Home » » Ekspor Persenjataan Produk Indonesia Terhambat Regulasi

Ekspor Persenjataan Produk Indonesia Terhambat Regulasi

Written By http://arsipardava.blogspot.com/ on Jumat, 06 April 2012


SS2 PindadBANDUNG - Produk persenjataan militer yang dihasilkan Indonesia kian diminati pasar luar negeri. Namun sayangnya ekspor produk persenjataan Indonesia yang dihasilkan oleh PT.Pindad ke sejumlah negara kerap menemui hambatan dari sisi aturan hubungan antarnegara.

”Kerja sama sudah semakin luas tapi yang namanya ekspor produk persenjataan itu tidak mudah. Karena harus melalui proses government to government (G to G) apakah itu terkait interkoneksi atau pengaturan budgeting,” ujar Kepala Divisi Persenjataan PT Pindad, Ade Bagja usai pertemuan dengan sejumlah perwakilan negara sahabat di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (5/4).

Sejumlah kendala itu menyebabkan proses ekspor memakan waktu hitungan bulan atau tahun. Padahal jelas Ade, kemitraan yang dijalin PT. Pindad saat ini telah mencapai level negara Asia, Amerika hingga Eropa.

”Pasar kami di luar negeri beberapa sudah berjalan baik seperti di kawasan Asia Tenggara, Australia dan Amerika,” katanya.

Produk persenjataan buatan Indonesia yang banyak diminati pasar asing itu antara lain untuk tipe Senapan Serbu (SS) II dan Panser Anoa 6 x 6.

Ade menambahkan, Pindad saat ini juga telah berhasil memproduksi tipe terbaru dari jenis senjata SS II tersebut. Perusahaan yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu juga tengah mengembangkan produksi kendaraan tempur dan taktis.

”Pengembangan kendaraan tempur sedang dilakukan. Untuk itu kami juga sudah mempunyai prototipe kendaraan taktis 4 x 4,” katanya.(Sumber : Jurnas)

Share this article :

Historia


Teknologi


Latihan


Arsip



Translate


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts


Latihan Kesenjataan Terpadu Marinir 2014

Situbondo - Diawal tahun 2014, Korps Marinir TNI AL menggelar Latihan Kesenjataan Terpadu (Latsendu) di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (24/01/2014). Korps Marinir TNI AL melibatkan material tempur yang dimiliki Korps Marinir yaitu 39 Tank Amfibi BMP-3F, 13 BTR 50 P, 5 unit Roket Multi Laras RM 70 Grad, 6 pucuk Howitzer 105 mm, 4 unit BVP-2, 2 unit helicopter (1 heli Bell dan 1 unit heli Bolcow).


Flag Counter
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Arsip Ardava - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger