Selasa, 30 Agustus 2011

Rusia Berhasil Uji Peluncuran Rudal Balistik Intercontinental RSM-56 Bulava


Rusia Berhasil Uji Peluncuran Rudal Balistik Intercontinental RSM-56 Bulava

Kapal selam Nuklir strategis Rusia, Yuri Dolgoruky, berhasil melakukan peluncuran rudal balistik Intercontinental RSM-56 Bulava berdaya jangkau 10.000 Km. Rudal ini dirancang khusus untuk diluncurkan dari Kapal Selam Borei Class. Rudal Bulava mampu mengangkut 6 hingga 10 rudal berhulu ledak nuklir dan konvensional dikepala rudalnya.

Iran Mulai Memproduksi Massal Rudal Anti-Tank 73 mm


Iran Mulai Memproduksi Massal Rudal Anti-Tank 73 mmTehran - Kementrian Pertahanan Iran mulai memproduksi massal rudal anti-tank 73 mm, Senin (29/8), peresmian dihadiri Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi.

Rudal memiliki hulu ledak khusus dimana dapat menembus sasaran sedalam 300 milimeter dan menghancurkannya, diungkapkan Menhan Vahidi, dalam sambutannya.

Rudal dapat menghancurkan sasaran berupa tank, ranpur pengangkut pasukan, ranpur ringan dan gudang senjata.

Rudal dapat dibawa kendaraan maupun prajurit dan mampu menjangkau sasaran sejauh 1300 meter.(Sumber : Mehr)

Minggu, 28 Agustus 2011

45 Prajurit Yonif 202/Tajimalela Laksanakan Latihan Mengemudikan Ranpur Anoa


45 Prajurit Yonif 202/Tajimalela Laksanakan Latihan Mengemudikan Ranpur AnoaBEKASI – Komandan Batalyon Infanteri 202/Tajimalela Letnan Kolonel Inf Heru Agung Aryandhono pimpin penataran alutsista dan Kendaraan Tempur ANOA 6×6 buatan Pindad bertempat di Mako Batalyon Infanteri 202/Tajimalela Rawalumbu Bekasi Jawa Barat.

Yonif 202/Tajimalela Juni 2011 lalu menerima 45 unit ranpur ANOA 6×6 dalam rangka memenuhi kebutuhan pembentukan Batalyon infanteri Mekanis (Yonif Mekanis)TNI-AD dalam upaya meningkatkan kekuatan pertahanan.

Mengingat pentingnya ranpur ini dalam pelaksanaan tugas-tugas TNI-AD, maka Danyonif Letnan Kolonel Inf Heru Agung Aryandhono mengadakan kegiatan Latihan bagi para awak yang mengemudikan Ranpur Anoa 6×6. Latihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan awak menjadi pengemudi Ranpur.

Latihan diikuti 45 orang Tamtama yang dilaksanakan selama 3 hari, pada tanggal 18–20 Agustus 2011. Praktek latihan mengemudi kali ini di lakukan di Kompleks Perumahan Delta Mas Cikarang Kab. Bekasi.

Danyonif turut mengecek langsung ke lapangan kegiatan tersebut dan memberikan penekanan kepada seluruh peserta tentang pentingnya pemeliharaan materil terutama Ranpur Anoa 6×6 yang baru diterima.(Sumber : Pos Kota)

Sabtu, 27 Agustus 2011

Menhan : Indonesia Tetap Menerima Hibah 1 Skudron Pesawat Tempur F-16 Dari AS


F-16 ASJakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan Indonesia tetap menerima hibah satu skudron pesawat tempur F-16 dari pemerintah Amerika Serikat.

"Kita tetap dapat hibah," katanya, usai menyaksikan penyerahan enam unit helikopter Mi-17 V5 dari pemerintah Rusia ke Indonesia melalui Kementerian Pertahanan di Skuadron 2 Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat Pondok Cabe, Tangerang, Banten, Jumat.

Ia menambahkan dua Skuadron F-16 tipe Block 25 yang dihibahkan itu akan di-"up grade" menjadi F-16 Block 32 yang lebih canggih kemampuannya.

Sekjen Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Erris Heriyanto menambahkan, dari 30 unit F-16 yang dihibahkan, 24 akan dihidupkan dengan 28 mesin.

"Hibah F-16 itu telah mendapat persetujuan dari kongres AS. `Congress Notification` sudah keluar pada 16 Agustus silam dan kita tetap mendapatkan hak atas hibah itu," katanya.

Sebelumnya dikabarkan Kongres AS membatalkan rencana hibah F-16 kepada Indonesia dan menawarkannya ke Taiwan. "Itu tidak benar," katanya.(Sumber : Antara)

Jumat, 26 Agustus 2011

Menhan Korsel Ke Indonesia Tawarkan Kapal Selam



kapal selam kelas Chang Bogo
ROKS Lee Eokgi (SS 071) kapal selam kelas Chang Bogo saat mengikuti RIMPAC 2010 di Hawaii. (Foto: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 2nd Class N. Brett Morton/Released)


Jakarta - Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Kwan-jin, akan berkunjung ke Indonesia awal September mendatang. Kim di Jakarta akan membicarakan rencana penjualan kapal selam buatan Korsel ke Indonesia, dengan nilai kontrak US$1 miliar.

Pengumuman kunjungan Kim itu disampaikan pejabat Korsel kepada kantor berita Yonhap, 26 Agustus. Lawatan Kim selama tiga hari itu akan dimulai pada 7 September mendatang.

Dia akan bertemu dengan koleganya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Mengamankan kontrak penjualan kapal selam bermesin disel ke Indonesia merupakan salah satu misi utama Kim ke negeri ini. Korsel tertarik atas upaya Indonesia untuk memodernisasi kekuatan maritim.

Menurut sumber anonim di kalangan militer Korsel, pengadaan kapal selam untuk Indonesia itu akan melibatkan perusahaan Korea. "Dalam kunjungan itu, ada kemungkinan bahwa Daewoo Shipbuilding and Marine akan dipilih untuk menjadi calon penawar bagi program pengadaan kapal selam Indonesia," ujar sumber itu kepada Yonhap.

Dalam kunjungan ke Indonesia, Kim akan didampingi oleh para eksekutif dari sembilan kontraktor pertahanan Korea, termasuk Daewoo Shipbuilding and Marine. Selain kapal selam, Indonesia juga tertarik membeli produk lain buatan Korsel.

Pada April lalu, Indonesia memilih Korsel sebagai calon mitra proyek pengadaan pesawat jet latih. Kedua pemerintah masih bernegosiasi untuk menentukan harga. Bila sepakat, Korsel juga akan mengekspor pesawat jet latih T-50 Golden Eagle untuk kali pertama ke luar negeri.(Sumber : Viva News)

Pencabutan Cekal Sjafrie Terganjal Karena Anggota Parlemen AS


Sjafrie SamsudinJakarta - Situs Wikileaks membocorkan alasan Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin masuk daftar cekal yang disebut '00 Hit', alias sudah di-blacklist untuk bisa masuk AS. Kementerian Pertahanan mengakui hingga kini Sjafrie masih dicekal AS.

"Masih (dicekal). Pemerintah sana sudah setuju mencabut, tinggal terganjal beberapa anggota parlemen," ujar Kapuskom Kemhan Brigjen Hartind Asrin kepada detikcom, Kamis (25/8/2011).

Menurut Hartind, pemerintah Indonesia tidak akan berusaha agar pencekalan itu dicabut. Seluruhnya diserahkan pada pihak AS. RI optimistis pencekalan terhadap jenderal bintang tiga itu segera dicabut.

"Kita serahkan sepenuhnya ke sana," kata dia.

Hartind menambahkan hubungan militer AS dan Indonesia sangat baik. Hal ini ditandai dengan beberapa latihan militer bersama. Sedangkan mengenai isi dokumen di situs Wikileaks ini, pihak Kemhan akan melakukan pengecekan.

Dalam rilis terbaru Wikileaks disebutkan 00 Hit alias blacklist atas nama Sjafrie ini sudah berlaku sejak 21 September 2006. Sjafrie disebut melakukan dua perbuatan yang membuatnya tidak berhak mendapatkan visa AS. Dua perbuatan itu adalah aktivitas teror dan pembunuhan ekstrajudisial.

"Pos (Kedubes AS) paham bahwa aktivitas teror bisa diabaikan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, tapi tidak dengan pembunuhan ekstrajudisial," kata mereka.

Kasus terkait teror yang melibatkan Sjafrie, disebutkan Kedubes AS adalah aksi kekerasan ekstremis muslim di Sulsel pada tahun 2000. Sedangkan terkait pembunuhan ekstrajudisial, Sjafrie dianggap terlibat kasus Timor Timur dan Trisakti 1998. Kawat ini juga memuat aneka bantahan Sjafrie di berbagai media nasional.

Kedubes AS meminta arahan karena di sisi lain Sjafrie ini tokoh penting untuk mendorong kerjasama militer RI-AS. Kalau Sjafrie tetap tidak bisa pergi ke AS, itu akan menjadi ganjalan dalam hubungan kedua negara.

"Kami meminta Kemlu mengkaji ulang informasi ini, membuat pertimbangan soal kelayakan visa Sjamsoeddin dan menasihati kami, kalau dia tetap tidak memenuhi syarat, apa jalan yang terbuka untuk Sjamsoeddin," kata mereka.(Sumber : Detik)

KRI Dewaruci Tiba Di Surabaya Setelah Berkeliling Asia Selama 52 Hari



KRI Dewaruci Tiba Di Surabaya Setelah Berkeliling Asia Selama 52 Hari
Pangarmatim Laksda TNI Bambang Suwarto (tengah) berjabat tangan dengan anak buah kapal (ABK) KRI Dewa Ruci saat merapat di Dermaga Koarmatim Ujung, Surabaya, Jatim, Jumat (26/8). KRI Dewaruci kembali setelah melakukan pelayaran ke sejumlah negara di kawasan Asia selama 52 hari yang bertujuan melatih para Kadet Taruna AAL tingkat III tentang praktek astronomi dan pelajaran profesi dasar matra laut. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/Koz/Spt/11)


Surabaya - Kapal latih KRI Dewaruci kembali ke Surabaya, Jumat (26/8/2011) setelah berkeliling Asia selama 52 hari.

Kedatangan Dewaruci disambut para Panglima AL Wilayah Timur diantaranya Panglima Armada Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksda TNI Ade Supandi, didampingi Calon Penggantinya Laksma TNI Agus Purwoto, Ibu Asuh Kadet AAL Nyonya Ade Supandi dan para pejabat teras AAL di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya.

KRI Dewaruci dengan Komandan Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto dan membawa 85 Kadet AAL serta 82 ABK ini dalam pelayarannya telah menyinggahi beberapa negara diantaranya Manila (Filipina), Guangzhou (China) dan Bangkok (Thailand).

Pelayaran sejauh 11.453,4 kilometer dengan rute Surabaya - Bitung (Sulut)- Manila (Filipina) - Guangzhou (China) - Bangkok (Thailand) - Batam (Kepri) - Surabaya ini memiliki tujuan dan misi melaksanakan praktek pelayaran astronomi dan pelajaran profesi dasar matra laut utamanya kadet tingkat III korps Pelaut (Sersan Mayor Taruna-Sermatar), Tehnik, Elektronika dan Suplai.

Di samping itu juga melaksanakan misi diplomasi dan meningkatkan persahabatan menunjukkan keramahtamahan Indonesia pada negara-negara yang disinggahi.

