberi dampak ekonomi,  yaitu menekan potensi kerugikan ekonomi akibat lalu-lintas ilegal di kawasan maritim Indonesia, termasuk di tiga jalur ALKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, modernisasi alutsista Rp 150 triliun tidak akan punya nilai tambah, tanpa diikuti kebijakan revitalisasi industri pertahanan nasional. SDM BUMNIP (Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan) kita pun saat ini banyak dan sekarang tersebar di banyak negara. Karena itu, saatnya kita berdayakan mereka. End-user produk BUMNIP banyak. Ada TNI, Polri, Kemhub, KKP, BNPT, BNPB, Kemenkominfo, ddan lainnya. Total belanja modal mereka tiap tahun besar," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ekonomi dan politik,kata Mahfudz, posisi Rusia, Cina, dan Turki akan terus menguat. Sehingga Indonesia perlu kembangkan kerja sama dengan negara-negara ini, selain tetap melanjutkan kerja sama dengan AS, Eopa, dan Korsel. Ini implementasi dynamic equilibrium yang digagas Presiden SBY. Kalau tidak, maka itu hanya sekadar retorika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan politik luar negeri dari Kemlu juga harus jadi bagian integral dari kebijakan pengadaan alutsista TNI dan juga bagi Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang selama ini Kemlu belum banyak terlibat atau dilibatkan. Fenomena menguatnya Asia, khususnya Asia Timur harus dikaji dan ditindaklanjuti secara khusus," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Asean misalnya, neraca perdagangan RI dengan Singapura dan Thailand defisit sangat besar. Secara total Indonesia pun mengalami defisit dengan Asean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum lagi Asean plus tiga dan plus enam. Makin berat defisitnya. Cina sudah berhasil ikat Asean dengan CAFTA. Sementara Indonesia masih belum mampu identifikasi aktor-aktor kekuatan yang harus jadi mitra strategis secara ekonomi dan politik. Kita pun masih asyik dengan panggung diplomasi politik di arena regional dan multilateral.Kalo saja kapasitas ekonomi kita belum bisa jadi leverage, minimal kita tidak boleh defisit dalam national self-pride," pungkasnya.(&lt;a title="Komisi I DPR : TNI Perlu Cermati Produk Alutsista Turki" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/tni-juga-perlu-cermati-produk-alutsista-turki"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6989313845170585882?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6989313845170585882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-dpr-tni-perlu-cermati-produk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6989313845170585882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6989313845170585882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-dpr-tni-perlu-cermati-produk.html' title='Komisi I DPR : TNI Perlu Cermati Produk Alutsista Turki'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-eQ8shYhHX1s/TyJaKwpGt3I/AAAAAAAAYZs/JZ5JcU-MBlQ/s72-c/savunmavestrateji_gzpt_ACVS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-9170709390492404927</id><published>2012-01-27T07:35:00.000-08:00</published><updated>2012-03-09T03:13:09.223-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AU'/><title type='text'>Kasau : Dalam Waktu Dekat Delapan Pesawat Tempur Segera Memperkuat TNI-AU</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://i53.tinypic.com/a9qtlk.jpg" alt="Pesawat Tempur TNI-AU" width="250" height="160" /&gt;Yogyakarta - &lt;/strong&gt;Delapan pesawat tempur akan didatangkan dari Rusia dan Brasil  dalam waktu dekat untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan  Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, kata Kepala Staf Angkatan  Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Delapan pesawat tempur itu masing-masing terdiri atas empat  pesawat Sukhoi dari Rusia, dan Super Tucano dari Brasil. Kedelapan  pesawat tempur baru tersebut akan tiba di Indonesia pada 2012-2014,"  katanya di sela Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia (TNI)  Angkatan Udara (AU) di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan  (alutsista) tahap berikutnya, TNI AU hingga 2024 juga akan mendatangkan  pesawat tempur Sukhoi enam unit, Super Tucano 16 unit, MK-53 dari Korea  Selatan 16 unit, Fighting Falcon delapan unit, dan F-16 sebanyak 30  unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan pengadaan alutsista tersebut TNI AU pada 2024 akan memiliki  180 pesawat tempur. Hal itu sebagai upaya TNI AU membangun kekuatan  serta memodernisasi dan meregenerasi alutsista yang dimiliki saat ini,"  kata KSAU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan banyak pesawat yang dimiliki TNI AU saat ini sudah  uzur, usianya rata-rata mencapai 30 tahun, sehingga perlu dilakukan  peremajaan. Jika tidak diganti biaya perawatannya sangat tinggi, apalagi  ada beberapa suku cadang pesawat yang sudah tidak dibuat lagi karena  pabrik yang membuat pesawat sudah tidak beroperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meskipun beberapa pesawat sudah tidak dapat berfungsi secara  maksimal, kami telah memaksimalkan pesawat tempur untuk mengamankan  wilayah Ngara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman luar. Hal  itu juga didukung oleh penambahan alutsista yang didasarkan penghitungan  dari kebutuhan pesawat tempur dan jumlah landasan yang bisa  mengoperasikan pesawat tempur," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, TNI AU sudah mempunyai anggaran rutin dan alutsista  melalui pemerintah yang cukup besar dan pengadaan di Kementerian  Pertahanan (Kemhan) sehingga bisa membeli persenjataan dan pesawat untuk  meningkatkan kemampuan alutsista dan memperkuat pertahanan negara di  udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rencana kesiapan alutsista yang ada untuk melanjutkan program  peningkatan kemampuan alutsista sudah dicanangkan dalam Rencana dan  Strategi (Renstra) Pembangunan TNI AU 2010-2014," kata KSAU.(&lt;a title="Kasau : Dalam Waktu Dekat Delapan Pesawat Tempur Segera Memperkuat TNI-AU" href="http://www.antaranews.com/berita/294651/ksau--delapan-pesawat-tempur-akan-lengkapi-alutsista"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-9170709390492404927?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/9170709390492404927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasau-dalam-waktu-dekat-delapan-pesawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/9170709390492404927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/9170709390492404927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasau-dalam-waktu-dekat-delapan-pesawat.html' title='Kasau : Dalam Waktu Dekat Delapan Pesawat Tempur Segera Memperkuat TNI-AU'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i53.tinypic.com/a9qtlk_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-1858542445846655165</id><published>2012-01-27T07:22:00.001-08:00</published><updated>2012-03-09T02:49:41.302-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AU'/><title type='text'>Kasau : TNI-AU Komitmen Wujudkan Pertahanan Udara Yang Tangguh</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-SWvLFCy8Oco/TaLs08hMpWI/AAAAAAAAI-c/hzNeRga4IRo/s1600/TNI+AU_Detik.jpg" alt="Pesawat Tempur TNI-AU" width="250" height="160" /&gt;YOGYAKARTA - &lt;/strong&gt;TNI AU berkomitmen mewujudkan pertahanan negara di udara  yang tangguh dengan memantapkan visi, persepsi, dan interpretasi dalam  menghadapi perkembangan lingkungan yang dinamis, kata Kepala Staf  Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Komitmen dan  konsistensi merupakan modal penting dalam mewujudkan pertahanan negara  di udara yang tangguh dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista)  yang modern, personel yang profesional, motivasi dan dedikasi yang  tinggi, dan organisasi yang efektif," katanya pada Rapat Pimpinan  (Rapim) TNI AU di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Kamis (26/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  dia, mengacu pada doktrin TNI, Tri Dharma Eka Karma, dan doktrin TNI  AU, Swa Bhuwana Paksa, sasaran pembinaan AU harus dilaksanakan secara  terencana, terprogram, dan berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok-pokok  pembinaan TNI AU ditujukan untuk mewujudkan postur organisasi untuk  mendukung tugas dalam mengatasi setiap ancaman militer dan nonmiliter  serta mampu melaksanakan tugas operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, pembinaan  kekuatan meliputi pembinaan organisasi, personel, logistik, sistem,  doktrin, dan anggaran. Sasaran pembinaan pada 2012 diarahkan unuk  percepatan pembangunan sistem pertahanan negara di udara melalui  peningkatan kinerja yang akuntabel dan terintegrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masa depan  TNI AU adalah tanggung jawab kita, sehingga jika tidak melakukan  perubahan, maka tidak akan ada perbaikan di masa datang. TNI AU akan  semakin tertinggal," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kata dia, perubahan menuju kondisi yang lebih baik di semua bidang harus menjadi tekad jajaran TNI AU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  pula dengan upaya peningkatan kesiapan operasional TNI AU. Prioritas  yang dilakukan tetap difokuskan pada tercapainya kemampuan operasional  secara terpadu dari satuan angkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan demikian, kesiapan  operasional dan tuntutan terhadap kualitas sumber daya manusia TNI AU  dapat dicapai dan diandalkan," kata KSAU.(&lt;a title="Kasau : TNI-AU Komitmen Wujudkan Pertahanan Udara Yang Tangguh" href="http://www.investor.co.id/home/tni-au-berkomitmen-wujudkan-pertahanan-udara-tangguh/28781"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Investor&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-1858542445846655165?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/1858542445846655165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasau-tni-au-komitmen-wujudkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1858542445846655165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1858542445846655165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasau-tni-au-komitmen-wujudkan.html' title='Kasau : TNI-AU Komitmen Wujudkan Pertahanan Udara Yang Tangguh'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-SWvLFCy8Oco/TaLs08hMpWI/AAAAAAAAI-c/hzNeRga4IRo/s72-c/TNI+AU_Detik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6903533432474882693</id><published>2012-01-26T11:54:00.000-08:00</published><updated>2012-03-09T02:22:13.745-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><title type='text'>Danpusenkav : Tank Leopard MBT Paling Handal</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://i191.photobucket.com/albums/z86/danskpanserbilleder/l8-1.jpg" alt="Tank Leopard 2" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;TNI-AD Membutuhkan Tank Jenis MBT, dan TNI Minat dengan Tank Leopard dari Jerman. Tank Leopard 2A6 Dianggap paling Handal dari MBT di kelasnya (Merkava dari Israel, Abrams dari Amerika Serikat dan T-90 asal Rusia).(Foto : Military Photos)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA – &lt;/strong&gt;Pembelian tank tempur utama (main battle tank/MBT) Leopard 2A6  dianggap paling menguntungkan ketimbang memborong MBT jenis  lain.Negosiasi dilakukan tim dari TNI Angkatan Darat dengan pihak  penjual, yakni Belanda dan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Komandan Pusat Kesenjataan  Kavaleri (Danpusenkav) Kodiklat TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Purwadi  Mukson, ada beberapa keuntungan yang didapat jika pemerintah membeli MBT  Leopard, di antaranya transfer of technology (ToT) sehingga dapat  membantu pembangunan industri tank di dalam negeri. “Ada jaminan purna  jual sampai sekian puluh tahun,” ujarnya di Jakarta kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  mengakui,ada berbagai jenis MBT lain dengan kualitas yang mumpuni,  seperti Merkava dari Israel, Abrams dari Amerika Serikat,ataupun T-90  asal Rusia. Pemerintah tidak melirik Merkava karena ToT sulit didapat,  lagi pula belum tentu Israel bersedia melego. “Buat apa kita beli kalau  tidak ada ToT,kita ini kan tidak hanya beli,”katanya. Begitu juga dengan  Abrams dan T-90 masih kalah memikat,setidaknya berdasarkan segi  penggunaan bahan bakar dan harga yang lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua MBT  tersebut memakai satu jenis bahan bakar, sedangkan Leopard multifuel.  Dari segi kemampuan, lanjut dia, Leopard 2A6 memiliki keunggulan jarak  tembak dibandingkan dengan tank buatan Rusia yang kini dipakai Malaysia,  PT-91M, yakni 6 km untuk Leopard dan 5 km untuk PT- 91M. Leopard juga  mampu menyelam dalam air berkedalaman tak lebih dari empat meter dan  mampu menembak siang dan malam. Namun,PT- 91M memiliki kaliber lebih  besar, yakni 125 mm berbanding 120 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Staf Angkatan  Darat (KSAD) TNI Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menuturkan, pada21  Desember 2011lalu dirinya melakukan komunikasi dengan tim dari Belanda  terkait rencana pembelian Leopard di Jakarta.“Besok 30 Januari mereka  mengundang secara resmi kepada saya untuk meninjau ke sana. Mereka  membutuhkan untuk menjual tank itu,”ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian,  proses penjajakan tidak hanya dilakukan dengan pihak Belanda, tapi juga  dari Jerman selaku negara produsen Leopard. “Tanggal 26 esok, tim dari  Jerman datang kepada saya. Saya akan bandingkan apakah lebih baik dari  Jerman atau dari Belanda,”katanya. Dia mengaku tidak menentukan jenis  MBT yang akan dibeli. Semuanya diserahkan kepada prajurit di lapangan  yang nantinya menggunakan alutsista tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya wajib  memenuhi permintaan prajurit. Jangan sampai yang dibutuhkan tidak  dibeli,yang dibeli tidak digunakan,”tuturnya. Pengamat militer dari  Universitas Indonesia Connie Rahakundini Bakrie menyatakan, pengadaan  alutsista sebaiknya memang diserahkan kepada pengguna, bukan oleh elite  politik. Merekalah yang mengetahui senjata seperti apa yang dibutuhkan.(&lt;a title="Danpusenkav : Tank Leopard MBT Paling Handal" href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/463819/44/"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Sindo&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6903533432474882693?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6903533432474882693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/danpusenkav-tank-leopard-mbt-paling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6903533432474882693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6903533432474882693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/danpusenkav-tank-leopard-mbt-paling.html' title='Danpusenkav : Tank Leopard MBT Paling Handal'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6154894509116776054</id><published>2012-01-26T11:06:00.001-08:00</published><updated>2012-03-09T01:45:04.721-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Panglima TNI : Pembelian Tank Leopard Tidak Bisa Asal-Asalan</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.armyvehicles.dk/images/leopard2a4.jpg" alt="Tank Leopard 2A4" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Tank Leopard 2A4 Produksi Jerman&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengungkapkan  pembelian tank Leopard tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.  Menurutnya, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) termasuk &lt;em&gt;main battle tank&lt;/em&gt; (MBT) Leopard dilakukan melalui sejumlah prosedur. “Pembelian alutsista  ada prosedurnya. Proses pertama kami minta persetujuan alokasi, dananya  memungkinkan atau tidak,” kata Panglima TNI usai upacara pembukaan  Operasi Kepolisian Militer 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis  (26/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika alokasi dana yang diajukan TNI mendapat persetujuan  pemerintah dan DPR, pengguna alutsista harus menentukan spesifikasi  teknis alutsista yang dibutuhkan. Selanjutnya, dilakukan tender bebas  kepada pihak-pihak yang dapat menyediakan kebutuhan alutsista tersebut,  “Baru kemudian dipilih yang sesuai dengan standar yang ditentukan,”  papar Panglima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengadaan tank Leopard, jelas dia, baru  sampai pada tahap penjajakan atas tawaran yang diterima TNI untuk  memenuhi kebutuhannya terhadap MBT. TNI, khususnya Angkatan Darat,  hingga saat ini baru memiliki &lt;em&gt;light&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;medium tank&lt;/em&gt;.  “Belum ada kesepakatan, baru pilihan dan opsi-opsi, Leopard hanya salah  satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan kami,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Agus, modernisasi alutsista TNI dilakukan dengan tiga cara. Bagi  alutsista yang sudah tua, akan dihapus dan dinonaktifkan. Alutsista yang  masih bisa ditingkatkan kemampuannya, akan ditingkatkan. Cara terakhir  adalah dengan melakukan pembelian. “Leopard ini masuk dalam pengadaan  baru,” imbuhnya. Modernisasi alutsista ini dilakukan, selain karena  alutsista yang dimiliki saat ini sudah berusia tua, teknologinya pun  sudah tertinggal jauh oleh yang dimiliki negara tetangga.(&lt;a title="Panglima TNI : Pembelian Tank Leopard Tidak Bisa Asal-Asalan" href="http://www.jurnas.com/news/51228/Panglima_TNI:_Pembelian_Leopard_Tak_Bisa_Asal-Asalan/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6154894509116776054?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6154894509116776054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-pembelian-tank-leopard.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6154894509116776054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6154894509116776054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-pembelian-tank-leopard.html' title='Panglima TNI : Pembelian Tank Leopard Tidak Bisa Asal-Asalan'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-3592884952874863666</id><published>2012-01-26T09:45:00.000-08:00</published><updated>2012-03-09T01:26:45.617-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Mafia Alutsista Acak-Acak Rencana Pembelian Tank Leopard 2 Dari Belanda</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.itoday.co.id/images/stories/itoday-images/Pramono_Edhie.jpg" alt="Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (Foto : Istimewa)" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (Foto : Istimewa)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta  -&lt;/strong&gt; Ribut mengenai rencana pembelian tank Leopard 2 dari Belanda ternyata  didalangi mafia Alutsista, karena rencana pembelian tersebut sifatnya G  to G, tidak melibatkan perantara sama sekali. Oleh sebab itu,  mafia-mafia Alutsista itu melobi DPR agar menolak rencana tersebut,  sebab merasa dirugikan. Menurut sumber yang dekat dengan kalangan  politisi di DPR kepada itoday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi menjadi rahasia umum  bahwa setiap pembelian senjata dari luar negeri, mafia Alutsista selalu  ikut-ikutan dan mengatur semua kontrak yang dapat merugikan negara.  Mafia Alutsista ini biasanya mark up harga senjata yang dibeli, menyuap  oknum pejabat di kemhan dan DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan pembelian tank  Leopard 2 dan pembelian senjata untuk kebutuhan TNI AD lainnya, KSAD  Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menegaskan tidak akan menggunakan jasa  perantara, dan tidak akan ada satu sen pun uang negara yang terbuang  percuma. Akibatnya rencana pembelian tank oleh KSAD ditentang  habis-habisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkap RE. Baringbing. Kepada  itoday, Minggu (22/1). Mantan perwira Badan Intelijen Strategis (Bais)  ini mengatakan, setiap pembelian peralatan militer memang selalu ada  “calo.” Intinya, TNI tidak bisa mendapatkan senjata sesuai dengan keingginannya, tetapi harus sesuai dengan kemauan mafia Alutsista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian  hampir serupa juga pernah terjadi di pertengahan dekade 1990-an, dimana  TNI sudah melakukan kajian untuk membeli tank berat. Namun yang  terjadi, TNI justru mendapatkan tank ringan Scorpio buatan buatan Alvis  Vickers, Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikemudian hari baru diketahui, ternyata tank  ringan Scorpio buatan Inggris ini dibeli seharga tank berat Challanger  2. Diduga kasus mark up tersebut melibatkan keluarga Cendana.(&lt;a title="Mafia Alutsista Acak-Acak Rencana Pembelian Tank Leopard 2 Dari Belanda" href="http://www.itoday.co.id/politik/4415-ksad-diperas-mafia-alutsista"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : itoday&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-3592884952874863666?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/3592884952874863666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/mafia-alutsista-acak-acak-rencana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3592884952874863666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3592884952874863666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/mafia-alutsista-acak-acak-rencana.html' title='Mafia Alutsista Acak-Acak Rencana Pembelian Tank Leopard 2 Dari Belanda'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-1263499597328934249</id><published>2012-01-26T09:25:00.001-08:00</published><updated>2012-03-08T20:37:45.394-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesawat Tempur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Russia'/><title type='text'>Rusia Sesuaikan Kebutuhan Sukhoi Pesanan Indonesia</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.itoday.co.id/images/stories/itoday-images/S30lutsista.jpeg" alt="Sukhoi TNI AU (Foto : Istimewa)" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Sukhoi TNI AU (Foto : Istimewa)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Pemerintah Rusia menyesuaikan pemesanan pesawat tempur jenis Sukhoi dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemesanan itu disesuaikan dengan perjanjian, termasuk masalah  tempat duduk Sukhoi, “ kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal  TNI Imam Sufaat kepada itoday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Sufaat juga mengatakan,  pembelian pesawat tempur Sukhoi itu untuk menguatkan pertahanan  Indonesia, bukan untuk menyerang negara tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia  sendiri sudah menggunakan pesawat tempur buatan Sukhoi buatan Rusia  sejak 2003, dan hingga kini sudah mengoperasikan sebanyak 10 unit  Sukhoi, yang terdiri dari tipe Su-27 SK/SKM dan Su-30 MK/MK2. Dan  berencana menambah enam unit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukhoi 27/30 adalah pesawat  tempur bermesin ganda yang digadang-gadang mampu menandingi F-15 buatan  Amerika Serikat (AS), dan memiliki kemampuan membawa senjata lebih  banyak, serta kemampuan jelajah lebih luas ketimbang pesawat tempur  terbaru AS, F-35 Lightning II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan istimewa lainnya dari pesawat tempur ini adalah kemampuan manuvernya yang tidak biasa. Dengan teknologi &lt;em&gt;thrust vectoring nozzle&lt;/em&gt; yang dimilikinya, Sukhoi mampu melakukan manuver dengan sudut sempit seperti manuver Cobra Pugachev.(&lt;a title="Rusia Sesuaikan Kebutuhan Sukhoi Pesanan Indonesia" href="http://www.itoday.co.id/politik/4400-rusia-sesuaikan-kebutuhan-sukhoi-pesanan-indonesia"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : itoday &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-1263499597328934249?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/1263499597328934249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/rusia-sesuaikan-kebutuhan-sukhoi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1263499597328934249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1263499597328934249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/rusia-sesuaikan-kebutuhan-sukhoi.html' title='Rusia Sesuaikan Kebutuhan Sukhoi Pesanan Indonesia'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-9077675083036909357</id><published>2012-01-26T09:12:00.000-08:00</published><updated>2012-03-08T19:05:31.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Untuk Mendukung Modernisasi Alutsista, Pemerintah Genjot Pembangunan Industri Pendukung</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Lhmtl0zANVk/TNUeSkGcxJI/AAAAAAAAGOM/s5Ynw9mbpdQ/s320/Kaltim+Nitrate+Indnesia.jpg" alt="Untuk Mendukung Modernisasi Alutsista, Pemerintah Genjot Pembangunan Industri Pendukung" width="250" height="160" /&gt;Bontang - &lt;/strong&gt;Kementrian Pertahanan menggenjot pembangunan industri pendukung  di antaranya industri bahan baku bahan peledak untuk mendukung  modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat  ini, Indonesia telah mampu memproduksi bahan peledak, namun dengan bahan  baku yang didatangkan dari luar negeri. “Dalam modernisasi alutsista  harus dipikirkan juga amunisinya, karenanya kami mendorong pembangunan  industri bahan peledak. Selama ini kami mengimpor propellant yang  menjadi bahan baku bahan peledak,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie  Sjamsoeddin saat meninjau kesiapan produksi perdana PT Kaltim Nitrate  Indonesia (KNI) di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (25/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri  seperti ini, tutur Sjafrie, merupakan industri pendukung pertahanan  karena dapat mendukung kebutuhan alutsista bagi TNI serta alat dan  material khusus (almatsus) bagi Polri. "Selain itu, dari sini industri  pertahanan nonmiliter bisa dikembangkan," jelas Wamenhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya  Sjafrie menolak jika kunjungannya ini dikaitkan dengan kepentingan  bisnis. Menurut dia, Kemhan berwenang mengatur perizinan Badan Usaha  Bahan Peledak berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 125/1999 tentang  Bahan Peledak yang merupakan salah satu kebijakan strategis nasional di  bidang bahan peledak. "Ini industri pendukung pertahanan. Persoalannya  di bahan peledak, bukan persoalan komersial. Kami tidak melihat dari  aspek bisnis," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, tambahnya, kebijakan Kemhan  2010-2014 adalah defense supporting economy yang menjadikan Kemhan fokus  terhadap bidang pertahanan yang dapat mendukung perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesia Butuh 700 Ribu Ton Bahan Peledak Tiap Tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignright" style="float: right; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-AC9KHbQrO_Q/TyC4DZxd_0I/AAAAAAAAYYk/YX1kAm3qHoo/s400/Sjafrie-1.jpg" alt="Untuk Mendukung Modernisasi Alutsista, Pemerintah Genjot Pembangunan Industri Pendukung" width="250" height="160" /&gt;&lt;/strong&gt;KEBUTUHAN Indonesia terhadap bahan baku bahan peledak yaitu amonium nitrat mencapai 700 ribu ton per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan, jumlah ini untuk memenuhi kebutuhan peledak komersial dan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebutuhan  700 ribu ton per tahun, tapi belum bisa terpenuhi kapasitas itu. Ini  peluang dan tantangan,”kata Wemenhan saat meninjau kesiapan produksi  perdana PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang Kalimantan Timur,  Rabu (25/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berharap, KNI yang akan memulai produksi Februari mendatang dapat membantu pemenuhan kebutuhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan  Kementerian Pertahanan dalam pengoperasian pabrik ini, jelas Sjafrie,  sejalan dengan kebijakan pertahanan 2010-2014 yaitu defence supporting  economy. Menurut dia, kehadiran KNI dapat memberikan keuntungan timbal  balik antara Kemhan dan KNI, serta bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager  Operasi PT KNI Indra Prasetyo mengungkapkan, kebutuhan Indonesia  terhadap bahan peledak cukup besar. Selama ini, PT Pindad telah  memproduksi bahan peledak, namun bahan bakunya masih mengandalkan  import. Jika bahan baku bahan peledak dapat dipenuhi oleh industri dalam  negeri, kata Indra, Indonesia bisa melakukan penghematan yang cukup  besar. “Bisa menyumbang devisa sebesar US$150 juta kalau bisa produksi  sendiri,”ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Pabrik PT. Kaltim Nitrate Indonesia (PT KNI)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-OBCOB__ASFM/TyDnx7ZJrvI/AAAAAAAAYZI/GcVqI0U4dd8/s400/2012-01-26_124135.jpg" alt="Untuk Mendukung Modernisasi Alutsista, Pemerintah Genjot Pembangunan Industri Pendukung" width="250" height="160" /&gt;&lt;/strong&gt;Dari  pertama dibangunnya Pabrik Ammonium Nitrat PT. KNI pada tahun 2009  hingga kini kesiapan dari konstruksi mencapai 99%, dengan kata lain  pabrik siap dioperasikan. Rencananya akan dioperasikan pada Febuari 2012  mendatang dan melibatkan 160 tenaga kerja yang terdiri dari tenaga  engineer, teknisi dan dibantu oleh 2 tenaga dari luar negeri. Sementara  itu sekitar 80 teknisi sudah menjalani proses training di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT  Kaltim Nitrate Indonesia menggandeng PT Rekayasa Industri membangun  pabrik amonium nitrat (bahan peledak) senilai US$ 173 juta yang  berlokasi di Kaltim Industrial Estate, Bontang, Kalimantan Timur ini.  Pabrik milik PT. Kaltim Nitrate Indonesia yang ada di Bontang,  Kalimantan Timur merupakan Pabrik ammonium nitrate terbesar di Asia.   Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 10 hektar ini diperkirakan  memiliki kapasitas produksi ammonium Nitrate sebesar 300.000 ton per  tahun atau sebesar 970 metri ton per hari. Lisensi teknologi proses  untuk pabrik ini diperoleh dari UHDE Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan beroperasinya  pabrik PT KNI di Bontang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ammonium  nitrate dalam negeri sebesar 300.000 ton per tahunnya. Selama ini  pemenuhan ammonium nitrate baru sekitar 10%-nya saja yang dapat dipenuhi  dari pasokan dalam negeri. Bahan baku utama berupa amoniak (NH3) akan  disuplai oleh perusahaan-perusahaan lokal di Kalimantan Timur. Produksi  amonium nitrat akan memenuhi kebutuhan pasar domestik akan bahan baku  peledak komersil untuk industri pertambangan.(&lt;a title="Untuk Mendukung Modernisasi Alutsista, Pemerintah Genjot Pembangunan Industri Pendukung" href="http://www.jurnas.com/news/51127/Modernisasi_Alutsista_Butuh_Industri_Pendukung/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-9077675083036909357?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/9077675083036909357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/untuk-mendukung-modernisasi-alutsista.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/9077675083036909357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/9077675083036909357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/untuk-mendukung-modernisasi-alutsista.html' title='Untuk Mendukung Modernisasi Alutsista, Pemerintah Genjot Pembangunan Industri Pendukung'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Lhmtl0zANVk/TNUeSkGcxJI/AAAAAAAAGOM/s5Ynw9mbpdQ/s72-c/Kaltim+Nitrate+Indnesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6295978057877054887</id><published>2012-01-25T12:04:00.001-08:00</published><updated>2012-03-08T03:20:02.859-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><title type='text'>Kasal : Rapim TNI-AL Sebagai Penyampai Kebijakan &amp; Masukan Langsung</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-7HXCZsZ0jCE/Tx-Ojfjfk8I/AAAAAAAAYYY/NitdNTIK6vc/s400/RapimTNIAL240112-3.JPG" alt="Rapat Pimpinan TNI AL" width="230" height="140" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Soeparno (tengah), Wakil Kasal, Laksamana Madya TNI, Marsetio (kiri), dan Asisten Pengamanan Kasal, Laksamana Muda TNI, I Putu Yuli Adnyana (kanan), saat Rapat Pimpinan TNI AL di Cilangkap, Jakarta, Selasa( 24/1). Rapat Pimpinan TNI AL yang diikuti oleh para pejabat penentu kebijakan dan pelaksana, mengangkat tema, "Dengan dilandasi semangat baru, TNI Angkatan Laut bertekad menuntaskan reformasi birokrasi dan pembangunan kekuatan pokok minimum menuju terwujudnya TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani". (Foto: ANTARA/ Ujang Zaelani/ss/pd/11)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Rapim TNI Angkatan Laut adalah forum rapat pimpinan TNI Angkatan Laut yang dihadiri oleh para pejabat penentu kebijakan dan pelaksana, dengan maksud untuk menyampaikan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut, sekaligus sebagai media untuk menerima masukan secara langsung dari peserta Rapim, hal tersebut dikatakan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno saat membuka Rapim TNI AL tahun 2012 di Auditorium Detasemen Markas, Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (24/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Marsetio,M.M tersebut mengangkat tema, "Dengan Dilandasi Semangat Baru, TNI Angkatan Laut Bertekad Menuntaskan Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum (MEF) Menuju Terwujudnya TNI Angkatan Laut yang Handal dan Disegani".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapim TNI AL yang berlangsung selama satu hari tersebut akan membahas tentang Kebijakan dari Panglima TNI Tahun 2012 dengan sasaran meliputi, peningkatan kesiapan operasional melalui program pemantapan satuan,  peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program pendidikan dan latihan, peningkatan kesejahteraan prajurit dan PNS beserta keluarganya, serta peningkatan tertib administrasi dan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membahas kebijakan dari Panglima TNI, Rapim TNI AL Tahun 2012 ini membahas pula beberapa substansi dan memperdalam berbagai sasaran program yang akan dilaksanakan oleh TNI AL tahun 2012, diantaranya:&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt; &lt;li&gt; Upaya pengoptimalisasian pendekteksian dini terhadap kegiatan-kegiatan yang berpotensi terhadap terjadinya pelanggaran hukum di laut dan gangguan keamanan di wilayah yurisdiksi nasional.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Kesiapan operasional dan gelar operasi berdasarkan prioritas perkiraan ancaman dan dinamika lingkungan strategis baik OMP dan OMSP dengan memanfaatkan semaksimal mungkin data intelijen operasi dan data dari pengamatan IMSS.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Kegiatan pengadaan alutsista secara bertahap dalam rangka mewujudkan MEF dengan memberdayakan industri dalam negeri dan upaya Transfer Of Technology(TOT).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Melanjutkan pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana pangkalan meliputi dermaga, runway, shelter pesud, bengkel dan dockyard, messing, fasilitas kesehatan, tangki timbun dan jaringan listrik dengan prioritas pembangunan di daerah rawan konflik untuk mendukung penyelenggaraan operasi dan latihan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Upaya memantapkan peningkatan kesiapan satuan operasional melalui program pengadaan, revitalisasi, modernisasi alutsista beserta sarana dan prasarana pendukung lainnya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang terencana dan latihan bertingkat serta berlanjut.