Begitu turun di dermaga Ujung surabaya, Komandan Satgas yang juga Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto mendapat kalungan bunga dari Pangarmatim Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto. Sementara Kadet AAL mendapat kalungan bunga dari Ibu Asuh Kadet AAL Nyonya Ade Supandi.(Sumber : Kompas)

Enam Unit Helikopter Mi-17 V5 Hip Perkuat TNI-AD



Penyerahan Enam Unit Helikopter Mi-17 V5 Kepada TNI-AD
Jakarta - Menhan Purnomo Yusgiantoro (kiri) bersama Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (kanan) dan Anggota Komisi I Fraksi PDIP Tritamtomo (tengah) ) ketika penyerahan Enam unit Helikopter Mi-17 V5 di Skadron 21/Sena Pondok Cabe, Jakarta, Jumat (26/8). Helikopter Mi-17 V5 Hip buatan Rusia itu resmi memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI AD yang siap mengamankan seluruh wilayah Indonesia. (Foto: ANTARA/Reno Esnir/Koz/Spt/11)(Gambar Lengkap)


Tangerang - Apron Skuadron Udara 21 Pusat Penerbangan TNI-AD di Pondok Cabe menjadi saksi peristiwa penting bagi militer Indonesia. Enam unit helikopter Mi-17 V5 Hip buatan Rusia resmi memperkuat sayap udara matra darat TNI.

Penyerahan secara resmi keenam unit helikopter angkut multi peran itu disaksikan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, dan Kepala Staf TNI-AD, Jenderal TNI Pramono Wibowo, dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov.

Pemilihan Mil Mi-17 Hip buatan Kazan, Rusia, melalui perusahaan negara Rusia, Rosoboronexport, itu dilandasi hakekat berbagai operasi yang dilakoni militer Indonesia. Itu adalah operasi militer perang dan operasi militer selain perang. Di Rusia, Mi-17 juga dikenal dengan nama Mi-8 dan diberi nama panggilan Hip oleh NATO.

Geografi Indonesia terdiri atas sekitar 17 ribu pulau, kata Yusgiantoro, sangat memerlukan dukungan moda transportasi; termasuk transportasi militer untuk menjangkau daerah-daerah yang tersebar itu, terutama daerah yang tidak bisa didarati pesawat besar maupun sedang.

"Beragam ancaman non tradisional kini makin tersebar pula. Mulai dari terorisme sampai separatisme yang memerlukan penanganan berupa pengerahan pasukan ke wilayah sasaran dengan cepat," katanya.

Dengan potensi bencana alam yang tidak kurang serius, katanya, eksistensi helikopter berdaya angkut 35 tentara infantri bersenjata lengkap itu juga bisa dialihkan ke dalam misi kemanusiaan, mulai dari pemetaan area bencana hingga evakuasi bahan bantuan hingga manusia dan peralatan yang diperlukan.

Dari sisi kemampuan angkut personel, "kelas" Mi-17 yang juga dikembangkan menjadi Mi-19 untuk komando penyerbuan pasukan, bisa disandingkan dengan Sikorsky CH-53D Sea Stallion. Namun harganya sangat jauh berbeda, dengan perkiraan harga pasaran Mi-17 pada 2010 ada pada kisaran 11 juta dolar Amerika Serikat per unit.

Tercatat Mi-17 ini telah beberapa kali mendarat dan lepas landas dari Bandar Udara Haliwen, Atambua, di NTT. Bandar udara perintis ini hanya belasan kilometer dari garis perbatasan Indonesia dengan Timor Leste (dalam bahasa Indonesia, Timor Timur).

"Jadi, dengan adanya helikopter ini sangat bermanfaat sekali," kata Yusgiantoro.

Dari sisi militer, Suhartono menyatakan, helikopter kelas menengah berat itu bisa digunakan pula untuk pengamanan perbatasan, baik untuk pemantauan, maupun pengerahan pasukan dan logistiknya.

"Helikopter ini juga bisa digunakan sebagai helikopter serbu dan angkut pasukan pada jumlah tertentu misalnya dalam rangka pengamanan perbatasan," katanya.

TNI-AD sendiri memiliki visi yang telah diamini pemeirntah, bahwa kekuatan yang diperlukan Pusat Penerbangan TNI-AD untuk Mi-17 itu adalah 18 unit. "Kami mentargetkan 18 unit Mi-17 yang bermarkas di Skuadron 31 Heli Serbu sehingga satu batalyon pasukan dapat diangkut dalam waktu bersamaan," tuturnya.

Dasar perhitungannya adalah, helikopter legendaris buatan Amerika Serikat, Bell (Bell-205 dan Bell-402) yang dimiliki TNI-AD kurang mumpuni untuk kepentingan penggelaran pasukan infantri ke garis depan palagan. Seluruh Bell itu, diketahui hanya mampu mengangkut maksimal 1/3 kekuatan satu batalion infantri.

"Jadi helikopter ini sangat efektif apalagi TNI Angkatan Darat lebih banyak gelaran kekuatan di daerah perbatasan, daratan dan pegunungan," ujar Pramono.

Ivanov yang produk peralatan perang negaranya sejak beberapa tahun lalu dibeli Indonesia jelas sangat senang dengan penyerahterimaan Mi-17 itu. Mekanisme pembelian seluruh Mil, baik Mi-17 ataupun Mi-35P di tubuh Pusat Penerbangan TNI-AD memakai pinjaman negara Rusia kepada Indonesia.

"Besarannya 56 juta dolar AS dengan persyaratan yang sangat ringan dan menguntungkan Indonesia mengingat Indonesia merupakan mitra yang baik,"http://www.blogger.com/img/blank.gif katanya.(Sumber : Antara)

Kamis, 25 Agustus 2011

Kantor Riset AL AS Berhasil Uji Rudal Dengan Daya Ledak 5 kali Lipat


Amerika Uji Rudal (Ilustrasi)Jakarta - Kantor Riset Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) mengaku berhasil melakukan uji bahan peledak jenis baru. Seramnya, bahan ini mampu meningkatkan daya ledak senjata secara dramatis.

Rudal yang dibuat dari bahan dengan kepadatan tinggi ini mampu meledak lima kali lebih besar dari energi senjata yang sudah ada. Ilmuwan AL AS mengatakan, proyektil yang terbuat dari bahan baru ini akan lebih aman bagi warga tak berdosa.

Rudal, peluru artileri dan amunisi militer lainnya biasanya dibuat dengan casing besi yang cukup untuk memuat bahan peledak di dalamnya. Pendekatan baru dari Kantor Riset AL AS ini menggantikan casing yang ada dengan high-density reactive materials (HDRM).

Campuran bahan tersebut hanya akan meledak ketika proyektil mengenai target. Menurut peneliti AL, uji terbaru menunjukkan, HDRM sangat kuat dan secara signifikan memperbesar efek ledakan.

Bahan ini meningkatkan kesempatan apa yang disebut para ilmuwan militer sebagai ‘pembunuhan katastropik’. Peneliti Clifford Bedford yang terlibat pengembangan bahan baru ini menjelaskan manfaat bahan ini dibanding senjata yang sudah ada.

“Dalam kasus casing besi rudal, rudal secara sengaja diledakkan untuk meluncurkan. Rudal ini akan mencari targetnya dan semua energi kinetik yang ada akan menyebar pada target,” ujarnya.

Melalui rudal berbahan reaktif, bisa memiliki daya luncur ledak yang sama namun hanya akan menyebar pada target dan energi kimia terbebas, lanjutnya lagi. “Perpaduan energi kimia dan kinetik ini memberi efek yang lebih besar,” katanya.

Bahan baru ini telah dikembangkan selama lebih dari lima tahun dan terbuat dari jenis besi yang berbeda dipadukan pengoksidasi guna menciptakan ledakan kimia saat meledak.

Bedford mengatakan, HDRM awalnya digunakan dalam sistem anti-rudal karena dianggap memiliki daya ledak yang lebih besar guna menghancurkan proyektil yang sedang mengarah untuk menyerang di udara.

“Dalam skenario yang ada , sebenarnya kita menembak dua kali karena tak ada banyak waktu membidik rudal yang datang. Selain itu karena pecahan besi yang ada di hulu ledak, Anda tak bisa mengetahui apakah rudal sudah menabrak target atau belum,” paparnya.

Berbeda, dengan hulu ledak reaktif, kita cukup menembak sekali, melihat dan bisa menentukan efek ‘pembunuhan katastropik,’ katanya. “Kita masih memiliki pilihan penembakan kedua dan bahan ini menghemat banyak biaya seperti pada satu rudal melawan tiga rudal,” imbuhnya.

Karena bahan baru ini bereaksi dan meledak saat bertabrakan target, Bredford yakin bahan ini bisa meminimalisir korban tak berdosa. “Bahan ini terpakai hanya saat menabrak target, efek hancurnya akan terminimalisir. Jika bahan ini bisa difokuskan, efek hancur bisa dikurangi,” paparnya.

Peneliti mengatakan, bahan ini bisa diterapkan pada granat dan peluru serta senjata besar lainnya. “Bahan ini bisa digunakan pada senapan mesin berkaliber besar,” jelas Bedford. Uji lebih lanjut pada sistem ini akan dilakukan pada September ini.

Namun, karena terbatasnya dana, penggunaan bahan yang harganya tiga hingga empat kali teknologi yang digunakan saat ini tersebut akan terancam masa depannya. “Penggunaan bahan ini butuh jawaban politis dan anggaran yang memungkinkan,” tutupnya.(Sumber : Inilah)

Amerika Kembangkat Perangkat Mata-Mata Terbaru


Amerika Kembangkat Perangkat Mata-Mata TerbaruLondon – Perangkat mata-mata terbaru militer Amerika Serikat (AS) ini lebih mirip mainan anak-anak. Namun perangkat baru ini merupakan perangkat tercanggih dunia.

Angkatan Udara (AU) AS mengembangkan miniatur pesawat mata-mata super kecil berwujud burung, bahkan serangga yang keberadaannya bisa luput dari perhatian. Micro Air Vehicles (MAVs) dikembangkan di Wright-Patterson Air Force Base di Dayton, Ohio.

Misi Laboratorium Riset AU ini yakni mengembangkan MAVs yang mampu mencari, melacak dan menarget musuh sembari beroperasi di lingkungan kota yang rumit.

Pemimpin teknisi Dr Gregory Parker menggunakan beragam helikopter mungil serta robot di lab guna mengembangkan program dan software ini.

Pengujian robot ini bertempat di lingkungan dalam ruangan. Selama itu, data yang terkumpul akan digunakan pengembangan lebih lanjut. Defense Advanced Projects Agency AS menghabiskan bertahun-tahun mengembangkan robot mungil ini dan berharap mampu menciptakan ‘lalat di dinding’.

Pada dua tahun lalu, peneliti mengungkap berhasil membuat robot kumbang yang mampu dikendalikan nirkabel melalui laptop.(Sumber : Inilah)

Rabu, 24 Agustus 2011

Daftar Riset Bidang Hankam Indonesia Tahun 2010 - 2011


OMRC

Kegiatan riset yang dibiayai Kementerian Riset Dan Teknologi serta Dewan Riset Nasional

Studi Absorpsi Elektromagnetik Pada M-Hexaferrites untuk Aplikasi Anti Radar
Penelitian dan pembuatan suku cadang Extra High Tension Radar Display Unit pesawat Hawk MK- 109/209

Penelitian dan Pembuatan Software Pemroses Ekstraksi Sinyal Target Bawah Air dari Background Noise
Pengembangan sistem informasi spatial

Kajian Mesin Jet Untuk Propulsi Cruise Missile
Rancang bangun motor penggerak PUNA 22-25 hp

Pengembangan Fiber Optic Gyroscope (FOG) untuk mendukung Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Indonesia
Rancang bangun gyro

Rancang Bangun Sistem Gimbal Kamera dua aksis untuk Pesawat Udara Nir Awak (PUNA)
Rancang bangun sistem gimbal kamera

Pembuatan senjata perorangan bawah air jenis APS
Rancang bangun material ringan tahan tekanan hidrostatik 100 bar

Pengembangan Prototipe Roket Propelan Cair Dengan Gaya Dorong Satu Ton
Rancang bangun sistem penyalaan motor roket

Pengembangan dan Penerapan Sistem Instrumentasi Pengukur Jarak/Posisi Rudal dalam Koordinat Tiga Dimensi Berbasis Multilateration Radio Range Beacon untuk Menunjang Kemandirian Industri Hankam Nasional
Rancang bangun instrumentasi pengukur jarak/posisi

RANCANG BANGUN SISTEM AUTO PILOT UNTUK ROKET KENDALI (GUIDED MISSILE)
Rancang bangun sistem kontrol pemandu roket

RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI TURRET MOVEMENT MERIAM KAL. 20MM
Rancang bangun sistem kendali turret movement meriam kal. 20 mm

Pengembangan Material Ferromagnetik Berbasis Ferrite (Ba Fe12-2x(MnCo)xTixO19) Berstruktur Nanokristalin Dengan Metode Solgel Untuk Aplikasi Material Absorber Anti Radar
Penelitian material armor anti deteksi radar untuk turret dan platform kendaraan tempur.

RANCANG BANGUN SISTEM FIRING CONTROL PENGUNCI SASARAN KENDARAAN TEMPUR
Rancang bangun sistem firing control pengunci sasaran kendaraan tempur

Pengembangan Kendaraan Tempur Amphibi Roda Rantai Tahap II: Perancangan Kendaraan Tempur Amphibi Roda Rantai Teknologi Pertahanan dan Keamanan
Rancang bangun tank sejenis BTR 80 A

Rancang bangun Kendaraan Tempur Amphibi jenis BMP
Rancang bangun tank amphibi sejenis BMP

Rancang Bangun Sistem Simulator Terbang untuk Air-to-Ground Combat Training Pesawat Tempur TNI-AU Sukhoi SU-30MK2
Penelitian dan pembuatan air to ground system untuk latihan pilot melakukan strafting

Penelitian dan Pembuatan VDR (Video Disk Recorder) Pesawat F-16 A/B
Penelitian pembuatan Video Disc Recorder Pesawat F-16 A/B

Rancang Bangun Bom Nasional 250 Kg untuk Seluruh Jenis Pesawat Tempur TNI AU
Penelitian dan pembuatan prorotipe bomb OFAB 250 practice

Penelitian dan pembuatan roket folding fin 70 mm untuk pesawat tempur
Penelitian dan pembuatan roket kaliber 2,75

Detail Desain Struktur Pesawat Terbang Latih Serba Guna Untuk Mendukung Kemandirian Teknologi Pertahanan Indonesia
Rancang bangun pesawat terbang latih

Usulan 2011:

Rancang Bangun Kapal Patroli Cepat 57 M Melalui Kajian Hidrodinamika Secara Komprehensif untuk Mencapai Tingkat Operabilitas Tinggi di Laut
Rancang bangun kapal patroli cepat 57-60 m

RANCANG BANGUN KAPAL MARKAS
Rancang bangun kapal markas

Rancang Bangun dan Uji Hidrodinamika (Resistance, Propulsion, dan Maneuver Test) Sistem Propulsi dan Sistem Kontrol/Kemudi Kapal Selam Mini 22 m
Uji hidrodinamika maneuver model wahana bawah air berawak

Rancang Bangun Sistem Radar FMCW S-Band untuk Aplikasi Long-Range Surveillance pada KRI
Rancang bangun sistem radar

Pengembangan Sistem Uji Terbang Roket Kendali 3-Dimensi berkemampuan 6 Degree of Freedom
Penelitian dan pengembangan sistem uji kontrol 3 dimensi

Rancang Bangun Transmitter dan Receiver Radar Object Tracking
Rancang bangun Radar Target Tracking untuk aplikasi di kapal TNI-AL.(Sumber : KASKUS/OMRC)

TNI Siapkan 46 Prajurit Untuk Dididik Sebagai Intelijen Strategis Luar Negeri


Panglima TNI Laksamana Agus SuhartonoJakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedang menyiapkan 46 prajurit TNI untuk didik sebagai calon intelijen strategis luar negeri. Ke-46 prajurit TNI ini kemarin mengikuti kursus Atase Pertahanan Angkatan XI 2011.

Kursus yang berlangsung antara 23 Agustus – 5 Desember 2011 itu untuk mempersiapkan calon atase pertahanan yang akan bertugas di negara lain sebagai intelijen strategis sekaligus diplomat. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, mereka yang mengikuti kursus adalah perwira yang lolos dari berbagai tahap seleksi sebelumnya.

“Atase pertahanan memiliki tiga peran, yakni sebagai unsur intelijen strategis, diplomat, dan wakil menhan dan Panglima TNI di negara akreditasi,” ungkap Agus di Jakarta kemarin.(Sumber : Sindo)

Cina Bangun Jaringan Pangkalan Rudal Nuklir Di Bawah Tanah


RudalBeijing - Divisi Artileri Kedua China dikabarkan Harian Ta Kung Pao membangun jaringan pangkalan rudal nuklir di bawah tanah sepanjang 5.000 kilometer di perbatasan utara negeri tersebut.

Situs wantChinatimes di Taiwan, Selasa malam (23/8/2011) melaporkan, keterangan resmi Tentara Pembebasan Rakyat (Jie Fang Jun) membenarkan adanya jaringan pangkalan rudal nuklir di bawah tanah hingga kedalaman ratusan meter untuk melindungi China.

Stasiun TV pemerintah CCTV menayangkan, jaringan pangkalan rudal sudah dirintis sejak tahun 1995. Pangkalan-pangkalan tersebut dapat menahan serangan rudal nuklir.

Tayangan dokumenter CCTV bulan Maret Tahun 2008 mengungkapkan adanya fasilitas pangkalan rudal bawah tanah yang digunakan untuk melancarkan serangan balasan jika China diserang. Ketika itu, tayangan tersebut tidak begitu banyak mendapat perhatian publik di barat dan Asia.

"Rudal nuklir jarak menengah dan jauh China semula ditempatkan di permukaan tanah sehingga mudah dideteksi dan ditangkal rudal lawan. Militer China akhirnya memutuskan untuk memindahkan rudal strategis ke pangkalan bawah tanah," ujar majalah militer Taiwan Asia-Pacific.

Pangkalan-pangkalan rudal tersebut sama sekali tidak dapat dideteksi musuh. Militer China diperkirakan mempunyai 150-400 rudal dengan hulu ledak nuklir. Namun, sejumlah pakar memperkirakan bisa saja China memiliki rudal nuklir dua kali lipat dari perkiraan selama ini.(Sumber : Kompas)

Selasa, 23 Agustus 2011

Iran Memperkenalkan Tiga Produk Pertahanan Terbaru


Torpedo Valfajr. (Foto: Presiden.ir)


Torpedo Valfajr. (Foto: Presiden.ir)


Tehran - Iran memperkenalkan tiga produk pertahanan terbaru yang dihasilkan industri pertahanan Iran di Universitas Malek Ashtar Industrial di Tehran, Selasa (22/8).

Rudal jelajah anti-kapal Qader, torpedo Valfajr dan mesin Bonyan 1 diperkenalkan pada Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi serta sejumlah petinggi Angkatan Bersenjata Iran.

Rudal anti-kapal Qader.


Rudal anti-kapal Qader.



Qader rudal anti kapal dengan jarak jangkau 200 km dikembangkan oleh para enginer dan para ahli industri pertahanan Iran.

Torpedo Valfajr dapat membawa hulu ledak 220 kg, diklaim dapat dioperasikan dibawah kondisi cuaca berbeda, perairan dalam maupun dangkal dan dilengkapi dengan sistem keamanan dan persenjataan canggih.(Sumber : Fars / Berita Hankam)

Lanud Sultan Hasanuddin Sediakan Simulator Pesawat Untuk Dicoba Masyarakat Makassar



Pameran Pembangunan di Celebes Convention Centre, Tanjung Bunga
Seorang pengunjung melintas di dekat miniatur kapal perang yang dipamerkan pada Pameran Pembangunan Sulsel di gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Sulsel, Jumat (19/8). Pameran yang diikuti 66 peserta badan/dinas tingkat provinsi, kabupaten, serta institusi Polri dan TNI tersebut berlangsung hingga 21 Agustus 2011. (Foto: ANTARA/Yusran Uccang/11)


Makassar - Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar menyediakan simulator pesawat untuk dicoba masyarakat Makassar, dalam Pameran Pembangunan di Celebes Convention Centre, Tanjung Bunga.

Dalam edaran pers Lanud Sultan Hasanuddin yang diterima Senin (22/8/2011) disebutkan, akan dipamerkan kelengkapan dan satuan-satuan TNI AU yang ada di Makassar.

Stan TNI AU menampilkan Skadron Udara 5, Skadron Udara 11, Skadron Teknik 044, dan Batalyon Paskhas 044. Beberapa persenjataan Paskhas ikut digelar termasuk foto dan miniatur pesawat tempur Sukhoi, pesawat intai Boeing 737 dan CN-235 MPA.

Pada malam hari, pengunjung disuguhi pemutaran film akrobatik udara rekaman Tim TNI-AU dan militer asing. Dalam pameran yang diadakan sepanjang akhir pekan lalu, masyarakat sangat antusias mengunjungi stan TNI AU.(Sumber : Kompas)

Kasau Tinjau Lapangan Tembak Untuk Penerbang Skadron Elang Khatulistiwa



Kunjungan Kerja Kasau Ke Lanud Supadio
Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Sufaat (kiri), menjalani upacara penyambutan khas suku Dayak saat tiba di Pangkalan Udara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Jumat (19/8). Marsekal Imam Sufaat beserta rombongan akan meninjau pembangunan lapangan tembak dari udara ke darat atau Air Weapon Range (AWR), di Gunung Tamang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar pada Sabtu (20/8). (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ed/mes/11)


Sungai Raya - Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, mengatakan institusinya akan membangun lapangan tembak untuk pesawat tempur di Kawasan Gungung Tamang, Kecamatan Sungai Raya.

Pembangunan lapangan tembak pesawat tempur dengan luasan 11.700 hektare pengerjaannya dimulai dari 2007 dan saat ini sudah selesai dibangun. “Lapangan tembak ini digunakan untuk penerbang di Skadron Elang Khatulistiwa, Lanud Supadio Pontianak guna meningkatkan efektivitas dari para penerbang dalam meningkatkan kemampuannya,” ungkap Iman kepada wartawan di Sungai Raya, baru-baru ini.

Menurutnya, selama ini, kalau mau berlatih menembak dari udara ke darat, penerbang Skadron Elang Khatulistiwa harus ke Madiun, Pekanbaru atau daerah lain yang sudah memiliki lapangan tembak. Sehingga lapangan tembak udara yang berada di Kalbar yang sudah selesai dalam pembangunannya ini diperuntukkan kesiapan untuk latihan pesawat tempur dalam penjagaan keamanan NKRI. "Ada dua tahap pembangunan untuk itu ingin melihat yang dibangun perlu apa yang akan ditingkatkan untuk latihan pesawat tempur karena lapangan tembak sangat diperlukan untuk skuadron udara yang ada di sini," katanya.