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Upaya mewujudkan pembinaan program dan anggaran sesuai arah kebijakan program anggaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah serta berdasarkan skala prioritas.&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu dibahas juga upaya dari TNI AL dalam meningkatkan dan membangun kemampuan TNI AL diantaranya:&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Membahas rencana pembentukan Komando Wilayah Laut (Kowila) RI di Surabaya, Komando Armada (Koarmada) Timur di Sorong, Koarmada Tengah di Makassar, Koarmada Barat di Jakarta, dan Divisi-3 Marinir di Sorong, serta  melanjutkan pembangunan gedung Mako Lanal Melonguane dan Morotai.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Peningkatan pelaksanaan tugas TNI AL melalui Operasi Militer untuk Perang (OMP) dengan melaksanakan operasi pengamanan perbatasan wilayah laut, Malacca Strait Sea Patrol (MSSP) dan operasi siaga tempur laut wilayah Barat dan Timur.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Peningkatan pelaksanaan tugas TNI AL melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP) antara lain patroli terkoordinasi dengan negara tetangga (India, Thailand, Malaysia, Singapura, Philipina dan Australia).  Operasi pengamanan obyek vital nasional dan obyek vital TNI, operasi anglamil, operasi khusus menghadapi aksi kekerasan bersenjata di laut, operasi khusus menghadapi gerakan separatis bersenjata, operasi bantuan bencana dan SAR, operasi bantuan kepada pemerintah, operasi PAM VVIP,  pam ALKI, opskamla, operasi perdamaian dunia, operasi gaktib dan yustisi.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Peningkatan pelaksanaan tugas TNI AL dalam operasi penegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional Indonesia serta operasi surta hidrografi.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Peningkatan pelaksanaan tugas diplomasi Angkatan Laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri pemerintah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Peningkatan pelaksanaan tugas TNI AL dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;Peningkatan pelaksanaan pemberdayaan wilayah pertahanan matra laut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para Petinggi TNI AL yang ikut dalam kegiatan ini diantaranya Irjenal, Koorsahli Kasal, para Asisten Kasal, Kepala Dinas jajaran Mabes TNI AL, Pangkotama TNI AL, serta sejumlah pejabat TNI AL yang berdinas di Mabes TNI, Kementerian Pertahanan RI, Lemhannas, Wantanas, Kementerian Polhukam, Setmilpres, Bakorkamla, Basarnas, BIN, Mahkamah Agung RI, dan Universitas Pertahanan Jakarta.(&lt;a title="Kasal : Rapim TNI-AL Sebagai Penyampai Kebijakan &amp;amp; Masukan Langsung" href="http://www.tnial.mil.id/tabid/79/articleType/ArticleView/articleId/1731/Default.aspx"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Dispen TNI-AL&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6295978057877054887?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6295978057877054887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasal-rapim-tni-al-sebagai-penyampai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6295978057877054887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6295978057877054887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasal-rapim-tni-al-sebagai-penyampai.html' title='Kasal : Rapim TNI-AL Sebagai Penyampai Kebijakan &amp; Masukan Langsung'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7HXCZsZ0jCE/Tx-Ojfjfk8I/AAAAAAAAYYY/NitdNTIK6vc/s72-c/RapimTNIAL240112-3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-3823594444427373103</id><published>2012-01-25T10:38:00.001-08:00</published><updated>2012-03-08T02:04:15.692-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelijen'/><title type='text'>KSAD : TNI-AD Segera Tingkatkan Kemampuan Intelijen</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://img.antaranews.com/new/2011/10/small/20111017q15.jpg" alt="KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (FOTO ANTARA)" width="230" height="150" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (FOTO ANTARA)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #BC681B;"&gt;"....Rencana peningkatan  kemampuan personel TNI AD itu juga meliputi komando kewilayahan yang  dimulai dari tingkat babinsa hingga Komando Daerah Militer (Kodam)...."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie  Wibowo mengatakan TNI AD akan meningkatkan kemampuan intelijennya guna  mengantisipasi ancaman terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berkeinginan meningkatkan kemampuan satuan intelijen dalam  rangka pemantauan, khususnya terorisme di daerah," kata Pramono Edhie di  sela Rapat Pimpinan TNI Angkatan Darat Tahun 2012, di Jakarta, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KSAD mengatakan rencana peningkatan kemampuan personel TNI AD itu  juga meliputi komando kewilayahan yang dimulai dari tingkat babinsa  hingga Komando Daerah Militer (Kodam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan ada latihan khusus tingkat brigade, yang diikuti tiga batalyon  beserta satuan pendukung dan latihan antar kecabangan Angkatan Darat,"  kata Pramono Edhie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait potensi ancaman yang seringkali muncul di wilayah perbatasan  Indonesia, Pramono Edhie mengatakan penggelaran operasi satuan Angkatan  Darat sudah menjangkau berbagai titik rawan perbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau di Papua kita ada empat batalyon, Kalimantan dua batalyon,  juga satu batalyon masing-masing dekat perbatasan Timor Leste dan  wilayah rawan konflik di Ambon," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pramono Edhie semua itu dilakukan dalam rangka menjaga  kedaulatan sambil meningkatkan kewaspadaan semua rakyat Indonesia yang  ada di perbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bisa pastikan nasionalisme rakyat yang tinggal di perbatasan  itu sangat tinggi, kedaulatan tetap milik kita," kata Pramono Edhie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau soal ancaman, pada prinsipnya kita masih berprinsip bahwa  negara tetangga itu masih kawan, sehingga upaya penyelesaian konflik  secara damai tetap diutamakan," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah komando TNI Angkatan Darat saat ini terbagi menjadi 19  Komando Deaerah Militer (Kodam) yang tersebar mulai wilayah paling  Barat, Kodam Iskandar Muda, hingga Kodam XVII/Cendrawasih di Papua.(&lt;a title="KSAD : TNI-AD Segera Tingkatkan Kemampuan Intelijen " href="http://www.antaranews.com/berita/294306/ksad-tni-ad-akan-tingkatkan-kemampuan-intelijen"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-3823594444427373103?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/3823594444427373103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ksad-tni-ad-segera-tingkatkan-kemampuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3823594444427373103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3823594444427373103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ksad-tni-ad-segera-tingkatkan-kemampuan.html' title='KSAD : TNI-AD Segera Tingkatkan Kemampuan Intelijen'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-8647547632418120652</id><published>2012-01-25T09:15:00.000-08:00</published><updated>2012-03-08T01:13:08.262-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Wamenhan : RI Tidak Khawatir Belanda Tak Mau Jual Leopardnya, Masih Ada Jerman</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/24/Leopard_2_A5_der_Bundeswehr.jpg/800px-Leopard_2_A5_der_Bundeswehr.jpg" alt="Tank Leopard 2A5" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Tank Leopard 2A5 Jerman&lt;br /&gt;TNI Khususnya TNI-AD membutuhkan Main Battle Tank (MBT) sekelas Tank Leopard(Foto : Wiki Pedia)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Bontang - &lt;/strong&gt;WAKIL Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan tidak khawatir  dengan penolakan parlemen Belanda atas penjualan tank Leopard ke  Indonesia. Menurutnya, jika memang Belanda tidak mau menjual, sudah ada  negara lain yang juga menawarkan pada Indonesia. “Jerman sebagai negara  produsen juga menawarkan pada Indonesia,” kata Sjafrie usai meninjau  kesiapan produksi perdana PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang,  Kalimantan Timur, Rabu (25/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Sjafrie, tawaran Belanda  adalah tank bekas yang jika jadi dibeli oleh Indonesia akan diupgrade  kemampuannya. Sedangkan Leopard yang ditawarkan Jerman adalah &lt;em&gt;refurnishment&lt;/em&gt;, “Jadi bukan bekas, karena sudah ditingkatkan lebih dulu kemampuannya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  begitu, Sjafrie menegaskan Indonesia akan lebih diuntungkan dengan  membeli pada Belanda. Dengan dana US$280 juta, Indonesia akan mendapat  100 unit tank Leopard. “Kalau di tempat lain tidak bisa. Dana itu kami  alokasikan untuk 44 tank, tapi bisa mendapat 100 unit,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya,  Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan penolakan yang muncul  dari kalangan parlemen Belanda bukanlah sikap resmi parlemen maunpun  Pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda sendiri telah mendesak kepastian  Indonesia dalam membeli tank mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnomo juga mengatakan, kebutuhan Indonesia sebenarnya pada &lt;em&gt;main battle tank&lt;/em&gt; (MBT), bukan pada Leopard. Bisa saja MBT yang dibeli Indonesia bukan  jenis Leopard. Sementara itu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal  TNI Pramono Edhie Wibowo menyatakan, Jerman yang juga menawarkan  Leopard-nya akan segera melakukan pertemuan dengan Indonesia.(&lt;a title="Wamenhan : RI Tidak Khawatir Belanda Tak Mau Jual Leopardnya, Masih Ada Jerman" href="http://www.jurnas.com/news/51145/Wamenhan:_Jika_Belanda_Tak_Mau_Jual_Leopard,_Masih_Ada_Jerman/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-8647547632418120652?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/8647547632418120652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/03/wamenhan-ri-tidak-khawatir-belanda-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8647547632418120652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8647547632418120652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/03/wamenhan-ri-tidak-khawatir-belanda-tak.html' title='Wamenhan : RI Tidak Khawatir Belanda Tak Mau Jual Leopardnya, Masih Ada Jerman'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-845542306436909862</id><published>2012-01-25T07:04:00.001-08:00</published><updated>2012-03-08T00:10:14.047-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korea Utara'/><title type='text'>AU Korut Laksanakan Latihan Perang Musim Dingin</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.acig.org/artman/uploads/dprkaf_mig-29c.jpg" alt="MiG-29S Korea Utara" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;MiG-29S Korea Utara(Foto Acig.org)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Seoul - &lt;/strong&gt;Angkatan Udara Korea Utara melakukan latihan militer lagi  pada musim dingin ini kendatipun pemimpin mereka Kim Jong-Il meninggal,  kata satu laporan, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan militer Korut untuk musim dingin dimulai akhir November  lalu, tidak menunjukkan satu kegiatan-kegiatan yang "luar biasa" setelah  kematian Kim Jong-Il 17 Desember, kata kantor berita Korea Selatan  Yonhap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan tetapi, kami melihat sedikit peningkatan dalam jumlah pesawat  angkatan udara ikut serta dalam latihan itu," kata seorang pejabat  pemerintah yang dikutip Yonhap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korut akan tetap melaksanakan latihan gabungannya dengan pasukan  Amerika Serikat Maret sementara Pyongyang tidak mengendorkan sikap  kerasnya terhadap Seoul, kata Yonhap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra bungsu Kim, Kim Jong-Un  mengunjungi satuan-satuan militer  sebagai panglima angkatan bersenjata dalam usaha untuk memperkuat  kepercayaan militer terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jong-Un, yang diperkirakan berusia 20-tahun, diangkat menjadi  pemimpin tertinggi dan komandan  militer yang beranggotakan 1,2 juta  personil setelah ayahnya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah baru itu berikrar akan membalas serangan Seoul  karena  apa yang disebutnya tidak menghormati masa berkabung bagi almarhum  ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan lintas perbatasan tinggi sejak Korsel menuduh Korut  menorpedo sebuah kapal perang yang menewaskan 46 prajuritnya Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korut membantah terlibat dalam insiden itu  tetapi delapan bulan  kemudian menembak satu pulau perbatasan Korsel yang menewaskan empat  orang termasuk dua marinir.(&lt;a title="AU Korut Laksanakan Latihan Perang Musim Dingin" href="http://www.antaranews.com/berita/294230/au-korut-lakukan-latihan-perang"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-845542306436909862?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/845542306436909862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/au-korut-laksanakan-latihan-perang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/845542306436909862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/845542306436909862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/au-korut-laksanakan-latihan-perang.html' title='AU Korut Laksanakan Latihan Perang Musim Dingin'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-984645083424887574</id><published>2012-01-24T17:50:00.001-08:00</published><updated>2012-03-07T23:51:31.146-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>DPR Setuju Beli MBT, Tolak Tank Leopard Bekas Belanda</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.jurnas.com/fototmp/detail/39262-51047-2175766-0-da821a7b787aab489c73c5c09d866cae.jpg" alt="Tank tempur canggih buatan AS, Abrams M1A2" width="230" height="140" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;PARK JI-HWAN / AFP&lt;br /&gt;Tank tempur canggih buatan AS, Abrams M1A2 dalam sebuah latihan perang bersama. Indonesia bisa menjadikan tank ini sebagai alternatif untuk dijadikan main battle tank.&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Meskipun menolak pengadaan tank bekas Pemerintah Belanda jenis Leopard 2A6, DPR menegaskan menyetujui pengadaan &lt;em&gt;main battle tank&lt;/em&gt; (MBT). DPR dan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan serta TNI akan memperdalam kajian terhadap kebutuhan MBT ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk  pengadaan MBT kami setuju. Tapi untuk detailnya perlu pembahasan. Kami  senang ada dialog, karena mereka sebelumnya tidak terbuka dan kesannya  sudah pasti akan membeli Leopard,” kata wakil Ketua Komisi I DPR RI  Tubagus Hasanuddin usai raker Komisi I dengan Kementerian Pertahanan dan  TNI di Jakarta, Selasa (24/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menuturkan, penolakan DPR  terhadap rencana pembelian tank Leopard bukan hanya atas pertimbangan  kecocokan dengan wilayah geografis Indonesia, tapi juga pertimbangan  rencana strategis (renstra), anggaran, dan ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam raker  tersebut terungkap kebutuhan TNI adalah pada MBT, bukan pada Leopard.  Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebutkan, MBT yang dibeli  tidak harus Leopard asal memenuhi spesifikasi kebutuhan TNI sebagai  pengguna. “Kami akan memperdalam semua aspek, karena jumlah uang belum  disepakati dan TNI sendiri ternyata belum memutuskan pembelian Leopard,”  imbuh Tubagus.(&lt;a title="DPR Setuju Beli MBT, Tolak Tank Leopard Bekas Belanda" href="http://www.jurnas.com/news/51047/Tank_Leopard_Bekas_Belanda_Ditolak,_DPR_Setujui_MBT/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-984645083424887574?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/984645083424887574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dpr-setuju-beli-mbt-tolak-tank-leopard.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/984645083424887574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/984645083424887574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dpr-setuju-beli-mbt-tolak-tank-leopard.html' title='DPR Setuju Beli MBT, Tolak Tank Leopard Bekas Belanda'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4012519434068785384</id><published>2012-01-24T17:45:00.001-08:00</published><updated>2012-03-07T23:35:25.854-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Missil'/><title type='text'>TNI-AD Berminat Peluncur Roket Canggih HIMARS</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/82/HIMARS.jpg/751px-HIMARS.jpg" alt="HIMARS" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) Produk Amerika, Merupakan peluncur yang mampu menembakkan enam roket dalam waktu 45 detik.(Foto : Wikipedia)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Selain pengadaan &lt;em&gt;main battle tank&lt;/em&gt;, TNI AD juga melirik &lt;em&gt;multiple launch rocket system&lt;/em&gt; (MLRS) untuk penguatan pertahanan darat. MLRS ini juga dapat difungsikan sebagai antipesawat tempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala  Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo dalam  paparannya saat raker antara Komisi I dan Kementerian Pertahanan  mengungkapkan, rencana pengadaan MLRS ini sudah dimasukkan dalam  shopping list alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AD. Salah satu  yang menjadi incaran adalah rudal tangguh High Mobility Artilery Rocket  System (HIMARS). “Untuk penangkis serangan udara karena yang kami punya  saat ini kelahiran tahun 1960-an. Setelah tahu harganya akan kami  sampaikan,”kata KSAD di gedung DPR RI, Selasa (24/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  memiliki senjata canggih semacam ini, KSAD yakin, Indonesia akan  memiliki efek gentar terhadap negara-negara lain sehingga tidak akan  mengganggu kedaulatan negara. Tidak kalah dengan tank Leopard yang mampu  merontokkan beberapa tank dengan hanya satu tank Leopard, HIMARS ini  memiliki jarak tembak sejauh 70 km dengan akurasi 10 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahkan  jarak tembaknya bisa ditingkatkan menjadi 300 km. Sehingga negara lain  akan gentar. Tak akan ada lagi patok Indonesia diusik. &lt;em&gt;Lu cabut patok, gue sikat&lt;/em&gt;," selorohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncur roket HIMARS yang dikembangkan Lockheed Martin pada 1996 adalah senjata &lt;em&gt;mobile&lt;/em&gt; dengan setiap peluncur yang mampu menembakkan enam roket dalam waktu 45  detik. Selain Amerika Serikat, yang merupakan negara produsen, Uni  Emirat Arab dan Singapura juga telah memiliki rudal canggih ini. HIMARS  baru diproduksi secara resmi melalui kontrak yang ditanda tangani pada  Desember 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, KSAD menyebutkan telah menyusun daftar belanja (&lt;em&gt;shopping list&lt;/em&gt;)  pengadaan alutsista untuk mencapai Minimum Essential Forces. Selain MBT  dan MLRS, TNI AD juga akan melakukan pengadaan helikopter serang,  meriam 155 dengan jarak tembak 40 km, dan helikopter serbu.(&lt;a title="TNI-AD Berminat Peluncur Roket Canggih HIMARS" href="http://www.jurnas.com/news/51045/TNI_AD_Lirik_Peluncur_Roket_Canggih,_HIMARS_/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4012519434068785384?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4012519434068785384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tni-ad-berminat-peluncur-roket-canggih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4012519434068785384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4012519434068785384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tni-ad-berminat-peluncur-roket-canggih.html' title='TNI-AD Berminat Peluncur Roket Canggih HIMARS'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-1203616122217874118</id><published>2012-01-24T17:38:00.001-08:00</published><updated>2012-03-07T21:20:10.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Tank Leopard 2 Jadi Andalan AD Eropa Dan Singapura Memiliki 96 Unit</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8d/Leo2A6M_re.jpg/800px-Leo2A6M_re.jpg" alt="Tank tempur Leopard 2A6M" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Tank tempur Leopard 2A6M&lt;br /&gt;Tank Leopard diproduksi oleh Krauss-Maffei Wegmann Jerman dan saat ini Singapura memiliki 96 unit MBT Leopard.&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Tank tempur Leopard 2 merupakan produk yang dikembangkan oleh  Krauss-Maffei, sekarang Krauss-Maffei Wegmann (KMW), Munchen, Jerman.  Leopard 2 adalah penerus varian Leopard 1, yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Juni  2010, KMW meluncurkan generasi tank tempur utama, Leopard 2 A7 +. Tank  ini terbukti berhasil dan berkualitas oleh tentara Jerman. Fitur  utamanya meliputi perlindungan &lt;em&gt;modular kit&lt;/em&gt;, daya tahannya ditingkatkan, mobilitasnya, dan kemampuan jelajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  Juli 2011, KMW sepakat menjual sekitar 200 Leopard 2 A7 + ke Arab  Saudi. Leopard 2 diproduksi pertama kali tahun 1979. Hingga kini sudah  dipakai militer Austria, Kanada, Chili, Denmark, Finlandia, Jerman,  Yunani, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Singapura, Swiss, Swedia,  Spanyol dan Turki, dengan lebih dari 3.200 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Februari  2003, Belanda meningkatkan 180 tank Leopard 2A5 menjadi konfigurasi  Leopard 2A6. Pada Desember 2006, Singapura membeli 66 Leopard 2A4 yang  sudah diperbaharui dari AD Jerman, ditambah 30 tank tambahan untuk suku  cadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tank-tank mulai digunakan Angkatan Darat Singapura ,  September 2008. Adapun Leopard 1 pertama kali diproduksi 1963 oleh  Krauss-Maffei untuk Departemen Pertahanan Jerman dan lebih dari 6.000  kendaraan telah diekspor ke Belgia, Denmark, Jerman, Yunani, Italia,  Kanada, Belanda, Norwegia, Turki dan Australia.(&lt;a title="Tank Leopard 2 Jadi Andalan AD Eropa Dan Singapura Memiliki 96 Unit" href="http://www.jurnas.com/news/51042/Leopard_2_Andalan_AD_Eropa,_Singapura_Punya_96_Unit/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-1203616122217874118?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/1203616122217874118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tank-leopard-2-jadi-andalan-ad-eropa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1203616122217874118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1203616122217874118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tank-leopard-2-jadi-andalan-ad-eropa.html' title='Tank Leopard 2 Jadi Andalan AD Eropa Dan Singapura Memiliki 96 Unit'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4188716563460966784</id><published>2012-01-24T17:34:00.001-08:00</published><updated>2012-03-07T17:28:32.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Pembelian Tank Leopard Belum Sampai Pada Tahap Keputusan</title><content type='html'>&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9c/Leo2A5.JPG" alt="Tank Leopard 2A5" width="230" height="120" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Tank Leopard 2A5&lt;br /&gt;TNI membutuhkan Main Battle Tank (MBT) sekelas Tank Leopard Buatan jerman(Foto : Wiki Pedia)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Kementerian Pertahanan beserta TNI dalam raker bersama Komisi I DPR RI  mengungkapkan pengadaan tank Leopard untuk TNI Angkatan Darat belum  sampai pada tahap keputusan. Namun begitu, dipastikan TNI sangat  memerlukan &lt;em&gt;main battle tank&lt;/em&gt; (MBT) meskipun bukan Leopard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri  Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebutkan, MBT yang akan dibeli  Indonesia bisa jadi bukan Leopard. "Mungkin bukan Leopard, tapi tetap  MBT," kata Purnomo di gedung DPR, Selasa (24/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini  diperkuat oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono  Edhie Wibowo yang menyatakan kebutuhan TNI AD bukanlah Leopard,  melainkan MBT. Leopard dipilih atas pertimbangan kapabilitas dan  teknologi serta kemampuannya dalam melakukan operasi dan pertempuran di  segala medan dan cuaca termasuk negara tropis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MBT jenis Leopard  2A6 milik pPemerintah Belanda ini, lanjut KSAD, menjadi pertimbangan  karena kondisinya cukup bagus dengan harga yang relatif murah.  "Kondisinya cukup baik karena jarang dipakai," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, pembelian Leopard baru pada tahap negosiasi harga yang belum mencapai kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TNI  AD mengalokasikan US$280 juta untuk melakukan pengadaan MBT. Dana ini  sebelumnya direncanakan untuk membeli 44 unit MBT. Namun dengan tawaran  Belanda, dana sebesar itu dapat memperoleh 100 unit tank Leopard.(&lt;a title="Pembelian Tank Leopard Belum Sampai Pada Tahap Keputusan" href="http://www.jurnas.com/news/51041/Pembelian_Tank_Leopard_Belum_Diputuskan/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4188716563460966784?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4188716563460966784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pembelian-tank-leopard-belum-sampai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4188716563460966784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4188716563460966784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pembelian-tank-leopard-belum-sampai.html' title='Pembelian Tank Leopard Belum Sampai Pada Tahap Keputusan'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-1588609052858598864</id><published>2012-01-24T17:30:00.001-08:00</published><updated>2012-03-07T02:44:00.869-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Belanda Ngambang, Jerman Tawarkan Tank Leopard Pada Indonesia</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f6/Holland_Leopard_2A6.jpg" alt="Holland Leopard 2A6" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Selain Indonesia, Timor Leste dan Papua Nugini Belom memiliki MBT.(Foto : Wikipedia)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Selain Belanda, ternyata Jerman juga menawarkan tank  Leopard pada Indonesia. Perwakilan negara pembuat tank tempur (MBT) itu  bahkan akan datang ke Indonesia untuk melakukan pembicaraan terkait  rencana jual beli ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanggal 26 nanti tim Jerman akan datang  ke Indonesia. Jadi kami bisa membandingkan apakah lebih baik membeli di  Jerman atau Belanda,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal  TNI Pramono Edhie Wibowo dalam raker antara Komisi I dengan Kemhan dan  Panglima TNI di gedung DPR, Selasa (24/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut KSAD,  persoalan ketidaksetujuan parlemen Belanda terhadap penjualan Leopard  pada Indonesia sudah disampaikan pada pemerintah Belanda. Dalam  pertemuan dengan Belanda, 21 Desember 2011 lalu, KSAD telah  mempertanyakan keseriusan Belanda dalam menjual Leopard-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka tanya, kami jadi mau beli atau tidak. Sebelum saya jawab saya tanya, Belanda jadi jual atau tidak,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan  MBT ini, kata Pramono, untuk menyamakan teknologi alutsista dengan  negara-negara lain. Di wilayah Asia Tenggara, mayoritas negara telah  memilikinya, bahkan di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Indonesia, negara yang belum memiliki MBT adalah Timor Leste dan Papua Nugini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  ini ada beberapa varian tank Leopard. Varian yang diklaim terbaik  adalah Leopard 2A6. Varian bermesin disel ini pengembangan dari Lopard  2A5. Leopard 2A6 diklaim melebihi Abrams M1A2, Challenger 2 dan Leclerc  dalam hal perlindungan, daya tembak dan mobilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leopard 2A6  dan variannya digunakan militer Jerman, Kanada, Yunani, Belanda,  Portugal dan Spanyol. Tank tangguh ini diproduksi Jerman dan Spanyol.(&lt;a title="Belanda Ngambang, Jerman Tawarkan Tank Leopard Pada Indonesia" href="http://www.jurnas.com/news/51025/Belanda_Ngambang,_Jerman_Akan_Datang_Tawarkan_Leopard/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-1588609052858598864?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/1588609052858598864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/belanda-ngambang-jerman-tawarkan-tank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1588609052858598864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1588609052858598864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/belanda-ngambang-jerman-tawarkan-tank.html' title='Belanda Ngambang, Jerman Tawarkan Tank Leopard Pada Indonesia'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-862053606023206871</id><published>2012-01-24T17:25:00.002-08:00</published><updated>2012-03-07T01:50:39.533-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Panglima TNI : Leopard Bukan Pilihan Mutlak &amp; TNI Masih Mengkaji Tank Yang Lebih Tepat</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.jurnas.com/fototmp/detail/39222-51001-2388992-0-777a0182615192e759fa15365081648a.jpg" alt="Tank Leopard" width="230" height="150" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;S.S. MIRZA / AFP&lt;br /&gt;TNI AD memerlukan tank berat untuk pertahanan nasional.&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan &lt;em&gt;main battle tank&lt;/em&gt; (MBT) Leopard milik militer Belanda bukan pilihan mutlak dalam rencana pembelian tank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Leopard  sedang dibahas, dan itu baru satu opsi untuk pengadaan alutsista.  Keputusannya belum final dan kami masih mengkaji mana yang lebih tepat,”  kata Agus, di sela-sela Raker dengan Komisi I di Gedung DPR, Selasa  (24/1). Menurutnya, saat ini TNI khususnya TNI AD memerlukan tank berat  untuk pertahanan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan ini merupakan salah satu  program dalam modernisasi alutsista demi mencapai Minimum Essential  Forces (MEF). Panglima juga meminta persoalan ini tidak dijadikan isu  yang mencolok sehingga seolah-olah terdapat masalah antara pemerintah  dengan DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Leopard itu salah satunya, jadi tidak hanya Leopard.  Mohon tidak dijadikan isu seolah pemerintah dan DPR tidak cocok,”  katanya. Menurutnya, selain Tank Leopard yang ditawarkan Belanda ada  juga tawaran MBT lain dari negara yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini,  TNI sedang melakukan kajian untuk mendapatkan pilihan yang terbaik.  Namun begitu, dia tidak merinci tank lainnya tersebut. “Kami sedang  mencari solusi terbaik mana &lt;em&gt;main battle tank&lt;/em&gt; yang paling tepat," katanya.(&lt;a title="Panglima TNI : Leopard Bukan Pilihan Mutlak &amp;amp; TNI Masih Mengkaji Tank Yang Lebih Tepat" href="http://www.jurnas.com/news/51001/Leopard_Bukan_Pilihan_Mutlak,_TNI_Kaji_Tank_Lain/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-862053606023206871?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/862053606023206871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-leopard-bukan-pilihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/862053606023206871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/862053606023206871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-leopard-bukan-pilihan.html' title='Panglima TNI : Leopard Bukan Pilihan Mutlak &amp; TNI Masih Mengkaji Tank Yang Lebih Tepat'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4740377080624046709</id><published>2012-01-24T17:14:00.000-08:00</published><updated>2012-03-06T03:38:01.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><title type='text'>KRI Pati Unus-384 Laksanakan Muhibah Ke Port Blair India</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aR3PaAxjedc/Tx5rALumw9I/AAAAAAAAYXQ/NgU389YDSDU/s400/KRI%2BPATI%2BUNUS-384.jpg" alt="KRI Pati Unus-384" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;KRI Pati Unus-384 korvet kelas Parchim. (Foto: Dispenal)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Salah satu Kapal Republik Indonesia (KRI) di bawah jajaran  Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yakni KRI Pati Unus-384  melakukan muhibah ke Port Blair India. Muhibah tersebut diberi sandi  Operasi Satuan Tugas (Satgas) MILAN 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memenuhi  undangan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) India pada kegiatan MILAN  2012, kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kerja  sama dan mempererat hubungan baik Angkatan Laut India dan Angkatan Laut  Indonesia maupun kedua negara yang telah terbina selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRI  Pati Unus-384 yang dikomandani Letkol Laut (P) Eka Prabawa,  sehari-harinya merupakan kapal di bawah binaan Satuan Kapal Eskorta  (Satkor) Koarmabar merupakan perwakilan dari Angkatan Laut Indonesia  untuk berpatisipasi dalam kegiatan MILAN 2012 yang diselenggarakan  Angkatan Laut India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi Satgas MILAN 2012 mempunyai sasaran  di antaranya terjalinnya kerja sama antar Angkatan Laut Indonesia dengan  Angkatan Laut Negara peserta Milan 2012,Tercapainya diplomasi TNI AL  sebagai salah satu tugas yang diembannya, tercapainya tingkat kesiapan  unsur TNI AL dalam hal ini KRI Pati Unus-384 sesuai dengan fungsi  asasinya, terpeliharanya profesionalisme ABK melalui latihan selama  Lintas Laut dan Passex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRI Pati Unus-384 yang terlibat dalam  MILAN 2012 akan mengikuti serangkaian kegiatan. Di antaranya, kunjungan  muhibah TNI AL (KRI PTS – 384) ke Port Blair India, mengikuti seminar  tentang ”Building Capacity Through Maritime Cooperation”, Diskusi dan  latihan bersama Angkatan Laut India (Table Top Exercise), olah raga  bersama, cocktail party, atraksi kebudayaan dan makanan tradisional,  kirab kota dan Passex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayaran KRI Pati Unus-384 menuju Port  Blair India telah dilaksanakan sejak minngu 22 Januari 2012 dengan rute  Jakarta – Tanjung Uban – Sabang – Port Blair – Belawan - Tanjung Uban –  Jakarta. Personel yang terlibat dalam Satgas MILAN 2012 ini berjumlah  102 Personel terdiri dari 85 orang ABK KRI Pati Unus-384, 12 orang Staf  Satgas MILAN 2012, satu orang Bintara Kesehatan dari Diskesarmabar, dua  orang penyelam dari Dislambairarmabar dan dua orang staf Dispenarmabar.