Mengingat, pada tahun 2012, Imam mengaku sudah tidak ada anggaran yang akan dialokasikan terkait dengan lapangan tembak yang ada saat ini berada di Kalbar. Sehingga dari Angkatan Udara melakukan pengecekan dengan melihat kelengkapan dan apakah lapangan tersebut memenuhi syarat untuk latihan.

Terkait dengan peningkatan keamanan, lanjut Imam, saat ini sedang dibangun hanggar untuk pesawat tanpa awak yang berfungsi untuk pengintaian. Pesawat tanpa awak yang akan ada nantinya menurutnya tidak hanya diperuntukkan di Kalbar namun juga untuk di daerah lain, namun tempatnya berada di Kalbar. "Karena yang mengadakan departemen pertahanan dan kita yang akan mengoperasikan jadi sekarang sudah dalam proses pembuatan dan kita harapkan akan dapat dipergunakan secepatnya," tuturnya.

Dan terpilihnya Kalbar terkait adanya pesawat tanpa awak, satu di antara faktornya yaitu landasan di Lanud Supadio dianggap memenuhi untuk membawa pesawat tersebut dengan menggunakan pesawat Hercules. Selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi ilegal fishing, dan pengamanan perbatasan terkait keamanannya. “Untuk kondisi Kalbar kondusif dari segi udara namun satuan negara yang berdaulat harus siap untuk perang apabila ingin damai. Dengan kekuatan udara yang masih kurang dengan adanya kebijakan untuk memenuhi pertahanan maka dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Dan dengan adanya pesawat tanpa awak dan lapangan tembak udara untuk meningkatkan kesiapan dalam latihan dan pengamanan wilayah. KASAU yang tiba di Lanud Supadio, disambut dengan upacara adat dan tarian selamat datang dari etnis yang ada di Kalbar. Kedatangan KASAU juga dihadiri Wakil Gubernur Kalbar, beserta Kapolda Kalbar dan Pangdam XII Tanjungpura dan beberapa orang pejabat militer lainnya.(Sumber : Equator)

Presiden Filipina Sambut Kedatangan BRP Gregorio Del Pilar Kapal Perang Yang Baru Di Beli Dari AS



Kapal BRP Gregorio Del Pilar
Kapal BRP Gregorio del Pilar, eks kapal Pengawal Pantai Amerika kini memperkuat Armada Angkatan Laut FIlipina.


Manila - Presiden Filipina Benigno Aquino menyambut kedatangan kapal perang terbaru negara Asia Tenggara itu.

Aquino dan pejabat tingkat tinggi lain memeriksa kapal BRP Gregorio del Pilar, Selasa (23/8). Kapal perang ini adalah kapal pengawal pantai Amerika yang telah diistirahatkan dan diperoleh Angkatan Laut Filipina bulan Mei lalu.

Kapal berusia 46 tahun itu kini menjadi kapal yang paling ampuh dalam armada Filipina, yang sebagian besar terdiri dari kapal-kapal zaman Perang Dunia Kedua.

Kapal perolehan Filipina itu adalah tanda terbaru peningkatan angkatan laut oleh beberapa negara yang mempunyai klaim yang bersaing di Laut China Selatan.

Tiongkok bulan ini mengadakan pelayaran percobaan kapal induk yang diperlengkapi kembali, sementara Vietnam minggu ini memperoleh sebuah kapal perang yang dilengkapi dengan peluru kendali buatan Rusia. Vietnam memperoleh kapal buatan Rusia serupa bulan Maret lalu.(Sumber : VOE)

RI - Brunai Jajaki Kerjasama Pengembangan Industri Pertahanan


Menhan Purnomo yusgiantoroJakarta - Pemerintah Brunei Darussalam berniat terus meningkatkan kerjasama militer dengan Indonesia. Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam, Mayor Jenderal Haji Aminuddin Ihsan menyatakan sangat tertarik dengan sistem pertahanan dan persenjataan yang dikembangkan Indonesia.

“Dari tahun ke tahun akan terus dikembangkan kerjasama militer dengan milter,” ujar Aminuddin di kantor Kementerian Pertahanan, Senin 22 Agustus 2011.

Menurut Aminuddin pemerintahnya akan terus menggendeng Indonesia mengembangkan beberapa industri senjata yang sesuai dengan kedua negara. “Kami akan terus membuat peralatan yang bersesuaian dan kami telah membuat perbincangan selanjutnya dalam mengadakan persenjataan," kata dia.

Saat ini, kata dia, militer Brunei terus melakukan uji coba terhadap beberapa jenis senjata buatan Indonesia. Uji coba terus dilakukan dan dinilai oleh tim militer yang dibentuk. “Saat ini jenis (senapan) SS2 kami rasa amat baik dan sesuai, katanya.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebutkan salah satu bentuk kerjasama militer yang akan dilakukan dengan Pemerintah Brunei adalah penyelenggaraan latihan bersama satuan pasukan khusus yang dimiliki kedua negara.

“Kami juga terus melakukan latihan gabungan, dan tentara Brunei juga terus melakukan studi di Universitas Pertahanan dan Lemhannas (Lembaga Ketahanan nasional)," kata Purnomo.

Bahkan pada tahun depan melalui kerjasama militer dengan Indonesia, Brunei juga akan mendirikan Universitas Perhananan sendiri.(Sumber : Tempo Interaktif)

Dansatkatkoarmabar Laksanakan Pemeriksaan KRI Clurit – 641


Dansatkatkoarmabar Laksanakan Pemeriksaan KRI Clurit – 641

Jakarta - Komandan Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Barat (Dansatkatkoarmabar) Kolonel Laut (P) Denih Hendrata melaksanakan pemeriksaan KRI Clurit – 641 dalam rangka kesiapan unsur di jajaran Satkatkoarmabar, di dermaga Tanjung Uban, Senin (22/8).

Dalam kesempatan tersebut, Dansatkatkoarmabar Kolonel Laut (P) Denih Hendrata melihat kesiapan dan kemampuan prajurit KRI Clurit – 641 melaksanakan latihan peran tempur secara profesional. Peran tempur tersebut antara lain meliputi peran tempur bahaya udara dan peran tempur bahaya permukaan serta latihan penanggulangan kebakaran (PEK) di kapal. Selain itu, Dansatkatkoarmabar juga melihat kesiapan material dan persenjataan yang berada di KRI Clurit – 641.

Dansatkatkoarmabar Kolonel Laut (P) Denih Hendrata mengatakan, dalam melaksanakan peran tempur agar seluruh prajurit KRI Clurit – 641 melaksanakan dengan sungguh-sungguh, sehingga dapat meningkatkan kemampuan tiap-tiap personel dalam mengawaki persenjataan dan peralatan yang ada di kapal sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Lebih lanjut Dansatkatkoarmabar mengatakan, prajurit KRI Clurit – 641 jangan ragu-ragu dalam bertindak, serta cepat dan tanggap menyikapi situasi yang terjadi di kapalnya.

Dansatkatkoarmabar menekankan, latihan peran tempur, latihan PEK dan juga peran lainnya agar senantiasa dilaksanakan secara terus menerus, baik pada saat kapal berlayar maupun pada saat kapal sandar di Pangkalan. Hal tersebut bertujuan untuk menanamkan jiwa, semangat dan naluri tempur sebagai prajurit matra laut.(Sumber : Koarmabar)

Panglima TNI Minta Para Athan Perkenalkan Industri Persenjataan RI Di Luar Negeri


Panglima TNI Agus SuhartonoJakarta - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, meminta para Atase Pertahanan (Athan) memperkenalkan industri persenjataan RI di luar negeri.

Panglima dalam pembuka Kursus Atase Pertahanan (Athan) RI Angkatan Ke-IX tahun 2011, di Aula Benny Moerdani Pusdiklat Intelstrat, Kodiklat TNI Cilendek Bogor, Selasa (23/8/2011), menegaskan, pada hakikatnya para perwira adalah businessman in uniform.

"Di satu sisi, para perwira harus mampu memberi pertimbangan tentang kebutuhan alutsista dan teknologi yang dibutuhkan TNI. Namun pada sisi lain harus mampu menyampaikan keunggulan produksi "Industri Teknologi Militer" dalam negeri," kata Agus.

Agus Suhartono menambahkan, Athan mengemban peran sebagai Diplomat untuk mendukung upaya-upaya di bidang pembangunan nasional bangsa Indonesia. Keberhasilan melaksanakan tugas tersebut, akan sangat didukung oleh kemampuan dan keterampilan menerjemahkan kepentingan, pemikiran-pemikiran maupun keinginan-keinginan pemerintah, bangsa dan negara.

Oleh karena itu, para perwira sebagai Diplomat, dituntut untuk memiliki kemampuan, pengetahuan serta wawasan yang luas, tidak hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan kemampuan mengidentifikasi kepentingan negara setempat yang biasanya bermuara pada kebijaksanaan politik luar negeri.

"Athan adalah unsur intelijen strategis, sebagai diplomat dan sebagai wakil dari Menhan serta Panglima TNI di negara akreditasi," Agus berkata lebih lanjut.

Panglima meminta para Athan memahami benar segala peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan permasalahan Pertahanan Negara kita dan TNI. Memahami dan menguasai sejarah, filosofi, landasan, sistem, prosedur, mekanisme dan organisasi pertahanan maupun TNI.

Athan juga dituntut paham dan menguasai seluk beluk reformasi nasional, kebijakan dan renstra pertahanan, reformasi internal TNI, rencana strategi TNI, Minimum Essential Force TNI dan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI saat ini.

Kursus Athan ini akan berlangsung mulai tanggal 23 Agustus - 5 Desember 2011, yang diikuti 46 orang, terdiri dari TNI AD 22 orang, TNI AL 13 orang dan TNI AU 11 orang.(Sumber : Kompas)

Lanal Tanjung Balai Karimun Mendapat Hibah Tanah 900 Meter Persegi Dari PT Sumatera Timur Indonesia


Pos Penjagaan TNI-ALTanjung Balai - Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, mendapat hibah tanah 900 meter persegi dari PT Sumatera Timur Indonesia.

Dalam edaran pers TNI-AL, Senin (22/8/2011) disebutkan, hibah diterima oleh Komandan Lanal (Danlanal) Tanjung Balai Letkol Laut (P) Fauzi, dari Humas PT Sumatera Timur.

Lanal Tanjung Balai Karimun adalah Pangkalan TNI AL type C, yang memiliki fasilitas pendukung yang masih sangat terbatas.

Untuk mempermudah pelaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun membawahi beberapa Pos TNI AL (Posal) dan Pos Pengamat Pembantu TNI AL (Posmattu). itu dilakukan untuk melaksanakan cegah dini dan deteksi dini, terhadap gangguan keamanan laut.

Saat ini Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun membawahi 2 (dua) Posal, dan 8 (delapan) Posmattu TNI AL yang akan dipersiapkan untuk ditingkatkan menjadi Posal. Namun, karena belum didukung ketersediaan aset tanah, diperlukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan legalitas kepemilikan tanah tersebut.

Danlanal Tanjung Balai Karimun mengatakan, tanah hibah akan digunakan untuk peningkatan Posmattu TNI AL Sungai Guntung menjadi Posal Sungai Guntung.(Sumber : Kompas)

Turkey Holding Rival Talks On Aircraft With Koreans And Swedes


F-5 TurkiAnkara - Besides an ongoing plan to develop a fighter jet program with the US or Europe, Turkey is seeking to broaden its fleet with a second option. South Korea’s KAI and Sweden’s Saab are the two possible partners, according to a Turkish procurement official. Turkey is supposed to take part in the design of the possible project.

Turkey recently had held separate talks with aeronautical officials from South Korea and Sweden for possible cooperation in the design, development and production of a new fighter aircraft in the next decade, a senior procurement official said at the weekend.

“The companies are South Korea’s Korea Aerospace Industries [KAI] and Sweden’s Saab,” the official said.

KAI is the manufacturer of several military and civilian aircraft and satellites and is planning to produce the fighter aircraft KF-X. Saab is the maker of the multi-role fighter JAS 39 Gripen.

Turkey, whose present fighter fleet is made up of U.S.-made aircraft, also plans to buy the F-35 Joint Strike Fighter Lightning II planes, a next-generation, multinational program also led by the United States.

But Turkish officials privately say they want another future jet fighter to be developed with a country or countries other than the United States, in an effort to reduce the country’s dependence on Washington.

Most of Turkey’s present fleet of F-16 fighters, being modernized by U.S. firm Lockheed Martin, and the planned future F-35s are open to U.S. influence. Only its older F-4 aircraft, modernized by Israel, and its oldest F-16s, being modernized by Turkey itself, technologically are free from this influence, the officials said. But these older aircraft are expected to be decommissioned around 2020.

“Turkey wants part of its fighter aircraft fleet to remain outside the technological and other influence of the United States. It believes this scheme would better fit its national interests,” said one Turkish defense analyst.

So as part of efforts to select a new fighter for the Turkish Air Force, Turkish Aerospace Industries, or TAI, has been tasked with determining the specifications of the new fighter. It has until the end of next year to finish the process.

Turkey in the past has assembled and jointly manufactured some military aircraft, but this is the first time the country’s developing defense industry fully will be involved in the design of a complex weapons system, such as a jet fighter.

The country last year held an initial round of talks with South Korea’s KAI on the matter. But the South Koreans then offered only a 20 percent share of the project to Turkey, with another 20 percent going to Indonesia, opting for 60 percent of the program for themselves. Turkey wants an equal share in the development of a new plane and was quick to reject the offer.

“Now the South Koreans are coming much closer to the idea of equal ownership, and this is positive,” said the Turkish procurement official. “But there are still many more things to be discussed with them.”

In the meantime, Turkey continues to be interested in rival programs, and the recent talks with Saab officials reflect this situation, the procurement official said. “Sweden also is a potential partner for us.”

In addition to KAI and Saab, a consortium of European companies, also continues efforts to include Turkey in its program for the Eurofighter Typhoon project. This consortium is Eurofighter, whose members include Italian, German, British and Spanish firms.

Italy’s deputy defense minister said in May that the pan-European Eurofighter Typhoon fighter aircraft was the only viable alternative to U.S. planes in this category, urging Turkey to join the ambitious European-led defense program.

“The Eurofighter is the only alternative to U.S. aircraft, and provides a great relief to world countries,” Guido Crosetto said in Istanbul on the sidelines of the International Defense Industry Fair 2011.(Information : Hurriyet Daily News)

TNI AL Laksanakan Uji Kesiapan Dalam Gladi Tugas Tempur KRI Teluk Manado-537



KRI Teluk Manado-537
KRI Teluk Manado-537


Jakarta - TNI AL mengadakan uji kesiapan dalam gladi tugas tempur KRI Teluk Manado-537 di perairan Teluk Jakarta, Senin (22/8/2011).

Dalam edaran pers Dinas Penerangan Armada Barat (Dispen Armabar), disebutkan, uji terampil yang diadakan merupakan lanjutan dari pemeriksaan awal. Setelah itu ditetapkan kesiapan tempur dari KRI Teluk Manado.

Menurut Komandan Kolatarmabar (Dankolatarmabar), Kolonel Laut (P) TSNB Hutabarat, uji terampil II merupakan latihan dasar bagi KRI Teluk Manado-537 untuk mengukur tingkat kemampuan dalam melaksanakan tugas secara maksimal.

Dalam Uji terampil tersebut dilaksanakan simulasi peran-peran, di antaranya peran tempur bahaya udara, peran tempur bahaya permukaan, peran kebakaran, peran orang jatuh dilaut. Selain itu uji material dan kesiapan perangkat lunak dihadapkan kepada tugas-tugas operasi sesuai fungsi asasinya.

KRI Teluk Manado-537 adalah Kapal Perang jenis Landing Ship Tank (LST) Type Frosch, yang bertugas sebagai pengangkut personel dan materiil ke pulau-pulau perbatasan dan daerah-daerah rawan di wilayah Indonesia.

KRI itu dibuat di galangan VEB Penee Werft Wolgast, Jerman Timur, pada tahun 1977 dan saat ini merupakan salah satu unsur Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Jakarta.(Sumber : Kompas)

TNI-AU Dan TUDM Menyiapkan Latma Elang Malindo


Latma Elang MalindoJakarta - TNI AU dan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) menyiapkan Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Bersama (Latma) Elang Malindo di Pontianak, Kalimantan Barat.

Siaran pers Dinas Penerangan TNI AU, Selasa (23/8/2011) menyebutkan, rapat Elang Malindo-3 digelar di Pangkalan Udara (Lanud) Supadio. Elang Malindo ke-3 di Lanud Supadio, Pontianak, Sabtu (20/8/2011).

"Sebanyak 15 personel TNI AU dan 10 personel TUDM menetapkan Latma digelar tanggal 24 Oktober mendatang. Kesepakatan ditandatangani kesepakatan bersama oleh Kolonel Pnb Emir Panji, PabanIII/Latihan Sopsau mewakili TNI AU dengan Kolonel Abdul Mutalib bin Abd Wahab mewakili TUDM," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama (Nav) Azman Yunus.

Isi kesepakatan tersebut diantaranya, penetapan waktu, organisasi, tempat dan jenis latihan, Alutsista yang digunakan, personel yang terlibat, serta penyelarasan tata upacara pembukaan dan penutupan Latma Elang Malindo. Rombongan juga meninjau tempat dan fasilitas Latma Elang Malindo (Site Survey).

Azman Yunus meyebutkan, RGB latihan bersama Elang Malindo tersebut, agar tersusun program serta terselenggaranya pelaksanaan Latihan Bersama Elang Malindo dapat berjalan dengan lancar dan aman sesuai rencana.

Indonesia-Malaysia berbagi perbatasan darat di Kalimantan dengan negara bagian Sabah-Sarawak.

Latihan bersama antara kedua angkatan udara merupakan wujud nyata dari persahabatan yang sudah lama terjalin sebagai dua negara yang bertetangga dan kegiatan latihan bersama diharapkan tercipta rasa persaudaraan yang erat diantara kedua Angkatan Udara, khususnya dalam menciptakan keamanan wilayah kawasan secara bersama-sama.(Sumber : Kompas)

Tim Korsel Survei Ke Lanud Iswahjudi


T-50 Korea SelatanMADIUN - Terkait rencana penggantian pesawat Hawk MK-53 yang berada di Skadron Udara 15 dengan pesawat T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan, Tim Korea Aerospae Industry (KAI), mengadakan survei ke Lanud Iswahjudi. Tim KAI diterima langsung oleh Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI M Syaugi SSos., Senin (22/8/2011).

Dalam edaran pers Dinas Penerangan Lanud Iswahjudi disebutkan, Tim KAI yang dipimpin oleh Gyoung MM Kim, mengadakan survei ke Lanud Iswahjudi, untuk menyesuaikan persiapan yang perlu dilakukan antara Korea dan Indonesia yang berkaitan dengan pesawat T-50 Golden Eagle. Persiapan untuk transisi dan konversi tersebut sangat penting, untuk memastikan keselamatan serta profesionalitas dalam pengoperasian pesawat baru yang akan digunakan TNI-AU tersebut.

Selain mengadakan kunjungan ke Skadron Udara 15, Tim KAI juga melihat ACMI (Air Combat Manuvering Instrument), dan dilanjutkan ke Skadron teknik 042.(Sumber : Kompas)

Kemhan : 25-27 Persen APBN 2012 Untuk Modernisasi Alutsista


Menhan Purnomo YosgiantoroJakarta - Peningkatan alokasi dana APBN Departemen Pertahanan menjadi Rp64,4 trilyun dari sebelumnya sebesar Rp45,2 trilyun akan dialokasikan untuk modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista). "Akan digunakan untuk belanja pegawai. Belanja modal akan meningkat, ini kesempatan baik untuk memodernisasi alat persenjataan kita,"kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kementerian Pertahanan di Jakarta, Senin (22/8).

Menhan mengharapkan untuk selalu ada peningkatan anggaran tiap tahunnya. "Jika bisa terus dilakukan peningkatan, saya kira reformasi jilid II, khususnya alutsista bisa dilakukan,"ujarnya.

Dia menjelaskan, reformasi jilid I pada 1998 difokuskan pada restrukturisasi organisasi, dan profesionalisme prajurit, sedangkan reformasi alutsista terlupakan, sehingga perlu dilakukan upaya untuk itu. "Hampir 14 tahun dari mulai jaman reformasi, Alutsista kita ketinggalan, sehingga perlu ada modernisasi. Peningkatan angaran ini akan kita gunakan untuk alutsista,"jelas Menhan.

Ditambahkan Menhan, alokasi dana APBN 2012 ini akan dibagi-bagi penggunaannya. "25-27 persen untuk modernisasi alutsista, belanja pegawai 47-50 persen, dan untuk pemeliharaan 25 persen,"jelasnya.(Sumber : Jurnas)

Senin, 22 Agustus 2011

Upacara Penerimaan Satgas Yonif 301/Prabu Kian Santang Kodam III/Siliwangi Dan Pelepasan Satgas Yonif 133/ Yudha Sakti Kodam I/Bukit Barisan


KRI Teluk Amboina - 503 Dukung Kegiatan Debarkasi dan Embarkasi Satgas BKO MalukuAmbon - KRI Teluk Amboina – 503 melaksanakan Beaching di Lantamal IX Ambon untuk mendukung kegiatan Debarkasi dan Embarkasi Satgas BKO Maluku. Sebelum pelaksanaan Debarkasi dan Embarkasi di laksanakan Upacara penerimaan Satgas Yonif 301/Prabu Kian Santang Kodam III/Siliwangi dan pelepasan Satgas Yonif 133/ Yudha Sakti Kodam I/Bukit Barisan di Lapangan Mako Lantamal IX, Kamis (18/8). Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubenur Maluku Ir. Said. Assagaff, Pangdam XVI/ PTM Mayjen TNI Suharsono, S. IP, Walikota Ambon Ricchard Louhenapessy, Komandan Lantamal IX Laksamana Pertama TNI Rahardjo Dwi Prihanggono, S.H, Wadan Lantamal IX Kolonel Marinir Bambang Hullianto, Asintel Danlantamal IX Kolonel Laut (P) Arif Sumartono, Asops Danlantamal IX Kolonel Laut (P) Nanang Eko Ismurdianto, Irdam, Danrem 151/Binaiya, para Perwira Ahli, Perwira LO AL dan AU, para Komandan Satuan serta Kabalak jajaran Kodam XVI/Pattimura.