(&lt;a title="KRI Pati Unus-384 Laksanakan Muhibah Ke Port Blair India" href="http://www.pikiran-rakyat.com/node/174142"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Pikiran Rakyat&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4740377080624046709?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4740377080624046709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kri-pati-unus-384-laksanakan-muhibah-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4740377080624046709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4740377080624046709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kri-pati-unus-384-laksanakan-muhibah-ke.html' title='KRI Pati Unus-384 Laksanakan Muhibah Ke Port Blair India'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aR3PaAxjedc/Tx5rALumw9I/AAAAAAAAYXQ/NgU389YDSDU/s72-c/KRI%2BPATI%2BUNUS-384.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-8576275503383730643</id><published>2012-01-24T17:06:00.000-08:00</published><updated>2012-03-06T02:36:24.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Menhan Berjanji Gunakan Alokasi Anggaran 2012 Untuk Peningkatan Kemampuan &amp; Modernisasi Alutsista TNI</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://jurnalpatrolinews.com/wp-content/uploads/2011/10/Menhan-Purnomo-Yusgiantoro.jpg" alt="Menhan RI Purnomo Yusgiantoro" width="250" height="160" /&gt;Senayan - &lt;/span&gt;Menhan Purnomo  Yusgiantoro berjanji akan menggunakan alokasi peningkatan anggaran  Kemenhan 2012 sebesar Rp 72,5 triliun untuk berbagai keperluan bagi  peningkatan kemampuan TNI dan modernisasi alutsista TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnomo  mengatakan, dana Kemenhan 2012 sebesar itu akan dipergunakan untuk  meningkatkan pemberdayaan wilayah dalam menghadapi ancaman, peningkatan  penerapan sistem pertahanan yang terintegrasi, dan untuk peningkatan  personel Kementerian Pertahanan. Selain itu, untuk mewujudkan sistem  tekhnologi pertahanan yang mutakhir dan mewujudkan kemanunggulangan TNI  dengan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peningkatan anggaran Kemenhan 2012 itu juga  akan  kami gunakan untuk meningkatkan komponen cadangan dan komponen  pendukung. Dengan upaya untuk mencapai kemampuan TNI, peningkatan  kemampuan intelejen,” tegas Menhan Purnomo Yusgiantoro dalam raker  dengan &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-komisi"&gt;Komisi&lt;/a&gt; I &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-dpr"&gt;DPR&lt;/a&gt;, Selasa (24/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Menhan, peningkatan anggaran Kemenhan 2012 ini juga akan digunakan  untuk terlaksananya pencapaian sasaran kekuatan Kemenhan, terlaksananya  outcome organisasi, memaksimalkan peran personil yang ada, peningkatan  material fasilitas dan jasa, pengembangan sistem dan metode, sekaligus  peningkatan pendidikan dan pelatihan prajurit  yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Juga untuk meningkatkan latihan dan operasi keamanan  bagi prajurit TNI,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menhan  mengatakan, realisasi dari penggunaan anggaran pagu 2012 ini dengan  sasaran terwujudnya postur dan struktur pertahanan Kemenhan sebesar 28,7  % dari kekuatan minimum, untuk melaksanakan operasi yang ada, yang  memiliki effect getar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dari anggaran 2012 ini kami juga akan  membangun 25 pos pertahanan baru di perbatasan darat  dan terbangunnya 5  pos di perbatasan di pulau terdepan terluar beserta penggelaran  kekuatan prajurit.  Selain itu, anggaran sebesar ini juga untuk  mendukung pemberdayagunaan industri pertahanan strategis dalam negeri  untuk mendukung alutsista bagi TNI sebesar 15,8 % dari akulisisi  alutsista TNI tahun 2012 ini,” tegas Purnomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan  anggaran 2012 ini, menurut Purnomo, juga akan digunakan untuk mendukung  pengembangan teknologi pesawat tempur KFX/ IFX , Panser Canon, dan kapal  kawal perusak rudal. ” Dimana pencapaian ini akan meningkatkan  kemandirian alutsista bagi TNI dari kuantitas, kualitas dan variasinya,”  tegasnya.(&lt;a title="Menhan Berjanji Gunakan Alokasi Anggaran 2012 Untuk Peningkatan Kemampuan &amp;amp; Modernisasi Alutsista TNI" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/kemenhan-akan-gunakan-pagu-2012-untuk-peningkatkan-alutsista-tni"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-8576275503383730643?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/8576275503383730643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-berjanji-gunakan-alokasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8576275503383730643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8576275503383730643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-berjanji-gunakan-alokasi.html' title='Menhan Berjanji Gunakan Alokasi Anggaran 2012 Untuk Peningkatan Kemampuan &amp; Modernisasi Alutsista TNI'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-2992995014642972567</id><published>2012-01-24T16:58:00.003-08:00</published><updated>2012-03-05T21:56:24.903-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapal Selam'/><title type='text'>DPR Dukung Pengadaan Tiga Kapal Selam Dari Korsel Untuk TNI-AL</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.military-today.com/navy/chang_bogo_class.jpg" alt="Kapal Selam Kelas Changbogo" width="250" height="160" /&gt;Senayan - &lt;/span&gt;Anggota &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-komisi"&gt;Komisi&lt;/a&gt; I &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-dpr"&gt;DPR&lt;/a&gt; Tjahjo Kumolo mendukung pengadaan tiga kapal selam yang dibeli dari Korea Selatan (Korsel) untuk memperkuat TNI AL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita  memang sesungguhnya sangat butuh kapal selam mendesak paling tidak  empat unit. Karenanya atas tercapainya kontrak pengadaan pengadaan kapal  selam dengan Korsel, kita akan mendukungnya," ujar Tjahjo Kumolo di  sela-sela raker dengan Menhan Purnomo Yusgiantoro di &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-komisi"&gt;Komisi&lt;/a&gt; I &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-dpr"&gt;DPR&lt;/a&gt;, Selasa (24/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-komisi"&gt;Komisi&lt;/a&gt; I &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-dpr"&gt;DPR&lt;/a&gt; telah menyetujui anggaran untuk membelian dua unit kapal selam. Dua  kapal selam yang harus dimiliki RI itu memiliki kemampuan setera dengan  kemampuan kapal selam yang dimiliki Singapura. Namun, pemerintah dengan  alokasi anggaran yang telah disetujui &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-dpr"&gt;DPR&lt;/a&gt;,  membeli tiga kapal selam dari Korsel, meski kemampuan kapal selam yang  nantinya akan dimiliki itu kemampuannya di bawah dari kemampuan kapal  selam milik Singapura, namun setara dengan kapal selam yang dimiliki  oleh Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira kita tidak akan mempermasalahkan itu.  Karena pembelian kapal selam itu dalam kondisi baru. Yang penting tidak  barang bekas," tegas Tjahjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjen DPP PDIP ini juga menjelaskan, dalam raker dengan Menhan dan jajarannya ini, ia dan anggota &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-komisi"&gt;Komisi&lt;/a&gt; I lainnya akan mengkritisi soal pengadaan alutsista untuk TNI, yang  belakangan melenceng dari tujuan semula. Misalnya, rencana pembelian  tank Leopard bekas dari Belanda, yang tiba-tiba muncul dan tidak dibahas  lebih dahulu di &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-komisi"&gt;Komisi&lt;/a&gt; I. "Termasuk rencana menerima hibah pesawat Hercules bekas dari Australia, yang ini juga belum disepakati di &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-dpr"&gt;DPR&lt;/a&gt;," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tjahjo mengatakan, &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-komisi"&gt;Komisi&lt;/a&gt; I memliki kepentingan untuk meluruskan rencana modernisasi alutsista  bagi TNI yang ideal dalam jangka pendek, menegah dan panjang, agar  sesuai rencana awal. Di antaranya mengedepankan produksi dalam negeri.  "Karenanya kita akan pertanyakan pengadaan-pengadaan alutsista yang  belakangan ini muncul mendadak dan terkesan tidak sesuai rencana awal."(&lt;a title="DPR Dukung Pengadaan Tiga Kapal Selam Dari Korsel Untuk TNI-AL" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/tjahjo-dukung-pembelian-kapal-selam-dari-korsel"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-2992995014642972567?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/2992995014642972567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dpr-dukung-pengadaan-tiga-kapal-selam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2992995014642972567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2992995014642972567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dpr-dukung-pengadaan-tiga-kapal-selam.html' title='DPR Dukung Pengadaan Tiga Kapal Selam Dari Korsel Untuk TNI-AL'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-5279301506855657631</id><published>2012-01-24T16:52:00.001-08:00</published><updated>2012-03-05T02:38:23.437-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesawat Angkut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Menhan Harapkan Dalam APBN-P 2012 Dapat Alokasikan Biaya Hibah Empat Unit Hercules Dari Australia</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_En-sxfOkXP8/Sm-P9-U5gTI/AAAAAAAACr0/-B2IeYuDXh8/s400/C-130H_Craigs1.jpg" alt="Pesawat Angkut C-130 Hercules Australia" width="250" height="160" /&gt;Senayan - &lt;/strong&gt;Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meminta Komisi I DPR dapat mendukung penerimaan hibah pesawat angkut militer Hercules jenis C130 seri H dari Australia sebanyak empat unit. Biaya upgrade dan retrofit pesawat Hercules dari Australia sekitar Rp 350 miliar diharapkan dapat dialokasikan dalam APBN-P 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berharap (alokasi dana) terkait rencana Kemhan menerima hibah empat unit pesawat Hercules bekas dari Australia itu dalam APBN–P 2012 ini. Mengingat dalam APBN 2012 dalam semester I ini, belum ada alokasi untuk kepentingan itu," kata Purnomo dalam raker dengan Komisi I DPR, Selasa (24/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menhan mengatakan, bahwa keputusan Australia memberikan hibah 4 unit Hercules ini setelah mendapat persetujuan dari AS, sebagai negara produsen pesawat tersebut. "Di mana dalam pertemuan Presiden RI dengan PM Australia dan Presiden AS di Bali tahun lalu, pihak Australia secara resmi menyampaikan pada Presiden SBY, bahwa telah ada persetujuan dari AS," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Menhan memberikan penjelasan, Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin sempat mempertanyakan soal kebenaran rencana Pemerintah RI menerima hibah pesawat Hercules bekas dari Austrlia tersebut. Mengingat sebelumnya pemerintah tidak pernah memberikan informasi dan kepastian untuk menerima hibah pesawat tersebut. Meski tahun sebelumnya sesungguhnya DPR telah menyetuji alokasi anggaran sebesar Rp 450 miliar untuk kepentingan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun kan informasi yang berkembang, batal hibah pesawat itu," tanya Hasanuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnomo menambahkan kehadiran empat unit pesawat Hercules itu nantinya akan menambah kekuatan pertahanan Indonesia termasuk untuk membantu akomodasi penanggulangan bencana.(&lt;a title="Menhan Harapkan Dalam APBN-P 2012 Dapat Alokasikan Biaya Hibah Empat Unit Hercules Dari Australia" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/menhan-minta-apbn-p-2012-alokasikan-biaya-hibah-hercules"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-5279301506855657631?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/5279301506855657631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-harapkan-dalam-apbn-p-2012-dapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5279301506855657631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5279301506855657631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-harapkan-dalam-apbn-p-2012-dapat.html' title='Menhan Harapkan Dalam APBN-P 2012 Dapat Alokasikan Biaya Hibah Empat Unit Hercules Dari Australia'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_En-sxfOkXP8/Sm-P9-U5gTI/AAAAAAAACr0/-B2IeYuDXh8/s72-c/C-130H_Craigs1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-2105800062034412323</id><published>2012-01-24T14:50:00.001-08:00</published><updated>2012-03-05T01:09:21.416-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>TNI Berharap DPR Dapat Menukung Pembelian Tank Leopard</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://jurnalparlemen.com/photos/thumb/2822/281/183/9f12b39ae3ea8df83f541d8f062dad57.jpg" alt="Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono Hadiri Rapim TNI-Polri 2012" width="230" height="140" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (kiri) Foto:JPI/Andri N&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Senayan - &lt;/strong&gt;Sejumlah anggota Komisi I DPR memanfaatkan forum raker dengan Menhan dan Panglima TNI untuk mempertanyakan rencana pembelian tank Leopard bekas dari Belanda. Sebab, selama ini, tidak ada usulan dari Kemhan dan TNI untuk pembelian alutsista bekas tersebut. Sehingga dinilai, langkah ini keputusan sepihak Kemhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, sejumlah anggota komisi I DPR pun mengancam akan menolak pembahasan rencana pembelian tank Leopard bekas dari Belanda tersebut. Termasuk tidak akan diizinkan alokasi penggunaan anggarannnya untuk tujuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merespons atas banyaknya pertanyaan dari komisi I DPR soal ini,  Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono pun menegaskan rencana pembelian 100 tank Leopard bekas dari Belanda belum final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rencana tersebut masih perlu dibahas dengan Komisi I DPR yang membidangi pertahanan," ujar Agus pada wartawan di sela-sela rapat dengan Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus mengatakan, TNI memang membutuhkan tank dengan spesifikasi untuk di medan berat. Oleh karena itu, pihaknya mengajukan pembelian tank Leopard sebagai salah satu kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karenanya kami berharap Komisi I DPR dapat memahami hal ini dan mendukungnya. Kami pun meminta publik untuk tidak menilai seolah pemerintah dan DPR tidak saling setuju soal rencana tersebut," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, mengenai pilihan lain terkait alutsista yang dibutuhkan, Agus menyerahkan kepada KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. "Biarlah hal ini nantinya TNI Angkatan Darat yang menjelaskan," tutupnya.(&lt;a title="TNI Berharap DPR Dapat Menukung Pembelian Tank Leopard" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/panglima-tni-berharap-dpr-dukung-pembelian-tank-leopard"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-2105800062034412323?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/2105800062034412323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tni-berharap-dpr-dapat-menukung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2105800062034412323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2105800062034412323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tni-berharap-dpr-dapat-menukung.html' title='TNI Berharap DPR Dapat Menukung Pembelian Tank Leopard'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-295151312668807616</id><published>2012-01-24T14:46:00.000-08:00</published><updated>2012-03-05T01:39:12.804-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Komisi I DPR : Kemhan &amp; Mabes TNI Diminta Gunakan Anggaran Secara Tepat Sasaran</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://jurnalparlemen.com/photos/thumb/4062/281/183/2d01858873e98e2a3b01ae6814d9e751.jpg" alt="Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin " width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin (JPI/Andri Nurdriansyah)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Senayan - &lt;/strong&gt;Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Mabes TNI dapat menggunakan peningkatan anggaran 2012 yang sangat signifikan, di antaranya untuk kepentingan belanja alutsista yang tepat sasaran dan sesuai rencana strategis (renstra) postur pertahanan yang ideal, serta telah disetujui Komisi I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada anggaran 2012 ini, Kemhan mendapat alokasi pagu definitif sebesar Rp 72,5 triliun. Pembahasan awal hanya sekitar Rp 64 triliun,"  ujar Mahfudz Siddiq dalam raker dengan Menhan Purnomo Yusgiantoro dan jajarannya di Ruang Komisi I DPR, Selasa (24/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mahfudz, pagu definitif sebesar itu masih ditambah Rp 8 triliun. "Dana tambahan Rp 8 triliun itu khusus ditujukan untuk program remunerasi di jajaran prajurit TNI, Kemhan, dan Mabes TNI," tegas Wasekjen DPP PKS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besaran dan peningkatan anggaran bagi Kemhan 2012 itu masih belum cukup sampai di situ, karena masih ada tambahan sebesar 6,5 miliar dolar AS dari pinjaman luar negeri, khusus untuk belanja alutsista TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari tambahan pinjaman luar negeri untuk belanja alutsista bagi TNI ini, saya rasa pembagiannya juga sudah proporsional yakni 1,4 miliar dolar AS di antarannya untuk belanja alutsista bagi TNI AD, 2,1 miliar dolar AS untuk TNI AL, dan 2,6 miliar dolar AS untuk TNI AU," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini, Mahfudz juga menyampaikan apresiasinya atas penyerapan anggaran Kemhan tahun 2011, yang paling tinggi di antara kementerian lainnya, yaitu mencapai angka 94,7 persen. "Ini perlu kita apresiasi di tengah kondisi kementerian lainnya yang kemampuan serapannya tidak sampai sebesar itu atau belum optimal," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Komisi I mengingatkan, hasil audit anggaran Kemhan 2010 oleh BPK, adalah wajar tanpa pengecualian. "Ini tentu menjadi PR bagi Pak Menteri agar hasil audit BPK dalam anggaran Kemhan di 2010 lalu itu menjadi perhatian dan terus diperbaiki agar pada 2012 ini perbaikan itu tercapai," tegasnya.(&lt;a title="Komisi I DPR : Kemhan &amp;amp; Mabes TNI Diminta Gunakan Anggaran Secara Tepat Sasaran" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/kemhan-diminta-gunakan-peningkatan-anggaran-secara-tepat-sasaran"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-295151312668807616?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/295151312668807616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-dpr-kemhan-mabes-tni-diminta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/295151312668807616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/295151312668807616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-dpr-kemhan-mabes-tni-diminta.html' title='Komisi I DPR : Kemhan &amp; Mabes TNI Diminta Gunakan Anggaran Secara Tepat Sasaran'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6447515320201143472</id><published>2012-01-24T13:20:00.000-08:00</published><updated>2012-03-02T20:09:12.119-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><title type='text'>Tri Tamtomo : Meminta Radar TNI-AU Dan TNI-AL Diperbaharui</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://jurnalparlemen.com/photos/thumb/4228/281/183/3861e6f38cdfacdea64bf1dce2fa96fd.JPG" alt="Tri Tamtomo (JPI/Andri N)" width="250" height="160" /&gt;Senayan - &lt;/span&gt;Anggota &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-komisi"&gt;Komisi&lt;/a&gt; I &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-dpr"&gt;DPR&lt;/a&gt; Letjend (Purn) Tri Tamtomo menyatakan keprihatinnanya yang mendalam  atas kondisi sejumlah radar yang dimiliki TNI saat ini. Baik radar milik  TNI AU dan Lanal, yang jauh dari  kondisi baik dalam menjalankan misi  pengintaian. Bahkan, sejumlah radar itu sangat jauh dari kemampuan   penginderaanya, oleh sebab usia dan daya kemampuan radar tersebut yang  di bawah kondisi rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sebelumnya dalam sebuah  kegiatan kunker ke daerah perbatasan tertentu melihat sendiri akan  kondisi radar yang kita miliki sangat jauh dari kondisi normal. Bahkan,  fungsi penginderaannya sangat minim. Saat itu saya langsung telepon  Wamenhan Pak Safri untuk masalah ini,” tegas Tri Tamtomo dalam raker  dengan Menhan di &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-komisi"&gt;Komisi&lt;/a&gt; I &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-dpr"&gt;DPR&lt;/a&gt;, Selasa (24/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politisi  PDI-P ini mengatakan, radar yang kurang memberikan fungsi penginderaan  itu buatan AS, namun produksi sudah lama. Karenanya, dengan anggaran  Kemenhan 2012 ini yang meningkat, sementara perusaan dalam negeri saat  ini juga sudah ada yang menghasilkan produksi radar untuk militer yang  memadai, ia meminta itu segera perbarui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya kira produksi  radar seperti  PT Inti Land sudah sangat baik untuk dipakai di dalam  negeri. Dengan dasar  Keppres 54 tahun 2010 tentang belanja barang dalam  negeri, sebagai upaya modernisasi perlengkapan TNI dengan produksi  dalam negeri sendiri,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam raker tersebut Tri Tamtomo  juga mempertanyakan terkait pengadaan alutsista TNI, termasuk dalam  rencana Tank Leopard bekas dari Belanda. Karena belanja alutsita TNI  dengan cara impor, bekas pula, tidak sejalan dengan Keprres tersebut.  Yaitu, sebagai upaya mewujudkan moderniasasi alutsista dengan produksi  alutsista dalam negeri saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Akibat dalam masalah ini, muculah (istilah) gasak, gesek, gosok, dan geger. Seolah–olah &lt;a class="link-hint" rel="#istilahdetil-dpr"&gt;DPR&lt;/a&gt; lawan dengan pemerintah dalam rencana beli barang. Dalam kasus ini,  pihak ketiga turut memperkeruh suasana. Karena itu marilah kita kembali  komitmen untuk pengadaan alutsista untuk TNI ini, kembali pada rencana  semula, dari hasil produksi dalam negeri sendiri,” tegasnya.(&lt;a title="Tri Tamtomo : Meminta Radar TNI-AU Dan TNI-AL Diperbaharui" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/tri-tamtomo-gasak-gesek-gosok-dan-geger"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6447515320201143472?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6447515320201143472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tri-tamtomo-meminta-radar-tni-au-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6447515320201143472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6447515320201143472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tri-tamtomo-meminta-radar-tni-au-dan.html' title='Tri Tamtomo : Meminta Radar TNI-AU Dan TNI-AL Diperbaharui'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-7705629687658564414</id><published>2012-01-24T13:14:00.000-08:00</published><updated>2012-03-02T23:05:54.400-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><title type='text'>Kasal : Pengembangan Armada RI Jadi Tiga Kowila Berharap Selesai 2014</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/24/1200335620X310.JPG" alt="Laksamana TNI Soeparno" width="230" height="130" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Kasal Laksamana TNI Soeparno&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta — &lt;/strong&gt;Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno  mengatakan, pengembangan armada RI menjadi tiga Komando Wilayah Laut  (Kowila) diharapkan selesai pada 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih dikaji, dan jika  perlu pengembangan armada RI juga sejalan dengan pengembangan organisasi  di TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Darat sehingga kita  bersama-sama," katanya seperti dikutip dari Lembaga Kantor Berita Antara  di Jakarta, Selasa (24/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui seusai membuka Rapat  Pimpinan TNI Angkatan Laut 2012, Soeparno mengatakan, pengembangan  armada RI itu akan berjalan sesuai tahapan skala prioritas yang  ditetapkan dalam Rencana Strategis TNI Angkatan Laut hingga 2024.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  mengatakan, pengembangan armada RI menjadi tiga komando wilayah  didasarkan pada wilayah perairan nasional yang cukup luas dan kondisi  lingkungan strategis yang tengah berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu,  pengembangan komando wilayah laut dari saat ini dua komando, Komando  Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) dan Komando Armada RI Kawasan Timur  (Koarmatim), menjadi tiga komando wilayah laut, merupakan penjabaran  dari Rencana Strategis TNI Angkatan Laut (Renstra TNI AL) hingga 2024  untuk mewujudkan TNI AL yang besar, kuat, dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait  pergeseran fokus kekuatan Amerika Serikat ke Asia Pasifik, salah  satunya dengan penempatan pasukan marinirnya di Darwin yang berdampak  meningkatnya pelayaran kapal-kapal militer asing, terutama melalui Alur  Laut Kepulauan Indonesia II dan III, Kasal menilai hal itu masih bisa  diantisipasi dengan pengamanan oleh Koarmabar dan Koarmatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kekuatan  di dua komando armada yang telah ada itu kan bisa dimobilisasi, sesuai  kebutuhan. Dan dengan tercapainya kekuatan pokok minimum (&lt;em&gt;minimum essential forces&lt;/em&gt; atau MEF), semua bisa dikoordinasikan sesuai dengan kebutuhan dan  tingkat ancaman yang dihadapi, dan perkembangan lingkungan strategis  yang ada," Kasal menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, ia melanjutkan, pihaknya berharap pengembangan armada tersebut dapat diselesaikan pada 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direncanakan,  Komando Wilayah Laut Barat (Kowilla Barat) akan berkedudukan di Tanjung  Pinang (Kepulauan Riau), Kowilla Tengah di Makassar (Sulawesi Selatan),  dan Kowila Timur berpusat di Sorong, Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Rapat Pimpinan  TNI Angkatan Laut 2012, dibahas beberapa agenda utama, yakni pengadaan  alat utama sistem persenjataan, pembinaan personel, kesejahteraan  prajurit, dan reformasi birokrasi.(&lt;a title="Kasal : Pengembangan Armada RI Jadi Tiga Kowila Berharap Selesai 2014" href="http://nasional.kompas.com/read/2012/01/24/12085550/KASAL.Pengembangan.Armada.RI.Selesai.2014"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Kompas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-7705629687658564414?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/7705629687658564414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasal-pengembangan-armada-ri-jadi-tiga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/7705629687658564414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/7705629687658564414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasal-pengembangan-armada-ri-jadi-tiga.html' title='Kasal : Pengembangan Armada RI Jadi Tiga Kowila Berharap Selesai 2014'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4796822306140180211</id><published>2012-01-24T11:02:00.000-08:00</published><updated>2012-03-02T03:45:27.585-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><title type='text'>DPR Anjurkan Pemerintah Cari Alternatif Tank Tempur Lainnya</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2240/2256567049_eba4d71dfc_o.jpg" alt="Tank Leopard 2a4" width="250" height="160" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Anggota Komisi I DPR RI Mohammad Syahfan Badri Sampurno  menganjurkan pemerintah agar mulai menelusuri alternatif lain dalam  pengadaan tank tempur, di luar jenis Leopard 2A6 eks Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini dan sesuai arahan presiden SBY, katanya di sela-sela  rapat kerja dengan Menhan dan Panglima TNI di Komisi I DPR Jakarta,  Selasa, PT Pindad sudah melakukan kajian dan rencana pembuatan prototipe  jenis tank tempur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut dia, biaya pembelian tank domestik pasti lebih  murah dan sekaligus pula menunjukkan kemandirian Indonesia serta  menghidupkan industri  pertahanan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalaupun karena kebutuhan mendesak harus impor, pemerintah mesti  mencari negara yang tidak terlalu mendikte kita dalam urusan  pembeliannya, apa lagi ada ancaman embargo," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dia mengungkapkan perlunya Kemenhan mempertimbangkan  adanya mosi penolakan dari parlemen Belanda, yang meminta pemerintah  Belanda untuk membatalkan rencana penjualan tank Leopard kepada  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya desakan parlemen itu, ia menambahkan, pasti akan  membuat pemerintah Belanda berada dalam posisi sulit untuk mengabulkan  keinginan pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena itu, sebagai bangsa yang berdaulat dan memiliki harga  diri, sudah seharusnya pemerintah berinisiatif membatalkan rencana  membeli tank jenis Leopard itu," katanya menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi, kata dia, juga ada tuduhan bahwa TNI melakukan  pelanggaran HAM dan hal itu seharusnya sudah cukup membuat bangsa  Indonesia tersinggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berharap pemerintah tidak terburu-buru dan gegabah dengan  memaksa  keinginan untuk mengadakan tank jenis Leopard eks Belanda ini.  Dari spesifikasi teknis tank ini kurang pas pula untuk medan tempur di  Indonesia," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menjelaskan, dari spesifikasi teknis tank ini dengan berat  hampir 63 ton, maka kendaraan tempur ini akan sulit melakukan manuver  tempurnya dan tidak terlalu cocok untuk medan pertempuran di Indonesia  serta konsumsi bahan bakar yang sangat besar dengan kapasitas tangki 1  ton.&lt;/span&gt;(&lt;a title="DPR Anjurkan Pemerintah Cari Alternatif Tank Tempur Lainnya" href="http://www.antaranews.com/berita/294122/politisi-pemerintah-dianjurkan-cari-alternatif-selain-tank-leopard"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4796822306140180211?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4796822306140180211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dpr-anjurkan-pemerintah-cari-alternatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4796822306140180211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4796822306140180211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dpr-anjurkan-pemerintah-cari-alternatif.html' title='DPR Anjurkan Pemerintah Cari Alternatif Tank Tempur Lainnya'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-1048459032814659394</id><published>2012-01-23T15:38:00.000-08:00</published><updated>2012-03-14T00:33:05.012-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korea Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DEPHAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapal Selam'/><title type='text'>DSME Serahterimakan KRI Nenggala-402</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="border: 1px solid black;" src="http://img406.imageshack.us/img406/4470/20120120dsmesubmarineji.jpg" alt="KRI Nenggala-402" width="430" height="280" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Serahterimakan KRI Nenggala-402 Dari Daewoo  Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd (DSME) Kepada Pemerintah RI.(&lt;a title="Foto Serahterimakan KRI Nenggala-402 Dari DSME Ke RI" href="http://albumarmadatnial.blogspot.com/2012/01/foto-serahterimakan-kri-nenggala-402.html"&gt;&lt;span style="color: #0000FF;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Gambar Lengkap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOREA&lt;/span&gt; - Jumat (20/1) lalu, Daewoo  Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd (DSME) resmi  menyerahterimakan KRI Nanggala-402 yang telah selesai menjalani  perbaikan dan perawatan total di Korea Selatan. Rencana perbaikan yang  dilakukan selama 24 bulan tepat sesuai jadwal. Sebelumnya Nanggala  diberangkatkan dari Surabaya pada Desember 2009.(&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : @Alutsista&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-1048459032814659394?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/1048459032814659394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dsme-serahterimakan-kri-nenggala-402.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1048459032814659394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1048459032814659394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/dsme-serahterimakan-kri-nenggala-402.html' title='DSME Serahterimakan KRI Nenggala-402'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-7944843172610081843</id><published>2012-01-23T08:00:00.001-08:00</published><updated>2012-03-02T02:12:25.046-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><title type='text'>Lima Alasan DPR Menolak Pembelian Tank Leopard</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2152/2256567059_6752a8e69a_o.jpg" alt="Tank Leopard 2a4" width="250" height="160" /&gt;Senayan - &lt;/strong&gt;Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Al Muzzammil Yusuf  menegaskan penolakan Komisi I DPR terhadap pembelian 100 tank Leopard  bekas dari Belanda bukanlah tanpa kajian yang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya  memandang penguatan Alutsista TNI merupakan sebuah keniscayaan. Yang  dipersoalkan adalah pembelian alutsista yang tidak sesuai dengan rencana  strategis Kemhan dan visi kemandirian teknologi domestik, terutama  industri strategisnya," papar Muzzammil dalam rilisnya Senin (23/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muzzammil, minimal ada lima alasan kenapa harus menolak pembelian tank Leopard bekas dari Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;,  TNI dan Kemhan harus memahami bahwa anggaran untuk membeli alutsista  terbatas. Anggaran untuk mencapai Minimum Essential Force (MEF) menurut  Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan sekitar Rp 120 triliun.  