Upacara penerimaan dan pelepasan Satgas tersebut dipimpin oleh Irup Pangdam XVI/PTM, dalam amanatnya Pangdam XVI/PTM menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 301/ Prabu Kian Santang. Semoga kehadiran dan keberadaan Satgas Yonif 301/ Prabu Kian Santang di wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara, dapat memberikan kontribusi yang positif untuk membantu Pemerintah Daerah dan Komando dalam upaya menjaga stabilitas keamanan serta memberikan suasana ketenangan, ketentraman dan kesejukan bagi masyarakat Maluku. Pangdam XVI/PTM juga mengucapkan terima kasih dan selamat jalan kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 133/ Yudha Sakti yang telah selesai melaksanakan tugas, semoga pengalaman bertugas di wilayah ini dapat menjadikan bekal yang berharga dalam pelaksanaan tugas - tugas di masa mendatang. Bahwa situasi keamanan di wilayah Kodam XVI/Pattimura, yang meliputi wilayah Propinsi Maluku dan Maluku Utara saat ini sudah semakin kondusif. Meskipun demikian kita harus terus waspada karena kemungkinan potensi konflik yang dapat mengganggu ketentraman dan ketenangan masyarakat yang mungkin timbul sewaktu-waktu dan dapat mengganggu ketenangan serta ketentraman masyarakat. Untuk itu, diperlukan kesiapan dan kesiapsiagaan serta kebersamaan seluruh aparat di wilayah ini guna melakukan langkah-langkah antisipasi dan proaktif, sehingga setiap indikasi terjadinya instabilitas keamanan dapat segera dicegah dan dinetralisir sedini mungkin. Demikian juga, Komando dan Pengendalian serta koordinasi antar aparat keamanan harus terus dibangun dan dipelihara dengan baik, sehingga penanganan terhadap masalah keamanan dapat diselesaikan dengan baik. Disamping itu, kita harus terus mewaspadai adanya upaya pihak-pihak tertentu yang masih melakukan provokasi massa melalui aksi penyebaran isu, selebaran gelap, intimidasi, teror maupun tindakan kriminal lainnya. Sebagai prajurit profesional, kita harus senantiasa mengamati setiap perkembangan situasi yang terjadi di lingkungan tempat bertugas sambil terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan timbulnya konflik akibat provokasi dan teror dari pihak-pihak yang tidak menghendaki terciptanya stabilitas keamanan dan ketentraman di wilayah ini. Kita harus menyadari bahwa penugasan yang kalian laksanakan ini merupakan konsekuensi prajurit yang memiliki jati diri sebagai prajurit rakyat, prajurit pejuang, prajurit nasional dan prajurit profesional yang bertugas menjaga kedaulatan, keutuhan dan keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

KRI Teluk Amboina - 503 Dukung Kegiatan Debarkasi dan Embarkasi Satgas BKO MalukuDalam pelaksanaan tugas di lapangan nantinya, Pangdam XVI/PTM mengharapkan agar kalian tetap kompak dan solid, mempedomani protap-protap yang sudah ada, serta senantiasa menjalin hubungan kerja sama yang baik, terpadu dan harmonis dengan semua unsur terkait dan sesama aparat keamanan lainnya, sehingga kalian dapat melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya dan terhindar dari kemungkinan terjadinya benturan maupun kesalahpahaman yang tidak perlu. Bertindaklah secara netral, rasional, profesional dan proporsional dengan senantiasa dilandasi disiplin yang tinggi. Laksanakan tugas dengan baik dan hilangkan keraguan yang dapat mengakibatkan kegagalan dalam pelaksanaan tugas. Ambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak tertentu yang nyata-nyata mengganggu stabilitas keamanan di wilayah ini. Setiap prajurit harus dapat mendekati dan merangkul serta membantu rakyat, sehingga rakyat akan membantu kalian semua.

Kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 133/Yudha Sakti, hari ini tugas di wilayah Kodam XVI/ Pattimura, dinyatakan berakhir dan berhasil dengan baik. Pangdam XVI/PTM berharapkan agar keberhasilan yang telah dicapai, jangan sampai menjadi lupa diri, karena panggilan tugas bagi seorang prajurit tidak akan pernah berakhir, bahkan kedepan akan semakin berat dan meningkat. Sekembalinya ke Home Base, diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di daerah pangkalan. Lakukan konsolidasi dan evaluasi internal terhadap tugas yang telah dilakukan selama ini. Adakan inventarisasi terhadap personel, materiil maupun alat perlengkapan lainnya yang dipertanggungjawabkan baik kepada satuan, maupun kepada prajurit secara perorangan. Jangan ada diantara kalian yang berusaha menyimpan munisi, bahan peledak maupun barang-barang lain yang tidak boleh disimpan dan dibawa secara perorangan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tingkatkan terus kewaspadaan, kesiapsiagaan serta disiplin dan profesionalitas keprajuritan dengan terus belajar dan berlatih serta mantapkan terus kemanunggalan TNI - Rakyat, karena masyarakat, bangsa dan negara senantiasa menunggu prestasi, dedikasi dan pengabdianmu. Jaga dan bina kondisi fisikmu serta pelihara kesiapan mentalmu agar kalian senantiasa dalam kondisi prima dan siap untuk melaksanakan tugas selanjutnya. Pangdam XVI/PTM juga mengucapkan terima kasih kepada Danlantamal IX Ambon beserta jajarannya dan Komandan KRI Teluk Amboina beserta seluruh ABKnya. (Sumber : Dispen Koarmatim)

Ranpur 2S23 Nona-SVK Self-Propelled Artillery System


Panser 2S23 "Nona-SVK" adalah ranpur angkut pasukan yang berfungsi sebagai fire support bagi pergerakan pasukan infantri. Ranpur berbasis BTR-80 ini telah dilengkapi dengan meriam self-propeled kaliber 120mm dan telah dilengkapi senapan mesin PKT Kalashnikov kaliber 7.62mm, pengoperasian ranpur dilakukan oleh empat orang kru.


Ranpur 2S23 Nona-SVK Self-Propelled Artillery System

DPR Desak Pemerintah Agar Tingkatkan Anggaran Untuk Kemhan



Pengukuhan KRI Clurit
Penyerahan dan Pengukuhan KRI Clurit


Jakarta - DPR mendesak pemerintah agar meningkatkan anggaran untuk Kementerian Pertahanan (Kemhan). Sebab, sasaran ideal pemenuhan alat utama sistem senjata (alutsista), masih jauh dari idealisme kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF). Karena, realisasi kebutuhan anggaran yang dibutuhkan Kemhan belum mencapai 30 persen.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, dan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Enggartiasto Lukita di Jakarta, Jumat (19/8).

Hingga 2014, djelaskan Mahfudz, Kemhan membutuhkan anggaran mencapai Rp 150 triliun. Namun, hingga tahun 2011 ini, dari total kebutuhan anggaran untuk terpenuhinya MEF belum mencapai 30 persennya.

"Sehingga alokasi untuk Kemhan pada RAPBN 2012 sebesar Rp 64,4 triliun itu sesungguhnya sebagai bagian skenario untuk tercapainya MEF hingga 2014," ujarnya.

Mahfudz menjelaskan, guna tercapainya rencana strategis (renstra) hingga 2014, perlu kebijakan politik anggaran untuk bisa menambah anggaran di Kemhan, khususnya untuk keperluan alutsista tersebut.

"Cuma kan begini, banyak orang berpikir bahwa meningkatkan anggaran alutsista ini, tidak punya dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Karena kita kan punya masalah itu kan. Nah, menurut saya, cara pandang ini yang perlu diluruskan," ujar Mahfudz.

Mahfudz mengatakan, Komisi I DPR mempunyai kebijakan politik bahwa modernisasi alutsista TNI itu juga harus didorong dengan melibatkan industri strategis dalam negeri. Diharapkan, hal itu akan memberikan dampak secara ekonomi dan kesejahteraan. Karena, akan banyak menyerap tenaga kerja dalam negeri sendiri.

"Makanya kemarin kan telah kita dorong sekitar Rp 1,3 triliun, itu belanja alutsista di dalam negeri yaitu di PT DI, PT PAL, PT Pindad. Dengan demikian, hal ini akan berimbas pada penyerapan tenaga kerja dalam negeri untuk pengerjaan produksi alutsista yang menjadi kebutuhan TNI saat ini," katanya.

Enggar mengatakan, program modernisasi alutsista, terutama untuk keperluan kontrol wilayah laut. Modernisasi ini akan memberi dampak untuk menutup imbas kerugian negara selama ini atas praktek kejahatan illegal fishing dan illegal logging lewat wilayah laut, yang setiap tahun kerugiannya dari kejahatan tersebut mencapai sekitar Rp 40 triliun.

"Menurut saya, ini yang harus diluruskan. Peningkatan alutsista harus tetap dapat meningkatkan kontribusi kemampuan ekonomi bagi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja," ujarnya.(Sumber : Suara Karya)

SS2, Senapan Serbu Asli Bikinan Dalam Negeri


SS2 Versi 4 dan 5Solo - Tak ada yang bisa lebih membanggakan sebuah negara dan bangsa selain kemampuan membuat sendiri aneka produk yang vital. Bukan cuma sekadar untuk kebutuhan sehari-hari yang mungkin dianggap remeh-temeh, namun juga kebutuhan bernilai tinggi dan strategis. Contohnya saja senjata militer. Untuk urusan ini, personel TNI dan juga segenap anak bangsa yang lain harus bangga karena sebagian persenjataan inti sudah bisa dirancang dan dibuat sendiri di dalam negeri.

Salah satunya adalah senapan serbu militer SS-2. SS yang merupakan singkatan dari Senapan Serbu, adalah produk PT Pindad di Bandung, riwayatnya berangkat dari pembelian lisensi senapan FNC dari pabrikan Fabrique Nationale Herstal Belgia. Dari hasil lisensi ini Pindad mengembangkan SS-1 yang bentuknya memang masih mirip senapan aslinya, FNC. Dalam perkembangannya, SS-1 mulai dimodifikasi, seperti misalnya dengan penerapan popor yang bisa dilipat, tak lagi popor pejal atau “mati” seperti aslinya.

Dalam tahapan pengembangan berikutnya, Pindad merancang senapan yang sama sekali baru sehingga bisa dikatakan “asli” Indonesia. Artinya, bukan sekadar melakukan modifikasi di sana-sini atas model yang sudah ada, melainkan betul-betul berangkat dari desain awal di meja gambar. Inilah yang lantas disebut sebagai SS-2. Sejauh ini memang baru sedikit kesatuan yang menggunakannya seperti Kopassus dan Paskhas TNI AU. Harapannya, penggunaan SS-2 bisa diperluas ke seluruh satuan TNI dan Polri.

Dilihat dari segi tampilan, SS-2 terlihat modern. Tak seperti “kakak”-nya SS-1, pada SS-2 sudah dijumpai komponen Picatinny rail permanen pada bagian atas senapan, yang memudahkan pemasangan aneka aksesoris pembidik. Tampang laras depannya sedikit mengingatkan pada AK-47, sementara model handel pembawa di sisi tengah sedikit mengingatkan pada M-16. Handel ini bisa dilepas dan diganti dengan aneka model teropong pembidik.

Seperti ditulis dalam majalah Commando edisi I tahun VI/2010, SS-2 menawarkan banyak keunggulan dibandingkan SS-1. Misalkan dari segi bobot standar, SS-2 punya berat kosong 3,4 kg sementara bobot kosong SS-1 masih 4 kg. Tolak balik atau hentakan akibat penembakan pun disebut lebih empuk sehingga meningkatkan akurasi sekaligus menambah kenyamanan penggunanya.

Memang tak seperti SS-1 yang sudah kenyang pengalaman diterjunkan dalam berbagai operasi militer TNI, baik di dalam maupun luar negeri dengan segala kekurangannya, SS-2 belum melampaui tahapan baptism by fire alias terlibat dalam pertempuran. Namun bukan berarti SS-2 senapan banci atau senapan salon yang hanya buat nampang atau bergaya. Buktinya, dalam berbagai kejuaraan menembak militer di kawasan ASEAN, SS-2 yang diusung para personel TNI pesertanya sukses memboyong sejumlah gelar juara umum. Padahal “musuh-musuh”-nya adalah senapan-senapan serbu yang “asli” bikinan Amerika atau Eropa meski itu lisensi sekali pun. Sebut saja M-4 dan M-16 dari AS yang dipakai Filipina atau Thailand, Steyr AUG dari Austria yang dibuat berdasar lisensi di Malaysia dan jadi senjata standar laskar negeri jiran itu. Satu-satunya senjata asli lokal adalah SAR-21 buatan Singapura yang kabarnya juga diadopsi dari senapan serbu Israel, Tavor.(Sumber : Solo Pos)

Dephan Pesan Empat Unit Pesawat Tanpa Awak Untuk TNI-AU


KasauPekanbaru - Pemerintah melalui Depertemen Pertahanan (Dephan) tengah memesan empat unit pesawat tanpa awak, seharga lebih kurang 40 juta dolar AS. Keberadaan pesawat ini disamping untuk memantau gerakan separatis bersenjata, juga dapat difungsikan untuk memantau pasca bencana, seperti gempa bumi, tsunami dan lainnya.

Demikian diungkapkan Kepada Staf Angkatan Udara (KASAU) Mersekal TNI Imam Sufa'at kepada wartawan, di sela-sela kunjungan kerja sekaligus berbuka bersama dengan Keluarga Besar Pangkalan Udara (Lanud) Pekanbaru, Sabtu (20/8) petang. Dikatakan, pesawat tanpa awak itu salah satunya akand ditempatkan di Lanud Supadio Pontianak untuk memantau perbatasan Kalimantan Barat. "Bisa juga ditaruh di Lanud Pekanbaru. Karena pesawat tanpa awak itu kan mobile, bisa diangkut dengan pesawat transpor Hercules. Tetapi pesawatnya belum datang, baru persiapan," ungkapnya.

Saat ditanya dipesan dari negara mana pesawat tanpa awak itu, sambil bercanda KASAU menyebutkan: "Misinya rahasia, datanya juga rahasia."

Namun KASAU menerangkan, pesawat canggih itu dapat terbang tanpa diketahui orang, tapi kita tahu persis rekamannya. Jadi fungsinya bisa mendeteksi pascagempa bumi atau tsunami,

"Ia terbang langsung moto, bisa kita monitor di situ karena kameranya dan hasil fotonya bisa kita langsung lihat kondisinya dibawah seperti apa, perlu bantuan apa," kata Imam.

Ditambahkannya, pesawat itu juga bisa digunakan untuk memantau aktivitas 'illegal logging', 'illegal fishing' dan memantau kebakaran ('fire'). Sehingga jika ada kebakaran kita tahu perlu helikopter untuk memadamkannya, gampang untuk operasi bersama.

Dalam kesempatan itu, KASAU juga mengisyaratkan akan meningkatkan status Lanud Pekanbaru yang kini tipe Kelas B naik menjadi Kelas A. Diakuinya, untuk syarat Lanud Kelas A minimal harus ada dua Skadron Udara.

"Namun, untuk Lanud Pekanbaru akan kita pertimbangkannya karena intensitas latihan dengan negara lain cukup tinggi. Bisa saja kita pertimbangkan naik status," kata KASAU lagi.

Usai memberikan keterangan kepada wartawan, KASAU didampingi Komandan Lanud Pekanbaru Kolonel (Pnb) Bowo Budiarto melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah perwira TNI AU di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru.

Setelah itu, KASAU dan rombongan kembali lagi ke Lanud Pekanbaru untuk bersilaturahmi sekaligus berbuka bersama dengan Keluarga Besar Lanud Pekanbaru.(Sumber : Analisa Daily)

Kemhan Rangkul PT LEN Guna Kembangkan Kamera SRS Retina 2000


Kamera SRS Retina 2000Jakarta - Sehari setelah peringatan hari kemerdekaan, sejumlah tim dari Kementerian Pertahanan dan PT Lembaga Elektronika Nasional (LEN) yang diketuai Kasubdit Teknologi Pertahanan Kolonel (Laut) Taufik Arief berkunjung ke Pangkalan Udara (Lanud) Abdurahman Saleh untuk membicarakan secara umum rencana pengembangan kamera SRS Retina 2000.

Dalam siaran pers Dinas Penerangan Lanud Abdurahman Saleh, Minggu (21/8/2011), disebutkan, kamera ini merupakan produksi dalam negeri yang mulai dirintis pada tahun 2006 dan diujicobakan pada tahun 2007, dan kemudian mulai dioperasikan oleh Skadron Udara 4 serta memperkuat alutsista TNI AU pada tahun 2008.

Selama empat tahun operasional, kamera SRS Retina 2000 telah banyak berkiprah dalam berbagai misi operasi, salah satunya dalam operasi Eyes In the Skies (EIS), yakni patroli maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura yang bekerja sama dengan pihak Malaysia dan Singapura. Di samping itu, juga dalam kegiatan latihan, baik latihan perorangan di Lanud Abd Saleh, Latihan antar satuan Garuda Perkasa, Sikatan Daya, Angkasa Yudha dan juga dalam Latihan Gabungan TNI tahun 2008 yang di gelar di daerah Sanggatta di Wilayah Kalimantan Timur.

Kamera produksi PT LEN yang kini dioperasikan oleh Skadron Udara 4 itu memiliki kemampuan menghasilkan foto udara vertikal, foto udara oblique, dan video streaming yang merupakan inti dari misi surveillance.

Kehadiran Tim Vertifikasi Kemhan kali ini memang bertujuan untuk menjajaki secara teknis rencana pengembangan kamera yang telah diproduksi sebelumnya. Adapun kemampuan yang akan dikembangkan lebih lanjut antara lain kemampuan operasional siang dan malam dengan meningkatkan kemampuan sensor video dan meningkatkan pergerakan kamera yang semula hanya mampu bergerak pada dua sumbu, menjadi mampu bergerak pada tiga sumbu dan mampu berputar 360 derajat.

Di samping itu yang tidak kalah penting adalah penambahan kemampuan transmisi data dari pesawat secara real time yang dilakukan melalui satelit, sehingga kegiatan surveillance dan recognizance yang dilaksanakan dapat dimonitor on the ground.(Sumber : Kompas)

Minggu, 21 Agustus 2011

Satgas Indobatt Hadapi Siaga Merah Di Wilayah Operasi Lebabon


IndobattKairo - Komando Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) telah menginformasikan kepada Kontingen Garuda Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bersiaga penuh guna menghadapi bahaya ancaman perang di Perbatasan Lebanon-Israel.

"Komandan tertinggi UNIFIL telah menyatakan bahwa status keamanan di wilayah operasi di Lebabon yang selama ini kuning dinaikkan menjadi merah," kata Bintara Penerangan Satgas Indo FPC, Nur Kholis, yang dihubungi ANTARA dari Kairo, Ahad dini hari.

Menidaklanjuti informasi tersebut, Komandan Satgas Indo FPC Mayor Inf Henri Mahyudi melalui Pasipam Ops Kapten Inf Eka Wira Darmawan menginstruksikan agar segera mengambil langkah yang harus ditempuh guna menyikapi kondisi ini, katanya.

Pasipam Ops segera beraksi membunyikan sirine sebagai alarm stelling, yakni tanda bahaya dibarengi penyampaian instrusi melalui pengeras suara, ujar Nur Kholis.

Dijelaskan, bunyi alarm tersebut segera ditanggapi oleh seluruh anggota satgas baik yang sedang berdinas aktif maupun sedang beristirahat dan segera di titik kumpul yang telah ditentukan, lengkap dengan senjata plus perlengkapan pribadi seperlunya sesuai standart operating procedure (SOP).

Menurut Nur Kholis, konflik berkepanjangan antara Lebanon dan Israel nampaknya semakin sulit dikendalikan akhir-akhir ini pasca bentrokan bersenjata kedua pihak beberapa waktu lalu di sepanjang perbatasan, katanya.

Suasana mencekam itu terjadi pada hari Sabtu (20/8), yang mana situasi tersebut merupakan skenario persiapan yang dilaksanakan secara terpadu dalam formasi kompi.

Dasar dilaksanakannya kegiatan ini adalah rencana latihan yang disusun oleh staf operasi Satgas Indo FPC tentang pelaksanaan kontigensi planning yang bertujuan agar Satgas Indo FPC memiliki kesiapsiagaan yang tinggi dan selalu siap digerakkan sewaktu-waktu dalam situasi dan kondisi darurat.

Setelah semua personel memasuki kedudukan yakni di defence position (DP), kendaraan tempur dan senjata bantuan masuk ke posisi stelling masing-masing, serta jaring komunikasi harus sudah tergelar.

Dansatgas didampingi Pasipam Ops melakukan pengecekan terhadap seluruh jajaran tentang situasi kondisi terakhir tiap-tiap defence position dan selanjutnya hasil pengecekan tersebut dilaporkan kepada Pasukan Gabungan UNIFIL.

Pasipam Ops Kapten Inf Eka Wira Darmawan menjelaskan, persiapan ini dimulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan sehingga mencapai kesiapsiagaan yang maksimal.

Eka Wira mengemukakan, perubahan status alert terjadi dari kuning ke merah itu menunjukkan peningkatan penjagaan dua kali lipat, antara lain di observation post (OP) dan main gate (pintu utama).

Kemudian status alert berubah menjadi hitam, yakni seluruh personel masuk defence position (DP) dan menempatkan kendaraan berat pada DP yang terdapat di Naqoura Green Hills sebagai Area of Responsibility Satgas Indo FPC, katanya.(Sumber : Antara)

Industri Pertahanan Kuat Masyarakay Sejahtera


PT PALJakarta - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Hartind Asrin mengatakan, apabila industri pertahanan alokasi anggarannya meningkat, tentu akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Brigjen Hartind, dalam pembuatan kapal maritim saja akan menyerap tenaga kerja sekitar 2.000 orang.

“Contoh landing platform dock atau kapal yang diutamakan untuk mengangkut personel itu bisa mengerakkan 2.000 orang, dengan komponen kecil itu. Kalau bikin banyak tinggal dikalikan saja. Sehingga tentu saja jika peningkatan industri pertahanan itu dapat menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan ekonomi kerakyatan. Ini sektor riil bergerak,” terang Brigjen Hartin ketika dihubungi KBRN RRI, Sabtu (20/8).

Menurut Hartind, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mencapai 6 persen, dan Kementerian Pertahanan menginginkan agar pilar dan pertumbuhan ekonomi berjalan.

“Di mana-mana di dunia ini itu dibangun industri pertahanan dan ingin bikin pesawat terbang itu awalnya bikin kapal maritim dulu untuk angkut. Seluruh dunia seperti China, Rusia, Amerika Serikat dan Inggris, apabila industri pertahanannya maju, maka akan menggerakkan perekonomian dan industri lainnya,” pungkasnya.

Negara China, lanjutnya, mempunyai filosofi seperti itu untuk memajukan industri pertahanannya. Setelah itu ekonominya maju, termasuk dalam bidang teknologi informasi serta komputer.

“Filosofinya di seluruh dunia apabila industri pertahanannya bagus, maka negaranya akan menjadi negara maju,” tutur alumnus Lemhanas di China ini.