Tahun 2011 anggaran dari APBN sebesar Rp 47,5 triliun, sedangkan 2012  meningkat menjadi Rp 64,4 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan anggaran terbatas ini  kami harap Kemhan dapat mengoptimalkan pengadaan Alutsista sinergi  dengan visi kemandirian teknologi domestik. Sehingga ke depan tidak lagi  konsumen yang tergantung dengan pihak luar, tapi menjadi produsen  alutsista yang mandiri," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun harus impor alutsista  dari luar negeri, maka harus dipastikan adanya kesepakatan transfer  teknologi dari negara penjual dan ada jaminan keleluasaan dalam  pemakaian serta ketersediaan suku cadang. Sehingga para ahli di bidang  teknologi industri strategis Indonesia dapat diberdayakan untuk  mewujudkan kemandirian teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harus mencegah mereka  pergi ke luar negeri sehingga tidak terjadi brain drain," ujar politisi  PKS dari Dapil I Lampung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;,  menurut Muzzammil, APBN 2012 untuk TNI telah disepakati di Komisi I DPR  RI akan difokuskan untuk kesejahteraan prajurit sebagai prioritas  utama, baru kemudian pengadaan alutsista, itupun harus dari dalam  negeri. "Karena kami memahami doktrin pertahanan terkuat adalah  kesejahteraan. Jadi jika prajurit dan rakyat sejahtera maka pertahanan  akan lebih kuat," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;,  broker pengadaan alutsista dari luar negeri harus diputus. Mereka ini  telah menyebabkan anggaran Alutsista menjadi besar karena harus menambah  anggaran dan berpeluang terjadinya tindak pidana korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan  anggap bahwa semua anggota DPR itu adalah broker anggaran dan bermain  dengan isu penolakan ini. Kami komitmen untuk memutus mata rantai mafia  anggaran baik di eksekutif, legislatif, maupun pihak swasta," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;,  alasan Kemhan dan TNI membeli tank Leopard karena negara maju seperti  Eropa, Timur Tengah dan beberapa negara Asia seperti Malaysia, Singapur,  Vietnam memiliki tank ini tidak relevan. "Saya khawatir kita terjebak  dengan gengsi bukan karena alasan riil dan kajian ilmiah yang matang.  Pemerintah harus memahami kebutuhan medan tempur Indonesia. Tank berat  ini tidak cocok bagi medan Indonesia, berbeda dengan Eropa dan Timur  Tengah yang datar," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut Muzzammil  menghadapi alat perang modern seperti tank Leopard yang dimiliki negara  lain tidak harus dengan memiliki alutsista serupa. Tapi harus mulai  mengembangkan dan memiliki alutsista anti tank dan artileri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalnya,  anti tank yang tercanggih saat ini dapat menghancurkan tank leopard  adalah javelin missile. Senjata anti tank ini harganya lebih murah.  Dimana 1 unit tank Leopard setara dengan 22 unit javelin missile.  Senjata ini harus mulai dikembangkan oleh industri strategis kita,"  papar Ketua Poksi I Fraksi PKS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muzzammil mengingatkan,  pengalaman pada pertempuran antara Israel dengan Hizbullah di Libanon  telah membuktikan puluhan tank rusak dan hancur oleh senjata anti tank  ini. "Begitu juga pengalaman 21 hari perang di Gaza, senjata anti tank  yang harganya lebih murah telah menghancurkan tank yang harganya lebih  mahal," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terakhir&lt;/span&gt;,  menurut Muzzammil, alasan utama Belanda menjual tank karena biaya  pemeliharaannya tinggi. Untuk mengurangi beban krisis ekonomi di Eropa  maka mereka menjual alutsista yang membebani anggaran. Saat ini mereka  sudah tidak lagi fokus pada alutsista konvensional, beralih pada  strategi perang yang modern. Seperti strategi perang teknologi informasi  dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk itu jangan sampai anggaran alutsista kita dibebani untuk pemeliharaan tank ini," tutup Muzzammil.(&lt;a title="Lima Alasan DPR Menolak Pembelian Tank Leopard" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/al-muzzammil-lima-alasan-menolak-pembelian-tank-leopard"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-7944843172610081843?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/7944843172610081843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/lima-alasan-dpr-menolak-pembelian-tank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/7944843172610081843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/7944843172610081843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/lima-alasan-dpr-menolak-pembelian-tank.html' title='Lima Alasan DPR Menolak Pembelian Tank Leopard'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-5485279421839524783</id><published>2012-01-23T07:48:00.000-08:00</published><updated>2012-03-02T01:42:50.143-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><title type='text'>Ritual Mandi Khatulistiwa di KRI Dewaruci</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YC6Rc5z_yIo/Tx1yntwC6DI/AAAAAAAAYV8/YGuSoTk-VGI/s400/3790943p.jpg" alt="KRI Dewaruci" width="250" height="160" /&gt;Samudera Pasifik - &lt;/strong&gt;Sudah menjadi tradisi setiap KRI yang melewati garis  khatulistiwa pada koordinat 0 derajat akan diadakan ritual mandi  khatulistiwa bagi personel yang belum pernah melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi  mereka yang sudah pernah melaksanakan mandi khatulistiwa di KRI lain,  tetap harus melakukannya kembali di KRI Dewaruci. Sebaliknya bagi yang  telah melaksanakan mandi khatulistiwa di KRI Dewaruci, berlaku untuk  seluruh KRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu keunikan mandi khatulistiwa di KRI Dewaruci, selain mendapatkan sertifikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu  (22/1/2012), tepat tujuh hari pelayaran KRI Dewaruci, Komandan KRI  Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bima Bayusetyo mengadakan mandi  khatulistiwa bagi para peserta muhibah. KRI Dewaruci diberangkatkan pada  Minggu (15/1/2012) oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Soeparno di  Dermaga Ujung, Komando Armada RI Kawasan Timur di Surabaya, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  sore harinya, selepas shalat Magrib berjamaah, suara-suara dari para  dewa-dewa sudah berkumandang keras melalui pengeras suara yang dipasang  di tiap-tiap lorong dan sudut ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 19 orang yang  dijadwalkan pada 0 derajat akan melaksanakan mandi khatulistiwa, terdiri  dari dua perwira berpangkat kapten yaitu Kapten Laut (E) Romsi Bakti  Malios selaku Perwira Staf Intelejen (Pasintel) dan Kapten Laut (KH)  Sapto Budiarso selaku Perwira Penerangan (Papen). Sedangkan bintara dan  tamtama sebanyak 16 orang. Tidak ketinggalan dua wartawan Kompas TV,  seorang wartawan Jawa Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 19.00, para "pelaut-pelaut  muda yang kotor" sebutan bagi personel yang akan dibaptis, siap  berpakaian dinas, menunggu di ruang anggota. Ketika acara dimulai satu  persatu mereka diperintah merayap dilorong sampai tiga kali putaran  dengan bisingnya suara para dewa dan banyaknya para punggawa yang  menghadang di lorong-lorong, dilanjutkan dengan naik ke geladak.  Orientasi ini dilaksanakan dengan gerakan merayap dengan tujuan agar  lebih mengenal, menghafal kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lalu dimandikan dengan  air laut dan datanglah Dewa Neptunus sebagai penguasa kerajaan dasar  laut. Dewa Neptunus melaporkan dan minta izin kepada komandan, Letkol  Laut (P) Haris Bima Bayusetyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan seperti ini rutin  dilaksanakan ketika melewati garis khatulistiwa dan berlaku buat siapa  saja yang ikut dalam pelayaran dan belum mempunyai sertifikat dari KRI  Dewaruci" kata Haris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignright" style="float: right; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/25%20mandi%20khatulitiwa.jpg" alt="KRI Dewaruci" width="250" height="160" /&gt;&lt;/strong&gt;Dini hari keesokan harinya, suara dewa-dewa  dan tawa para punggawa sudah menghiasi kapal. Para pelaut-pelaut muda  sudah siap untuk mengikuti ritual mandi khatulistiwa, seperti kegiatan  malam sebelumnya, namun hanya mengenakan celana dalam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai  di geladak Dewa Neptunus melaporkan kepada komandan bahwa pembabtisan  akan segera dimulai agar pelaut-pelaut muda yang kotor menjadi bersih,  tidak kangen daratan dan menjadi pelaut sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan  menaiki tiang Bima dan Arjuna, dilumuri dengan oli dan stempet di  sekujur tubuhnya dan tak luput dari semprotan air laut, satu persatu  dipanggil Dewa Neptunus yang disebelah kirinya telah duduk putri cantik  yang biasa di sebut Dewi Emprit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika satu persatu dipanggil  diangkat oleh para punggawa dan kepalanya dicelupin ke oli dan melapor  kepada Dewa Neptunus bahwa siap dibabtis. Mereka kemudian mencium kaki  Dewa Neptunus dan Dewi Emprit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara selasai pukul 09.00 dan  kapal tetap berlayar di Samudera Pasifik, melaju dengan kecepatan  delapan knot, pada koordinat 0'16.564 - 132'26.731 T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan  ini sungguh indah dikenang akan tetapi tidak enak dilaksanakan apalagi  diulang," ungkap Palaksa KRI Dewaruci, Mayor Laut (P) Osben Alibos  Naibaho, sambil mengenang 12 tahun silam ketika masih menjadi kadet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRI  Dewaruci sedang menjalankan misi pelayaran panjang mengelilingi empat  benua selama 277 hari, berlayar ke 21 kota di Asia, Amerika, Eropa, dan  Afrika.(&lt;a title="Ritual Mandi Khatulistiwa di KRI Dewaruci" href="http://nasional.kompas.com/read/2012/01/22/21115017/Mandi.Khatulistiwa.di.KRI.Dewaruci"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Kompas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-5485279421839524783?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/5485279421839524783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ritual-mandi-khatulistiwa-di-kri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5485279421839524783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5485279421839524783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ritual-mandi-khatulistiwa-di-kri.html' title='Ritual Mandi Khatulistiwa di KRI Dewaruci'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-YC6Rc5z_yIo/Tx1yntwC6DI/AAAAAAAAYV8/YGuSoTk-VGI/s72-c/3790943p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-1823381334899862929</id><published>2012-01-23T07:25:00.001-08:00</published><updated>2012-03-02T01:17:44.616-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><title type='text'>Baringbing : Calo Desak Pembelian Tank Leopard</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.itoday.co.id/images/stories/itoday-images/barimbing_1_2.jpeg" alt="RE Baringbing (itoday/Anto)" width="200" height="250" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Ada kemungkinan calo berperan dalam proyek pembelian tank bekas dari Belanda, Leopard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada  kemungkinan calo yang mendesak untuk membeli Tank Leopard. Kalau  membeli peralatan militer itu kebanyakan ada calonya," kata mantan  perwira Badan Intelijen Strategis (Bais) RE Baringbing kepada &lt;strong&gt;itoday&lt;/strong&gt;, Minggu (22/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Baringbing, pembelian tank itu menandakan tidak berfungsinya peran  Badan Intelijen Negara (BIN) maupun Badan Intelijen Strategis (Bais)  dalam memberikan analisa ancaman terhadap Indonesia. "Saya juga tidak  mengerti, Kementerian Pertahanan lebih mementingkan tank bekas itu,  padahal ancaman Indonesia berasal dari laut dan udara," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata  Baringbing, Indonesia harus memperkuat angkatan laut dalam menghadapi  pencurian ikan yang telah merugikan negara triliunan rupiah. "Saya lebih  setuju, membeli kapal cepat untuk menjaga laut kita dari pencurian  ikan. Selama ini, angkatan laut kita masih kekuarangan kapal terutama di  wilayah perbatasan," ujar Baringbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga tidak habis pikir,  Kementerian Pertahanan bersikeras membeli tank bekas Leopard yang tidak  cocok dengan kondisi wilayah Indonesia. "Tank Leopard tidak cocok  dengan wilayah Indonesia yang rawa. Belum lagi perawatan tank yang cukup  mahal," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baringbing juga mengusulkan, pembelian  peralatan militer dari perusahaan dalam negeri yang kualitasnya tidak  kalah dengan produksi dari negara asing. "Kemhan harus membeli peralatan  produksi peralatan militer dari PT Pindad, PT PAL yang kualitasnya  tidak kalah dengan asing," pungkas Baringbing.(&lt;a title="Baringbing : Calo Desak Pembelian Tank Leopard" href="http://www.itoday.co.id/politik/4368-calo-pembelian-peralatan-militer-sudah-biasa-"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Itoday&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-1823381334899862929?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/1823381334899862929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/baringbing-calo-desak-pembelian-tank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1823381334899862929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1823381334899862929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/baringbing-calo-desak-pembelian-tank.html' title='Baringbing : Calo Desak Pembelian Tank Leopard'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-5061832336627472287</id><published>2012-01-21T16:48:00.001-08:00</published><updated>2012-03-02T00:29:48.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Pemerintah-DPR Bahas Tank Leopard Di Rapat Kerja Antara Kemhan &amp; Komisi I DPR</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://img.antaranews.com/new/2011/09/small/20110920113213038.jpg" alt="Menhan RI Purnomo Yusgiantoro" width="250" height="160" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan rencana  pembelian 100 unit tank Leopard dari Belanda akan dibicarakan oleh  pemerintah dan DPR pada rapat kerja antara Kementerian Pertahanan dan  Komisi I DPR pada Selasa 24 Januari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita mau bicarakan hari Selasa jam 10.00 ada rapat antara  Kementerian Pertahanan denan DPR Komisi I," kata Purnomo usai pengarahan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rapat pimpinan TNI dan Polri  Tahun 2012 di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta,  Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnomo mengatakan rencana pembelian tank leopard adalah usulan dari  TNI Angkatan Darat sebagai pengguna. Usulan tersebut kemudian diajukan  kepada Mabes TNI yang kemudian dinaikkan ke Kementerian Pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kementerian Pertahanan, lanjut Purnomo, tidak pernah mengubah spesifikasi teknis dari yang diajukan oleh usulan TNI AD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita sebagai Kementerian Pertahanan tidak akan mengubah spesifikasi  teknis. Kita mengikuti apa yang diusulkan angkatan sebagai `user`.  Usulan itu naik ke Mabes TNI, kemudian naik ke kita," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, TNI AD telah mempertimbangkan pembelian tank leopard  karena termasuk kategori `mean battle tank` yang bisa dimiliki dengan  dana terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena ada `light battle tank`, ada `medium battle tank, ada heavy  battle tank. Sebenarnya yang paling cocok itu tiga-tiganya kalau kita  punya uang. Tetapi karena kita terbatas makanya kita ambil yang `mean  battle tank`," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnomo mengakui rencana pembelian tank leopard itu belum selesai  karena selain urusan antarpemerintah juga melibatkan parlemen kedua  negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR Mahfuz Sidiq menyatakan Komisi I DPR  memang belum memiliki sikap resmi tentang rencana pemerintah untuk  membeli tank jenis Leopard buatan Jerman milik Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Mahfuz menegaskan mayoritas anggota Komisi I DPR menolak  rencana pembelian tersebut dengan alasan tidak sesuai kondisi geografis  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mayoritas parlemen Belanda juga menolak rencana penjualan  100 unit tank bekas itu ke Indonesia dengan alasan jejak rekam  "pelanggaran" Hak Asasi Manusia yang masih terus terjadi sampai saat  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parlemen Belanda khawatir tank yang dijual ke Indonesia itu nantinya  justru digunakan untuk" melawan "rakyat dalam aksi-aksi unjuk rasa.&lt;/span&gt;(&lt;a title="Pemerintah-DPR Bahas Tank Leopard Di Rapat Kerja Antara Kemhan &amp;amp; Komisi I DPR" href="http://www.antaranews.com/berita/293732/pemerintah-dpr-bahas-pembelian-tank-leopard-pekan-depan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-5061832336627472287?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/5061832336627472287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pemerintah-dpr-bahas-tank-leopard-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5061832336627472287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5061832336627472287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pemerintah-dpr-bahas-tank-leopard-di.html' title='Pemerintah-DPR Bahas Tank Leopard Di Rapat Kerja Antara Kemhan &amp; Komisi I DPR'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-74408186725300221</id><published>2012-01-21T16:28:00.000-08:00</published><updated>2012-03-01T04:33:31.391-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><title type='text'>Prabowo : Kalau Harganya Tidak Terlalu Mahal Saya Kira Oke Saja</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.jurnas.com/fototmp/detail/39083-50853-2388943-0-f945e0862edcb23b4f321cb3549317d0.jpg" alt="Tank Leopard 2A6" width="230" height="150" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;S.S. MIRZA / AFP&lt;br /&gt;Sepanjang harga tidak terlalu mahal, Prabowo menyatakan dukungan atas pembelian tank tersebut.&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Mantan Danjen Komando Pasukan Khusus (Kopasus), Prabowo Subianto tak  mempermasalahkan rencana pemerintah yang ingin membeli 100 Tank Leopard dari Pemerintah Belanda. Syaratnya pembelian ke 100 tank tidak dipatok  dengan harga tingggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau harganya tidak terlalu mahal saya kira &lt;em&gt;oke&lt;/em&gt; saja,” ujar Prabowo usai pelantikan Pengurus Pimpinan Pusat Perempuan  Indonesia Raya (PP PIRA) di Kantor Sekretariat DPP Partai Gerindra di  Jakarta, Sabtu (21/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Prabowo mengaku tak mengetahui  apabila rencana pembelian tersebut ditentang oleh parlemen Belanda.  Parlemen Belanda menentang lantaran khawatir ikut memberi andil dalam  pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh ya mereka menolak?” kata Ketua Pembina Partai Gerindra itu setengah bertanya kepada wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti  diketahui, parlemen Belanda sampai saat ini masih belum menyetujui niat  Pemerintah Indonesia yang ingin membeli 100 Tank Leopard dari  pemerintah negara itu. Pasalnya, parlemen Belanda kawatir tank nantinya  akan digunakan dalam aktivitas militer yang berpotensi menyebabkan  terjadinya pelanggaran HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Kementerian Pertahanan RI  dikabarkan telah menyiapkan dana sebesar US$280 Juta untuk membeli 100  unit tank Leopard milik pemerintah Belanda. Dana tersebut diperoleh dari  alokasi dana pertahanan periode 2010-2014.(&lt;a title="Prabowo : Kalau Harganya Tidak Terlalu Mahal Saya Kira Oke Saja" href="http://www.jurnas.com/news/50853/Prabowo:_Asal_Sesuai,_Pembelian_Tank_Leopard_Oke_Saja/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-74408186725300221?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/74408186725300221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/prabowo-kalau-harganya-tidak-terlalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/74408186725300221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/74408186725300221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/prabowo-kalau-harganya-tidak-terlalu.html' title='Prabowo : Kalau Harganya Tidak Terlalu Mahal Saya Kira Oke Saja'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6129255521135448940</id><published>2012-01-21T15:22:00.000-08:00</published><updated>2012-03-01T04:20:01.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>RI Mendapatkan Harga Leopard Sangat Murah Dibandingkan Dengan Kanada</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d1/Leopard_2A4_Main_Battle_Tank_(Finland).JPG" alt="Tank Leopard 2a6" width="250" height="160" /&gt;JAKARTA - &lt;/strong&gt;Indonesia jika dihitung-hitung mendapatkan harga sangat  murah untuk membeli macan besi bekas Belanda yang terdiri dari 50 unit  Leopard tipe 2A4 dan 50 unit Leopard tipe 2A6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TNI Angkatan Darat diketahui hanya membayar US$280 juta untuk 100  Main Battle Tank (MBT) bekas Leopard milik Koninklijke Landmacht (AD  Belanda) yang selama ini nganggur di gudang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan Kanada yang pada 2007 mesti merogoh kocek hingga  US$574 juta untuk menebus jumlah dan jenis tank yang sama. Tank bekas  milik Belanda itu digunakan Kanada untuk menggantikan Leopard jenis 1C2  mereka, seperti dikutip dari Defence Update.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanada sebagai negara kaya raya, tetangga Amerika Serikat dan tidak  memiliki masalah dengan kepemilikan senjata milik NATO, memilih membeli  Leopard bekas Belanda karena lebih murah dibandingkan beli produk baru.  Tak hanya beli bekas, Kanada bahkan sempat menyewa 20 tank Leopard tipe  2A6 milik Jerman untuk diterjunkan di Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kenapa Kanada enggan beli baru, saat itu mereka memberi contoh  Australia yang membeli 66 tank Abrams M-1A1/M88 dan peralatan pendukung  (truk, pengangkut dan pelatih) senilai US$416 juta. Bandingkan dengan  Kanada yang hanya bayar US$574 juta untuk tank dengan kualitas sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, rencana pembelian 100 tank Leopard bekas milik Belanda  oleh Indonesia itu ditentang luar dalam. Dari luar, parlemen Belanda  dengan alasan HAM yang dimotori Fraksi Kiri Hijau, Arjan El Fassed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari dalam, DPR menyebut Indonesia tak butuh Main Battle  Tank. Maklum pembelian Leopard bekas ini tanpa melalui perantara alias  tak ada 10% fulus buat broker yang beredar untuk memuluskan jalan.(&lt;a title="RI Mendapatkan Harga Leopard Sangat Murah Dibandingkan Dengan Kanada" href="http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/tank-leopard-ri-bayar-lebih-murah-dari-kanada"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Bisnis Jabar&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6129255521135448940?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6129255521135448940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ri-mendapatkan-harga-leopard-sangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6129255521135448940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6129255521135448940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ri-mendapatkan-harga-leopard-sangat.html' title='RI Mendapatkan Harga Leopard Sangat Murah Dibandingkan Dengan Kanada'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-7710685194554703877</id><published>2012-01-21T07:06:00.000-08:00</published><updated>2012-03-01T03:33:35.568-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri Pertahanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>RI Kembali Produksi 200 Unit Roket Balistik</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jyukW18lx3o/TxqUiMCZ99I/AAAAAAAAG2o/eiP13Iw2Z_g/s320/1.jpg" alt="Lapan Uji Roket Lokal" width="250" height="160" /&gt;Subang &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;- &lt;/strong&gt;Konsorsium Roket Nasional (KRN) akan kembali  memproduksi 200 unit roket balistik R Han 122 kaliber 122 mm, dengan  jarak jangkau 15 km sebagai bagian dari program 1.000 roket Kementerian  Pertahanan sampai 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini melanjutkan 100 unit roket R Han 122 yang telah diproduksi pada  2011,” kata Deputi Menristek bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek Dr  Teguh Rahardjo usai kunjungan Menristek Gusti Mohammad Hatta ke pabrik  bahan berenergi tinggi PT Dahana, di Subang, Jumat (20/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teguh yang juga Kepala Bidang Pokja Litbangyasa Komite Kebijakan  Industri Pertahanan mengatakan, sebanyak 32 dari 100 unit roket produksi  2011 sudah ditembakkan untuk keperluan pelatihan militer TNI. “Sisanya  68 unit juga akan ditembakkan di tahap berikutnya, pada Februari ini,”  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi 1.000 roket nasional, lanjut dia, merupakan kerja sama  antara PT Dirgantara Indonesia yang memproduksi struktur roketnya, Lapan  (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) yang membuatkan motor  roketnya, PT Pindad memproduksi hulu ledaknya (forehead), serta bahan  bakarnya (propelan) oleh PT Dahana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim ini, ia mengatakan, juga sedang mengembangkan roket balistik  kaliber 200 mm yang jarak jangkaunya lebih dari 20 km, dan roket kendali  kaliber 200 mm yang sudah diujicobakan sebanyak tiga unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Dr Ing Soewarto Hardhienata  mengatakan, pihaknya sudah menguasai pengembangan roket dasar, karena  itu jika kemampuan pendanaan tidak masalah maka program roket nasional  bisa lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1960-an Lapan telah mulai membuat sekaligus menguji roket  antara lain roket standar berkaliber 70, 100, 150, 250 mm, kemudian  roket RX-320 (kaliber 320 mm) dengan jangkauan 40 km-70km, serta roket  RX-420 (kaliber 420 mm) dengan jangkauan 80 km-150 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2011, Lapan juga membuat dan menguji roket tiga tingkat, terdiri  dari dua roket RX-420 dan satu roket RX-320 yang akan segera  diluncurkan pada Februari 2012, selain itu pihaknya juga sedang  mengembangkan roket RX-550 (Kaliber  550mm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula roket pengorbit satelit yang merupakan roket 4 tingkat,  sedang dipersiapkan roadmap-nya. Roket 4 tingkat ini terdiri dari dari 6  unit roket yakni 5 roket RX-420 sebagai roket pendorong dan 1 roket  utama RX-320.(&lt;a title="RI Kembali Produksi 200 Unit Roket Balistik" href="http://www.surya.co.id/2012/01/20/indonesia-kembali-produksi-200-roket-balistik"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Surya&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-7710685194554703877?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/7710685194554703877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ri-kembali-produksi-200-unit-roket.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/7710685194554703877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/7710685194554703877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ri-kembali-produksi-200-unit-roket.html' title='RI Kembali Produksi 200 Unit Roket Balistik'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jyukW18lx3o/TxqUiMCZ99I/AAAAAAAAG2o/eiP13Iw2Z_g/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-1063718572472100633</id><published>2012-01-20T16:46:00.001-08:00</published><updated>2012-03-01T03:15:21.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Jika Menyangkut Kedaulatan, Lakukan Self Defence</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6col_7GunIk/Txk48X7OcZI/AAAAAAAAYVM/IbzSyLSwe94/s400/18014.jpg" alt="Presiden SBY menyampaikan pengarahan pada Rapim TNI dan Polri 2012" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Presiden SBY menyampaikan pengarahan pada Rapim TNI dan Polri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Jumat (20/1) pagi. (Foto: abror/presidensby.info)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Presiden menginstruksikan jajaran TNI untuk tetap dapat menjaga  kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI dengan baik. Untuk itu, harus  memahami hukum internasional yang berlaku. Yaitu jika ada persengketaan,  wajib untuk diselesaikan secara damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lakukan SOP (Standard  Operating Procedures) dengan sebaiknya. Itu berlaku di negara manapun,"  ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam bagian lain arahnannya pada  Rapat Pimpinan TNI dan Polri di STIK, Jakarta, Jumat (20/1) pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  lingkungan ASEAN, ujar Presiden, ada Treaty dan Commitee Cooperation.  "Intinya, kalau ada persengkataan kita wajib menyelesaikan secara damai.  Itulah ide dasar ASEAN. Ini juga didukung negara lain," SBY  menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, penggunaan kekuatan militer di  lapangan bukan berarti diabaikan, "Kalau harus terjadi pertempuran,  harus lebih kepada upaya self defence, apalagi jika menyangkut  kedaulatan," SBY menjelaskan. Jika situasinya serius, lanjut Presiden,  pasti selaku Kepala Negara akan segera mengambil keputusan dan  mengeluarkan instruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenatara untuk Polri, SBY  menginstruksikan untuk tetap mencegah aksi anarkis. Polri harus menjadi  bagian dalam upaya pencegahan terjadinya aksi kekerasan dan anarki. Jika  sudah diupayakan tapi aksi anarkis tetap terjadi, maka jajaran Polri  perlu melakuan tindakan cepat, tepat, tegas, dan tuntas. "Sesuai dengan  aturan hukum dan SOP," Presiden mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terjadi  pelanggaran hukum, maka lanjutkanlah proses hukum kepada mereka yang  melakukan kejahatan. "Itu kewajiban kita. Jangan sampai ada kesan  pembiaran, bahkan yang akan dituduh pun negara, tidak cepat, tidak  tuntas," Kepala Negara menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Presiden, juga tidak  benar jika muncul kesan adanya isu pelanggaran HAM berat dalam melakukan  pengamanan. Presiden menjelaskan, menurut hukum internasional, yang  dikategorikan pelanggaran HAM berat adalah Genocide (pemusnahan terhadap  suatu bangsa) dan Crime Against Humanity (kejahatan kemanusiaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu  ada aturannya, ada penjelasannya," ujar SBY. Namun, meskipun jauh dari  yang disebut pelanggaaran HAM, pelanggaran hukum dan HAM dalam  pelaksanaan tugas harus tetap dicegah," Presiden menekankan.(&lt;a title="Jika Menyangkut Kedaulatan, Lakukan Self Defence" href="http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2012/01/20/7609.html"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Presiden RI&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-1063718572472100633?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/1063718572472100633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/jika-menyangkut-kedaulatan-lakukan-self.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1063718572472100633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1063718572472100633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/jika-menyangkut-kedaulatan-lakukan-self.html' title='Jika Menyangkut Kedaulatan, Lakukan Self Defence'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-6col_7GunIk/Txk48X7OcZI/AAAAAAAAYVM/IbzSyLSwe94/s72-c/18014.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-889760208694677143</id><published>2012-01-20T16:34:00.000-08:00</published><updated>2012-03-01T02:46:11.777-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presiden'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Presiden Sby : Gunakan Anggaran Dengan Tepat &amp; Cegah Terjadinya Penyimpangan</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-C-0f6zHzyZg/Txk4CiqYj_I/AAAAAAAAYVA/S1gOrKpJRY4/s400/1021.jpg" alt="Presiden SBY saat Hadiri Rapim TNI dan Polri" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Presiden SBY, didampingi Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo, usai menyampaikan pengarahan pada Rapim TNI dan Polri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Jumat (20/1) pagi. (Foto: abror/presidensby.info)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Kekuatan pertahanan dan perang Indonesia tertinggal  dibandingkan negara-negara sahabat. Oleh karena itu, Presiden meminta  agar tahun-tahun terkahir ini, ketika alokasi anggaran sudah lebih  besar, dimanfaatkan dengan baik untuk modernisasi dan peningkatan  kemampuan TNI dan Polri, serta pembangunan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Modernisasi  ini diarahkan agar TNI makin mendekati minimum essential force yang  telah ditetapkan dalam kebijakan strategi pertahanan negara, baik itu  Angkatan Darat, Laut, maupun Udara," kata Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono dalam bagian lain arahannya pada Rapat Pimpinan TNI dan Polri  di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Jumat (20/1) pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden  pun membenarkan bahwa upaya tersebut tentu memerlukan anggaran yang  besar. Itulah sebabnya selama kurun waktu 20 tahun terakhir, pemerintah  Indonesia tidak bisa melakukan modernisasi karena situasi keuangan  Indonesia masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua puluh tahun terakhir, sesungguhnya kita  tidak melakukan modernisasi secara penuh. Itu karena terjadi perubahan  yang dramatis, tahun 1998-2008 ekonomi Indonesia kolaps, jatuh," SBY  menjelaskan. "Baru pada tahun-tahun terakhir ekonomi kita menguat  sehingga ada alokasi anggaran yang lebih besar," SBY menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  karenanya, setelah sekian lama tanpa modernisasi, maka pada tahun-tahun  terakhir harus ada percepatan. Kekuatan cukup dan tangguh sangat  diperlukan untuk menjaga NKRI dan keutuhan teritorial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepada  TNI, agar dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Laksanakan  perencanaan dengan baik," Presiden menegaskan. "Gunakan anggaran yang  cukup besar itu dengan tepat dan cegah terjadinya penyimpangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  itu, untuk modernisasi Polri juga akan dilakukan agar Polri semakin  cakap dan berkemampuan dalam menjalankan tugas di era globalisasi.  "Anggaran juga harus dikelola dengan baik. Buat prioritas yang baik,  termasuk konsep yang benar menyangkut penambahan personel yang sudah  saya setujui kemarin di Mabes Polri," SBY menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Presiden, penambahan personel Polri tersebut juga harus disebar di  tempat yang diperlukan. Kalau yang diperlukan adalah penambahan untuk  mengatasi pemeliharaan Kamtibmas, maka di tempat itulah ditambahkan.  "Jangan disebar kesana kemari. Jangan sampai seolah-olah kita tetap  tidak bisa menjaga Kamtibmas," Presiden menegaskan. "Lakukan hal itu  sehingga ada dampak yang maksimal," Presiden menabmbahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping  itu, Kepala Negara juga kembali menekankan tentang peran penting  Komandan di lapangan dalam mengatasi huru-hara. "Bagus kepemimpinan yang  ada di depan dalam mengatasi huru hara, hasilnya akan baik. Jika  sebaliknya, maka kegagalan menghantui tugas sudara," Presiden  mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, SBY meminta agar Polri memastikan  pelatihan yang diterima prajurit Polri tepat dan baik. Dalam penanganan  huru-hara, lanjut SBY, cegah jatuhnya korban jiwa. "Satu orang pun harus  dicegah. Saya yakin itu bisa dilaksanakan sebagaimana yang dilakukan  negara sahabat. Kalau negara lain bisa, Indonesia juga bisa," SBY  menandaskan.