Hartind menambahkan, ia sangat sependapat apabila kemajuan industri pertahanan itu berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi suatu negara.(Sumber : RRI)

RI - RDTL Sepakat Kerjasama Pertahanan Dan Keamanan


RI - RDTL Sepakat Kerjasama Pertahanan Dan KeamananDili, Timor Leste - Untuk meningkatkan dan memperluas hubungan bilateral dan hubungan persahabatan, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) menyepakati kerjasama pertahanan dan keamanan. Kesepakatan kedua negara tersebut ditandai oleh penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang penguatan hubungan pertahanan kedua negara dalam forum Bilateral kedua negara, Jumat (19/8), di Kantor Kementerian RDTL.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro bersama Menhan Republik Demokratik Timor Leste Xanana Gusmao, dan disaksikan oleh, Menteri Perdagangan RI, Mari E. Pangestu, Staf Ahli Menhan Bidang Politik, Prof. Dr. Susanto Zuhdi M. Hum, Tim Pakar Manajemen Kemhan, Silmy Karim, Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan, Brigjen TNI Wahyu Suhendar, Kapuskom Publik, Brigjen TNI Hartind Asrin. Selain itu terdapat staf perwakilan dari Kemendag, Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional, Gusmardi Gusmai, dan Direktur Kerjasama Bilateral, Pradyawati.

Menhan, Purnomo Yusgiantoro mengatakan penandatanganan kerjasama pertahanan yang telah dilaksanakan merupakan salah satu bentuk upaya untuk menjalin dan memperkokoh hubungan antara pemerintah Indonesia dan Pemerintah RDTL. Disamping itu kesepakatan kerjasama pertahanan ini untuk mendukung logistik pertahanan dari Pemerintah RDTL yang sedang membangun kekuatan pertahanan dan keamanan.

Menhan RI, berharap kerjasama pertahanan ini dapat digunakan sebagai jalan untuk memperkokoh dan mencari potensi kerjasama di bidang lainnya pada masa yang akan datang.

Ada beberapa bentuk kerjasama yang akan dilaksanakan kedua negara, salah satunya kerjasama dialog dan konsultasi bilateral tentang isu-isu strategis dan keamanan, pertukaran informasi dalam bidang pertahanan, peningkatan kerjasama Angkatan Bersenjata dan kerjasama dukungan logistik.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama ini, kedua negara akan membentuk Komite Bersama Bidang Pertahanan Indonesia-RDTL. Salah satu tujuan dari komite bersama ini adalah untuk mengkoordinasikan dan memantau kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka persetujuan. Komite bersama ini nantinya terdiri dari perwakilan resmi masing-masing pihak, dan setiap pertemuan komite bersama diketuai oleh pejabat pertahanan senior kedua negara. Sementara itu Komite Bersama ini memiliki tugas yang salah satunya mencakup, untuk mengidentifikasi area kerjasama yang potensial di bidang pertahanan, membahas hal-hal yang menjadi kepentingan bersama, memulai dan mengatur aktiviitas kerjasama dan meninjai kegiatan lainnya dalam rangka persetujuan tersebut.

Pada kesempatan ini kedua negara juga sangat berkeinginan untuk mengadakan kerjasama bidang pertahanan ini berdasarkan prinsip-prinsip kesetaraan, saling menguntungkan dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan integritas teretorial.

Kalangan Parlemen National Menyambut Positif

Sementara itu, penandatanganan kerjasama pertahanan yang dilaksanakan tersebut juga mendapat sambutan positif dari kalangan Parlemen National Timor Leste. Sambutan positif ini disampaikan oleh Presiden Parlemen National RDTL, Fernando Lasa’ma De Araujo kepada rombongan Menhan RI, Purnomo Yusgiantoro. Selain memberikan penghargaan terhadap kesepakatan ini, pihak Parlemen Nasional Timor Leste akan segera meratifikasi atas hasil yang telah disepakati kedua negara.

Pada kesempatan pertemuan dengan Menhan RI tersebut, Fernando juga berharap bahwa kerjasama yang baik ini akan terus berlanjut kedepannya. Harapan Fernando ini terlebih lagi kepada penerimaan personel-personel tentara ataupun kepolisian untuk bisa belajar di Indonesia.(Sumber : DMC)

Sabtu, 20 Agustus 2011

Tiga Armada Kapal Perang TNI-AL Kawal Pulau Terluar Di Kep. Riau



Pos Pemantauan TNI AL di Pulau Jemur
Pos Pemantauan TNI AL di Pulau Jemur


Pekanbaru - Untuk mengamankan pulau-pulau terluar di Indonesia khususnya di Riau, TNI AL mengerahkan sebanyak tiga armada kapal perang Republik Indonesia (KRI).

Saat ini kapal milik TNI AL terus melakukan patroli di perairan perbatasan seperti di Selat Malaka yang merupakan perairan yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura.

Hal itu disampaikan Komandan TNI AL Dumai, Riau Kolonel Muhammad Ali. Selain kapal, pengamanan pulau-pulau dan perairan Indonesia ini tentunya juga diikuti oleh personel TNI yang handal.

Salah satu pulau terluar yang terkenal di Riau adalah Pulau Jemur yang kaya dengan wisata bahari. Pulau ini juga memiliki satwa langka penyu hijau yang hanya hidup di pulau yang berada di Kabupaten Rokan Hilir. Pulau ini juga pernah sempat diklaim sebagai teritorial Malaysia.

"Jadi kapal kita terus melakukan operasi pengamanan secara bergantian di Pulau Jemur dan pulau-pulau lainnya yang ada di Riau dari gangguan siapa saja," kata Ali kepada okezone, Jumat (19/8/2011).

Untuk lebih meningkatkan pengamanan laut, pihak TNI AL juga melakukan kerja sama dengan aparat dari Malaysia dan Singapura. “Ini termasuk juga menjaga dari pencurian ikan dan aksi penyelundupan," tandasnya.(Sumber : Oke Zone)

TNI-AU Ingin Kembalikan Kejayaan AURI Pada Dasawarsa '60-an'


Atraksi Sukhoi TNI-AU Saat HUT RI Ke-66Kalimantan Barat - Pada tahun-tahun mendatang TNI-AU akan semakin berotot. Penyebabnya, 30 F-16 Fighting Falcon Blok 32 akan hadir sebagaimana enam Sukhoi Su-27 Flanker, lengkap dengan semua persenjataan dan sistem avionikanya.

Apakah ini bisa menjadi batu penanda, mengembalikan kejayaan AURI pada dasawarsa '60-an? Semoga demikian; demikian juga untuk matra laut dan darat TNI secara keseluruhan untuk kemakmuran bangsa.

"Berdasarkan hasil pertemuan terakhir dengan pihak Amerika Serikat beberapa waktu lalu, telah disepakati Indonesia akan menerima 24 pesawat tempur F16 bekas dari negara itu. Plus enam cadangan, sehingga total menjadi 30 unit," tutur Kepala Staf TNI-AU, Marsekal TNI Imam Sufaat.

Sufaat, bekas penerbang tempur A-4 Skyhawk, pada saat menyatakan hal itu berada di Pangkalan Udara TNI-AU Supadio, Sungai Raya, Kalimantan Barat, Jumat. Dia dan rombongan petinggi TNI-AU meninjau kesiapan Supadio menjadi pangkalan empat pesawat intai nirawak (UAV - unmanned aerial vehicle), yang kini sudah mencapai 80 persen dari persyaratan teknis dan nonteknis.

Jika nanti keempat UAV itu dioperasikan --awal tahun depan-- pengawasan dan sistem peringatan dini terhadap pelanggaran udara nasional di Pulau Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia dan perairan internasional di Laut China Selatan, semakin meningkat secara signifikan.

30 F-16 yang dia maksud itu merupakan blok 32. Saat ini, Indonesia memiliki 12 F-16 seri A dan B yang berasal dari blok 15 hasil pengadaan pada dasawarsa '80-an yang ditempatkan di Skuadron Udara 3 di Pangkalan Udara Utama TNI-AU Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur; itupun dua di antaranya sudah hancur karena kecelakaan non perang.

Nanti ke-30 F-16 Blok 32 hibah Angkatan Udara Amerika Serikat itu akan ditingkatkan ke blok 52 lengkap dengan persenjataan mutakhirnya, di antaranya peluru kendali AIM-9 Sidewinder dan AGM-84 Harpoon buatan McDonnel Douglas.

Seluruh F-16 hibah hasil pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Susilo B Yudhoyono dengan koleganya, Presiden Barak Obama, itu akan elengkapi jumlah yang ada saat ini. Dari semula satu skuadron tempur saja, maka F-16 itu akan dimekarkan menjadi dua skuadron tempur, yang alokasi pangkalannya belum ditentukan secara persis.

Jika dari Barat kehadiran arsenal udara diwakili F-16 dan F-5E Tiger II serta BAE Hawk 109/209, maka Rusia juga punya wakil berupa pesawat tempur strategis, Sukhoi Su-27 dan Su-30 Flanker, yang kelasnya dipahami di atas F-15 Eagle dalam konfigurasi avionik dan persenjataan penuh dan sempurna.

Kehadiran pesawat-pesawat tempur Uni Soviet pada dasawarsa '60-an menjadikan AURI sebagai kekuatan udara paling berotot di belahan selatan dunia. Kekuatan ini juga yang menciutkan nyali Belanda untuk menancapkan kaki kembali di Papua dan menjadikannya sebagai koloninya di Asia Tenggara.

Dalam Operasi Trikora itu, 26 Tupolev Tu-16 Badger memainkan peran sangat penting karena pembom strategis dengan peluru kendali AS-1 Kennel mampu menjangkau seluruh benua Australia dari pangkalannya di Madiun.

Menurut Sufaat, "Pada 2011 juga sudah dipersiapkan tambahan enam unit Sukhoi lengkap dengan persenjataannya untuk melengkapi jumlah yang ada sekarang sebanyak 10 unit," tuturnya. Seluruh Sukhoi yang bisa bermanuver sangat mengerikan itu --salah satunya Pugachev's Cobra-- ditempatkan dalam Skuadron Udara 11 yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama Hasanuddin, Makassar.

Opsi menambah dan memperkuat arsenal udara dari keluarga Sukhoi mengental terus. Setelah lengkap berjumlah satu skuadron (16 unit), akan terus ditambah minimal sampai berjumlah 32 unit dari jenis Su-27 dan Su-30.

"Bahkan petinggi TNI-AU sangat berminat dengan Sukhoi Su-35 BM minimal satu skuadron. Untuk memenuhi kriteria kesiapan tempur minimum sampai 2014, TNI-AU memerlukan minimal 10 skuadron tempur," kata Sufaat.

Su-35 BM merupakan tipe terkini Sukhoi sebelum keluar PAK-50 yang diketahui mampu meladeni F-22 Raptor-nya Amerika Serikat dengan segala kecanggihannya.

Sebelum ini, masih ada perkuatan di tubuh TNI-AU, karena pada Desember 2010 dilakukan penandatanganan kontrak pembelian 16 unit EMB-314 Super Tucano buatan Brazil. Pesawat counter insurgency dengan mesin turboprop ini diproyeksikan menggantikan OV-10 Bronco buatan North American Rockwell hasil pengadaan pada 1975.

Empat bulan kemudian, yaitu pada April 2011 sudah ada kepastian pengadaan pesawat latih/tempur taktis ringan T-50 buatan Korea Selatan. Kemenangan T-50 Eagle ini sekaligus mengakhiri persaingan antara Korea Selatan dan Rusia yang menawarkan Yakolev Yak-130 Mitten.

"Mereka ditempatkan ke dalam dua skuadron udara. Mulai awal tahun depan sudah berdatangan ke sini," kata pemimpin puncak ke-18 TNI-AU itu.(Sumber : Antara)