(&lt;a title="Presiden Sby : Gunakan Anggaran Dengan Tepat &amp;amp; Cegah Terjadinya Penyimpangan" href="http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2012/01/20/7608.html"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Presiden RI&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-889760208694677143?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/889760208694677143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/presiden-sby-gunakan-anggaran-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/889760208694677143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/889760208694677143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/presiden-sby-gunakan-anggaran-dengan.html' title='Presiden Sby : Gunakan Anggaran Dengan Tepat &amp; Cegah Terjadinya Penyimpangan'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-C-0f6zHzyZg/Txk4CiqYj_I/AAAAAAAAYVA/S1gOrKpJRY4/s72-c/1021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-5202123920419907443</id><published>2012-01-20T16:32:00.000-08:00</published><updated>2012-03-01T19:00:00.897-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pasukan Khusus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Pasukan Khusus TNI Akan Gelar Latgab Penanggulangan Teror</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZT-KGNAnSsU/Txk11KTSrJI/AAAAAAAAYU0/QQ7iOaqYGwU/s400/Army%2BDepok_reuters.jpg" alt="Prajurit TNI AD latihan anti teror. (Foto: Reuters)" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Prajurit TNI AD latihan anti teror. (Foto: Reuters)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Soreang - &lt;/strong&gt;Latihan Gabungan Penanggulangan Teror (Gultor) Trimatra VI  Tahun 2012 akan melibatkan Tiga Matra Pasukan Khusus TNI yaitu Detasemen  Bravo 90’ Paskhas (AU), Detasemen 81’ Kopasus (AD) dan Denjaka (AL)  direncanakan gelar latihan akan mengambil lokasi di Pangkalan Udara  Husen Sastranegara, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna kesiapan dan kelancaran latihan  tersebut, bertempat di Markas Komando Korpaskhas, Jumat (20-/1),  dilaksanakan paparan Rencana Garis Besar latihan oleh Ketua Wasit dan  Pengendali (Kawasdal) Kolonel Psk Rolland DG Waha sehari-hari menjabat  sebagai Asisten Operasi Korpaskhas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelasannya pada sesi  tanya jawab dan diskusi oleh Kawasdal Kolonel Psk Rolland DG Waha  menjelaskan bahwa, dalam latihan Goltor Trimatra TNI ini tidak hanya  menampilkan kemampuan serta kesiapan gelar operasi Pasukan Khusus  semata, akan tetapi juga untuk menguji serta kesiapan Lanud Husen  Sastranegara dan Bandara Sipil Husen Sastranegara, bagaimana antisipasi  dan kesiapan serta tindakan awal yang dilakukan dalam menangani keadaan  bahaya yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan harapan melalui latihan ini selain  untuk melatih para prajurit pasukan khusus TNI juga untuk melatih  personel Pangkalan Udara maupun Bandara yang menjadi tempat sasaran  latihan, untuk itu, sasaran latihan selalu digelar pada Pangkalan Udara  maupun bandara yang ada di Indonesia bagi prajurit Detasemen Bravo 90’  Paskhas, bertujuan agar para prajurit mengetahui karateristik seluruh  Lanud maupun Bandara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pelaksanaan paparan RGB dan diskusi  juga dilaksanakan peninjauan medan latihan oleh semua unsur dan  koordinator latihan untuk lebih memudahkan dan sekaligus untuk  mendapatkan gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. Rapat yang  dipimpin langsung oleh Wadan Korpaskhas Marsekal Pertama TNI MB.  Manurung dihadiri oleh Para Pejabat Mako Korpaskhas, Danwing I Halim PK,  Danskadron Udara 31 Halim PK, Kadisops Lanud Husen Sastranegara,  Perwakilan Sops Mabes TNI, Perwakilan Sops Mabesau, Perwakilan PT.  Dirgantara Indonesia, Perwakilan Kopasus, Perwakilan Denjaka (AL) serta  Kabandara Husen Sastranegara.(&lt;a title="Pasukan Khusus TNI Akan Gelar Latgab Penanggulangan Teror" href="http://www.pikiran-rakyat.com/node/173795"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Pikiran Rakyat&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-5202123920419907443?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/5202123920419907443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pasukan-khusus-tni-akan-gelar-latgab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5202123920419907443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5202123920419907443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pasukan-khusus-tni-akan-gelar-latgab.html' title='Pasukan Khusus TNI Akan Gelar Latgab Penanggulangan Teror'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ZT-KGNAnSsU/Txk11KTSrJI/AAAAAAAAYU0/QQ7iOaqYGwU/s72-c/Army%2BDepok_reuters.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-5178150657660489773</id><published>2012-01-20T16:14:00.000-08:00</published><updated>2012-03-01T01:27:23.169-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Menhan : Tank Leopard 2A6 Sesuai Dengan Spesifikasi Teknis Yang Dibutuhkan TNI-AD</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://specialtechnology.4t.com/jpg/leopard2tank-14.jpg" alt="Tank Leopard 2a6" width="250" height="160" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, tank Leopard 2A6  dari Belanda telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang dibutuhkan TNI  Angkatan Darat. Leopard 2A6 ini juga telah masuk dalam daftar belanja  TNI yang diajukan kepada Kementerian Pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita mengikuti apa yang diusulkan Angkatan Darat sebagai &lt;em&gt;user&lt;/em&gt;,"  kata Purnomo kepada wartawan di sela-sela Rapat Pimpinan TNI-Polri di  Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian di Jakarta, Jumat (20/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait  pembelian 100 tank Leopard bekas ini, Purnomo mengatakan, Pemerintah  Indonesia dan Pemerintah Belanda telah melakukan pembicaraan. Saat ini,  kedua pemerintah masih menunggu persetujuan dari parlemen negara  masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya lebih lanjut, Purnomo meminta  wartawan untuk hadir dalam rapat yang digelar antara Kementerian  Pertahanan dan Komisi I DPR pada Selasa (24/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti  diwartakan, Komisi I DPR telah menolak rencana pembelian 100 tank  Leopard 2A6 bekas. Penolakan didasari pada upaya reformasi TNI dan  membangun angkatan perang yang kuat dan profesional. Selain membeli  tank, pemerintah juga berencana membeli 6 pesawat tempur Sukhoi dan 3  kapal selam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, Kepala Pusat Penerangan TNI  Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan, rencana pembelian alat  utama sistem persenjataan itu tetap dijalankan. Apabila ada kecurigaan  terhadap pengadaan alutsista, Komisi Pemberantasan Korupsi dipersilakan  menyelidikinya. Rencana pembelian ini masih menjadi perdebatan. Leopard  2A6 dinilai tidak sesuai dengan letak geografis Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Pemerintah Belanda menjual peralatan militernya ke Indonesia juga &lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2012/01/20/12302087"&gt;menghadapi mosi parlemen&lt;/a&gt; yang meminta supaya transaksi itu tidak dilakukan. Indonesia dinilai  belum menghormati hak asasi manusia, terutama di Papua. Dikhawatirkan,  kalau dibeli Indonesia, tank Leopard akan digunakan untuk aktivitas  pelanggaran hak asasi manusia.(&lt;a title="Menhan : Tank Leopard 2A6 Sesuai Dengan Spesifikasi Teknis Yang Dibutuhkan TNI-AD" href="http://nasional.kompas.com/read/2012/01/20/14403511/Menhan.Leopard.Sesuai.Spesifikasi.Teknis.AD"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Kompas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-5178150657660489773?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/5178150657660489773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-tank-leopard-2a6-sesuai-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5178150657660489773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5178150657660489773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-tank-leopard-2a6-sesuai-dengan.html' title='Menhan : Tank Leopard 2A6 Sesuai Dengan Spesifikasi Teknis Yang Dibutuhkan TNI-AD'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4884681124013605811</id><published>2012-01-20T16:02:00.000-08:00</published><updated>2012-03-01T00:11:03.808-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beBelanda'/><title type='text'>Parlemen Belanda Kaitkan Pembelian Leopard Dengan Masalah HAM</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/24/Leopard_2_A5_der_Bundeswehr.jpg/300px-Leopard_2_A5_der_Bundeswehr.jpg" alt="Leopard 2A5" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Leopard 2A5 yang memperkuat jajaran kavaleri berat Angkatan Darat Jerman. Jika tidak ada aral melintang, Indonesia akan memiliki barisan besar Leopard 2A6 (generasi lebih muda dan canggih ketimbang 2A5). (wikipedia)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #BC681B;"&gt;"... pemberitaan yang kuat pemerintah Belanda mengait-kaitkan pembelian Leopard tersebut dengan masalah HAM. Ini pernyataan tidak bersahabat dari pimpinan dan anggota Parlemen Belanda... "&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Wakil Ketua DPR, Priyo Santoso, menilai pernyataan Parlemen  Belanda yang mengaitkan masalah pembelian 100 tank Leopard dengan  masalah HAM tidak tepat dan tak ada kaitannya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita mendapatkan pemberitaan yang kuat pemerintah Belanda  mengait-kaitkan pembelian Leopard tersebut dengan masalah HAM. Ini  pernyataan tidak bersahabat dari pimpinan dan anggota Parlemen Belanda,"  kata Priyo, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, Komisi I DPR berikhtiar sekuat tenaga memperbesar  alokasi anggaran terhadap pengadaan arsenal militer Indonesia dan  meminta Kementerian Pertahanan segera memodernisasi alat-alat perang  secara canggih agar menjadi negara yang disegani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi di sisi lain, ternyata Kementerian Pertahanan sering tidak  pernah memberikan rancangan besar. Mereka kadangkala secara sepihak,  ujug-ujug, tidak ada pembicaraan, tiba-tiba sudah ada pembelian atau  rencana membeli dengan pihak lain," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, saat  ini pemerintah sedang memberdayakan agar TNI bisa menggunakan arsenal  produksi dalam negeri seperti yang dihasilkan banyak perusahaan  nasional.(&lt;a title="Parlemen Belanda Kaitkan Pembelian Leopard Dengan Masalah HAM" href="http://www.antaranews.com/berita/293693/parlemen-belanda-kaitkan-ham-dengan-leopard-tidak-bersahabat"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4884681124013605811?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4884681124013605811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/parlemen-belanda-kaitkan-pembelian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4884681124013605811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4884681124013605811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/parlemen-belanda-kaitkan-pembelian.html' title='Parlemen Belanda Kaitkan Pembelian Leopard Dengan Masalah HAM'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-2596585392612408783</id><published>2012-01-20T15:50:00.001-08:00</published><updated>2012-02-29T10:13:58.838-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri Pertahanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Pembelian Tank Leopard Jadi Kesempatan Untuk Mempelajari Teknologi Tank Sekelas MBT</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.fas.org/man/dod-101/sys/land/row/leopard-2-pz87-093.jpg" alt="Tank Leopard 2A4 (Foto : Fas)" width="250" height="150" /&gt;Subang - &lt;/strong&gt;Jika mendapat pengetahuan memadai, Indonesia mampu mengembangkan sendiri tank canggih sekelas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Leopard&lt;/span&gt; . Deputi Menristek Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek, Teguh Rahardjo, menyatakan, "Pembelian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Leopard&lt;/span&gt; ini akan jadi kesempatan bagi peneliti untuk ikut belajar meningkatkan kemampuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia katakan, Jumat, spesifikasi teknologi tank &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Leopard&lt;/span&gt; sangat canggih misalnya dari tingkat akurasi penembakannya. Sampai saat  ini teknologi yang baru dikuasai Indonesia adalah jenis panser, belum  jenis yang beroda rantai yang mampu melewati berbagai medan sangat  berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya, lanjut dia, siap membantu PT Pindad untuk mengkaji  teknologi apa saja yang ada di dalam tank tersebut dan membantu  mengembangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ini jadi program alih teknologi yang akan dikembangkan secara  nasional, kita akan targetkan 5-10 tahun kita sudah bisa kuasai, tapi  tentu tergantung kesiapan industri persenjataan dan mesin juga,"  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengatakan, TNI sudah lama tidak meregenerasi tank-tank-nya  yang kini sudah berusia cukup tua dan kurang layak digunakan sebagai  sarana pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, menegaskan pengadaan tank&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Leopard&lt;/span&gt; dari Belanda sudah melalui penelitian dan pengkajian yang matang, tidak diputuskan secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan,  "Kementerian Pertahanan memandang secara strategi perlu memodernisasi  peralatan militer dalam rangka dua hal yakni memenuhi strategi  pertahanan dan untuk memenuhi varian teknologi sebagai tuntutan dari  revolusi militer di ASEAN."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, rencana pembelian tank &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Leopard&lt;/span&gt; ditolak Parlemen Belanda. Mereka menilai Indonesia masih melakukan berbagai pelanggaran HAM.&lt;/span&gt;(&lt;a title="Pembelian Tank Leopard Jadi Kesempatan Untuk Mempelajari Teknologi Tank Sekelas MBT" href="http://www.antaranews.com/berita/293677/indonesia-mampu-kembangkan-tank-sekelas-leopard"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-2596585392612408783?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/2596585392612408783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pembelian-tank-leopard-jadi-kesempatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2596585392612408783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2596585392612408783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pembelian-tank-leopard-jadi-kesempatan.html' title='Pembelian Tank Leopard Jadi Kesempatan Untuk Mempelajari Teknologi Tank Sekelas MBT'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-8155895558422424296</id><published>2012-01-20T15:46:00.001-08:00</published><updated>2012-02-29T20:09:14.072-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Kisruh Politik Jelang Kedatangan Leopard</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.fas.org/man/dod-101/sys/land/row/leopard-2-pz87-068.jpg" alt="Tank Leopard 2A4 (Foto : Fas)" width="250" height="160" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Rencana pembelian alat utama sistem senjata  (Alutsista), jenis Main Battle Tank (MBT) Leopard 2, dengan komposisi 50  unit Leopard 2A4 yang akan ditingkatkan kemampuannya menjadi Leopard  2A6, dan 50 unit Leopard 2A6 bekas untuk TNI AD menuai kritikan dari  anggota DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa anggota Komisi I DPR seperti Effendie  Choirie, Priyo Budi Santoso, TB. Hasanudin, Pramono Anung, Ahmad Mizani,  dan Al Muzzammil Yusuf meneriakan penolakan terhadap rencana  modernisasi Alutsista tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai alasan dikemukakan para  anggota Komisi I DPR RI agar pembelian tank berat tesebut batal, atau  sekedar ditunda, untuk dibicarakan lagi dengan TNI dan Kementerian  Pertahanan RI, seperti MBT tidak cocok dengan kondisi geografis  Indonesia, dapat mematikan industri pertahanan dalam negeri, hingga dana  pembelian tank Leopard 2A6 itu dialokasikan ke peningkatan  kesejahteraan prajurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan juga datang dari Presidium  Indonesia Police Watch, Neta S. Pane yang mengatakan pembelian tank  Leopard sangat tidak masuk akal. Sebab, perawatannya susah dan biayanya  mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, Salim Mengga dari Fraksi Partai Demokrat, setuju  dengan alasan pemerintah untuk membeli tank bekas Leopard asal Belanda.  Menurutnya, alasan yang diajukan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie  Sjamsoeddin dalam pertemuan di Hotel Dharmawangsa logis dan masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TNI  AD sendiri sebagai pihak yang mengajukan pembelian Leopard 2A6,  bersikukuh bahwa MBT ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan TNI  dalam menangkal ancaman musuh dari luar dan pemenuhan Minimum Essential  Forces (MEF), yang dicanangkan Pemerintahan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari konflik  yang terjadi antara pemerintah-TNI dan DPR ini ada satu pertanyaan  besar, apakah MBT sekelas Leopard 2A6  ini cocok dengan kebutuhan TNI,  dan sesuai dengan doktrin pertahanan Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leopard 2A6  adalah MBT buatan Jerman yang dikembangkan berdasarkan varian  sebelumnya, yakni Leopard 2A5. Leopard 2 sendiri sudah dikembangkan  sejak dekade 1970-an, namun untuk varian A6-nya sendiri, baru  dikembangkan dan diproduksi akhir 1990-an hingga awal 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda  sendiri adalah pengguna Leopard 2A6 sejak 2003, dan berencana melego  ratusan unit Leopard 2A5 dan A6 akibat dari terjangan krisis ekonomi  yang melanda Eropa akhir 2009 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kekhawatiran DPR  mengenai pembelian MBT Belanda ini, karena TNI membeli barang bekas yang  dianggap sudah tua, sehingga dikhawatirkan tidak bisa beroperasi dengan  baik dan biaya operasinya mahal karena teknologinya sudah ketinggalan.  Padahal jika melihat dari sejarah operasionalnya, Leopard 2A6 Belanda  ini baru digunakan selama sembilan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masalah pembelian  tank Leopard akan mematikan industri pertahanan dalam negeri, khususnya  Pindad. Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo  justru mengungkapkan kedatangan salah satu MBT terbaik di dunia ini  justru membantu industri pertahanan dalam negeri, karena memperoleh  teknologi MBT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kemampuan industri pertahanan dalam negeri  yang ada sekarang. Pindad sebagai pihak yang banyak mengembangkan  Alutsista untuk keperluan AD, memang belum mampu untuk membuat Alutsista  sekelas MBT dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindad memang sedang melakukan penelitian pengembangan Alutsista roda rantai (&lt;em&gt;track wheeled&lt;/em&gt;),  dan pengembangan tank ringan hingga sedang. Namun dua alutsista itu  belum bisa diproduksi dalam waktu dekat, karena masih ada bagian-bagian  teknolgoi yang belum dikuasai Pindad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya masalah mampu  atau tidaknya Pindad memproduksi tank sekelas Leopard 2A6. Dengan  kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada sekarang, industri  pertahanan Indonesia jelas mampu. Namun timbul pertanyaan selanjutnya,  sebanyak apa kebutuhan akan tank sekelas MBT ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, jika ternyata kebutuhannya hanya sedikit saja. Pindad bisa merugi, sebab BEP tidak tercapai.&lt;br /&gt;Kebiasaan  yang terjadi selama ini, BUMN Strategis sudah mampu membuat produk  sekelas dengan produk luar negeri, namun selalu saja terkendala dengan  status belum terbukti kemampuannya, alias battle proven.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait  masalah doktrin pertahanan. TNI menganut sistem pertahanan  pasif/defensif, alias bertahan. Hal inilah yang dijadikan alasan TB.  Hasanudin mengapa tank sekelas Leopard tidak cocok, karena kebanyakan  negara pengguna tank berat adalah negara agresor, alias negara dengan  doktrin pertahanan menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai cocok tidaknya MBT  beroperasi disuatu negara bukan berdasarkan doktrin pertahanan suatu  negara, melainkan tujuan penggunaan MBT itu sendiri. Karena MBT sebagai  alat, tentunya digunakan sesuai dengan kubutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir,  mengenai dana pembelian Leopard sebaiknya dialihkan untuk meningkatkan  kesejahteraan prajurit. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam  Rapim TNI 2012, mengatakan bahwa dana pembelian Aliutsista dengan dana  kesejahteraan prajurit terpisah. Sehingga peningkatan kesejahteraan  prajurit tidak akan terganggu sama sekali dengan pembelian Alutsista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat  kondisi dan fakta yang ada mengenai Leopard, serta kebijakan pemerintah  mengenai pemenuhan MEF dengan pembelian Alutsista, apa yang diungkap  DPR mengenai rencana pembelian Leopard bekas Belanda terkesan  dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi KASAD sendiri mengatakan bahwa pembelian tank  bekas Belanda ini masih belum final, karena masih menunggu perkembangan  sikap parlemen Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu yang berkembang belakangan mengenai  rencana pembelian Leopard ini, justru bersifat politis. Penolakan DPR  atas rencana TNI ini, disinyalir untuk menjegal KASAD Jenderal TNI  Pramono Edhie Wibowo yang digandang-gadang akan dilantik menjadi  Panglima TNI, menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal  tersebut terlihat dari banyaknya suara penolakan datang dari kalangan  oposisi. Sedangkan Fraksi Demokrat mendukung rencana pengadaan tersebut.  Ditambah lagi status Pramono Edhie Wibowo sebagai  adik ipar Presiden  SBY, semakin memperkental aroma politis yang ada.(&lt;a title="Kisruh Politik Jelang Kedatangan Leopard" href="http://www.itoday.co.id/politik/4344-kisruh-politik-jelang-kedatangan-leopard"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Itoday&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-8155895558422424296?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/8155895558422424296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/politik-kisruh-politik-jelang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8155895558422424296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8155895558422424296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/politik-kisruh-politik-jelang.html' title='Kisruh Politik Jelang Kedatangan Leopard'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6215427575036779553</id><published>2012-01-20T12:12:00.001-08:00</published><updated>2012-02-29T09:43:33.002-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><title type='text'>Wiranto : Tunda Pembelian Tank Leopard Jika Mengganggu Perekonomian Nasional</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.fas.org/man/dod-101/sys/land/row/leopard-2-pz87-094.jpg" alt="Tank Leopard 2A4 (Foto : Fas)" width="250" height="150" /&gt;JAKARTA &lt;/strong&gt;— Kementerian Pertahanan  berencana membeli 100 buah tank Leopard bekas angkatan bersenjata  Belanda dengan anggaran 280 juta dollar AS. Sejumlah kalangan dan Dewan  Perwakilan Rakyat menentang rencana pembelian alat utama sistem  persenjataan (alutsista) tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal tersebut, mantan  Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto menyatakan, sebaiknya pembelian  tersebut ditunda dulu jika sampai mengganggu perekonomian nasional.  Apalagi, harga tersebut terbilang fantastis di saat negara sedang  membutuhkan anggaran untuk masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Problemnya sekarang  apakah pengadaan alutsista yang memerlukan biaya besar ini mengganggu  perekonomian nasional. Kalau mengganggu perekonomian nasional ditunda  dulu. Kalau tidak mengganggu &lt;em&gt;go ahead &lt;/em&gt;lanjutkan saja," ujar Wiranto saat menghadiri diskusi di PP Muhammadiyah, Kamis (19/1/2012) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,  Wiranto tak menampik bahwa TNI memang membutuhkan alutsista baru. Hal  ini karena perlengkapan TNI, kata dia, telah ketinggalan zaman.  Persenjataan yang baru, menurutnya, turut membangkitkan kepercayaan diri  bangsa maupun TNI sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang ada suatu kebutuhan di sana.  Kebutuhan bahwa kekuatan TNI yang menyangkut alutsista itu harus kuat  dan modern, itu harapan semua negara karena tatkala negara ketinggalan  dalam pengadaan alutsista dan dianggap TNI-nya lemah, tentaranya lemah.  Tidak hanya untuk perang, tetapi agar tidak mudah digertak dan  disepelekan negara lain," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan, pembelian  senjata-senjata untuk TNI harus ini sesuai dengan prosedur di mana ada  survei mengenai harga dan kecocokannya untuk dipakai oleh angkatan  bersenjata RI atau tidak, termasuk dicocokkan dengan kondisi di  lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasti pengadaannya harus melalui syarat-syarat yang  lebih terbuka sehingga uang rakyat yang ratusan triliun itu jangan  sampai mubazir. Jangan sampai bumerang bagi kita jadi lahan untuk  dikorupsi. Sehingga, kita seakan-akan membeli yang bagus, tetapi  kenyataannya buruk," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya diberitakan, tank  buatan Jerman ini rencananya akan digunakan untuk memperkuat armada TNI  Angkatan Darat di wilayah perbatasan Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, niatan itu  tampaknya akan sulit mengingat tak hanya sebagian publik yang menolak,  sebagian orang dari parlemen Belanda juga tak menyetujui pembelian tank  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menilai Indonesia masih melakukan berbagai pelanggaran HAM. Belanda tak mau tank-tank itu dipakai untuk pelanggaran HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  dalam negeri, beberapa anggota Komisi I DPR tegas-tegas menolak rencana  itu. DPR menilai spesifikasi tank Leopard tak cocok dengan kondisi  medan Indonesia.(&lt;a title="Wiranto : Tunda Pembelian Tank Leopard Jika Mengganggu Perekonomian Nasional" href="http://nasional.kompas.com/read/2012/01/19/21334266/Wiranto.Tunda.Beli.Tank.Leopard.jika.Ganggu.Perekonomian"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Kompas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6215427575036779553?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6215427575036779553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/wiranto-tunda-pembelian-tank-leopard.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6215427575036779553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6215427575036779553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/wiranto-tunda-pembelian-tank-leopard.html' title='Wiranto : Tunda Pembelian Tank Leopard Jika Mengganggu Perekonomian Nasional'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-137074719851207584</id><published>2012-01-20T11:52:00.001-08:00</published><updated>2012-02-29T03:31:57.484-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri Pertahanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><title type='text'>Kasad : Pembelian Tank Leopard Diharapkan Dapat Meningkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.inetres.com/gp/military/cv/tank/Leopard2/Leopard2A4_Finland_06.jpg" alt="Tank Leopard 2a4" width="250" height="160" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Pembelian tank berat atau Main Battle Tank (MBT) jenis  Leopard milik militer Belanda diharapkan dapat menjadi sarana memeroleh  teknologi pembuatan MBT. Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD)  Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo ini merupakan hal penting karena  industri dalam negeri belum mampu memproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tank beratnya  Indonesia belum mampu. Sehingga kami berharap ada harapan teknologi  andai membeli tank berat. Dengan persyaratan TOT bisa mentransfer,  sehingga Indonesia bisa membuat sendiri,” kata KSAD Jenderal TNI Pramono  Edhie Wibowo usai Rapim TNI di Mabes TNI Jakarta, Rabu (18/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya,  kemampuan industri pertahanan nasional saat ini baru sampai pada  retrovit tank tringan. Untuk tank sedang dan tank berat, KSAD menyatakan  Indonesia belum mampu. “Sehingga kalau ada TOT, kami bisa kirim orang  agar bisa meningkatkan kemampuan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan MBT ini,  tutur KSAD, bertujuan untuk menyamakan teknologi alat utama sistem  senjata (alutsista) dengan negara lain, karena Indonesia telah  tertinggal jauh. Di Asia Tenggara, negara tetangga sudah memiliki tank  jenis ini seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja dan Myanmar.  Negara-negara tersebut, jelas KSAD, juga merupakan negara kepulauan  seperti Indonesia sehingga alasan penolakan pembelian tank berat dengan  alasan Indonesia negara kepulauan tidak tepat. “Jalannya sama, hutannya  sama, kondisinya juga sama. Apakah struktur jalan kita tidak lebih baik  dari negara itu,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, lanjut KSAD, dukungan tank  bagi TNI AD hanya jenis tank ringan. Tank ringan yang dimiliki saat ini  diantaranya Scorpion, dan AMX 13 yang merupakan produk tahun 1950-an.  “Kalau dilihat cukup lama kita tertinggal dalam teknologi tank. Padahal  tank itu ada tiga kelas, ringan, sedang dan berat,” paparnya. Untuk tank  AMX 13, TNI AD saat ini melakukan kerja sama dengan PT Pindad untuk  meretrofit 13 unit tank tersebut.(&lt;a title="Kasad : Pembelian Tank Leopard Diharapkan Dapat Meningkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional" href="http://www.jurnas.com/news/50652/KSAD:_Leopard_Diharapkan_Meningkatkan_Kemampuan_Industri_Pertahanan_Nasional/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-137074719851207584?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/137074719851207584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasad-pembelian-tank-leopard-diharapkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/137074719851207584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/137074719851207584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasad-pembelian-tank-leopard-diharapkan.html' title='Kasad : Pembelian Tank Leopard Diharapkan Dapat Meningkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4840314051422517653</id><published>2012-01-20T10:12:00.000-08:00</published><updated>2012-02-29T02:51:46.816-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemen BUMN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri Pertahanan'/><title type='text'>RI Berencana Bangun Pabrik Bahan Berenergi Tinggi Untuk Militer Di Subang</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://img.antaranews.com/new/2012/01/small/20120120Energetic_Material_Centre.jpg" alt="Ilustrasi" width="250" height="160" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #BC681B;"&gt;"produksi militer harus didukung oleh produk komersial agar perusahaan bisa tetap  beroperasi, ditambah lagi harus bersinergi dengan lembaga-lembaga riset  untuk kepentingan penelitian dan pengembangan material dan peroketan  nasional"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Subang - &lt;/strong&gt;Indonesia akan membangun pabrik bahan berenergi tinggi  (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Energetic Material Center&lt;/span&gt;) di areal PT Dahana di Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk memenuhi kebutuhan  militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tantangan kita adalah melepaskan ketergantungan akan kebutuhan  bahan baku propelan impor, jadi ini kita dukung," kata Menristek Gusti  Mohammad Hatta pada kunjungannya ke BUMN di bidang produksi bahan  berenergi tinggi (peledak), PT Dahana, di Subang, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Menteri menyaksikan penandatanganan kerja sama  PT Dahana-Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) dan PT  Dahana-BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) yang dihadiri  Kepala Lapan Bambang Tedjasukmana dan Kepala BPPT Marzan A Iskandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan Menteri, saat ini Indonesia sedang bersemangat tinggi  meningkatkan kemandirian bangsa di bidang penguasaan teknologi  pertahanan, dimana propelan, bahan bakar roket menjadi salah satu  indikator kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya saja produksi militer harus didukung oleh produk komersial  agar perusahaan bisa tetap beroperasi, ditambah lagi harus bersinergi  dengan lembaga-lembaga riset untuk kepentingan penelitian dan  pengembangan material dan peroketan nasional," kata Gusti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusti juga menyatakan bangga karena di areal yang berisi bahan-bahan  mengerikan seperti bahan peledak ternyata gedungnya menjadi yang  pertama di Indonesia mendapat sertifikasi "Green Building" dan mencapai  kategori platinum untuk gedung baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Dirut PT Dahana Tanto Dirgantoro mengatakan, semua  aktivitas terkait produksi propelan diarahkan di wilayah Subang ini  setelah diletakkan batu pertamanya oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro pada  2010 dan dijadwalkan selesai pada Maret 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya Energetic Material Center ini akan menjadi yang terbesar di ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami baru saja memindahkan pabrik (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;catridged emulsion&lt;/span&gt;)  yang semula berlokasi di Kabupaten Tasikmalaya ke Subang yang luasnya  mencapai 595 ha. Pabrik kami di Tasik yang hanya di atas lahan 10 ha tak  memenuhi syarat jarak keselamatan untuk produksi bahan lainnya,"  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahana, urainya, selain memproduksi bahan berenergi tinggi untuk  militer juga memproduksi kebutuhan komersial seperti keperluan  pertambangan migas, pertambangan umum dan konstruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Dr Ing Soewarto  Hardhienata mengatakan, propelan yang pembeliannya sering diembargo oleh  negara maju, dibutuhkan dalam pengembangan peroketan nasional.(&lt;a title="RI Berencana Bangun Pabrik Bahan Berenergi Tinggi Untuk Militer Di Subang" href="http://www.antaranews.com/berita/293663/ri-bangun-pabrik-bahan-berenergi-tinggi-untuk-militer"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4840314051422517653?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4840314051422517653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ri-berencana-bangun-pabrik-bahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4840314051422517653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4840314051422517653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ri-berencana-bangun-pabrik-bahan.html' title='RI Berencana Bangun Pabrik Bahan Berenergi Tinggi Untuk Militer Di Subang'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6576150059676287254</id><published>2012-01-20T07:22:00.001-08:00</published><updated>2012-02-29T02:17:01.654-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><title type='text'>Choirie : DPR Tidak Pernah Menyetujui Rencana Pembelian Tank Leopard Dari Belanda</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.inetres.com/gp/military/cv/tank/Leopard2/Leopard2A4_Finland_03.jpg" alt="Tank Leopard 2a4" width="250" height="160" /&gt;Surabaya - &lt;/strong&gt;Anggota Komisi I DPR, Ahmad Effendy Choirie mengungkapkan, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;DPR tidak pernah menyetujui rencana pembelian Tank Leopard dari Belanda oleh TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangankan saya yang dari sipil, juga yang lain menolak. Di Komisi I  DPR ada lima mantan jenderal, termasuk Pak Salim Mengga yang ahli tank  dari Fraksi Demokrat, juga sudah menyatakan menolak. Nah, ini yang patut  ditelusuri, ada apa sikap pemerintah, yang tetap ngotot membeli Tank  Leopard,” jelas Effendy Choirie, Kamis (19/1/20120.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang biasa dipanggil Gus Coi tersebut menegaskan, penolakan DPR  (Komisi I) didasari sejumlah argumentasi. Yang utama, kata Gus Coi, yang  dipaparkan oleh para purnawirawan jendral di Komisi I DPR, geografis  Indonesia tak cocok bagi Tank Leopard.  Selain itu, tank jenis ini juga tidak cocok untuk alat pertahanan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jalan-jalan  di luar Jawa pasti tak akan mampu menahan beban Tank  Leopard kalau dilalui. Tank jenis ini, cocok untuk pertempuran di gurun.  Kalau jalan-jalan dilalui Tank Leopard, pasti langsung rusak karena  beratnya yang mencapai sekian ton. Makanya, kita di DPR cenderung  menolak,” kata Gus Coi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, TNI tetap ngotot dengan berbagai alasan. Makanya, dalam waktu  dekat kita akan panggil TNI dan Dephan terkait ini. Kita akan minta  penjelasan resmi, kenapa tetap ingin membeli Tank Leopard. Alasan  rasionalnya seperti apa, kita akan dengarkan,” katanya lagi.(&lt;a title="Choirie : DPR Tidak Pernah Menyetujui Rencana Pembelian Tank Leopard Dari Belanda" href="http://www.surya.co.id/2012/01/19/pembelian-tank-leopard-tanpa-persetujuan-dpr"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Surya&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6576150059676287254?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6576150059676287254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/choirie-dpr-tidak-pernah-menyetujui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6576150059676287254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6576150059676287254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/choirie-dpr-tidak-pernah-menyetujui.html' title='Choirie : DPR Tidak Pernah Menyetujui Rencana Pembelian Tank Leopard Dari Belanda'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-3376919724435084673</id><published>2012-01-20T07:10:00.001-08:00</published><updated>2012-02-29T02:03:54.437-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Panglima TNI : Cina &amp; Korsel Miliki Persamaan Dalam Strategi Pertahanan</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YCyZfjhb3Gw/Txi9NEp0fNI/AAAAAAAAG14/bITUrqacGew/s320/2.jpg" alt="Rudal Cina" width="200" height="200" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Memiliki persamaan dalam strategi pertahanan, TNI  masih melirik pengadaan Alat Sistem Pertahanan (Alutsista) dari Korea  Selatan dan China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu diungkapkan, Panglima TNI  Laksamana Agus Suhartono dalam konfrensi pers di Mabes TNI Cilangkap,  Jakarta Timur, Rabu (18/1/2012) kemarin. "Karena kita memiliki kecocokan  dalam strategi pertahanan dengan dua negara itu, " kata Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak  negara yang bisa kita lakukan, tapi saat ini yang sudah kita jajaki dan  kita bisa ajak pengembangannya, yang pertama untuk pesawat temput Korea  Selatan, untuk kapal selam juga dengan Korea Selatan. Untuk peluru  kendali kita mencoba bekerjasama dengan China," ujar Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  begitu, tambah Agus, TNI saat ini TNI juga tengah menjajaki kerjasama  dibidang pertahanan dengan beberapa negara lain seperti eropa. "Untuk  pengembangan yang lain memang sedang kita susun komunikasi dengan  Turki," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus mengatakan, TNI sudah melakukan beberapa  proses pengembangan di bidang Alutsista dengan beberapa negara. Namun  TNI tak mengambil keseluruhannya karena mempertimangkan kecocokan  sistem. "Jadi sebernarnya negara yang mau kerjasama dengan kita itu  banyak. Kita benar-benar memilih mana yang tepat untuk kita ajak kerja  sama," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, jenderal bintang empat ini  menambahkan, dengan anggaran yang disetujui oleh Kementerian Keuangan  sebesar Rp156 Triliun, nantikan akan dialokasi ketiga anggkatan yang ada  di TNI yang nantinya digunakan untuk pengembangan kekuatan pertahanan  TNI dalam menjaga keamanan di seluruh wilayah perbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  itu, TNI sudah memiliki daftar belanja dalam rangka penguatan sistem  ketahanan selama 2010-2014 mendatang. "Yang jelas dari Rp156 Triliun itu  ada yang untuk pengadaan alutsista baru sebagai pengganti alutsista  yang sudah didispuse atau yang lama. Yang kedua juga untuk peningkatan  kemampuan, peningkatan kemampuan ini alutsista yang memadai tapi  senjatanya sudah ketinggalan, kita lakukan modernisasi," pungkasnya.(&lt;a title="Panglima TNI : Cina &amp;amp; Korsel Miliki Persamaan Dalam Strategi Pertahanan" href="http://nasional.inilah.com/read/detail/1820645/korsel-dan-china-kiblat-alutsista-tni"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Inilah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-3376919724435084673?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/3376919724435084673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-cina-korsel-miliki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3376919724435084673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3376919724435084673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-cina-korsel-miliki.html' title='Panglima TNI : Cina &amp; Korsel Miliki Persamaan Dalam Strategi Pertahanan'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-YCyZfjhb3Gw/Txi9NEp0fNI/AAAAAAAAG14/bITUrqacGew/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-7079233847346280296</id><published>2012-01-19T13:25:00.001-08:00</published><updated>2012-02-28T23:11:10.174-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Russia'/><title type='text'>Tiga Kapal Perang Rusia Sandar Di Tanjung Perak</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="border: 1px solid black;" src="http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/19.%20kapal%20perang%20rusia.jpg" alt="Kapal Perang Russian Navy Jenis Buru Selam RFS Admiral Panteleev-548" width="430" height="280" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kapal Perang Russian Navy Jenis Buru Selam RFS Admiral Panteleev-548&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/19.%20kapal%20perang%20rusia%201.jpg" alt="Tiga Kapal Perang Rusia Sandar Di Tanjung Perak" width="250" height="160" /&gt;Surabaya - &lt;/strong&gt;Tiga armada kapal perang Rusia singgah  di Surabaya untuk melakukan kunjungan persahabatan latihan bersama  antara TNI AL dan Russian Navy. Kapal perang negeri beruang merah itu  sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Kamis, (19/01). Ke-3 kapal  perang tersebut adalah satu buah kapal perang jenis buru selam RFS  Admiral Panteleev-548, satu buah kapal logistik Fotiy Krylov dan sebuah  kapal tunda Boris Butoma yang berada dibawah komando armada Angkatan  Laut Rusia bagian Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RFS  Admiral Panteleev-548 merupakan kapal jenis buru selam dikomandani  Letnan Kolonel Sergei P. Skobar dengan membawa sekitar 300 orang awak.  Kapal ini memilki panjang 162,8 m, lebar 19,02 dan berat 7.595 ton  dengan persenjataan anti kapal selam diantaranya 8 tabung peluncur &lt;em&gt;Torpedo&lt;/em&gt;, 2 menara &lt;em&gt;Roketnaya Bombetnaya Uskanovka (RBU) 12&lt;/em&gt; laras, senjata anti permukaan berupa 2 kubah meriam &lt;em&gt;single&lt;/em&gt; laras kaliber 76 mm yang terpasang di haluan senapan mesin &lt;em&gt;Goalkeeper, &lt;/em&gt;roket  anti pesawat udara dan 8 peluncur rudal jelajah. Semua persenjataan itu  didukung dengan teknologi canggih berupa radar senjata dan navigasi  yang terintegrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dua kapal lainnya adalah jenis  logistik dan tunda yang mendukung operasional RFS Admiral Panteleev  selama melaksanakan operasi. Kedatangan kapal perang AL Rusia itu  disambut dengan Upacara Deputasi dari prajurit Kapal Perang Republik  Indonesia (KRI) yang berada di jajaran Koarmatim dipimpin oleh Asisten  Operasi (Asops) pangkalan Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya, kolonel  laut (P) Maman Firmansyah. Duta Besar Rusia (Dubes) untuk Indonesia  Alexander Ivanov dan Atase Pertahan (Athan) Rusia untuk Indonesia  Kolonel Vladimir Afanasenkov turut menyambut kedatangan kapal perang  Rusia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignright" style="float: right; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://koarmatim.tnial.mil.id/images/stories/19.%20kapal%20perang%20rusia%202.jpg" alt="Tiga Kapal Perang Rusia Sandar Di Tanjung Perak" width="250" height="160" /&gt;&lt;/strong&gt;Dubes  berikut pejabat AL Rusia disambut dengan tarian khas Surabaya yaitu  tari Remo, perwakilan penari remo mengalungkan rangkaian bunga kepada  Dubes Rusia untuk RI, Komandan &lt;em&gt;RFS Admiral Panteleev&lt;/em&gt; dan Komandan kapal &lt;em&gt;Fotiy Krylov.&lt;/em&gt; Rencananya armada kapal perang Rusia itu akan berada di Surabaya selama  3 hari untuk melakukan latihan bersama dengan prajurit KRI di RFS  Admiral Panteleev, olahraga bersama persahabatn dengan prajurit  Koarmatim di Mako Koarmatim. Sedangkan pejabat AL Rusia akan  melaksanakan  kunjungan (Courtesy Coll) ke Pangarmatim dan Walikota  Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalin persahabatan dan  keakraban antara personel TNI AL dan Russian Navy komandan RFS Admiral  Panteleev mengundang pejabat TNI AL untuk melaksanakan jamuan makam  malam Cooktail Party diatas geladak kapal perang Rusia tersebut.  Rencananya unsur-unsur KRI juga akan melaksanakan latihan bersama dengan  kapal perang Rusia itu disekitar Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS)  berupa &lt;em&gt;Passing Exercise&lt;/em&gt; dan latihan komunikasi antar kapal.(&lt;a title="Tiga Kapal Perang Rusia Sandar Di Tanjung Perak" href="http://koarmatim.tnial.mil.id/index.php?option=com_k2&amp;amp;view=itemlist&amp;amp;layout=category&amp;amp;task=category&amp;amp;id=1&amp;amp;Itemid=126&amp;amp;limitstart=40"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Dispen TNI-AL&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-7079233847346280296?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/7079233847346280296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tiga-kapal-perang-rusia-sandar-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/7079233847346280296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/7079233847346280296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/tiga-kapal-perang-rusia-sandar-di.html' title='Tiga Kapal Perang Rusia Sandar Di Tanjung Perak'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-1271156681680532826</id><published>2012-01-19T13:10:00.001-08:00</published><updated>2012-03-13T23:09:22.248-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri Pertahanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><title type='text'>Prototype Ranpur Angkut Amfibi Berbasis BTR-50</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://img214.imageshack.us/img214/405/5l5htc88.jpg" alt="prototype Ranpur angkut pasukan amfibi berbasis ranpur BTR-50" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;PT. Wirajayadi Bahari Pamerkan prototype Ranpur angkut pasukan amfibi berbasis ranpur BTR-50 untuk Marinir.(&lt;a title="Foto Prototype Ranpur Angkut Amfibi Berbasis BTR-50" href="http://albummasbagus.blogspot.com/2012/01/foto-prototype-ranpur-angkut-amfibi.html"&gt;span style="color: #0000FF;"&amp;gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Gambar Lengkap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAKARTA&lt;/span&gt; - Perusahaan asal  Indonesia, PT. Wirajayadi Bahari berhasil membangun prototype kendaraan  tempur (Ranpur) angkut pasukan amfibi berbasis ranpur BTR-50 yang di  proyeksikan untuk memodernisasi ranpur lama untuk kebutuhan Marinir TNI  AL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasil produksinya telah diuji coba dan memenuhi standar dan  keselamatan TNI AL serta ergonomis sebagai kendaraan tempur amphibi,  yang memenuhi standar operasional TNI AL," ungkap pemilik PT Wirajayadi  Bahari, Bintoro, di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  menjelaskan, proses pembangunan dilakukan di Detasemen Pemeliharaan dan  Perbekalan Marinir Surabaya. Ranpur angkut Amphibi ini dapat  disejajarkan dengan produk sejenis dari negara lain, jelasnya. Berikut  foto-foto hasil ujicoba ranpur tersebut di Karang Pilang, Jawa Timur.(&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : @Alutsista&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-1271156681680532826?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/1271156681680532826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/prototype-ranpur-angkut-amfibi-berbasis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1271156681680532826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1271156681680532826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/prototype-ranpur-angkut-amfibi-berbasis.html' title='Prototype Ranpur Angkut Amfibi Berbasis BTR-50'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6718477487117608077</id><published>2012-01-19T13:02:00.001-08:00</published><updated>2012-02-28T22:08:04.934-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><title type='text'>Kasad Siap Jelaskan Rencana Pengadaan 100 Unit Tank Leopard Dari Belanda</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-QhTvCmTmZkg/TcPEnvJA8lI/AAAAAAAAAg0/3sNwpVmX1HQ/s1600/Leopard2A4_Greece_01.jpg" alt="Tank Leopard 2a6" width="250" height="160" /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #BC681B;"&gt;"Kami memang belum memberikan penjelasan yang rinci, tetapi kami siap untuk berikan penjelasan yang rinci kepada DPR."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI  Pramono Edhie Wibowo menyatakan siap menjelaskan kepada DPR terkait  rencana pengadaan 100 unit tank Leopard dari Belanda. "Kami memang belum  memberikan penjelasan yang rinci, tetapi kami siap untuk berikan  penjelasan yang rinci kepada DPR," katanya, di sela Rapat Pimpinan TNI  di Jakarta, Rabu (18/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KSAD menjelaskan tim teknis akan dikirim kembali ke Belanda untuk  melihat dan memastikan kembali kondisi dari tank-tank tersebut. "Tim  juga akan melihat kondisi tank dengan harga yang ditawarkan, apakah  layak atau tidak," kata Pramono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KSAD menegaskan keinginannya  untuk membeli 100 unit tank Leopard itu guna menyamai teknologi  persenjataan Indonesia, khususnya tank dengan sejumlah negara lain  seperti Malaysia dan Singapura. "Indonesia saat ini baru bisa  me-retrofit tank ringan, jenis tank sedang saja belum. Padahal  negara-negara lain, khususnya di ASEAN seperti Malaysia dan Singapura  telah memiliki tiga jenis tank ringan, sedang hingga berat dengan  teknologi terbaru," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramono memaparkan, tank-tank yang  digunakan TNI merupakan produksi tahun 1950-an. "Jadi, secara teknologi  saja sudah jauh ketinggalan dengan negara-negara tetangga," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sehingga  kita berharap ada peningkatan teknologi. Andaikata kita memiliki tank  jenis berat dari negara lain, disertai alih teknologi, maka ke depan  kita akan bisa membuat sendiri," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, rencana  pembelian tank Leopard  telah ditolak oleh parlemen Belanda. Mereka  menilai Indonesia masih melakukan berbagai pelanggaran HAM. Belanda tak  mau tank-tank itu dipakai untuk pelanggaran HAM. Di dalam negeri,  beberapa anggota Komisi I DPR tegas-tegas menolak rencana itu. DPR  menilai spesifikasi tank Leopard tak cocok dengan kondisi medan  Indonesia.(&lt;a title="Kasad Siap Jelaskan Rencana Pengadaan 100 Unit Tank Leopard Dari Belanda" href="http://nasional.kompas.com/read/2012/01/18/21240744/KSAD.Siap.Jelaskan.soal.Leopard"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Kompas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6718477487117608077?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6718477487117608077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasad-siap-jelaskan-rencana-pengadaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6718477487117608077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6718477487117608077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasad-siap-jelaskan-rencana-pengadaan.html' title='Kasad Siap Jelaskan Rencana Pengadaan 100 Unit Tank Leopard Dari Belanda'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-QhTvCmTmZkg/TcPEnvJA8lI/AAAAAAAAAg0/3sNwpVmX1HQ/s72-c/Leopard2A4_Greece_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-8154946477223651800</id><published>2012-01-19T10:48:00.002-08:00</published><updated>2012-02-28T18:03:21.781-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><title type='text'>Komisi I DPR Segera Bahas Kontrak Pengadaan 3 Kapal Selam</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://jurnalparlemen.com/photos/thumb/2217/281/183/a595fdd693fa8ed5d7831b778d33e2c7.JPG" alt="Mahfudz Siddiq" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Mahfudz Siddiq (JPI/Andri N)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Senayan - &lt;/strong&gt;DPR telah mendengar adanya kontrak kerjasama dalam pengadaan tiga Kapal selam antara pihak Kemenhan RI dengan Perusahaan Daewoo Shipbuilding Marine Enginerering (DSME), untuk memperkuat TNI AL. Karena itu, Komisi I DPR akan segera memanggil Kemenhan dan Kasal untuk membahas soal telah tercapainya kontrak kerjasama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq kepada &lt;em&gt;Jurnalparlemen.com&lt;/em&gt; di DPR, kemarin (Rabu/18/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin sekitar awal Februari nanti kita akan panggil Kemenhan dan Kasal untuk membahas kontrak pengadaaan tiga kapal selam dengan Korsel tersebut. Ini perlu agar menjadi jelas persoalannya.Karena sejuah ini pihak pemerintah belum secara resmi menyampaikan informasi ke DPR. Sehingga saat masyarakat dan media masa menanyakan hal ini, dan DPR sulit menjelaskan, karena informasi yang dimiliki DPR dalam masalah ini masih bersifat informasi informal dan pemberitaan dari media masa itu sendiri,” ujar Mahfudz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Sekjen PKS ini menjelaskan, memang sebelumnya Komisi I DPR telah menyatakan atas dukungan untuk pembelian dua kapal selam, berikut anggarannya. Saat itu, spesifikasi dan kualifikasi yang disetujui dalam pembelian dua kapal selam itu, setara dengan kemampuan kapal selam yang dimiliki oleh Kapal selam Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahfudz mengaku senang, jika dari anggaran sebelumnya untuk pengadaan dua unit kapal selam itu, justru saat ini bisa untuk membeli tiga unit. Tetapi pertanyaannya, apakah kemampuannya sama dengan kemampuan dua kapal selam yang disetujui oleh DPR sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena yang saya dengar dari beberapa sumber, spek dan kemampuan tiga kapal selam yang akan dibeli dari perusahaan Korsel itu tidak setara dengan kapal selam milik Singapura, dibawahnya sedikit, namun setara dengan kapal selam milik Malaysia,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat informasi dalam pengadaan kapal selam ini terus berkembang dan simpang siur, terutama dari kemungkinan dari spek dan kemampuan yang sebelumnya disampaiakan ke DPR dan Komisi I menyetujui, kata Mahfudz, maka DPR hanya mengingatkan agar pihak pemerintah tidak keluar dari kesepakatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena setiap perubahan spek dan kualikasi dalam pembelian alutsita dari yang sebelumnya yang telah disepakati dengan DPR, jelas itu akan menimbulkan permasalahan baru. Karena kemudian hal itu akan memunculkan perubahan dari anggota Dewan, mana kala ternyata di tengah jalan pemerintah memutuskan sepihak dalam hal spek alutsita yang di beli tersebut,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada akhir Desember 2011 lalu menandatangani kontrak pengadaan tiga unit kapal selam dengan perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding Marine Enginerering (DSME). Tiga kapal selam ini akan segera melengkapi armada tempur TNI Angkatan Laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak pengadaan tiga unit kapal selam tersebut ditandatangani oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan &lt;em&gt;President &amp; CEO DSME Sang-Tae Nam.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenhan berharap, kehadiran tiga kapal selam baru ini dapat memperkuat daya tempur dan daya tangkal TNI Angkatan Laut. Sebelumnya, RI menjajaki beberapa negara untuk pengadaan kapal selam bagi TNI AL. Negara-negara yang sempat dipertimbangkan RI untuk memproduksi kapal selam tersebut adalah Jerman (U-209), Korea Selatan (Changbogo), Rusia (Kelas Kilo), dan Prancis (Scorpen).(&lt;a title="Komisi I DPR Segera Bahas Kontrak Pengadaan 3 Kapal Selam" href="http://jurnalparlemen.com/news/2012/01/komisi-i-dpr-segera-bahas-kontrak-pengadaan-3-kapal-selam"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnal Parlemen&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-8154946477223651800?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/8154946477223651800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-dpr-segera-bahas-kontrak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8154946477223651800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8154946477223651800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-dpr-segera-bahas-kontrak.html' title='Komisi I DPR Segera Bahas Kontrak Pengadaan 3 Kapal Selam'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-5182167100987698126</id><published>2012-01-19T10:48:00.001-08:00</published><updated>2012-02-28T03:17:23.924-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewan'/><title type='text'>Komisi I : Pembelian 100 Unit Tank Leopard Eks Belanda Mematikan Industri Strategis Dalam Negeri</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://img543.imageshack.us/img543/1282/leopard2a5immatsch1.jpg" alt="Tank Leopard 2a6" width="250" height="150" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Anggota Komisi I DPR RI Al Muzzammil Yusuf  menilai rencana Kemenhan membeli 100 unit Tank Leopard eks Belanda akan  mematikan industri strategis dalam negeri serta bertolak belakang dengan  keinginan publik yang menghendaki kemandirian teknologi domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rencana pembelian itu harus dikaji ulang. Selama ini PT. Pindad  mampu memproduksi tank yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia, lalu  kenapa harus impor dari luar. Jika ini tetap dilakukan maka industri  dalam negeri akan&lt;br /&gt;bangkrut karena tidak ada yang beli," ujarnya di Jakarta, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya pula bahwa Presiden SBY harus konsisten dengan agenda  riset nasional 2010-2014 yang menargetkan kemandirian dalam pengadaan  berbagai tipe tank untuk pertahanan dan kemananan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, katanya lagi, harus tinggalkan paradigma lama yang  sudah biasa impor Alutsisa karena jika terus dibiarkan maka makelar  pembelian alutsista luar negeri akan terus hidup  dan mengancam bangkrutnya industri strategis dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya meminta kepada Presiden SBY untuk mengarahkan visi tersebut  kepada Kemenhan. Jangan sampai terkesan masing-masing kementerian jalan  sendiri-sendiri dan tidak ada koordinasi serta visi yang sama," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muzzammil juga mempertanyakan argumentasi pembelian Tank Leopard  bekas itu untuk alih teknologi. Menurut dia, hal itu tidak perlu  dilakukan dengan membeli tank bekas hingga 100 unit yang menelan biaya  280 juta US dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serahkan saja kepada PT Pindad atau PT DI untuk  melakukan riset peningkatan kualitas tank yang sudah mereka produksi  sehingga bisa setara dengan Tank Leopard," ujarnya.&lt;/span&gt;(&lt;a title="Komisi I : Pembelian 100 Unit Tank Leopard Eks Belanda Mematikan Industri Strategis Dalam Negeri" href="http://www.antaranews.com/berita/293488/pembelian-tank-leopard-mematikan-industri-dalam-negeri"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-5182167100987698126?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/5182167100987698126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-pembelian-100-unit-tank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5182167100987698126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5182167100987698126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/komisi-i-pembelian-100-unit-tank.html' title='Komisi I : Pembelian 100 Unit Tank Leopard Eks Belanda Mematikan Industri Strategis Dalam Negeri'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-5446489972001959101</id><published>2012-01-19T09:32:00.001-08:00</published><updated>2012-02-28T01:35:53.564-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Panglima TNI : TNI Butuh Alutsista Guna Melindungi Keamanan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.armedforces-int.com/upload/image_files/corporate_policy/images/projects/5/leopard-2a4.jpg" alt="Tank Leopard 2a6" width="250" height="140" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt; Program percepatan pengadaan alat utama sistem  persenjataan (alutsista) merupakan suatu bentuk tanggung jawab TNI  terhadap keamanan masyarakat. Keamanan itu tercipta apabila yang  melindungi memiliki peralatan yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak mungkin  masyarakat kita merasa aman manakala yang melindungi tidak punya  apa-apa. Makanya kita perlu peralatan alutsista," kata Panglima TNI,  Laksamana TNI Agus Soehartono, dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap,  Jakarta Timur, Rabu (18/01/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agus, akibat krisis  moneter 1998 hampir tidak pernah ada peremajaan terlebih pengadaan  alutsista baru. Sementara, saat ini perhatian kepada TNI lebih baik  dalam kondisi ekonomi negara yang juga semakin baik, sehingga  mendapatkan alokasi anggaran untuk pengadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, sekarang ini waktunya," tutur Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan  Agus, pembangunan alutsista itu membutuhkan waktu yang panjang dan  perencanaan yang matang. Untuk itu, urgensi pengadaan ini agar alutsista  itu sudah ada pada saat dibutuhkan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tidak direncanakan dengan matang, maka pada saat alutsista itu dibutuhkan, maka alutsista ini belum datang," ujar Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  itu, pengadaan ini terkait kebutuhan negara akan penangkalan. Hal itu  dapat tercipta jika negara memiliki alutsista yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memadai kalau dibandingkan negara lain, syukur-syukur lebih tinggi maka memiliki penangkalan yang lebih," tandas Agus.(&lt;a title="Panglima TNI : TNI Butuh Alutsista Guna Melindungi Keamanan Masyarakat" href="http://news.detik.com/read/2012/01/18/204255/1819382/10/tni-butuh-alutsista-demi-melindungi-keamanan-masyarakat"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Detik&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-5446489972001959101?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/5446489972001959101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-tni-butuh-alutsista-guna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5446489972001959101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5446489972001959101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-tni-butuh-alutsista-guna.html' title='Panglima TNI : TNI Butuh Alutsista Guna Melindungi Keamanan Masyarakat'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-1579073812622295339</id><published>2012-01-19T09:18:00.000-08:00</published><updated>2012-02-28T01:07:47.088-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Panglima TNI : 2012 TNI Tetapkan Empat Prioritas Pembangunan Pertahanan Negara</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.investor.co.id/media/images/medium2/20110503095150327.jpg" alt="Jumpa Pers Panglima TNI-Kasal" width="230" height="140" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (kanan) bersama KSAL Laksamana TNI Soeparno saat memberikan keterangan seputar pembebasan sandera KM Sinar Kudus di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, 2 Mei 2011 lalu. Foto: Investor Daily/ ANTARA/ Dhoni Setiawan/ed/ama/11 &lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA &lt;/strong&gt;- &lt;/strong&gt;Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono  mengatakan telah menetapkan empat di antara enam prioritas pembangunan  pertahanan negara pada 2012. Yakni, kemampuan pertahanan untuk mencapai  kekuatan pokok minimum (&lt;em&gt;minimum essential forces&lt;/em&gt;/MEF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengembangan  kekuatan MEF difokuskan pada peningkatan profesionalisme, modernisasi  alutsista, serta pengamanan wilayah perbatasan dan pulau terluar,"  katanya usai Rapat Pimpinan TNI 2012 di Jakarta, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prioritas  kedua, lanjut Panglima TNI, pencegahan penanggulangan gangguan keamanan  dan pelanggaran hukum di laut dengan meningkatkan operasi bersama dan  mandiri di laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, prioritas ketiga membantu  menciptakan rasa aman dan ketertiban masyarakat meliputi penangkalan  terorisme, pemberdayaan wilayah pertahanan, operasi intelijen, operasi  strategis, koordinasi pencegahan, dan penanggulangan terorisme melalui  operasi bantuan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selanjutnya prioritas keempat adalah  modernisasi deteksi dini keamanan nasional yang difokuskan pada  perluasan cakupan deteksi dini di dalam dan luar negeri melalui analisa  lingkungan strategis," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima Agus Suhartono saat  membuka Rapim TNI 2012 mengatakan, berdasarkan perkembangan kondisi  nasional dan lingkungan strategis saat ini dan kecederungannya pada 2012  maka persepsi ancaman yang potensial maupun faktual berada pada isu  politik dan ekonomi nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, masalah bencana  alam, dampak pemanasan global, aksi kelompok radikal, konflik  horizontal, dan gerakan separatis maupun perbatasan, berdampak kepada  kebijakan penetapan skala prioritas pembangunan TNI. "Tidak itu saja,  termasuk permasalahan regional maupun global yang berdampak pada situasi  nasional," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa permasalahan regional misalnya  masalah perbatasan, kejahatan lintas nasional, dan keamanan laut,  sedangkan di tingkat global antara lain kesulitan perekonomian di  Amerika Serikat dan Eropa, kelangkaan energi, pemanasan global, dan  perkembangan politik di Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapim TNI 2012 yang bertema  "Dengan Komitmen dan Konsistensi yang Tinggi, TNI Bertekad Melanjutkan  Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum" itu juga  menampilkan pameran peralatan pertahanan dalam negeri di lapangan apel  BIII Mabes TNI.(&lt;a title="Panglima TNI : 2012 TNI Tetapkan Empat Prioritas Pembangunan Pertahanan Negara" href="http://www.investor.co.id/national/tni-tetapkan-4-prioritas-pembangunan-pertahanan/28286"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Investor&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-1579073812622295339?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/1579073812622295339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-2012-tni-tetapkan-empat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1579073812622295339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1579073812622295339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-2012-tni-tetapkan-empat.html' title='Panglima TNI : 2012 TNI Tetapkan Empat Prioritas Pembangunan Pertahanan Negara'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6001988481876028071</id><published>2012-01-19T09:10:00.000-08:00</published><updated>2012-02-27T23:40:43.087-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><title type='text'>Buru Tank Leopard, TNI Dekati Belanda &amp; Jerman</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://static.inilah.com/data/berita/foto/1820660.jpg" alt="KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo" width="230" height="120" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo - inilah.com/Wirasatria&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;TNI tidak hanya melakukan pendekatan dengan Belanda  terkait rencana pembelian tank leopard. Bahkan TNI juga juga tengah  mendekati Jerman selaku produsen tank leopard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala  Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengakui  jika sampai saat ini pihaknya masih terus bernegosiasi dengan kedua  negara tersebut. Dengan harapan bisa mendapatkan harga yang cocok untuk  mendatangkan tank kelas berat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebetulnya pembuat  leopard itu adalah Jerman, jadi kita juga mengambil beberapa leopard  yang ditingkatkan kemampuannya yang dimiliki oleh Jerman," ujar Pramono,  Rabu (18/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, selain rencana pembelian tank  leopard itu, TNI juga berencana mengirimkan ahlinya ke Jerman sehingga  nantinya jika tank tersebut jadi didatangkan, TNI memiliki tenaga ahli  yang paham dengan teknologi tank yang dimiliki Jerman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sehingga  nanti kita menginginkan ahli teknologi tidak hanya membeli barang saja  itu dilakukan oleh Jerman, kita kirim anggota untuk ikut serta, sehingga  memiliki kemampuan untuk membuat pd suatu saat. Jadi sebetulnya ada dua  negara, Jerman dan Belanda," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Pramono  mengatakan, pihaknya berharap dalam pendekatan dengan kedua negara ini  bisa menghasilkan sebuah keputusan yang baik, khususnya mengenai harga  dari tank tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jumlah (harga) dan segalanya kita masih  mengadakan negosiasi, insyaallah kalau kita terus menawar dengan kedua  negara ini akan menawarkan kepada kita," pungkasnya.(&lt;a title="Buru Tank Leopard, TNI Dekati Belanda &amp;amp; Jerman" href="http://nasional.inilah.com/read/detail/1820660/tni-dekati-belanda-dan-jerman-guna-dapatkan-tank"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Inilah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6001988481876028071?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6001988481876028071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/buru-tank-leopard-tni-dekati-belanda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6001988481876028071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6001988481876028071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/buru-tank-leopard-tni-dekati-belanda.html' title='Buru Tank Leopard, TNI Dekati Belanda &amp; Jerman'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4391335990905268101</id><published>2012-01-19T09:02:00.001-08:00</published><updated>2012-02-27T23:02:50.867-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Panglima TNI : TNI Tetap Waspadai Embargo</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://i200.photobucket.com/albums/aa102/MachThree2007/F-16FightingFalcon.jpg" alt="F-16 Fighting Falcon" width="250" height="140" /&gt;JAKARTA - &lt;/strong&gt;Ditengah upaya TNI untuk terus memodernisasi Alat Utama Sistem  Senjata(Alutsista) yang dimilikinya, masih tersimpan kehawatiran yang  selalu diwaspadai. Kekhawatiran itu adalah kemungkinan embargo dalam  setiap pengadaan persenjataan dan peralatan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono usai hari pertama Rapat Pimpinan TNI di Jakarta, Rabu (18/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Embargo itu memang salah satu yang kerap menjadi kekhawatiran dalam setiap pengadaan alutsista," kata Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia  pernah menjadi sasaran embargo militer Amerika Serikat dan sekutunya,  pada 1999 terkait dengan dugaan pelanggaran HAM militer Indonesia di  Timor-Timur (kini Timor Leste).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embargo tersebut mengakibatkan  tingkat kesiapan dan kemampuan sebagian besar alat dan persenjataan TNI  terutama buatan AS dan sekutunya, menurun drastis. Aksi embargo itu,  akhirnya dicabut pada November 2005 secara bertahap oleh AS dan  sekutunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman embargo juga kembali dimunculkan oleh parlemen  Belanda yang menolak rencana pembelian 100 unit Main Battle Tank  "Leopard" oleh Indonesia untuk TNI Angkatan Darat, dengan tudingan  pelanggaran HAM di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus mengatakan, dalam setiap  rencana pengadaan alat utama sistem senjata pihaknya harus benar-benar  melalui kajian mendalam, apakah alat atau persenjataan yang dimaksud  sesuai kebutuhan dan dari negara mana akan diadakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita  sebagai pengguna selalu mengkaji apa yang cocok dengan kebutuhan dan  dari mana akan diadakan. Jika itu sudah pasti kita pilih, kita tetapkan  melalui kontrak," kata Agus menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima TNI mengatakan  pemerintah khususnya TNI telah menjalin kerja sama dengan banyak negara  untuk melengkapi dan memodernisasi alat militer dan persenjataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalnya  dalam pengadaan kapal selam, kami kerja sama dengan Korea Selatan.  Pengadaan peluru kendali, kami kerja sama dengan China dan lainnya,"  katanya.(&lt;a title="Panglima TNI : TNI Tetap Waspadai Embargo" href="http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/01/18/lxzx8j-tni-tetap-waspadai-embargo"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Republika&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4391335990905268101?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4391335990905268101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-tni-tetap-waspadai-embargo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4391335990905268101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4391335990905268101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/panglima-tni-tni-tetap-waspadai-embargo.html' title='Panglima TNI : TNI Tetap Waspadai Embargo'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-1811156995688719288</id><published>2012-01-19T08:56:00.000-08:00</published><updated>2012-02-27T22:37:43.444-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapal Selam'/><title type='text'>Kasal : Kapal Selam Pertama Pesanan TNI-AL Selesai 2015</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-KtCgU_kVhjw/Txc44WNYf8I/AAAAAAAAYSk/2KXm4NFEqBc/s400/100608-N-3560G-001-ROKS%2BLee%2BEokgi.jpg" alt="ROKS Lee Eokgi kapal selam kelas Chang Bogo. (Foto: US Navy)" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;ROKS Lee Eokgi kapal selam kelas Chang Bogo. (Foto: US Navy)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno mengatakan,  kapal selam pertama dari tiga unit yang dipesan dari Korea Selatan, akan  selesai pada 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk yang pertama diperkirakan selesai pada 2015," katanya, di sela Rapat Pimpinan TNI 2012 di Mabes TNI, Jakarta, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  menegaskan kontrak pengadaan tiga kapal selam baru untuk TNI Angkatan  Laut telah ditandatangani antara Kementerian Pertahanan Republik  Indonesia dengan perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Daewoo  Shipbuilding Marine Enginering (DSME).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak tersebut  ditandatangani pihak Kemhan RI diwakili oleh Kepala Badan Sarana  Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Ediwan Prabowo, sedangkan pihak DSME  diwakili oleh President &amp;amp; CEO DSME Sang-Tae Nam pada Desember 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasal  menambahkan, untuk kapal selam pertama itu sepenuhnya dibuat di Korea  Selatan, dan dua unit sisanya akan dikerjakan bersama antara Indonesia  dan Korea Selatan untuk selanjutnya sepenuhnya dikerjakan Indonesia  yakni PT PAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Kasal, sebelumnya Wakil Menteri  Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan dalam kontrak itu ada  ketentuan mengenai mekanisme alih teknologi mulai dari awal hingga akhir  pengadaan selesai seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya dari awal pembelian  proses alih teknologi itu sudah berjalan, yakni dengan mengirimkan  sejumlah teknisi yang masa kerjanya masih panjang untuk melihat langsung  proses pembuatan kapal selam itu," ujar Wamenhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengadaan  sumber daya manusia yang akan dikirim ini menjadi tantangan tersendiri  bagi Indonesia, khususnya PT PAL. Dan jumlahnya relatif besar minimal 50  orang," ujar Sjafrie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pengadaan tahap kedua, para teknisi  yang telah dikirimkan tersebut diharapkan mulai terlibat dalam hal-hal  teknis menyangkut pembuatan kapal selam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah disini mulai ada  interaksi fisik langsung para teknisi kita dalam proses pembuatan kapal  selam. Jadi, peran negara produsen sudah sekitar 50 persen diambil oleh  para teknisi kita," tutur dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sjafrie menambahkan selama proses  pembuatan dua kapal selam itu selain menyiapkan dan mengirimkan para  teknisi juga sudah dibangun pula galangannya. "Sehingga semua ini  berjalan paralel," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ujar Sjafrie, pada  pembuatan kapal selam ketiga sudah dapat dilakukan di Indonesia dan  seluruhnya dilakukan oleh tenaga-tenaga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu kebijakan  dasar, strategi besar dalam mekanisme pengadaan alat utama sistem  senjata yang ditetapkan Indonesia baik untuk pengadaan alat utama sistem  senjata berteknologi tinggi seperti kapal selam, maupun berteknologi  sedang," kata Wamenhan.(&lt;a title="Kasal : Kapal Selam Pertama Pesanan TNI-AL Selesai 2015" href="http://www.antaranews.com/berita/293419/kasal-kapal-selam-pertama-selesai-2015"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Antara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-1811156995688719288?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/1811156995688719288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasal-kapal-selam-pertama-pesanan-tni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1811156995688719288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1811156995688719288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasal-kapal-selam-pertama-pesanan-tni.html' title='Kasal : Kapal Selam Pertama Pesanan TNI-AL Selesai 2015'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-KtCgU_kVhjw/Txc44WNYf8I/AAAAAAAAYSk/2KXm4NFEqBc/s72-c/100608-N-3560G-001-ROKS%2BLee%2BEokgi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-9011652440723764069</id><published>2012-01-19T08:18:00.001-08:00</published><updated>2012-02-27T09:34:16.507-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Daftar Belanja TNI Sebesar Rp 156 Triliun 2010-2014</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.lensaindonesia.com/uploads/1/2011/12/20110727122203q25.jpg" alt="Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo" width="250" height="160" /&gt;Jakarta &lt;/strong&gt; - Mabes TNI mendapat anggaran Rp 156 triliun untuk kurun  waktu 2010-2014. Lalu untuk belanja apa saja anggaran itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam hal pembelanjaan kita sudah punya &lt;em&gt;shopping list&lt;/em&gt; 2010-2014, dengan anggaran Rp 156 triliun tadi masing-masing angkatan  sudah memiliki," kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, dalam  jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/01/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Agus, dariRp 156 triliun itu ada yang untuk pengadaan alutsista baru sebagai pengganti yang sudah di-&lt;em&gt;dispose&lt;/em&gt; atau yang lama. Selain itu, juga untuk peningkatan kemampuan. Artinya  alutsista yang masih memadai tetapi senjatanya masih ketinggalan  sehingga dilakukan modernisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu bagian upaya kita memenuhi bagian pertahanan," lanjut Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  kesempatan yang sama, para kepala staf angkatan yang turut hadir pun  membeberkan rencana belanja dari masing-masing angkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Shopping list&lt;/em&gt; dari Rp 14 triliun yang dialokasikan untuk Angkatan Darat (AD) yang  mengemuka adalah tentang Leopard. Jadi, kita ingin membeli 1 batalion  tank berat, kita tidak punya," kata Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal  TNI Purnomo Edhie Wibowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, AD juga berencana membeli 1  batalion multiple launcher rocket system yang bisa melintas sampai 7  km, heli serang, meriam 155 dengan jarak tembak 40 km, heli serbu, serta  memodernisasi alutsista penangkal udara berupa roket atau rudal untuk  menembak pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alat kita sudah 20 tahun tidak dimodernisasi," tutur Pramono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  itu, Angkatan Laut (AL) dalam hal kapal melakukan pengadaan di  antaranya kapal selam, kapal cepat rudal, kapal PKR, serta kapal latih.  Untuk pesawat, AL akan mengadakan pesawat patroli maritim, pesawat anti  kapal selam, pesawat angkut, dan pesawat anti kapal permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  hal pangkalan, AL akan meningkatkan pembentukan komando wilayah laut  (Kowila) RI dari 2 menjadi 3 armada, juga mengadakan beberapa pos  angkatan laut (Posal). Peningkatan di bidang marinir di antaranya  dilakukan dengan menambah 1 divisi marinir, pengadaan Tank Amphibi BMP  3F, amunisi roket, dan meriam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi semuanya itu tidak ada pilih  kasih semuanya kita tingkatkan secara pararel," kata Kepala Staf  Angkatan Laut, Laksamana TNI Soeparno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Staf Angkatan  Udara, Marsekal TNI Imam Supaat, juga menuturkan pengadaan dari  angkatannya. Menurutnya, ada 4 yang pokok dalam pengadaan di Angkatan  Udara (AU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah air priority atau Counter R dengan  mengadakan pesawat Sukhoi, menerima hibah F16 sebanyak 30 dengan 24-nya  di-upgrade dan 6 sebagai cadangan. Selain itu, untuk Air Strike akan  mendapatkan T 50 dari Korea sebanyak 16 unit, kemudian mengganti OV-10  Bronco dengan Super Tocano dari Brazil. Untuk air mobility akan ditambah  9 pesawat Hercules, di mana 4 di antaranya merupakan hibah dan 5 dibeli  dari negara lain dengan tipe H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian dari dalam negeri kita akan mendapatkan 9 pesawat C-295 di mana pesawat ini buatan PT DI &lt;em&gt;join&lt;/em&gt; dengan Airbus dan kemampuannya sekitar 9 ton barang yang akan diangkut," kata Imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, untuk Air-SAR atau reconnaissance AU akan meng-&lt;em&gt;upgrade&lt;/em&gt; Boeing 737 yang saat ini ada 3, kemudian akan mendapatkan CN-235 untuk patroli maritim atau heli EC 275 Cougar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,  untuk pesawat latih, AL akan membeli pesawat LOB dari Jerman sebanyak  24 buah. Lalu menambah KT-1 Wongbee yang sekarang dipakai untuk  aerobatic menjadi 24.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, untuk pertahanan udara, AL akan membeli rudal Oerlikon, pertahanan udara jarak menengah, serta membeli &lt;em&gt;air-to-air shoot ring missile&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu yang akan kita rencanakan di samping menghidupkan kekuatan yang sekarang ini ada," tutur Imam.(&lt;a title="Daftar Belanja TNI Sebesar Rp 156 Triliun 2010-2014" href="http://news.detik.com/read/2012/01/18/223416/1819412/10/dapat-anggaran-rp-156-triliun-ini-daftar-belanja-tni?9922022"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Detik&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-9011652440723764069?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/9011652440723764069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/daftar-belanja-tni-sebesar-rp-156.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/9011652440723764069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/9011652440723764069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/daftar-belanja-tni-sebesar-rp-156.html' title='Daftar Belanja TNI Sebesar Rp 156 Triliun 2010-2014'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-4079932403293098011</id><published>2012-01-19T08:06:00.001-08:00</published><updated>2012-02-27T07:49:22.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri Pertahanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AU'/><title type='text'>Kemampuan Avionik F-5 Tiger TNI-AU Ditingkatkan Oleh Perusahaan Lokal</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ulVQpo19QZ4/Txbq8XGljiI/AAAAAAAAYSY/I4ugts4lpF8/s400/Programmers%2BActivity.jpg" alt="Aktivitas programmer di Infoglobal. (Foto: infoglobal)" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Aktivitas programmer di Infoglobal. (Foto: infoglobal)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Untuk mencapai Minimum Essential Forces (MEF), TNI berupaya  meningkatkan kemampuan daya tangkal Alutsistanya dengan membeli  Alutsista baru guna menggantikan yang lama, dan meningkatkan kemampuan  Alutsista yang ada dengan mencangkokan teknologi terkini di Alutsista  yang masih laik. Salah satu Alutsista lama TNI yang masih beroperasi  namun perlu peningkatan teknologi, adalah pesawat tempur TNI AU, jenis  F-5 E/F Tiger II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau sempat diisukan F-5 E/F TNI AU akan  digantikan dengan F-16, namun dengan telah dibukanya embargo militer  Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia, pesawat tempur yang dibeli  tahun 1980 dapat lebih maksimal menjalankan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada  itoday, PT. Infoglobal Teknologi Semesta mengatakan, rencananya  perusahaan asal Surabaya inilah yang akan meningkatkan kemampuan avionik  sang Macan TNI AU. Sehingga pesawat tempur yang dibeli untuk  menggantikan Mig-21 TNI AU ini bisa tetap beroperasi di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat  tempur F-5 E/F TNI AU sendiri sebenarnya pernah ditingkatkan  kemampuannya di 1995 oleh SABCA, perusahaan asal Belgia dalam proyek  Modernization of Avionics and Navigation (MACAN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan yang  didapatkan perusahaan lokal untuk meningkatkan kemampuan pesawat tempur  TNI AU ini, disebabkan karena SABCA, Belgia yang menjalankan proyek  MACAN dahulu sudah tidak ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dianggap sebagai  sebuah peluang bagi PT. Infoglobal Teknologi Semesta untuk membuktikan  diri, bahwa perusahaan lokalpun mampu meningkatkan kemampuan avionik  pesawat tempur TNI AU. Apalagi, Infoglobal sudah berpengalaman mengganti  avionik pesawat tempur jenis Hawk TNI AU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu avionik F-5  E/F TNI AU yang akan ditingkatkan kemampuannya, adalah perangkat  Inertial Navigation Unit (INU). Infoglobal sendiri sudah mampu membuat  perangkat INU untuk F-5 yang juga bisa dipasangkan di F-16 milik AU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  perangkat INU buatan Infoglobal sendiri bukanlah produk sembarangan.  Alat navigasi lokal ini menyabet penghargaan Indigo Fellow 2010 untuk  bidang pengembangan industri kreatif digital nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Avionik Lokal di Lirik Negara Asing&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak  Indonesia kembali mencetak prestasi di luar negeri. Kali ini sebuah  perusahaan avionik pesawat tempur, PT. Infoglobal Teknologi Semesta  (Infoglobal) asal Surabaya, berhasil mengekspor produknya ke negara  tetangga, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui itoday di acara Rapat Pimpinan TNI  2012 di Mabes TNI, Cilangkap, perwakilan Infoglobal mengatakan bahwa  perusahaan asal Kota Pahlawan ini mendapatkan kepercayaan dari Malaysia,  untuk mengganti avionik Digital Video Recorder (DVR) dan Radar  Monitoring Unit (RMU) 18 pesawat tempur Hawk milik Tentara Udara Diraja  Malaysia (TUDM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DVR adalah alat perekam video, radar dan audio  di kokpit pesawat dalam format digital. DVR merekam video dari kamera  pesawat, simbologi data-data penerbangan, view yang disaksikan pilot  serta suara percakapan di kokpit pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan RMU adalah  perangkatavionik yang berfungsi menampilkan informasi hasil tangkapan  radar yang ada di pesawat tempur tipe Hawk 200.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita diliriknya  produk lokal oleh asing ini menjadi kebanggaan tersendiri, dimana  situasi sekarang, masyarakat dan juga pemerintah masih menganggap produk  pertahanan dalam negeri masih kalah bersaing dengan produk luar, hanya  karena dianggap belum terbukti kualitasnya, alias belum battle proven.(&lt;a title="Kemampuan Avionik F-5 Tiger TNI-AU Ditingkatkan Oleh Perusahaan Lokal" href="http://www.itoday.co.id/politik/4320-macan-tni-au-akan-ditingkatkan-kemampuannya"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Itoday&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-4079932403293098011?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/4079932403293098011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kemampuan-avionik-f-5-tiger-tni-au.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4079932403293098011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/4079932403293098011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kemampuan-avionik-f-5-tiger-tni-au.html' title='Kemampuan Avionik F-5 Tiger TNI-AU Ditingkatkan Oleh Perusahaan Lokal'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ulVQpo19QZ4/Txbq8XGljiI/AAAAAAAAYSY/I4ugts4lpF8/s72-c/Programmers%2BActivity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-5798050866304539882</id><published>2012-01-19T07:54:00.001-08:00</published><updated>2012-02-27T03:54:40.091-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Wamenhan : Audit Pengadaan Alutsista Dilakukan Tiga Kali Guna Cegah Korupsi</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20120117_114842_alut2.jpg" alt="Ilustrasi(ANTARA/ Dhoni Setiawan/ip)" width="250" height="160" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Pemerintah Indonesia menyiapkan dana Rp150 triliun hingga 2014 untuk revitalisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari terjadinya korupsi dalam pengadaan, maka audit  akan dilakukan tiga kali dalam setiap program oleh tim konsultasi  pencegahan penyimpangan pembelian barang dan jasa (TKP3B).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Pertahanan Syafrie Syamsuddin  dalam acara silaturahmi Kementerian Pertahanan dengan pemimpin redaksi  media massa di Jakarta, Selasa (17/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tambahan anggaran besar ini menjadi gula untuk pengembangan bisnis  militer, namun juga ternyata menjadi pil pahit bagi kami. Yakni  bagaimana untuk menghindari adanya penyimpangan," ujar Syafrie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, lanjut Syafrie, tim konsultasi pencegahan  penyimpangan pembelian (TKP3B) yang akan melakukan pengendalian. Salah  satunya yakni dengan melakukan tiga kali audit terhadap setiap pengadaan  yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sekarang, auditnya di ujung, namun nantinya akan ada audit  awal, current audit dan post audit. Kalau masih lolos, udah keterlaluan.  Kita akan upayakan cermat dan teliti," ujar Syafrie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini untuk revitalisasi alutsista dianggarkan Rp150 triliun.  Yakni Rp55 triliun untuk alutsista berasal dari pinjaman luar  negeri/dalam negeri, kemudian Rp45 triliun untuk pemeliharaan dan  perawatan, serta Rp50 triliun untuk pengembangan produksi dalam negeri.  Dengan adanya alokasi besar tersebut, dibentuk TKP3B yang anggotanya  selain dari Irjen Kemenham, juga LKPP dan BPKP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan lainnya yang dihadapi dalam reviltalisasi alutsista,  lanjut Syafrie, yakni ajang bisnis peralatan militer oleh beberapa  negara produsen alutsista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seluruh dubes datang. Tapi kita punya parameter, kita tidak hanya  membeli, tapi harus transfer teknologi. Harus dalam koridor pengawasan,"  ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan  Indonesia sudah melakukan kerja sama dengan Korea untuk pembuatan  pesawat fighter generasi 4,5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembangunan pesawat dengan generasi yang lebih dari sukhoi dan F16  hasil kerja sama dengan korea. Kita kirim berpuluh teknisi dari ITB dan  beberapa instansi lainnya. Kalau itu terjadi dan sukses, 20% dari 250  pesawat akan diproduksi (di dalam negeri)," ujarnya.(&lt;a title="Wamenhan : Audit Pengadaan Alutsista Dilakukan Tiga Kali Guna Cegah Korupsi" href="http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/18/292211/284/1/-Cegah-Korupsi-Pengadaan-Alutsista-dengan-Tiga-Kali-Audit"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : MI&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-5798050866304539882?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/5798050866304539882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/wamenhan-audit-pengadaan-alutsista.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5798050866304539882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/5798050866304539882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/wamenhan-audit-pengadaan-alutsista.html' title='Wamenhan : Audit Pengadaan Alutsista Dilakukan Tiga Kali Guna Cegah Korupsi'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-8400101751035066231</id><published>2012-01-19T07:48:00.001-08:00</published><updated>2012-02-27T02:41:09.628-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Menhan : Inilah Kaidah Peningkatan Kekuatan Alutsista TNI</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.bisnis.com/system/article/image/4ed/753/30d/77d/5e7/291/005/ed3/large_img_6404.jpg?1322732130" alt="Menhan RI Purnomo Yusgiantoro" width="250" height="140" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro  mengatakan dalam kebijakan pemerintah, TNI harus memprioritaskan Alat  Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) dari dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebijakan  dasar pengadaan alutsista untuk meningkatkan kemampuan produksi dalam  negeri. Prioritas pengadaan alutsista dari dalam negeri," ujar Purnomo  dalam Rapim TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu  (18/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, apabila dari produksi dari dalam negeri  belum mungkin, maka pengadaan Alutsista bisa dilakukan dengan produksi  bersama (joint production). Namun jika hal itu dinyatakan belum  memungkinkan juga untuk menyerap permintaan dalam kebutuhan TNI, maka  dimungkinkan memungkinkan melakukan pembelian dari luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila  dari dalam negeri dan produksi bersama belum mungkin pengadaan  dilakukan dari luar negeri dengan meminta offset," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  begitu, jika Indonesia melakukan impor Alutsista, maka hal yang  diharapkan, jual beli tersebut tidak terikat. "Dalam hal impor  alutsista, maka sedapat mungkin dilakukan dengan kompensasi trade off,"  jelasnya.(&lt;a title="Menhan : Inilah Kaidah Peningkatan Kekuatan Alutsista TNI" href="http://nasional.inilah.com/read/detail/1820360/inilah-kaidah-penguatan-alutsista-tni"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Inilah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-8400101751035066231?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/8400101751035066231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-inilah-kaidah-peningkatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8400101751035066231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8400101751035066231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-inilah-kaidah-peningkatan.html' title='Menhan : Inilah Kaidah Peningkatan Kekuatan Alutsista TNI'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-3609295469335335283</id><published>2012-01-19T07:42:00.001-08:00</published><updated>2012-02-27T01:17:00.934-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Menhan : Peningkatan Anggaran Pertahanan Tidak Membebani APBN</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSxpLqFqUOK9IJZCNj47M4dNzpxsgvthXDTPe1s1QtgJwJmgj3eRILz_eGa2Q" alt="Menhan RI Purnomo Yusgiantoro" width="200" height="205" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Karena itulah, sudah sewajarnya Indonesia membangun kekuatan pertahanan dengan melakukan modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat Rapat Pimpinan TNI 2012 di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/1). "Dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik, maka sudah sewajarnya Indonesia menyisihkan dana untuk membangun kekuatan pertanahan," kata Purnomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, anggaran besar yang diberikan pemerintah dan DPR RI  kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) tidak akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, proyeksi ekonomi Indonesia ke depan akan semakin membaik. Hal tersebut tentu berpengaruh positif juga terhadap APBN. "Saya sering ditanya, kalau Kemhan dapat anggaran tinggi, apa tidak bebankan APBN? Saya katakan tidak, karena keputusan ini memiliki dasar yang cukup kuat yakni proyeksi ekonomi ke depan akan tumbuh dengan baik," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnomo menyampaikan terima kasih atas dukungan dari pemerintah dan DPR RI atas anggaran yang diberikan terhadap Kemhan. Anggaran Kemhan menjadi yang tertinggi dari 10 kementerian dan lembaga negara. Alokasi anggaran Kemhan pada 2012 mencapai Rp 72, 5 triliun. "Kita patut berterima kasih pada pemerintah dan DPR," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, lanjut Purnomo, pemerintah telah memberikan satu dukungan untuk membangun reformasi jilid II atau modernisasi alutsista. "Kita punya kesempatan sekarang. Dengan dukungan Panglima TNI dan seluruh Kepala Staf, kita bisa manfaatkan dana itu untuk bangun kekuatan. Kekuatan kita akan luar biasa kalau bisa dimanfaatkan dengan baik," ungkapnya.(&lt;a title="Menhan : Peningkatan Anggaran Pertahanan Tidak Membebani APBN" href="http://www.suarapembaruan.com/home/menhan-alutsista-harus-dimodernisasikan/16159"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Suara Pembaruan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-3609295469335335283?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/3609295469335335283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-peningkatan-anggaran-pertahanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3609295469335335283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3609295469335335283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-peningkatan-anggaran-pertahanan.html' title='Menhan : Peningkatan Anggaran Pertahanan Tidak Membebani APBN'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-2304371834127710744</id><published>2012-01-19T07:36:00.000-08:00</published><updated>2012-02-27T00:47:24.832-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><title type='text'>KSAD : Pembelian Tank Leopard Dari Belanda Belum Final</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.panzerbaer.de/types/pix/bw_kpz_leopard_2_a6-048i.jpg" alt="Tank Leopard 2a6" width="250" height="140" /&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal  TNI Pramono Edy Wibowo mengatakan, pembelian kendaraan lapis baja (tank)  Leopard dari Belanda belum sepenuhnya final. Menurutnya, rencana  pembelian tank tersebut masih dalam tahap pembahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi  sekarang belum final. Kita akan kesana lagi dan meninjau lagi," ujar Edy  Wibowo usai meninjau pameran alat pertahanan TNI di Mabes TNI,  Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edy mengatakan, pada  dasarnya, tank Leopard tersebut merupakan salah satu divisi tank di  Belanda yang akan dihapuskan. Oleh karenanya Indonesia mendapat  kesempatan untuk meninjau dan bernegosiasi soal harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka  punya cadangan sekitar 150 tank. Selanjutnya kita diberi kesempatan  untuk melihat dan memilih serta untuk melihat harganya," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  menambahkan, hingga saat ini belum ada kesepakatan soal harga. Namun,  dirinya berharap agar kendaraan tempur tersebut bisa dibeli dan segera  tiba di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, penentuan harga itu belum, tapi karena  barangnya sudah ada di gudang (Belanda), semakin cepat disetujui  pembelian, juga akan cepat ke Indonesia," tandasnya.(&lt;a title="KSAD : Pembelian Tank Leopard Dari Belanda Belum Final" href="http://news.okezone.com/read/2012/01/18/339/559126/pembelian-tank-leopard-belum-final"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Oke Zone&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-2304371834127710744?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/2304371834127710744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ksad-pembelian-tank-leopard-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2304371834127710744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2304371834127710744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/ksad-pembelian-tank-leopard-dari.html' title='KSAD : Pembelian Tank Leopard Dari Belanda Belum Final'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-2818915140735821034</id><published>2012-01-19T07:30:00.001-08:00</published><updated>2012-02-27T00:25:17.546-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Menhan : Delapan Tahun Mendatang, Indonesia Bakal Miliki Puluhan Jet Canggih</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://images.wikia.com/empiresandallies/images/5/5d/KAI_KF-X_FIghter_Jet.jpg" alt="Jet Tempur KF-X/IF-X" width="250" height="110" /&gt;JAKARTA - &lt;/strong&gt;Kekuatan pertahanan Indonesia di masa akan datang bakal  disegani bangsa lain, kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.  Selain pemenuhan satu skuadron Shukoi yang terdiri enam unit Sukhoi  jenis Su-27 SKM dan 10 unit Sukhoi jenis Su-30 MK2 pada 2014 dan puluhan  jet tempur F-16, pihaknya menegaskan pada 2020, Indonesia bakal  memiliki jet tempur super canggih jenis KF-X/IF-X yang dibuat bersama  (joint production) antara Korea Selatan dan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Proses  pembuatan bersama jet tempur mirip pesawat siluman Amerika Serikat  tersebut sudah dimulai dan sembilan tahun mendatang ditargetkan mampu  diproduksi hingga 200 unit," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kompensasi  pengiriman tenaga ahli dalam yang terlibat perakitan dan pembuatan  teknologi terbaru dalam dunia penerbangan, imbuh Purnomo, Indonesia  mendapat kompensasi 20 persen dari total pengerjaan jet tempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pesawat  jenis ini kelasnya di atas Sukhoi dan F-16. Indonesia nanti bakal  mendapat alokasi 50 unit," ujar Purnomo di Jakarta. Menurut Purnomo, jet  tempur jenis KF-X/IF-X merupakan tipe baru yang dikembangkan anak  pribumi dan dirakit di Negeri Ginseng tersebut. Pihaknya menyatakan,  kerjasama dengan Korea Selatan sangat menguntungkan sebab diikuti dengan  transfer teknologi antar kedua negara.(&lt;a title="Menhan : Delapan Tahun Mendatang, Indonesia Bakal Miliki Puluhan Jet Canggih" href="http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/01/18/lxz2fc-delapan-tahun-mendatang-indonesia-bakal-miliki-puluhan-jet-canggih"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Republika&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-2818915140735821034?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/2818915140735821034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-delapan-tahun-mendatang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2818915140735821034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2818915140735821034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-delapan-tahun-mendatang.html' title='Menhan : Delapan Tahun Mendatang, Indonesia Bakal Miliki Puluhan Jet Canggih'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-2489213090144107947</id><published>2012-01-19T07:22:00.001-08:00</published><updated>2012-02-26T21:15:20.878-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri Pertahanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Menhan : Industri Pertahanan Nasional Makin Maju</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_umR5TziNRUA/TUi_L4EE0OI/AAAAAAAACyE/FoEE4fQUg_8/s1600/1.jpg" alt="Industri Pertahanan Nasional" width="250" height="160" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan,  industri pertahanan Indonesia sudah cukup maju. Hal ini diantaranya  dibuktikan dengan rencana pembelian Fast Patrol Boat (FPB) ukuran 30–40  meter dari PT PAL dan Landing Platform Dock (LPD), serta tank Anoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Menhan, FPB telah diincar pemerintah Timor Leste, LPD oleh Filipina,  sementara Malaysia mengincar Tank Anoa. Khusus untuk Anoa, Menhan  mengatakan tank buatan Pindad ini telah diakui di dunia dengan pemberian  sertifikat dari PBB. “Indonesia telah mengirimkan pasukan ke daerah  perdamaian dan mereka juga tahu kalau Anoa sudah dipakai dan telah  mendapat sertifikasi dari UN,” jelas Purnomo usai Rapat Pimpinan (Rapim)  TNI di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Rabu (18/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelian FPB  oleh pemerintah Timor Leste, tutur Menhan, telah mendapat dukungan dari  pemerintah Indonesia dengan mendorong pembelian tersebut. Pembelian ini  dilakukan dengan mekanisme B to B dengan PT PAL. “Selain itu ada  permintaan dari Filipina untuk membeli LPD &lt;em&gt;class&lt;/em&gt; jadi kami dukung itu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan  pembelian alutsista produksi dalam negeri ini, tutur Purnomo,  menunjukkan ketahanan industri nasional sudah cukup maju. “Saya  menyatakan apresiasi kepada teman-teman industri pertahanan dari BUMN  dan swasta,”ujarnya. Selain itu, lanjutnya, hal ini merupakan&lt;em&gt; product support economy&lt;/em&gt; yang perwujudannya dilakukan secara terbuka dan dapat dibuktikan transparansinya.(&lt;a title="Menhan : Industri Pertahanan Nasional Makin Maju" href="http://www.jurnas.com/news/50618/Menhan:_Industri_Pertahanan_Nasional_Makin_Maju/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-2489213090144107947?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/2489213090144107947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-industri-pertahanan-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2489213090144107947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2489213090144107947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/menhan-industri-pertahanan-nasional.html' title='Menhan : Industri Pertahanan Nasional Makin Maju'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_umR5TziNRUA/TUi_L4EE0OI/AAAAAAAACyE/FoEE4fQUg_8/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-1250551309964138102</id><published>2012-01-19T07:18:00.001-08:00</published><updated>2012-02-26T18:09:40.956-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesawat Tempur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Russia'/><title type='text'>Rusia Laksanakan Uji Terbang Pesawat Tempur Generasi Terbaru Sukhoi Su-35S Flanker-E</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/18/1037157620X310.jpg" alt="Sukhoi Su-35" width="250" height="140" /&gt;MOSKWA — &lt;/strong&gt;Produsen pesawat Rusia, Sukhoi,  mulai melakukan uji terbang pesawat tempur generasi terbaru Sukhoi  Su-35S (Flanker-E). Pesawat ketiga dari seri tersebut diterbangkan dari  pangkalan udara milik Asosiasi Produksi Pesawat Komsomolsk-on-Amur di  Rusia timur jauh, Selasa (17/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat itu terbang selama  lebih dari dua jam untuk menguji sistem propulsi dan sistem kendali  pesawat yang baru. Pesawat tempur multiperan dengan misi keunggulan  udara ini dilengkapi generasi terbaru mesin turbofan Saturn 117S  (AL-41-F1S) dengan kontrol pengarah daya dorong mesin (&lt;em&gt;thrust vectoring control/TVC&lt;/em&gt;), yang membuat pesawat tersebut memiliki manuverabilitas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  pembuatnya, Su-35S disebut sebagai pesawat generasi 4++ yang  menggunakan teknologi pesawat generasi kelima. Dalam laman resmi Sukhoi  disebutkan, pesawat itu bisa melesat dengan kecepatan maksimum 1.400 km  per jam (Mach 1,1) pada ketinggian rendah dan hingga 2.400 km per jam  (mendekati Mach 2) pada batas tertinggi ketinggian operasional pesawat  pada 18.000 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat tersebut dilengkapi radar generasi  terbaru yang mampu mendeteksi sasaran di udara dari jarak 400 kilometer  dan mampu melacak serta menyerang beberapa sasaran sekaligus (melacak 30  sasaran sekaligus dan menyerang 8 sasaran secara simultan di udara,  ditambah melacak empat sasaran dan menyerang dua sasaran di darat secara  bersamaan) dari jarak 30 kilometer dengan perangkat OLS (&lt;em&gt;optical locator station&lt;/em&gt;) di kokpit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Su-35  adalah pengembangan tingkat lanjut dari pesawat Su-27 Flanker. TNI AU  saat ini sudah mengoperasikan beberapa varian Su-27 dan Su-30, dan  dikabarkan berminat membeli sedikitnya satu skuadron Su-35BM (versi  ekspor dari Su-35S) di masa depan.(&lt;a title="Rusia Laksanakan Uji Terbang Pesawat Tempur Generasi Terbaru Sukhoi Su-35S Flanker-E" href="http://internasional.kompas.com/read/2012/01/18/10394241/Generasi.Terbaru.Su35.Mulai.Uji.Terbang"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Kompas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-1250551309964138102?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/1250551309964138102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/rusia-laksanakan-uji-terbang-pesawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1250551309964138102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/1250551309964138102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/rusia-laksanakan-uji-terbang-pesawat.html' title='Rusia Laksanakan Uji Terbang Pesawat Tempur Generasi Terbaru Sukhoi Su-35S Flanker-E'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-6076075768562469200</id><published>2012-01-19T07:04:00.001-08:00</published><updated>2012-02-29T00:55:16.502-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belanda'/><title type='text'>Pengamat : Tank Leopard, Bukan Soal Hubungan Dengan Indonesia</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.inetres.com/gp/military/cv/tank/Leopard2/Leopard2A4_Finland_05.jpg" alt="Tank Leopard 2a6" width="250" height="160" /&gt;Walaupun ada hambatan parlemen, rencana penjualan tank  Leopard Belanda ke Indonesia tampaknya akan berlangsung juga. Demikian  pendapat profesor Nico Schulte Nordholt. Dan itu bukan lantaran Belanda  ingin membina hubungan baik dengan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat  pemerintah Belanda menjual peralatan militernya ke Indonesia  menghadapi  mosi parlemen yang meminta supaya transaksi itu tidak  dilakukan.  Indonesia dinilai belum juga menghormati hak-hak asasi  manusia, terutama  di Papua. Dikhawatirkan, kalau dibeli Indonesia, tank  Leopard yang  diobral itu akan digunakan untuk menghajar rakyat  sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mosi tidak melakukan penjualan senjata itu diajukan oleh  Arjan El  Fassed, anggota parlemen fraksi GroenLinks, keturunan Palestina   Belanda. Alasannya tidak ada yang baru: Indonesia pernah melanggar   hak-hak asasi manusia di Aceh, Timor Timur dan sekarang masih terus   Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bermusuhan dengan parlemen&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Belakangan pers Belanda memang ramai memberitakan  pelanggaran hak-hak  asasi manusia di Indonesia. Misalnya kekerasan di  Papua Oktober silam  ketika berlangsung Kongres Papua. Apa yang oleh  Jakarta disebut langkah  separatisme itu menewaskan enam orang. Begitu  pula pengejaran kalangan  Ahmadiyah yang disebut sebagai tidak bebas di  negeri yang sudah  merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat militer Indonesia profesor Tjipta Lesmana melihat bahwa  sebenarnya sudah lama terbina hubungan di bidang pertahanan antara kedua  negara. Dan pada negara demokrasi, memang akan selalu ada perbedaan  antara parlemen dengan pemerintah. "Itu biasa di negara demokrasi,  seperti juga di Indonesia," demikian Tjipta. Tetapi pada akhirnya,  sesuai dengan latar sejarah yang ada, Tjipta Lesmana melihat pemerintah  Belanda akan menjual tank Leopard ke Indonesia. Itu berarti langkah  pemerintah tidak akan selalu sejalan dengan keinginan parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Akankah pemerintah Belanda mengikuti kemauan parlemen?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mosi ini dituruti, dalam arti penjualan tank Leopard batal,   hubungan Belanda Indonesia akan terganggu. Sebaliknya kalau mosi ini   tidak dituruti maka hubungan dengan Indonesia memang akan lancar, tapi   pemerintah Belanda akan bermusuhan dengan parlemennya sendiri. Bisa-bisa   muncul ketegangan yang akan mengganggu stabilitas pemerintahan   minoritas Perdana Menteri Mark Rutte.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi profesor Nico Schulte Nordholt, pengamat hubungan  Indonesia  Belanda, yang penting walaupun menentang, mosi parlemen ini  sebenarnya  tidak melarang. Artinya pemerintah tetap bisa menjual tank  Leopard  kepada Indonesia. Dan kalau kelak pemerintah Belanda  bertransaksi  dengan pemerintah Indonesia, maka partai-partai yang tetap  mendukung  koalisi ini tidak akan menentang pemerintah. Diakuinya, hal  ini tidak  terlalu sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Belanda sekarang terdiri dari dua partai, partai kristen   demokrat CDA dan partai liberal konservatif VVD. Keduanya berkoalisi dan   mendukung penjualan tank Leopard ke Indonesia. Tetapi masih ada partai   ketiga yang tidak resmi mendukung koalisi, sehingga kabinet minoritas   ini memerintah. Itulah PVV pimpinan Geert Wilders. Menariknya, PVV   mendukung mosi yang menentang penjualan tank kepada Indonesia. Tapi   kalau kelak tank Leopard itu jadi dijual, maka menurut perhitungan prof.   Nico Schulte Nordholt, PVV tidak akan menjatuhkan kabinet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian diduga keras penjualan ini tetap akan berlangsung.  Bagi  Den Haag, dalam kondisi perekonomian seret sekarang, sangat  penting  untuk menjual sebanyak mungkin perlengkapan militer.  Kementerian  Pertahanan Belanda harus menghemat sampai 1 milyar euro,  sehingga setiap  euro tentu akan disambut baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Musim Semi Arab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menariknya mosi parlemen ini memperoleh dukungan mayoritas.  Padahal  mereka tahu bagi Indonesia tank itu sebenarnya tidak terlalu   bermanfaat. “Benarkah negara kepulauan seperti Indonesia butuh tank-tank   untuk mempertahankan diri dari ancaman dari luar negeri?” Tanya Nico   Schulte Nordholt. Belum lagi kalau melihat keadaan alam Indonesia yang   bergunung-gunung yang jelas tidak cocok untuk tank Leopard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kalau memang dibutuhkan, maka tampaknya Indonesia  akan  mengerahkan tank itu menghadapi para demonstran di jalan-jalan  protokol  kota-kota besar di Jawa. Di sinilah makna mosi parlemen itu.   Dikhawatirkan tank itu akan digunakan untuk melanggar hak-hak asasi   manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi menurut penilaian Nico Schulte Nordholt, masalah  hak-hak asasi  manusia ini tidak hidup terlalu kuat dalam opini publik  Belanda.  Andaikata pemerintah Belanda berani menentang mosi parlemen,  dan  kemungkinan ini ada, menurut perhitungan Nico paling banter hanya  akan  ada protes selama sehari, tidak akan lama. Opini publik Belanda   sekarang lebih mengkhawatirkan euro dan kesempatan kerja. Ini artinya   masalah lain seperti hak-hak asasi manusia tidak memperoleh perhatian   khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat seperti inilah yang ditentang oleh Arjan El Fassed. Dalam   menjelaskan mosinya, anggota parlemen ini menekankan bahwa penjualan   tank Belanda ke Bahrein dan Mesir serta suku cadang ke Saudi Arabia   telah dipermalukan dengan musim semi Arab. Rejim-rejim pelanggar hak   asasi telah berjatuhan, padahal sebelumnya mereka menghadapi kaum   demonstran dengan panser yang dibeli di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Juklak ekspor Eropa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sudah terlebih dahulu mengalami demokratisasi. Ini  memberi  kesempatan bagi pemerintah Den Haag menjual senjata dan terus   memperbaiki hubungan dengan Indonesia. Tapi profesor Nico Schulte   Nordholt berpendapat penjualan tank ini sebenarnya bukan soal hubungan   baik dengan Indonesia. “Ada satu hal yang lebih mendesak lagi,” kata   gurubesar ini, “yaitu keadaan keuangan dan ekonomi Belanda.” Kebutuhan   Belanda yang mendesak adalah menjual sebanyak mungkin peralatan   militernya dengan harga baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya kira dalam hal ini kepentingan sendiri lebih kuat daripada   keinginan memelihara hubungan baik dengan negara seperti Indonesia.”   Menurut profesor Nico Schulte Nordholt pemerintah Belanda sudah   memperhitungkan kalau perlengkapan militer ini tidak terjual, maka akan   lebih banyak orang harus diPHK, sehingga pengangguran meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas parlemen Belanda tidak tinggal diam. Begitu tahu terus   berlangsung perundingan dengan Indonesia, bahkan konon kedua negara   saling kunjung mengenai rencana penjualan ini, Arjan El Fassed   melayangkan pertanyaan tertulis. Tidak tanggung-tanggung lagi, dua   menteri jadi sasaran surat itu, Menteri Pertahanan Hans Hillen dan   Menteri Luar Negeri Uri Rosenthal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pertanyaan yang diajukannya adalah, sudahkah Indonesia   diberitahu bahwa menurut Juklak Ekspor Senjata Uni Eropa, sebenarnya   Belanda tidak boleh mengekspor senjata ke Indonesia? Dalam juklak ini   memang tertera negara-negara anggota Uni Eropa, jadi termasuk Belanda,   dilarang mengekspor senjata ke negara yang tidak menghormati hak-hak   asasi manusia dan beresiko konflik bersenjata di negara tujuan.(&lt;a title="Pengamat : Tank Leopard, Bukan Soal Hubungan Dengan Indonesia" href="http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/tank-leopard-bukan-soal-hubungan-dengan-indonesia"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : RNW&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-6076075768562469200?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/6076075768562469200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/02/pengamat-tank-leopard-bukan-soal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6076075768562469200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/6076075768562469200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/02/pengamat-tank-leopard-bukan-soal.html' title='Pengamat : Tank Leopard, Bukan Soal Hubungan Dengan Indonesia'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-3632895948315478799</id><published>2012-01-18T16:10:00.001-08:00</published><updated>2012-02-25T00:03:48.566-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mabes TNI'/><title type='text'>Pameran Alutsista Produk Dalam Negeri Digelar Di Selah-Selah Rapim TNI 2012</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;div style="float: left; width: 255px; overflow: hidden; margin-right: 5px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="image"&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wGQZbxtWmmA/TxaQjRP5ZCI/AAAAAAAAYRo/HLXg6XRr4IM/s400/RapimTNI180112.JPG" alt="Rapat Pimpinan TNI 2012" width="230" height="160" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h5 style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (kedua kiri), berbincang dengan Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda TNI, Iskandar Sitompul (kiri) saat Rapat Pimpinan TNI di Cilangkap, Jakarta, Rabu(18/1). Rapat Pimpinan TNI 2012, berkomitmen melanjutkan reformasi birokrasi dan pembangunan kekuatan pokok minimum, dan memprioritaskan pengadaan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista), produksi dalam negeri. (Foto: ANTARA/ Ujang Zaelani/ed/nz/12)&lt;/em&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2012 yang berlangsung di Markas  Besar (Mabes) TNI diwarnai acara gelar Static Show Alat Perlengkapan  Pertahanan (Alpahan) Produksi Industri Dalam Negeri.   Di dalam tenda,  terdapat 38 stand yang menampilkan sejumlah peralatan dan perlengkapan  militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di luar tenda, memamerkan berbagai kendaraan  tempur serta alat berat militer. APC Amphibi merupakan kendaraan tempur  untuk mengangkut pasukan pendarat marinir produksi TNI Angkatan Laut  (AL) dan PT Wirajayadi Bahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasil produksi telah diuji coba  dan memenuhi standar dan keselamatan TNI AL serta ergonomis sebagai  kendaraan tempur amphibi, yang memenuhi standar operasional TNI AL,"  kata Owner PT Wirajayadi Bahari, Bintoro, di Mabes TNI, Jakarta, Rabu  (18/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, proses pembangunan dilakukan di Denhar  Lanmar Surabaya. APC Amphibi yang diproduksi juga dapat disejajarkan  dengan produk sejenis dari negara lain. "APC Amphibi ini tidak kalah  dengan negara luar," jelas Bintoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berharap, alat utama  sistem senjata (alutsista) dalam negeri dapat diandalkan di kemudian  hari. "Alutsista dalam negeri harus jadi andalan dan kebanggaan  Indonesia," tandasnya.(&lt;a title="Pameran Alutsista Produk Dalam Negeri Digelar Di Selah-Selah Rapim TNI 2012" href="http://www.suarapembaruan.com/home/rapim-tni-2012-gelar-alutsista-produk-indonesia/16157"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Suara Pembaharuan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-3632895948315478799?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/3632895948315478799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pameran-alutsista-produk-dalam-negeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3632895948315478799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/3632895948315478799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pameran-alutsista-produk-dalam-negeri.html' title='Pameran Alutsista Produk Dalam Negeri Digelar Di Selah-Selah Rapim TNI 2012'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-wGQZbxtWmmA/TxaQjRP5ZCI/AAAAAAAAYRo/HLXg6XRr4IM/s72-c/RapimTNI180112.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-884403686904331315</id><published>2012-01-18T15:48:00.000-08:00</published><updated>2012-02-24T21:44:26.406-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Wamenhan : Modernisasi Alutsista Pil Pahit Kemhan</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="border: 1px solid black;" src="http://www.dutchaviationsupport.com/2008-2/Fuerza-2/Flankers/flanker-fly-11.jpg" alt="Sukhoi TNI-AU (Foto dutchaviationsupport.com)" width="430" height="110" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sukhoi TNI-AU (Foto dutchaviationsupport.com)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Selain sebuah kabar gembira bagi modernisasi alat utama  sistem senjata (alutsista), anggaran yang diterima Kementerian  Pertahanan sebesar Rp150 triliun juga merupakan beban. Karenanya, dalam  melakukan modernisasi alutsista Kemhan melakukan pengawasan yang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya  pil pahit, beban bagi Kemhan dengan anggaran Rp150 triliun ini. Tapi  gula bagi bisnis militer," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafries  Sjamsoeddin dalam acara silaturahmi Menhan denga pimpinan redaksi media  massa di Jakarta, Selasa (17/1) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaannya, tambah Sjafrie, Kemhan melakukan tiga tahap pengawasan. "Kami lakukan pengawasan, yaitu &lt;em&gt;pre audit, currrent audit, &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;post audit&lt;/em&gt;," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguatan  militer dengan melakukan modernisasi alutsista ini, jelasnya Sjafrie,  merupakan kewajiban yang harus dilakukan untuk mencapai keunggulan  negara. Penguatan militer ini juga dia nilai sebagai syarat negara yang  berdaulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung, lanjut Sjafrie, modernisasi alutsista ini  sejalan dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah. "Pengadaan ini tak  hanya dilihat dari kuantitas, tapi perlu memperhitungkan hal-hal  lainnya," imbuhnya. Pertimbangan tersebut, tuturnya, adalah pembangunan  strategi militer yang menjadi strategi pertahanan, pertimbangan  teknologi dan kemoderenan peralatan militer, serta pertimbangan wilayah  teritorial sebagai perhitungan strategi.(&lt;a title="Wamenhan : Modernisasi Alutsista Pil Pahit Kemhan" href="http://www.jurnas.com/news/50560/Wamenhan:_Modernisasi_Alutsista_Pil_Pahit_Kemhan/1/Nasional/Keamanan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Jurnas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-884403686904331315?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/884403686904331315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/wamenhan-modernisasi-alutsista-pil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/884403686904331315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/884403686904331315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/wamenhan-modernisasi-alutsista-pil.html' title='Wamenhan : Modernisasi Alutsista Pil Pahit Kemhan'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-8206203970875349582</id><published>2012-01-18T15:36:00.000-08:00</published><updated>2012-02-24T20:11:02.486-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemhan'/><title type='text'>Wendy : Setiap Pengadaan &amp; Modernisasi Alutsista Harus Memperhatikan Lima Pertimbangan Penting</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://www.armyrecognition.com/customer/thierry/canada/leopard_2a6m_20.jpg" alt="Tank Leopard 2a6" width="250" height="160" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Berkait dengan pembelian tank bekas Leopard dari Belanda, pemerintah diminta segera memberikan penjelasan terkait proses penilaian yang sudah dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti kajian keamanan di Institute for Defense, Security and Peace Studies (IDSPS), Wendy Prajuli, menyatakan, dalam setiap pengadaan dan modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista), dia selalu berpendapat harus melalui lima hal yang perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, alutsista yang dibeli harus sesuai dengan strategi pertahanan negara yang telah disusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, alutsista yang dibeli juga harus sesuai dengan cetak biru (blue-print) modernisasi alutsista yang telah disusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, alutsista yang dibeli harus sesuai dengan kondisi geografis Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, jika alutsista yang dibeli adalah alutsista bekas, maka harus ada jaminan ketersediaan suku cadang alutsista yang dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, jika yang dibeli berstatus bekas, maka alutsista tersebut harus dipastikan dalam kondisi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wendy menegaskan, pertimbangan berdasarkan kelima hal penting itu perlu dilakukan agar pembelian senjata yang dilakukan dapat meningkatkan kapabilitas pertahanan Indonesia. "Jangan sampai uang pajak rakyat terbuang percuma akibat kesalahan dalam pembelian main battle tank tersebut," kata Wendy dalam surat elektroniknya kepada Kompas.com, Rabu (18/1/2012) sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan itu disampaikan untuk meluruskan berita sebelumnya, Selasa (17/1), berjudul "Pembelian Tank Bekas Leopard Tidak Rasional".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, judul itu tidak sesuai dengan keterangan yang dia sampaikan dalam wawancara tertulis sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wendy menambahkan, lima pertimbangan penting yang dia sampaikan itu berlaku untuk pengadaan semua alutsista, tidak hanya bagi Leopard itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wendy mengaku hingga kini belum mendengar pemerintah memberikan penjelasan bahwa pembelian tank tersebut telah melewati lima poin penilaian tersebut. "Karena itu, saya berharap pemerintah segera mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan bahwa rencana pembelian tank Leopard telah melalui 5 poin assessment (penilaian) tersebut," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak tepat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pernyataan pemerintah bahwa pembelian Leopard salah satunya merupakan respons atas Malaysia yang telah memiliki persenjataan jenis MBT, Wendy berpendapat alasan itu tidak tepat. Pasalnya, dengan karakter Asia Tenggara yang kepulauan, MBT Malaysia tidak akan memberikan ancaman yang besar terhadap Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya, sebagaimana telah saya sampaikan di atas, pemerintah menggunakan alasan strategi pertahanan dan cetak biru modernisasi persenjataan Indonesia yang telah disusun sebagai alasan pembelian alutsista, dalam hal ini tank Leopard," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Indonesia Butuh Tank Baru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sangat membutuhkan tank terbaru dan canggih untuk menjaga kedaulatan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara ideal, Indonesia butuh tank terbaru jenis Main Battle Tank seperti Leopard. Saat ini, Indonesia hanya punya jenis light tank atau tank ringan," kata pengamat militer Muhajir Effendi kepada itoday, Rabu (18/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhajir juga tidak sependapat jika dikatakan Tank Leopard yang akan dibeli pemerintah Indonesia tidak cocok dengan wilayah Indonesia. "Malaysia kondisi alamnya sama dengan Indonesia, juga memiliki jenis tank seperti ini. Memang, tank Leopard didesain tidak sesuai dengan alam Indonesia, tetapi untuk menjaga wilayah perbatasan sangat diperlukan," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Muhajir, membeli peralatan militer dari Eropa atau AS sangat berbeda dengan Rusia. "Rusia akan menentukan peralatan militer yang sesuai dengan kondisi Indonesia, contohnya pesawat Sukhoi, tempat duduk maupun lainnya disesuaikan dengan orang Indonesia. Ini berbeda jika kita membeli dari AS atau Eropa," jelas Muhajir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Muhajir, pembelian tank bekas itu, nantinya bisa menjadi transfer teknologi bagi pembangunan industri militer Indonesia. "Kita harapkan dengan pembelian tank itu ada usaha pemerintah mengembangkan tank jenis Main Battle Tank untuk industri militer di Indonesia," papar Muhajir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhajir juga memaklumi Indonesia merencanakan membeli tank bekas Leopard karena disesuaikan dengan Minimum Essential Force yang dikonsepkan Panglima TNI.(&lt;a title="Wendy : Setiap Pengadaan &amp;amp; Modernisasi Alutsista Harus Memperhatikan Lima Pertimbangan Penting" href="http://nasional.kompas.com/read/2012/01/18/15314169/Soal.Leopard.Pemerintah.Diminta.Beri.Penjelasan"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Kompas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Indonesia Today&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-8206203970875349582?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/8206203970875349582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/wendy-setiap-pengadaan-modernisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8206203970875349582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8206203970875349582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/wendy-setiap-pengadaan-modernisasi.html' title='Wendy : Setiap Pengadaan &amp; Modernisasi Alutsista Harus Memperhatikan Lima Pertimbangan Penting'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-2875355533423460735</id><published>2012-01-18T15:02:00.000-08:00</published><updated>2012-02-24T18:53:06.283-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kendaraan Tempur (Tank)'/><title type='text'>Pengamat : Ada Aroma Politik Di Balik Penolakan Pembelian Tank Leopard</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://img465.imageshack.us/img465/4373/leo2a6helfiringlf2.jpg" alt="Tank Leopard 2a6" width="250" height="140" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt; Sejumlah anggota Komisi I DPR menolak pembelian Tank  Leopard eks Belanda. Diduga ada aroma politik dalam kasus ini, bukan  hanya sekadar masalah alutsista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menduga ada upaya  menjegal KSAD Jenderal Pramono Edhie. Ini bukan sekadar teknis masalah  Alutsista saja, ada kepentingan politik dari oposisi," ujar pengamat  militer Aris Santoso kepada detikcom, Selasa (17/1/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris  menjelaskan sudah tradisi setiap Kepala Staf TNI AD ingin meninggalkan  jejak saat kepemimpinannya. Mantan KSAD Jenderal Ryamirard Ryacudu  misalnya meninggalkan jejak setelah membangun Batalyon Raider di setiap  Kodam. Sementara Djoko Santoso menghidupkan kembali brigade infanteri di  beberapa Kodam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, Pramono sepertinya ingin menjadikan tank ini sebagai jejaknya kelak," tutur Aris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris  menduga serangan dari oposisi wajar terjadi, apalagi Pramono  disebut-sebut akan diusung Partai Demokrat sebagai Capres di 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada upaya politik untuk mengagalkan jejak fenomenal Pramono Edhie. Padahal kan proyek ini dananya sudah ada," jelas dia.(&lt;a title="Pengamat : Ada Aroma Politik Di Balik Penolakan Pembelian Tank Leopard" href="http://news.detik.com/read/2012/01/18/054357/1818347/10/ada-aroma-politik-jegal-pramono-di-balik-penolakan-tank-leopard"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Detik&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-2875355533423460735?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/2875355533423460735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pengamat-ada-aroma-politik-di-balik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2875355533423460735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/2875355533423460735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/pengamat-ada-aroma-politik-di-balik.html' title='Pengamat : Ada Aroma Politik Di Balik Penolakan Pembelian Tank Leopard'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6961840094911892727.post-8212948298280227669</id><published>2012-01-18T14:25:00.000-08:00</published><updated>2012-02-24T03:12:42.564-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNI-AD'/><title type='text'>Kasad : Saat Ini RI Belum Mampu Buat Tank Berat Sekelas Leopard</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft" style="float: left; border: 1px solid black; margin-left: 3px; margin-right: 3px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MlcIJtVqC0I/SUDAWQPcSTI/AAAAAAAABFM/XTW0xbg83GI/s400/leopard2a6_752.jpg" alt="Tank Leopard 2a6" width="250" height="160" /&gt;Jakarta - &lt;/strong&gt;Di tengah polemik pengadaan Tank Leopard asal Belanda, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menegaskan bahwa saat ini Indonesia belum mampu membuat tank jenis berat sekelas Leopard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khusus tank berat kita belum mampu," kata Jenderal Edhie di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (18/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Edhie, tank memiliki tiga jenis kualifikasi yakni ringan, sedang dan berat, teknologi Indonesia masih mencoba untuk membuat tank dengan kelas sedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edhie menjelaskan dari 11 Batalyon Kavaleri yang dimiliki Angkatan Darat, 2 Batalyon terbaru memiliki tank dengan nama Scorpion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Scorpion jenis tank ringan dan itu semua produk tahun 50an, jadi kalau diliat kita sudah jauh ketinggalan soal tank," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini AD lanjut Edhie bekerjasama dengan PT Pindad mengupgrade 13 tank AMF 13 untuk dikembangkan agar bisa mencapai sedang. Edhie berharap adanya peningkatan teknologi agar bisa menyerap teknologi asing untuk memproduksi tank dengan jenis berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Jenderal Edhie menegaskan keputusan untuk membeli Tank Leopard belum final, karena pada dasarnya Leopard itu adalah salah satu divisi tank di Belanda yang akan dihapuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka punya cadangan sekitar 150 tank selanjutnya kita diberi kesempatan untuk melihat dan memilih, menentukan harga," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangnya sudah ada di gudang semakin cepat disetujui pembelian juga akan cepat ke Indonesia," tambahnya.(&lt;a title="Kasad : Saat Ini RI Belum Mampu Buat Tank Berat Sekelas Leopard" href="http://infopublik.org/?page=news&amp;amp;newsid=13816"&gt;&lt;span style="color: #008000;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Info Publik&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6961840094911892727-8212948298280227669?l=arsipardava.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsipardava.blogspot.com/feeds/8212948298280227669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasad-saat-ini-ri-belum-mampu-buat-tank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8212948298280227669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6961840094911892727/posts/default/8212948298280227669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsipardava.blogspot.com/2012/01/kasad-saat-ini-ri-belum-mampu-buat-tank.html' title='Kasad : Saat Ini RI Belum Mampu Buat Tank Berat Sekelas Leopard'/><author><name>Ardava.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_mJBehhO__MQ/S99Hnr3FzPI/AAAAAAAAAF0/ykn2CWd7JK0/S220/alutsista+TNI+1077.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MlcIJtVqC0I/SUDAWQPcSTI/AAAAAAAABFM/XTW0xbg83GI/s72-c/leopard2a6_752.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
